
Pagi ini Rose dan Clara sarapan bersama, tiba-tiba ponsel Clara berdering...
"Bibi.. Ada apa dia menelponku?" tanya Clara kebingungan...
"Angkat saja,siapa tahu penting!" Kata Rose sambil mengunyah sarapannya...
Clara bersiap untuk mengangkat telepon dari bibinya. Ia tahu bagaimana watak bibinya itu. Jika tidak menyangkut perusahaan pasti menyangkut perjodohan Jerry...
"Hallo Bibi.. Selamat pagi!" Jawab Clara basa-basi...
"Clara... Apa kau sibuk hari ini?" Tanya Bibinya langsung..
"Eng..Tidak Bi.. Ada apa?" Tanya Clara penasaran sambil meletakkan sendoknya..
"Makan siang di rumah. Ajak temanmu itu. Kita sudah lama tak makan bersama!" Kata Bibi Clara tiba-tiba...
"Apa ada yang penting Bi sehingga kita harus makan bersama?" tanya Clara ragu-ragu...
"Apa harus ada yang penting hingga kau mau berkunjung ke rumah bibi dan pamanmu Ha?" Ujar bibi Clara setengah menyindir Clara yang memang jarang mengunjungi paman dan bibinya itu...
"Baiklah.. Kami akan datang Bi!" Ucap Clara mengakhiri percakapan mereka...
Clara menarik nafas panjang setelah panggilan telepon itu berakhir. Rose pun menanyakannya...
"Ada apa? apa ada masalah?" Tanya Rose...
"Untuk sekarang tak ada tapi entah nanti!" Jawab Clara sungkan..
"Nanti? Memangnya kenapa dengan nanti?" Tanya Rose lagi...
"Bibi mengajak kita untuk makan siang! Aku sudah mengiyakannya,jadi siang ini kita akan makan siang disana!" Jelas Clara...
"Itu bukan masalah Kak... Sebuah keluarga mengajak makan malam saja mukamu sudah begitu khawatirnya!" Ujar Rose yang santai sambil membereskan meja makan mereka...
"Kau tidak tahu bibiku itu. Jika dia sudah bersikap lunak,itu berarti ada hal yang ia inginkan. Aku bisa pastikan ini akan menjadi masalah Jerry jika tidak dia,mungkin ini masalah bagiku!" Ucap Clara cemas...
__ADS_1
"Baiklah..Baiklah... kita akan mengetahuinya nanti. Saat ini lebih baik kita bersiap-siap saja!" Jawab Rose menenangkan Clara...
Clara diam saja memikirkan hal apa yang akan di lakukan bibinya itu. Dia sangat paham bagaimana cara bicara bibi yang sering kali menyakitkan hati. Ia takut ini akan membuat Rose sakit hati karena sedari awal bibinya itu tidak suka jika Rose tinggal bersamanya...
Rose kembali ke kamarnya,setelah selesai mencuci piring dan Clara masih duduk di depan meja makan. Ia ragu ingin pergi,namun ia sudah berjanji akan pergi..
"Ah... Aku bisa gila memikirkan hal ini. Lebih baik aku tanya Jerry saja!" Gerutu Clara seraya mengambil ponselnya untuk menghubungi Jerry...
"Ada apa kak?" Kata Jerry saat menjawab panggilan Clara...
"Bibi mengajak kami makan siang? Apa ada masalah?" Tanya Clara cepat...
"Tidak... Aku baik-baik saja. Ibu juga tak mengatakan apa pun padaku hari ini!" Jawab Jerry dari seberang telepon...
"Apa perusahaan ada masalah atau bibi masih berniat memaksamu untuk ikut kencan buta?" Tanya Clara memastikan...
"Tidak kak... Tadi malam kami tak banyak bicara karena ibu sedang tak enak badan. Saat aku pulang ibu hanya menanyakan dari mana dan apakah hari ini aku sibuk. Itu saja!" Jelas Jerry...
"Lalu kau jawab apa?" Tanya Clara penasaran...
"Aku jawab seadanya. Bahwa aku menghabiskan waktu dengan kalian dan sore ini kita akan pergi bersama!" Jawab Jerry seadanya...
"Kak.. Ada apa sebenarnya? Apa ibuku berulah lagi?" Tanya Jerry bingung...
"Jawab saja apa yang kutanyakan. Kau hanya perlu menjawab dan kularang kau untuk bertanya!" Tegas Clara...
"Baiklah.. Ibuku tak merespon apa pun. Dia hanya mengatakan... Ya sudah.. istirahat sana,kau pasti lelah. Ibu ingin tidur karena sedang tak enak badan. Itu saja!" Kata Jerry menirukan gaya bicara ibunya...
"Ah begitu.. Ya sudah... Kau jemput kami,kami akan bersiap-siap untuk pergi ke rumahmu!" Pinta Clara...
"Baiklah... Tunggu aku!" Jawab Jerry singkat lalu mematikan sambungan telepon dari Kakak sepupunya itu...
"Mungkin bibi memang hanya ingin makan bersama saja. Mendengar dari apa yang dikatakan Jerry sepertinya memang tak ada masalah disana. Ini lebih baik untukku membawa Rose kesana. Setidaknya, Rose tak harus mendengar hal yang menyakitkan dari mulut bibi!" Kata Clara dalam hatinya...
Clara pun segera naik ke kamarnya dan bersiap untuk pergi. Setelah itu ia menemui Rose dikamarnya..
"Rose... Kau sudah siap?" Tanya Clara...
"Iya... Ayo!" Jawab Rose singkat .
__ADS_1
Clara dan Rose keluar dari kamar dan turun kelantai bawah. Mereka menunggu Jerry di depan cafe. Tak lama Jerry pun datang dan membawa mereka berdua kerumahnya..
Rose duduk di sisi Jerry sementara Clara duduk di belakang. Jerry tersenyum hangat sambil bercanda pada Rose. Hanya Clara yang diam dan tak ikut bergabung dengan lelucon keduanya...
"Kak... Kenapa kau diam saja?" Tanya Rose tiba-tiba...
"Tidak... Aku sedang melihat berita online!" jawab Clara berbohong...
Sebagai seroang polisi,Jerry tahu jika Clara sedang berbohong. Ia pun berhenti bercanda dan hanya fokus mengemudi. Keadaan dalam mobil itu pun seketika hening....
Saat tiba di rumah Jerry,Rose turun lebih dulu. Sementara Clara ragu-ragu untuk turun dari mobil...
"Kak.. Kau kentara sekali. Jangan buat Rose menjadi cemas dengan tingkahmu seperti ini. Tidak ada masalah,aku sudah menanyakan ini pada ibu. Ibu hanya merindukanmu sebagai keponakan satu-satunya yang ia miliki. Apa itu salah?" Kata Jerry pelan...
"Aku hanya tak ingin dia menyakiti Rose. Kau tahu ibumu itu tak menyukai Rose. Aneh saja bagiku tiba-tiba bibi mengundang Rose mendadak seperti ini!" Jelas Clara...
"Ya sudah... Sekarang lebih baik kita turun. Tak enak membuat Rose menunggu lebih lama. Jika ada apa-apa pada Rose aku berjanji padamu aku akan membantah ibu. Jangan khawatir lagi... Oke!" Ucap Jerry sedikit menenangkan Clara...
Jerry pun segera turun dan menyusul Rose di iringi Clara di belakang mereka...
Tiba-tiba saja Clara segera menggandeng tangan Rose dan tak ingin melepaskannya....
"Lihat Rose... Dia lebih memilihmu ketimbang aku adiknya. Apa ini adil?" Gurau Jerry mencairkan suasana....
"Sudah hentikan leluconmu itu. Ayo masuk dan jangan mengganggu Rose lagi!" Peringat Clara...
"Baiklah... aku tak akan mengganggunya lagi. Tapi jika Rose sendiri yang menggangguku maka aku tak bisa menolaknya!" Jawab Jerry masih dengan gurauannya agar Rose tak curiga...
Ketiganya pun masuk ke rumah Jerry bersamaan dan menemui ibu Jerry di ruangan keluarga. Kecemasan Clara pun kian bertambah dengan mendekatnya mereka pada ibunya Jerry. Namun Clara segera menenangkan dirinya dengan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan cepat....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏