
Setelah Arga membeli semua keperluan Rose,ia bergegas menyiapkan mobil lagi untuk perjalanan mereka ke kota malam ini. Rose sudah siap dengan konsekuensi yang akan di terimanya saat di kota nanti...
"Tidak mengapa jika aku harus terlantar di kota,itu lebih baik dari pada aku tinggal di sini tanpa kebebasan dan martabat yang baik!" Kata Rose lirih dalam hatinya..
Tak lama seorang perawat segera membawa Rose naik ke atas *Brankar*. Kenzi sudah menyiapkan mobil dengan tempat tidur khusus. Rose di tempatkan di bagian belakang. Dan Kenzi berada di kursi depan samping Arga...
Perjalanan pun di mulai....
Mulanya semua berjalan lancar hingga tiba adanya kemacetan panjang karena tumbangnya sebuah pohon besar di tambah angin dan hujan yang begitu deras...
"Nona.. Jika kau ingin minum katakan semuanya padaku. Kita masih harus menunggu sampai pohonnya bisa disingkirkan dari jalan raya!" Jelas Arga
"Terimakasih!" Jawab Rose singkat...
Karena terlalu lama menunggu,di tambah memang keadaannya yang harus selalu berjaga,Arga pun terlelap. Saat Rose ingin minum dan memanggil Arga,Arga tak menjawab. Rose pun meraba\-rabakan tangannya agar bisa mendapatkan botol minum mineral yang diletakkan Arga di sebelahnya. Belum sempat ia mendapatkan,tangannya sudah di pegang Kenzi...
"Ada apa? Apa yang kau cari?" Tanya Kenzi tiba-tiba...
"Aku haus Tuan!" Jawab Rose seadanya...
"Tunggu sebentar!" Kata Kenzi pada Rose...
Kenzi meraih botol air mineral tersebut dan memberikannya pada Rose. Rose mengambil botol tersebut dan membukanya. Kemudian ia berhenti saat hendak mengarahkan mulut botol tersebut kearah bibirnya..
"Tuan!" Panggil Rose pelan...
"Apa lagi?" Tanya Kenzi datar...
"Apakah ada sedotan?" Tanya Rose ragu-ragu..
Kenzi tak menjawab,tapi terdengar suara seperti ia sedang mencari sesuatu...
"Tak ada! Minumlah seperti biasanya!" Jelas Kenzi...
"Airnya akan tumpah jika aku minum sambil berbaring!" jawab Rose...
__ADS_1
Kenzi beranjak ke bagian tengah mobil. Ia mengambil botol plastik itu dari tangan Rose lalu mengangkat sedikit tubuh Rose agar memudahkan Rose untuk meminumnya..
"Terimakasih!" Jawab Rose pelan...
"Kau jangan terlalu banyak minum air. Jika kau ingin buang air kecil akan sulit bagi kami untuk membantumu. Tunggulah sebentar lagi,setelah ini kita akan memasuki kawasan kota!" Jelas Kenzi...
Rose hanya terdiam. Ia sedang membayangkan dirinya saat ini. Betapa malang nasibnya,setelah di tinggalkan sang ibu,ia harus menjadi korban pelecahan sang paman dan dijual ke mucikari. Dan sekarang ia harus pergi jauh dari kampung halamannya,dimana tempat tak ada seorang pun yang mengetahui siapa dirinya. Beruntung saat ini ia bertemu dengan orang baik. Tapi itu hanya sampai ia sembuh. Jika ia sudah sembuh,entah apa lagi yang akan terjadi padanya. Mungkinkah ia benar-benar akan terlantar
"Arga... Sudah selesai! Ayo jalan!" Kata Kenzi membangunkan Arga dari tidur pulasnya...
Mobil pun kembali berjalan di tengah angin kencang dan hujan deras. Petir menggelegar mengiringi perjalanan mereka. Rose berusaha untuk tetap bertahan meski ia sudah sangat di rundung rasa sakit tak tertahankan...
Setelah memakan waktu hampir 30 menit. Akhirnya mereka sudah sampai di apartemen milik Kenzi. Arga masuk ke parkiran bawah tanah agar tak ada yang melihat mereka membawa seseorang...
"Kami sudah masuk di parkiran. Kau bisa mematikan CCTVnya saat ini!" Jelas Arga pada seorang di dalam ponselnya...
Tak lama mobilnya pun berhenti,Kenzi membuka pintu belakang dan mengangkat Rose...
"Ken... Biar aku saja!" Kata Arga...
Kenzi pun melepaskan Rose. Rose merintih kesakitan namun ia menahannya..
Arga hanya menganggukkan kepalanya dan langsung membawa Rose masuk mengiringi Kenzi..
Mereka masuk dengan mengendap-endap hingga waktu yang di butuhkan cukup lama terlebih mereka tidak menggunakan Lift. Menaiki anak tangga yang cukup banyak membuat Arga sedikit kewalahan,namun ia tak mengeluhkan hal tersebut pada Kenzi. Ia tetap membawa Rose tanpa mengeluh sedikit pun..
Kenzi mengawasi setiap lorong yang akan mereka lewati. Beruntung lorong menuju apartemennya hanya satu,jadi tidak perlu terlalu khawatir..
Kenzi membuka sebuah pintu dan melebarkannya untuk memudahkan Arga membawa Rose masuk kedalamnya...
Arga langsung membawa Rose ke kamar. Kamar tersebut tak tertutup. Hanya di batasi menggunakan lemari hias. Arga meletakkan Rose di atas tempat tidur, sementara Kenzi langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa yang terlihat dari dalam kamar tempat Rose berbaring...
"Ken!" Kata Arga melemparkan sebuah minuman kaleng pada Kenzi...
"Kau istirahatlah malam ini disini,sambil menunggu perawat kemari. Aku akan pulang!" Jelas Kenzi...
Arga terkejut mendengarnya. Ia tak tahu jika harus menjaga Rose malam ini. Kenzi tak mengatakan hal ini padanya...
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi Dokter Michel untuk menangani wanita ini. Dia akan kemari dengan perawat-perawatnya tinggi saja!" Jelas Kenzi...
Arga tak membantah,ia hanya diam saja..
"Ken... Kau harus menyediakan Asisten rumah tangga untuk mengurusi keperluan sehari-harinya. Aku tak ingin jika harus aku juga yang mengurusnya!" Jelas Arga ..
"Aku akan mengirim Bi Min kemari. Lagi pula jarak rumah dan apartemen ini tak begitu jauh. Bi Jum bisa membersihkan keduanya. Aku tak bisa menyewa orang sembarangan,semakin banyak orang semakin sulit menyembunyikan hal ini!" Jawab Kenzi...
"Aturlah! Yang pasti aku tak ingin terlibat dengan wanita ini!" Jelas Arga...
"Baiklah... Baiklah... Aku kembali sekarang!" Kata Kenzi pada Arga...
Kenzi Keluar Apartemennya. Arga menyalakan televisi agar ia tak tertidur selama menunggu dokter Michel kemari...
Saat Arga memandang pada Rose,Rose sudah tertidur pulas. Hari sudah menunjukkan pukul 3 tapi dokter Michel mau pun perawatnya tak kunjung datang. Sementara ia harus menemani Kenzi untuk rapat besok. Ia pun bergegas tidur agar tak mengantuk nantinya...
Pagi menjelang,Rose bangun dan hendak buang air kecil namun ia masih belum bisa berjalan. Ia memaksakan dirinya untuk bisa berdiri tanpa sengaja ia menjatuhkan sebuah gelas yang ada di sisi tempat tidurnya....
"Nona... Kau tak apa-apa?" Tanya seorang wanita paruh baya padanya...
Rose memandang ke arah wanita itu. Wanita itu segera membantunya untuk berdiri...
"Kau pasti ingin ke kamar mandi. Baiklah aku akan membantumu. Aku Bi Min adalah asisten rumah tangganya Tuan Kenzi. kau jangan takut. Tuan Arga sudah menjelaskan semuanya padaku tentang keadaanmu!" Kata Wanita yang menyatakan namanya Bi Min...
"Terimakasih Bi!" kata Rose...
Bi Min pun membantu Rose ke kamar mandi hingga selesai lalu mengembalikannya ke atas tempat tidur lagi. Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya di apartemen tersebut....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏