
...Kenzi membawa Rose keluar dari kantor polisi dan berniat membawa Rose kembali ke rukonya tapi Rose menolak. Bayangan kekerasan yang terjadi di sana membuatnya merinding. Kenzi pun mengerti, mungkin sebelumnya Rose memang berada di dunia malam yang identik dengan kekerasan. Tapi kejadiaan penculikan itu tentu berbeda, melihat kekerasan yang nyata di depannya dan mengalaminya secara langsung membuat Kenzi mengerti ketakutan Rose saat ini. Ia pun mengarahkan mobilnya kembali ke rumahnya......
...Kedatangan Rose dan Kenzi segera di sambut Bi An yang memang menunggu kepulangan Kenzi......
..."Bi An, aku dan Rose akan langsung beristirahat. Tapi kau buatkan makanan untuk Rose dan bawa ke kamarku!" pinta Kenzi yang langsung di turuti oleh Bi An....
...Bi An langsung membuatkan beberapa makanan yang enak-enak dan menjadi kesukaan Kenzi. Ia tahu Tuannya itu sudah melalui hari yang sulit. Dan untuk Rose, ia tak tahu makanan apa yang ia sukai, yang ia tahu adalah Rose tidak pernah mengeluhkan akan makan apa dia. Dia memakan semua yang disediakan tanpa protes apa pun......
...Kenzi mengajak Rose ke kamarnya. Ia membaringkan Rose dan menyuruhnya untuk beristirahat, sementara itu Kenzi beranjak untuk membersihkan dirinya yang sudah terasa sangat lengket......
...Rose bisa bernafas lega karena kini ia dan Kenzi bisa bersama lagi setelah melalui hal yang membuatnya tak akan bertahan lama di dunia ini. Melihat tadi malam Kenzi datang dengan wajah cemas menemuinya, Rose tersenyum kecil......
..."Ternyata kau benar-benar mencintaiku Ken, aku tidak bermimpi tapi ini semua seperti mimpi." gumam Rose sebelum akhirnya memejamkan matanya dengan tenang di atas tempat tidur Kenzi......
...Sementara itu di rumah sakit, Clara sedang membenahi semua keperluan Arga dan memasukkan ke dalam lemari penyimpanan pasien. Arga masih tertidur lelap karena pengaruh obat. Clara yang berada di samping Arga tanpa meninggalkannya sedikit pun tersenyum saat menatap wajah Arga yang terlelap dengan bulu mata yang lentik......
...Clara mencoba membaringkan dirinya karena memang perasaan penat dan lelah sudah mengelangtungi tubuhnya sedari tadi, tapi karena lebih mementingkan kondisi Arga, Clara menahannya......
...Baru saja ia hendak membaringkan tubuhnya tiba-tiba pintu di dobrak dengan keras hingga membuatnya terkejut dan membuka matanya. ....
..."Gisell, apa kau tidak bisa masuk ruangan dengan baik-baik, Arga sedang tidur!" kata Clara mengingatkan Gisella......
...Gisella tak menghiraukan kata-kata Clara, ia melangkah maju dan menatap Clara dengan tajam......
__ADS_1
..."Ini dia Kakak dari wanita yang tak tahu malu itu. Apakah kalian kakak beradik tak mempunyai pekerjaan hingga terus menjadi bayangan dari pria-pria yang ada di dekatku? kalian terlalu murahan untuk menyerahkan diri kalian pada Kenzi dan Arga. Apa kau dan adikmu itu berpikir bahwa kalian sangat spesial hingga terus berada di sekeliling Kenzi dan Arga!" teriak Gisella pada Clara.......
...Clara menarik nafas panjang tak tahu apa kesalahannya hingga harus menerima cacian itu dari Gisella. Yang ia tahu saat ini adalah Arga sedang terbaring dan membutuhkan istirahat. Ia tak ingin mengganggu tidur Arga karena meladeni sikap arogansi Gisella. Clara pun mengabaikannya......
...Clara mencoba tenang dan duduk kembali di atas sofa. Ia tak ingin memperpanjang kata-kata Gisella yang akhirnya akan membuat Arga terganggu......
...Gisella kesal karena Clara mengabaikannya. Ia pun kembali berteriak......
..."Kau ..., lebih baik pergi dari sini. Kau tidak di butuhkan di sini. Jadi cepatlah kembali selagi kesabaranku masih ada!" kata Gisella tajam pada Clara......
...Clara sudah tak bisa menahan diri lagi. Ia ingin segera membalas kata-kata Gisella namun belum sempat itu terjadi Arga sudah terjaga dari tidurnya akibat teriakan Gisella .....
..."Gisell, ada apa kau berteriak begitu keras, ini rumah sakit.?" peringat Arga dingin sambil menatap pada Clara......
...Clara mencoba mendekat dan menanyai Arga......
..."Kau sudah makan?" tanya Arga balik karena melihat kotak nasi yang masih utuh dan belum tersentuh sedikit pun......
..."Aku tidak lapar, nanti saja aku makannya. Apa kau ingin makan?" tanya Clara lembut pada Arga......
...Arga mengangguk pelan, Clara pun berbalik hendak mengambil nasi yang memang di sediakan khusus untuk Arga. Tapi belum sempat ia meraih piring nasi tersebut, Gisella sudah menahannya......
..."Apa hakmu mengurusi Arga? Apa kau sedang mencoba merayunya? Kau sama seperti adikmu itu, sama-sama murahan!" kata Gisella tajam hingga membuat Clara meradang karena Gisella membawa Rose dalam urusan mereka......
__ADS_1
..."Apa mulutmu itu tak bisa bicara dengan baik sedikit saja? Kenapa pikiranmu itu selalu saja kotor terhadap orang lain? Kau tak perlu mengatakan tentang harga diri di sini karena sudah sangat jelas siapa yang lebih murahan di antara kita. Kau tak pantas di bandingkan dengan kami karena kami bukan orang yang masuk dalam hubungan orang lain!" balas Clara tajam......
...Gisella menatap penuh kebencian pada Clara, ia pun tak tinggal diam dan membiarkan Clara menang seperti Rose tadi pagi......
..."Oya? Benarkah apa yang kau katakan itu Clara? Lalu kenapa kau di sini? Apa kau sedang berada dalam hubungan orang lain juga?" tanya Gisella sambil maju selangkah lebih dekat pada Clara......
...Arga hanya mengeluhkan nafas kasar pada keadaan saat ini. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa karena setiap kali ia mencoba melerai kedua wanita itu tak mengindahkannya. Mereka mengabaikannya dan terus berdebat berlomba menang dalam kata-kata yang mereka lontarkan......
..."Hubungan siapa yang kau maksud? Hubunganmu dan Arga? Setahuku kau hanya tergila-gila pada Kenzi dan tak melirik pria lain meski ada pria yang dengan tulus memperhatikanmu dan mencintaimu. Kau tetap tak bergeming dari Kenzi, kau terus berharap Kenzi akan melihatnya meski kau sendiri sudah tahu itu tak akan mungkin terjadi padamu. Gisella, kau wanita yang tak tahu malu yang pernah aku temui!" kata Clara dengan tajam......
...Sekali lagi, kalimat terakhir yang di ucapkan Clara membuat Gisella bungkam. Suasana menjadi hening seketika. Clara tak sadar sudah mencampuri urusan cinta segitiga diantara ketiga sahabat itu. Ia pun menatap Arga yang juga menatapnya dengan tajam. Clara menundukkan kepalanya karena tak sanggup menatap tatapan Arga padanya......
..."Arga, ada Gisella di sini. Aku akan pulang. Kau bisa makan dengannya!" Kata Clara mengalihkan pembicaraan dan menghentikan perdebatannya dengan Gisella......
...Arga masih tatap menatapnya dengan tajam. Setiap gerak-gerik yang di lakukan Clara tak luput dari tatapan Arga hingga membuat Gisella menjadi bingung. Gisella pun mencoba meraih piring nasi Arga dan membawanya pada Arga namun Arga masih tak menghiraukannya. Ia begitu intens menatapi setiap gerakan yang Clara buat di depannya. Clara yang mengetahui itu mencoba mempercepat pekerjaannya dan mengabaikan tatapan mata Arga.....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏