
Clara dan Rose tiba di lobi mall. Mereka berdiri menunggu taksi. Tapi taksi yang di tunggu pun tak kunjung hadir...
"Kak... Lebih baik kau hubungi supir di perusahaan untuk kemari. Kita tak mungkin ke Bar dengan semua barang-barang ini. Jika kita pulang,aku tidak akan keluar rumah lagi!" Ujar Rose pada Clara...
"Baiklah... aku akan menelpon mereka!" Clara pun menjauh dan menelpon seorang supir dari perusahaannya...
Tak lama,Supir yang di tunggu pun datang. Ia langsung mengambil alih barang belanjaan di tangan Clara dan Rose. Clara dan Rose pun segera masuk ke mobil...
"Pak... bawa kami ke Bar biasanya!" Kata Clara meminta pada supirnya...
"Baiklah Nyonya!" Jawab supir itu..
Bar yang biasa di kunjungi Clara berada di pinggiran kota. Tapi bar itu termasuk ramai pengunjung karena tingkat keamanannya yang baik serta tak banyak berandalan yang bisa masuk kesana. Itulah mengapa Clara memilih Bar itu...
"Rose apa kau lapar? kita bisa makan jika kau lapar. Hari juga sudah mulai malam!" Kata Clara pada Rose...
"Tidak kak! aku masih kenyang. Lagi pula kita tadi sudah makan cukup banyak!" Jawab Rose seadanya...
Jalanan yang lenggang membuat mereka sampai dengan cepat ke Bar yang di maksud Clara. Clara pun bersemangat masuk ke dalam Bar. Sementara Rose mengurus barang\-barang yang tadi di beli Clara...
"Pak... Bawa ini kerumah Kak Clara. Ini kuncinya. Jangan lupa tutup kembali. Dan jika bisa aku minta kau terus mengaktifkan ponselmu agar aku bisa menghubungimu saat pulang nanti!" Jelas Rose...
"Baik Nona.. Jangan khawatir!" Jawab Supir itu pada Rose...
Rose pun segera menyusul Clara yang sudah lebih dulu masuk ke dalam Bar. Ia melihat Clara duduk di sebuah kursi dengan santai. Rose pun mendekatinya...
"Kau mau minum apa?" Tanya Clara pada Rose...
"Pesan apa saja kak! Jangan yang terlalu keras. Aku tak bisa mabuk saat kau sudah mabuk nanti!" Kata Rose setengah menyindir...
"Ahhh... Kau memang adikku yang paling baik! Kau benar-benar tak mengeluh hari ini!" Kata Clara pada Rose...
Rose hanya diam saja. Ia termenung sejenak sambil menatap ke lantai dansa di mana orang-orang sedang bersorak gembira dengan musik yang dimainkan...
Clara bicara pada seorang pelayan bar. Tak lama beberapa botol dengan dua cangkir berada dalam nampan menuju ke tempat duduk mereka...
"Ayo Rose... Mainkan!" Kata Clara menuangkan minuman itu pada Rose...
Rose mengambil cangkirnya lalu sedikit meneguk isi dalam cangkir itu...
"Apa ini? mengapa sangat keras rasanya?!" Tanya Rose yang merasa tersentak saat meneguk minuman tersebut..
__ADS_1
"Absinthe!" Jawab Clara singkat.
"Apa Absinthe?" Tanya Rose lagi...
"Absinthe atau absinth adalah minuman beralkohol yang diberi perisa adas atau anise dan dibuat dari apsintus atau wormwood. Minuman ini dibuat dengan mendistilasi alkohol dengan daun-daunan seperti adas, fennel, apsintus, ketumbar, daun dittany, hisop, juniper, dan pala!" Jelas Clara...
"ah.. Aku baru tahu. Selama ini aku hanya tau arak,Bir dan Wine,atau Vodka! Ternyata ada minuman lain juga!" Gurau Rose sambil merogoh saku celananya karena ponselnya yang bergetar...
"Jerry...!" Kata Rose dalam hatinya saat mengetahui itu panggilan dari Jerry. Namun kali ini Rose mengabaikannya dan mengubah mode nada deringnya menjadi mode diam...
Rose memandang sekilas pada Clara. Dia nampak sudah banyak minum meski mereka baru saja tiba. Rose pun melihat jam di tangannya...
"Sudah pukul sembilan malam. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan hal yang terjadi pun seperti angin lalu!" gumam Rose dalam hatinya...
Rose menyandarkan kepalanya di Sofa yang empuk itu. Sambil memegang cangkir minuman itu ia melihat ke arah sekitarnya...
"Aku sudah terbiasa berada di tempat ini. Namun keadaannya sangat berbeda. Jika dulu aku adalah pelayan sekarang aku adalah pengunjung. Banyak hal yang sudah terjadi selama beberapa bulan ini. Dan tadi siang,aku bertemu lagi dengan orang-orang yang memandang rendah terhadapku. Meski aku tak melakukan apa yang mereka tuduhkan padaku,namun kebersamaanku dan Jerry tak bisa seperti dulu lagi. Akhirnya aku mengalah lagi pada takdirku! Dan aku harus melakukan itu agar orang-orang di sekitarku tak terkena masalah baru karena ku!" Kata Rose pada hatinya...
Rose tersentak dalam lamunannya saat Clara menarik tangannya dan mengajaknya untuk turun ke lantai dansa. Rose awalnya menolak,namun akhirnya ia pun tak kuasa. Ia akhirnya menuruti keinginan Clara. Mereka pun berjalan menuju lantai dansa...
Clara menari dengan energiknya diiringi musik dan sorakan dari orang-orang yang ada di sekitar mereka. Karena terlalu bersemangat,tanpa sengaja Clara terhuyung pada seorang pria yang sedang berjalan di tengah mereka. Clara pun segera di tahan oleh pria itu agar tak terjatuh. Rose yang melihat itu langsung meraih Clara dan meminta maaf pada pria itu...
"Maaf... temanku sedikit mabuk!" Kata Rose pada pria itu. Pria itu pun mengabaikannya dan pergi menuju sebuah kursi dengan teman-temannya...
Tanpa di sadari,kejadian itu menarik perhatian dari sepasang mata yang sedang mengawasi mereka. Seorang pria yang merupakan teman dari orang yang di tabrak Clara tadi sedang memperhatikan Rose dan Clara. Pria itu pun tersenyum saat melihat Rose yang kewalahan karena ulah Clara yang sudah terlalu banyak minum.
"Kak... hentikan! Ayo kembali ke kursi!" Ajak Rose pada Clara yang sudah tak bisa menyeimbangkan langkah kakinya...
Karena bobot tubuh Clara yang begitu berat darinya,Rose hampir terjatuh saat membawa Clara menuju kursi mereka. Beruntung pria yang mengawasinya segera membantu Rose memapah Clara..
"Sepertinya kau perlu bantuan! Biarkan aku membantumu! Dimana kursi kalian?" Tanya Pria itu pada Rose. Rose pun hanya menunjukkan tangannya dan menundukkan kepalanya saat tahu pria itu adalah Kenzi sang penolongnya...
Bantuan Kenzi meringankan Rose untuk membawa Clara ke kursi mereka. Setelah sampai pun,Rose langsung mengucapakan terimakasih padanya....
"Terimakasih Tuan!" Kata Rose canggung dengan pertemuan mereka yang tak sengaja itu...
"Jika kau ingin berterimakasih maka lakukan dengan benar. Jangan mengirimkan hadiah.. Itu tidak sopan!" Celetuk Kenzi yang langsung membuat Rose tak berkutik lagi...
Clara meraih botol minumnya dan menuangkannya. Namun isi dalam botol itu sudah tak ada lagi. Ia pun menggerutu memanggil pelayan untuk menambah minumannya lagi namun Rose segera mencegahnya...
"Kak... jangan minum lagi,kau sudah sangat mabuk sekarang!" Kata Rose menyibakkan rambut Clara yang menutupi wajahnya...
Kenzi duduk di seberang Rose dan memperhatikan Rose juga Clara...
"Apa kau kerja disini?" tanya Kenzi tiba-tiba...
"Tidak... Aku hanya menemani temanku kemari!" Jawab Rose sopan...
Kenzi memperhatikan Rose sekali lagi. Ia pun tersenyum...
"Kau hidup dengan baik sekarang. Dan kau pun sudah punya teman disini! Aku senang melihatnya!" Ujar Kenzi pada Rose dengan tatapan yang sangat dalam...
"Berkatmu!" Jawab Rose singkat karena terlalu canggung di tatapi Kenzi sebegitu dalamnya...
Rose meraih ponselnya untuk menghubungi supir Clara namun setelah beberapa panggilan yang ia lakukan tak menemukan jawaban dari supir tersebut.
__ADS_1
"Ah sial... Kenapa dia tak menjawab. Tidak mungkin dia sudah tertidur. Ini belum terlalu malam?!" Keluh Rose tanpa menyadari keberadaan Kenzi yang masih bersamanya..
"Pacarmu mungkin memang sudah tertidur. ini sudah hampir jam satu malam?!" Kata Kenzi menunjukkan jam di layar ponselnya...
"Bukan pacarku.. Yang kumaksud adalah Supir kak Clara!" Jawab Rose gugup...
"Ah...Supir!" Kata Kenzi tersenyum kecil diiringi anggukan kepala dari Rose...
"Biar aku yang mengantar kalian. Mencari taksi tak mudah disini. Kau tak akan bisa mengatasinya sendirian!" Ucap Kenzi menawarkan diri...
"Aku akan menelpon sepupunya saja!" Kata Rose mencoba menolak...
Kenzi tak membantah. Ia hanya membentangkan tangannya untuk mempersilahkan Rose menelpon Jerry..
"Jerry... Kau dimana?" Tanya Rose cepat...
"Ah begitu...!" Kata Rose lagi dengan wajah kebingungan...
"Baiklah ..Tidak apa-apa... Kak Clara terlalu banyak minum dan akhirnya mabuk. Supir perusahaan tak mengangkat teleponnya. Jika kau masih di sini aku minta kau untuk menjemput kami. Tapi karena kau sudah kembali,aku akan memanggil taksi saja!" Jelas Rose lalu matikan ponselnya agar Jerry tak memutar arah untuk menjemput mereka...
"Bagaimana?" Tanya Kenzi tiba-tiba...
Rose terlihat bingung untuk menjawab. Ia memandang ke arah Clara, keadaannya sudah sangat tak memungkinkan jika harus menunggu taksi lagi. Mau tidak mau Rose pun meminta bantuan Kenzi .
"Jika ini tak merepotkan mu Tuan?" Jawab Rose ragu-ragu...
"Manis sekali jawabanmu itu!" Ujar Kenzi Tiba-tiba...
Kenzi berdiri dan memanggil seseorang untuk mendekat padanya....
"Bantu wanita ini membawa temannya ke mobilku!" Kata Kenzi pada seorang pelayan...
"Bawalah... Aku akan membayar dahulu!" Ucap Rose melepaskan Clara...
Saat Rose berbalik untuk membayar minuman mereka, Kenzi menahan tangannya...
"Tidak usah cemas! Aku akan menyelesaikannya. Kau bawa temanmu saja!" Jelas Kenzi
Seketika Rose pun tak bisa bicara saat Kenzi memegang tangannya. Ia seperti orang yang tak berdaya bila harus berhadapan dengan Kenzi. Aura Kenzi begitu kuat mempengaruhi dirinya...
"Jangan melamun... Kau bisa saja pingsan karena terlalu lama menatapku!" Kata Kenzi yang tiba-tiba sudah berada di samping telinga Rose. Rose tersentak dan mendorong Kenzi lalu berlari menyusul Clara dengan muka memerah...
Kenzi hanya tersenyum puas karena berhasil menggodanya..
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏
__ADS_1