
...Rose berdiri dengan penuh percaya diri. Ia menatap wajah orang-orang yang meragukannya. Mereka benar-benar meremehkannya......
...Saat Rose hendak melakukan presentasi. Clara masuk dengan nafas yang tersengal-sengal......
..."Maaf... Saya terlambat!" Kata Clara pada semua orang yang hadir di dalamnya......
...Clara tersenyum pada Rose. Rose pun membalas senyuman tersebut sebagai penyemangat dirinya......
...Rose mulai menjelaskan detail-detail mengenai desain yang ia rancang. Ia pun melakukan interaksi dengan pengrajin yang akan mengubah desainnya menjadi sebuah perhiasan yang indah. Setelah ia rasa cukup ia pun turun dengan langkah yang pelan. Ia menatap sekelilingnya terutama pada Pegawai yang merendahkannya di awal tadi......
..."Bagaimana menurutmu? Apa aku bisa menggunakan alat ini?" Tanya Rose sinis sambil menatap tajam ke dalam mata wanita itu......
...Wanita yang awalnya begitu percaya diri ingin mempermalukannya kini tak bisa menjawab kata-kata Rose. Terlebih ia kini di kelilingi oleh banyak orang di atasnya membuatnya tak mampu melawan Rose......
..."Dengarkan aku... Ini hanyalah sebuah benda yang tak bisa digunakan tanpa bantuan makhluk hidup lainnya. Bukankah saat membelinya terdapat buku paduan yang bisa kita pelajari. Sedangkan kemampuan seseorang itu adalah karunia Tuhan yang akan tetap berjalan meski tanpa bantuan makhluk hidup lainnya. Itu melekat pada dirinya. Jika kau meragukanku,mengapa tidak kau tanyakan pada Presdir dan Manager Umum yang bersedia menerimaku dan menempatkan posisiku di sini? Apa hal ini bisa kukatakan sebagai keraguan kalian pada atasan kalian sendiri?" teriak Rose dengan kencang......
...Kedua wanita itu langsung berdiri saat mendengar hal tersebut. Mereka meminta maaf pada semua orang tapi tidak pada Rose. Clara yang jarang melihat Rose begitu marah menjadi penasaran dengan apa yang sedang terjadi......
..."Rose...Ada apa? Mengapa kau begitu semarah ini?" Tanya Clara bingung......
..."Tidak ada apa-apa... Aku hanya memberi pelajaran bagi orang-orang yang merasa dirinya begitu hebat!" Jawab Rose sinis......
..."Nona Rose... Apa ada masalah dengan pegawai kami?" Tanya Arga menyela......
...Rose lagi-lagi tersenyum. Namun bukan sebuah senyuman ramah melainkan senyuman yang mengejek orang-orang yang ada di dalam ruangan tersebut.....
..."Benar Tuan... Ada masalah dengan pegawai kalian yang tak bisa bekerja dengan saya karena saya tak memiliki gelar apa pun. Mereka selalu mengulur-ulur waktu dan menyerahkan semua pekerjaan mereka pada pegawai lainnya. Ini sudah berlangsung sejak hari pertama saya bekerja. Awalnya saya kita itu hal biasa,namun makin kemari sepertinya mereka makin melampaui batasnya. Saya tak bisa menerima lagi. Saya ingin mereka tidak bekerja dengan saya lagi!" Pinta Rose dengan tegas......
..."Apa hakmu ingin mengeluarkan mereka?" tanya Kenzi tiba-tiba......
..."Saya mempunyai hak atas ini karena saya adalah penanggungjawab semua proyek ini. Saya tidak bisa bekerjasama dengan orang yang tidak satu Visi dan Misi dengan saya. Karena semua hasil akhirnya akan di limpahkan pada saya. Waktu saya tidak banyak lagi, saya kemari bukan untuk main-main. Saya memang tak berhak atas pemecatan mereka. Tapi saya berhak memilih dengan siapa saya akan bekerja!" Jelas Rose yakin......
__ADS_1
...Rose keluar ruangan rapat meski belum ada keputusan yang di buat untuk kedua wanita itu. Namun ia cukup merasa puas saat melihat wajah-wajah pucat yang sudah mati ketakutan di ruangan itu......
...Amarahnya yang sudah tak tertahankan itu membuat Clara ikut bertindak. Ia berdiri dan berjalan mendekat pada Kenzi......
..."Presdir K... Saya tidak pernah berpikir hal seperti ini bisa terjadi dalam perusahaanmu. Sebagai orang yang bertanggung jawab dengan Rose,Saya minta Anda mempertimbangkan permintaan Rose tadi. Jika tidak maka saya akan menarik kembali semua kerja sama ini. Meskipun saya akan merugi besar hingga mungkin saya bangkrut,itu sama sekali tak masalah untuk saya. Saya hanya ingin orang-orang saya bisa berdiri dengan harga dirinya!" Ujar Clara tegas dengan tatapan sinis pada semua orang yang berada di ruangan itu......
..."Nona Clara tak perlu khawatir. Jika hal ini lebih awal saya ketahui maka hari ini tidak akan terjadi. Saya akan mengatur kenyamanan bagi Nona Rose selama bekerja disini!" jawab Kenzi.......
..."Baiklah jika begitu. Saya akan menemui Rose!" Kata Clara menarik diri dan pergi meninggalkan ruangan itu......
...Kenzi tak bicara lagi. Ia berdiri namun melakukan kontak mata dengan Arga,meminta Arga untuk menyelesaikan sisanya......
...Arga tahu apa yang harus ia lakukan,ia pun segera melakukan tugasnya. Sementara Kenzi keluar ruangan itu dengan tenang......
...Clara menemui Rose yang sedang bekerja di ruangannya. Ia mendekat dan masih bisa menangkap semua kekesalan di wajah Rose......
..."Rose... kau baik-baik saja?" Tanya Clara.....
..."Iya kak!" Jawab Rose singkat dan masih terus bekerja......
..."Aku kira mereka akan berpikir,tapi ternyata mereka makin menjadi. Sudahlah jangan membahasnya lagi. Mengingatnya saja aku sudah ingin marah lagi!" Gerutu Rose kesal.......
..."Baiklah... Baiklah... Apa kau mau makan siang denganku?" Tanya Clara kemudian......
..."Aku akan membereskan semua ini. Kakak tunggu aku di lobi!" Jawab Rose bersemangat......
...Clara pun menyetujuinya. Tapi saat ia berbalik Kenzi sudah ada di depan pintu berdiri tegak menatap Clara dan Rose......
..."Ada apa Tuan Kenzi?" Tanya Clara heran......
..."Nona Clara dan juga Rose... Aku ingin meminta maaf untuk yang terjadi di ruang rapat tadi. Sebagai permintaan maaf ku apakah boleh aku mentraktir kalian berdua makan siang?!" Tanya Kenzi sambil melirik Rose yang mengabaikannya......
__ADS_1
...Clara memandang Rose yang tak memberikan reaksi apa-apa. Clara pun mengambil inisiatif untuk melihat perkembangan di antara keduanya......
..."Baiklah.. Kami akan menerimanya!" Jawab Clara santai......
..."Rose... Ayo cepat!" Kata Clara pada Rose......
...Rose mempercepat pekerjaannya. Ia berjalan mengikuti Clara dan Kenzi dari belakang. Tak lama Arga pun menyusul mereka karena memang Kenzi yang memintanya. Ia ikut bergabung dan menemani Rose mengikuti atasan mereka berjalan santai.......
...Clara dan Kenzi berbincang-bincang tentang kerjasama mereka. Sementara Rose dan Arga hanya mendengarkannya. Tiba-tiba ponsel Rose berdering Rose pun mengangkatnya......
..."Iya Jerry!" Kata Rose pertama kali......
..."Ah iya... Terimakasih untuk supportnya!" Lanjut Rose......
..."Siapa yang memberitahumu?" Tanya Clara pada Jerry yang menelponnya......
..."Ah begitu! Baiklah..!"...
..."Aku akan makan siang dengan kak Clara dan juga Presdir serta Manager Umum. Kau pun jangan lupa makan. Aku akan menelponmu lagi nanti!" Kata Rose dengan tenang tanpa menghiraukan keberadaan Kenzi dan Arga......
..."Ah begitu... Baiklah aku akan menunggumu nanti malam. Hati-hati dijalan... Aku tutup ya!" Ujar Rose sebelum akhirnya menutup panggilan teleponnya.....
...Rose masih bersikap biasa saja meski Kenzi memandangnya dengan penuh tanya. Ia bahkan tak menoleh sedikitpun pada Kenzi. Hal tersebut membuat Kenzi geram padanya namun karena keberadaan Clara ia memendam hal tersebut......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏