Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Bantuan dari seorang wanita


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlalu setelah kepergian Rose dari apartementnya Kenzi. Baik Kenzi mau pun Rose tak pernah berjumpa setelah itu. Kenzi bahkan sudah tak mengingat lagi tentang bagaimana keadaan Rose saat ini...


 


Pagi itu....


Seorang gadis sedang sibuk di dapur sebuah cafe. Ia terlihat kesana kemari melayani para pelanggan yang memesan minuman....


"Rose... Bawa ini ke anak muda di pojokan sana!" Kata seorang wanita yang tak lain adalah pemilik cafe tersebut....


"Baik kak!" Jawab Rose bersemangat...


Ia mengambil nampan yang sudah di sediakan dan mengantarnya langsung ke tempat yang dikatakan Bos padanya...


Hingga menjelang sore ia masih sibuk dengan pelanggan yang tak kunjung berhenti datang silih berganti...


"Apa kau lelah?" Tanya Bos wanita itu pada Rose...


"Sedikit! tapi aku senang karena tempat kita ramai!" Jawab Rose polos...


Rose meninggalkan Bos wanitanya itu saat melihat ada pelanggan yang datang lagi. Ia menyapanya dengan ramah dan mengarahkan pelanggannya untuk duduk di kursi...


 


"Tunggu sebentar ya. Pesanan kalian akan segera sampai!" Kata Rose pada pelanggan tersebut...


"Kak... Capuccino latte dan American Coffee untuk meja 12!" Kata Rose pada Bosnya itu...


"Jika kau lelah kau bisa berisitirahat,aku akan menggantikanmu. Kau dari pagi tak pernah berhenti!" Kata Sang pemilik cafe pada Rose...


"Aku tidak lelah,aku sangat bersemangat. Lagi pula kak Clara sudah banyak membantuku jika bukan karena kak Clara aku mungkin sudah menjadi gembel karena kecopetan saat itu. Kak Clara orang yang membantuku dan memberikanku tempat tinggal. Aku sungguh beruntung!" Jelas Rose...


"Jangan memikirkan hal itu,Lagi pula aku hanya sendiri disini. Aku butuh teman untuk berbincang. Adanya kau menjadi teman bicaraku itu sudah sangat menyenangkan. Kau jangan lupa,kau belum pernah mengambil uang hasil kerjamu selama tiga bulan. Kau selalu mengatakan simpan saja untuk keperluan kita. Lalu kapan kau selesai menabung untuk membelikan hadiah malaikatmu itu jika kau hanya menabung dari hasil tips para pelanggan?" tanya wanita yang dipanggil Clara oleh Rose itu...

__ADS_1


"Tenang saja,masih ada waktu. Lagi pula dia tak tahu jika aku menyiapkan hadiah untuknya. Aku bahkan tak tahu dimana aku harus memberikan hadiah itu!" jelas Rose...


"Baiklah...Baiklah... Kau atur saja,Jika kurang kau bisa mengatakannya padaku!" Kata Clara sambil menyodorkan dua cangkir kopi pesanan pelanggan...


Rose membawakan kopi tersebut pada pelanggan dan berbincang kembali pada Clara...


Setelah merasa kehidupannya lebih baik dari sebelumnya,ia berniat membalas kebaikan Kenzi dan Arga padanya. Ia ingin memberikan sebuah setelan jas untuk kedua pria itu namun ia tak tahu ukuran dan juga tak tahu dimana harus memberikannya. Ia lupa alamat apartement serta alamat rumah Kenzi. Itulah mengapa ia menunggu sesuatu untuk memberikan hadiahnya pada Kenzi dan Arga...


"Terimakasih... Silahkan berkunjung kembali!" Kata Rose pada pelanggannya...


Rose kembali ke dalam cafe. Clara sudah menunggunya...


 


"Rose kita tutup saja. Hari ini cukup melelahkan bagaimana jika kita makan malam diluar. Kita sudah lama tak makan malam di luar!" Jelas Clara...


"Terserah kakak saja. Aku akan keatas dan membersihkan diri. Kakak bisa bersiap-siap!" Jawab Rose...


"Baiklah... Aku ingin kau pakai gaunmu yang terbaik. Kita akan makan di restoran mahal malam ini!" Kata Clara pada Rose...


"Ah tidak bisa,aku ingin makan di restoran mahal. Lagi pula untuk siapa uang ini jika tidak kita habiskan. Kita mempunyai siapa-siapa. Hanya kita berdua. Ayolah Rose,jangan terlalu pelit dengan diri sendiri!" Pancing Clara...


"Baik...Baik... Atur saja olehmu 'kak,aku ingin mandi saat ini. Aku lelah dan gerah!" Jelas Rose yang langsung meninggalkan Clara dan berlari kelantai atas...


Rose mandi dan bersiap-siap untuk berdandan. Ia membuka lemari pakaiannya dahulu,ia melihat Gaun Merah hati yang tergantung di lemari pakaiannya. Gaun itu di belikan Kenzi saat ia masih tinggal di apartementnya. Entah mengapa Kenzi membelikan gaun tersebut untuknya,padahal ia tahu bahwa Rose tak pernah keluar rumah...


Rose mengambil gaun tersebut dan mengenakannya lalu sedikit memoles wajahnya dengan bedak dan lipstik. Ia berdiri di depan cermin dan melihat dirinya di dalam pantulan cermin...


"Tiga bulan ini semua sudah berubah. Rose yang sekarang bukanlah Rose seorang wanita panggilan. Aku bisa berdiri dengan percaya diri dihadapan masyarakat luas. Tuan Kenzi dan Arga... Ingatlah... Aku tak akan pernah melupakan kebaikan kalian padaku!" Kata Rose dalam hatinya....


"Rose apa kau sudah siap?" Teriak Clara dari lantai bawah...


"Tunggu sebentar... Aku akan segera turun!" Jawab Rose dengan suara tinggi...

__ADS_1


Rose menuruni anak tangga yang terbuat dari kayu itu. Clara bahkan tak bisa berkedip melihat Rose begitu cantik mengenakan gaun merah hati. Selaras dengan kulitnya yang putih mulus...


"Lihat adik siapa ini. Auuhhh... Kau begitu cantik sayang!" Puji Clara sambil mencubit kedua pipi Rose...


"Ayo pergi!" ajak Rose pada Clara...


Mereka pun pergi menggunakan taksi...


"aku akan mengajak kau makan di restoran yang terkenal. Aku tak akan menyia-nyiakan dandananmu yang cantik itu Rose!" Kata Clara pada Rose...


"Kau juga cantik kak!" Puji Rose..


"Kau jangan terlalu memujiku. Aku tak ada apa-apanya dibandingkan kau. Setidaknya umurmu lebih muda dariku!" Gurau Clara...


"Pak antarkan kami ke Brasserie Restaurant!" Kata Clara pada supir taksi...


Brasserie Restaurant,adalah restoran yang terkenal di daerah ibu kota. Restoran itu bernuansa Eropa dan cukup mewah dan megah. Cocok sekali dengan dandanan mereka berdua malam ini...


Supir itu pun mengantarkan mereka ke restoran yang di maksudkan....


Clara adalah wanita 36 tahun yang sudah menjanda karena di tinggal suaminya meninggal. Ia anak tunggal dan orang tuanya sudah meninggal saat ia masih remaja. Ia bertemu dengan Rose tiga bulan lalu saat Rose menjadi korban pencopetan. Saat itu Rose menangis di depan Cafenya. Rose mengajukan diri untuk bekerja di tempatnya dengan imbalan sepiring nasi...


Setelah Rose bekerja,Ia melihat Rose cukup rajin dan tekun. Dengan alasan itu ia mengajak Rose bekerja padanya. Sebelumnya ia tak tahu bahwa Rose tak memiliki tempat tinggal. Rose tinggal di sebuah gudang yang tak digunakan lagi. Hal ini di ketahui Clara. Karena alasan kesepian ia pun mengajak Rose tinggal di cafe yang sekaligus adalah tempat tinggalnya. Rose tak menolak lagi,ia dengan senang hati menerima bantuan tersebut dan hingga kini keduanya sudah sangat akrab bak adik dan kakak yang sedarah. Masa lalu keduanya pun tak tertutupi lagi. Perasaan iba di hati Clara pada Rose yang begitu banyak mengalami pahit getirnya kehidupan membuatnya ingin menyayangi Rose layaknya saudara kandung. Hal tersebut dibalas Rose yang juga sangat menghargai serta menghormati Clara yang jauh lebih tua darinya dan juga sayang menyayanginya...


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2