Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Ulat Bulu


__ADS_3

...Jerry berhasil mengantarkan Rose dengan selamat ke depan pintu masuk K Grup. Setelah membantu Rose menurunkan semua kopi-kopinya dan sedikit meminta bantuan dari penjaga keamanan untuk membantu Rose,Jerry pun pergi......


...Rose menjinjing Cup Holder kertas di tangannya,di bantu pula oleh dua penjaga keamanan K Grup sehingga membuat pekerjaan Rose lebih ringan......


...Rose mendekat pada meja resepsionis dan memberikan kopi-kopi pesanannya. Merry tersenyum dan menerima semua kopi tersebut dan juga membaginya kepada teman-teman di sekitarnya. Lalu ia mendekat lagi pada Rose......


..."Nona.. mari saya antar anda untuk melakukan pembayaran semua kopi-kopi ini!" Kata Merry pada Rose......


...Rose mengikuti Merry di belakangnya. Dalam hati Rose merasa sedikit tenang karena ia tak bertemu dengan Kenzi. Beban dalam hatinya pun terasa terbuang seketika karena merasa semua pikiran yang ia khawatirkan ternyata tak terjadi......


...Rose di ajak naik ke lift. Ia pun masih bersikap tenang karena ia sudah tak menaruh rasa curiga lagi......


..."Mari Nona!" Ajak Merry saat pintu lift terbuka.....


...Rose tetap mengikutinya dari belakang tanpa bertanya, sementara di tangannya masih tersisa dua satu Cup Holder lagi yang belum di terima siapa pun....


...Tak lama,Merry berhenti di depan sebuah pintu. Ia mengetuk pintu tersebut dan masuk setelah mendapatkan izin dari Kenzi yang sudah menunggunya......


..."Pak...Kopi anda sudah datang. Dan silahkan melakukan pembayaran langsung pada pembawa kopinya!" ujar Merry......


...Kenzi yang semula duduk membelakangi meja kerjanya,kini berbalik dan berdiri. Rose seketika kaget melihatnya namun ia berusaha tenang agar ia tak di perlakukan semena-mena lagi kali ini......


..."Baiklah...Kau boleh pergi sekarang!" Perintah Kenzi pada Merry.....


...Setelah mendapatkan izin dari Sang Bos,Merry pun meninggalkan ruangan Kenzi. Sekarang hanya tersisa Kenzi dan Rose yang berada di ruangan tersebut. Rose gugup saat melihat Kenzi berjalan maju ke arahnya. Namun Rose berpura-pura santai sambil mengeluarkan nota tagihan kopi-kopi yang sudah di pesan......


..."Total tagihan semuanya menjadi 625.000 beserta ongkos kirimnya! Anda akan membayar cash atau debit pak?" Ucap Rose mengabaikan tatapan mata Kenzi yang terus menatapnya dari pertama kali ia masuk keruangannya......


...Kenzi diam,Ia hanya menyodorkan kartu kreditnya yang segera di terima Rose tanpa banyak bertanya lagi......


...Kenzi memperhatikan Rose yang masih terus mengabaikannya. Saat Rose memberikan kembali kartu kreditnya,Mata keduanya pun bertemu. Ini membuat Rose kian gugup......

__ADS_1


..."Siapa pria yang bersamamu tadi?" Tanya Kenzi dengan suara yang berat......


..."Terimakasih karena sudah memesan kopi di First Love Cafe. Semoga anda suka dan selamat menikmati!" Kata Rose mengalihkan pembicaraan dan berbalik meninggalkan Kenzi namun dengan cepat Kenzi menutup pintunya dengan remote control yang memang di buat khusus untuk ruangannya.......


...Rose bingung karena ia tak bisa membuka pintunya. Ia menoleh pada Kenzi yang masih menatapnya dengan tatapan dingin. Rose pun mendekat pada Kenzi......


"Bukalah pintunya. Aku harus kembali bekerja!" Pinta Rose pada Kenzi...


"Kau tak akan bisa keluar sebelum kau menjawab semua pertanyaan-pertanyaanku!" Jelas Kenzi...


... Rose menghela nafas panjang. Ia menatap Kenzi dengan tajam kemudian ia melangkahkan kakinya mendekat lagi pada Kenzi......


..."Kau... Apa yang kau mau? Apa kau tak bosan bermain denganku? Jika kau ingin main-main,maaf aku tak berminat!" Kata Rose dengan tegas......


..."Aku tak ingin bermain-main denganmu. Aku punya tujuan yang baik padamu. Aku hanya ingin kau memberiku kesempatan!" Jawab Kenzi yang kini menampakkan tatapan yang hangat pada Rose......


..."Apa tujuanmu? Jika kau ingin mengencani ku. Kau salah orang karena aku sudah punya kekasih. Atau kau ingin bersenang-senang denganku? Bukankah apa yang terjadi tadi malam sangat menyenangkan bagimu dan teman-temanmu!" Jelas Rose dengan suara tinggi.......


..."Apa Polisi pria tadi kekasihmu?" Tanya Kenzi memastikan......


..."Siapa pun pria itu,kau tak perlu tahu! Sekarang aku minta padamu untuk membuka pintunya segera!" Pinta Rose dengan lembut......


..."Jika aku tak mau kau mau apa?" Tanya Kenzi tiba-tiba.....


...Rose kian tak mengerti apa yang Kenzi mau darinya. Ada hal apa sehingga Kenzi terus mempersulit dirinya......


..."Sepertinya kau memang ingin bermain-main padaku. Baiklah...Aku akan menurutimu. Kau tak akan membiarkan aku pergi. Maka biarkan aku disini hingga kau mau membuka pintu itu. Kita lihat,kau atau aku yang akan bertahan di ruangan ini!" Tantang Rose kembali dan segera duduk di sofa yang ada di ruangan Kenzi......


...Kenzi tersenyum kecil karena tak menduga dengan apa yang akan Rose lakukan saat ini. Ia senang, setidaknya ia mempunyai waktu yang cukup lama untuk bersama dengan Rose......


...Kenzi kembali ke tempat duduknya dan mengambil kopi yang di bawa Rose dari cafenya. Ia memandang Rose yang duduk tenang di Sofanya. Tak lama Rose mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jerry dan menanyakan keadaan dirumahnya saat ini......

__ADS_1


..."Jerry... Bagaimana disana?" Tanya Rose mengabaikan keberadaan Kenzi. Namun hal sebaliknya terjadi. Kenzi penasaran dengan apa yang dibicarakan Rose. Ia pun mencari celah mendekat pada Rose......


...Kenzi menjadikan segelas kopi yang belum tersentuh itu sebagai alasan untuk mendekat pada Rose......


..."Ah begitu... Baiklah jika begitu!" Kata Rose terus bicara dengan Kenzi tanpa menghiraukan keberadaan Kenzi......


..."aku... Aku baik-baik saja... Semua kopinya sudah di terima. Hanya saja aku belum bisa kembali karena ada sebuah masalah yang menghentikanku!" Jelas Rose sambil menatap tajam pada Kenzi......


..."Bukan masalah besar... Hanya sebuah ulat bulu yang berkeliaran di dekatku membuat tubuhku sedikit gatal karenanya!" Ucap Rose menyindir keberadaan Kenzi......


..."Baiklah... Kau selesaikan urusanmu. Aku tutup!" Kata Rose sebelum mengakhiri percakapan mereka......


...Rose menutup panggilan ponselnya dan meletakkannya lagi ke dalam saku bajunya. Ia melihat pada Kenzi yang terus berdiri menatapinya.......


..."Apa yang kau lihat?" Tanya Rose heran.......


..."Apa ada ulat bulu setampan aku?" Tanya Kenzi tiba-tiba membuat Rose tak bisa menahan tawanya lagi......


..."Setampan apa pun ulat bulu. Dia tetap membuat gatal!" Jawab Rose pelan......


...Kenzi tak menanggapinya lagi. Ia membiarkan Rose mengejeknya saat ini. Sekarang ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya agar bisa membawa Rose pulang kerumahnya.......


...Sementara Rose tampak santai dan tak khawatir dengan keadaannya saat ini. Ia mengeluarkan ponselnya dan menaikkan kakinya ke atas sofa sembari berbaring sambil memainkan game di ponselnya. Hal ini membuat Kenzi bingung menghadapinya sekaligus tersenyum dengan tingkah yang di buat Rose. Kenzi pun berniat menahannya lebih lama lagi.......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2