
...Malam ini, baik Clara mau pun Arga tak bisa memejamkan matanya. Ada hal yang Clara rasakan saat bersama Arga namun ia tak bisa mengatakannya. Ia takut bahwa perasaannya salah. Sementara Arga, ada sesuatu yang tak bisa ia mengerti mengapa Clara menolaknya setelah membalas ciumannya. Bahkan bukan hanya sekedar kecupan. Mereka saling ******* dan sangat bergairah. Ada kehangatan yang di berikan Clara dalam kecupan itu. Arga sangat yakin bahwa Clara memiliki perasaan lain itulah mengapa ia berani mengungkapkan perasaanya pada Clara. Namun ternyata terkaan Arga salah. Clara menolaknya dan memintanya hanya sebagai teman......
...Clara berbalik dari sofa dan menatap Arga yang terbaring dengan mata terbuka. Pandangan mereka bertemu. Clara segera menepiskan pandangannya dan beranjak dari tempatnya......
..."Mau kemana?" tanya Arga yang melihat Clara berdiri......
..."Ke kamar mandi. Aku mau merokok!" jawab Clara seadanya......
..."Merokok di sini saja. Aku juga mau!" kata Arga mengurangi kecanggungan di antara mereka......
...Clara mengambil satu batang rokok dari tempatnya dan melemparkannya tempatnya pada Arga. Mereka menyesap rokok mereka tanpa suara hanya Arga saja yang sesekali menatap pada Clara lalu segera beralih pandangan ke tempat lain......
..."Besok aku ingin keluar!" ujar Arga tiba-tiba......
..."Jangan bersikap gila. Berdiamlah di sini sampai kau pulih!" jelas Clara......
..."Aku tak sakit lagi, hanya luka ini saja yang belum sembuh. Selain dari itu semuanya baik-baik saja!" ungkap Arga tenang......
..."Terserah kau sajalah!" jawab Clara mencoba acuh......
...Clara menyudahi rokoknya yang masih setengah batang lagi. Ia mematikannya dan kembali berbaring di atas sofa lalu memejamkan matanya mengabaikan Arga yang masih terus memandanginya......
...Hari berikutnya saat dokter memeriksa keadaan Arga. Arga mengutarakan niatnya untuk keluar rumah sakit lebih cepat. Meski awalnya tidak di izinkan dokter karena kaki Arga yang masih perlu perawatan khusus namun akhirnya keinginan Arga di penuhi oleh dokter. Clara pun membawa Arga pulang ke apartemennya dengan dua perawat yang memang di sewakan Kenzi untuk mengurus Arga......
...Sementara itu, Kenzi dan Rose beranjak untuk menemui Arga di kediamannya. Setelah mendapatkan kabar dari Clara, Kenzi ingin menemui Arga untuk melihat keadaan sahabatnya itu......
...Sesampainya di apartemen Arga. Kenzi melemparkan sebuah bantal pada Arga yang tengah menyandarkan kepalanya di kepala ranjang......
..."Kenapa kau tiba-tiba meminta pulang. Kau belum pulih Ga!" teriak Kenzi yang memang sudah marah dengan keputusan Arga......
..."Aku bosan di rumah sakit. Semuanya di larang, Lagi pula tinggal penyembuhan saja. Selain itu keadaanku baik-baik saja!" jelas Arga mencoba menenangkan kekhawatiran sahabatnya itu......
__ADS_1
..."Seharusnya kau di rumah sakit saja. Jika ada apa-apa bukankah lebih mudah menanganinya di rumah sakit!" ujar Arga......
..."Ada perawat di sini. Dan juga dokter akan melihat keadaanku setiap hari sebelum lukaku benar-benar kering!" jelas Arga lagi......
..."Baiklah jika kau merasa lebih baik di sini. Aku akan ke kantor. Banyak hal yang harus ku urus setelah kejadian ini!" ucap Kenzi yang langsung berdiri di iringi anggukan ringan dari Arga......
...Arga mencoba menenangkan dirinya sendiri. Sebenarnya tak ada masalah jika dia tetap di rumah sakit. Tapi berdua dengan Clara akan membuatnya kian gelisah dan salah tingkah. Ia pun tak ingin membebani Clara yang harus menjaganya setiap hari di rumah sakit. Jika ia berada di apartemennya, setidaknya meski Clara tetap menjaganya, Clara bisa tidur dengan baik karena apartemennya memiliki dua kamar......
...Arga yang menengadahkan kepalanya ke langit-langit kamar tiba-tiba melihat ke arah pintu setelah pintu itu terdengar seperti di buka seseorang......
..."Cla!" sapa Arga mengetahui Clara masuk ke kamarnya......
..."Apa ada yang kau perlukan?" tanya Clara yang masih berdiri di muka pintu......
...Arga menggeleng pelan. Ia menatap Clara yang seperti ragu untuk masuk lebih dalam lagi ke kamarnya....
..."Duduklah!" ujar Arga pada Clara......
..."Aku kemari ingin mengatakan bahwa kau belum meminum obatmu. Di mana obatmu biar aku bawakan!" jelas Clara mengurangi kecanggungan di antara mereka......
...Clara segera menoleh. Di tatapnya bungkusan obat yang tergeletak di atas nakas dan segera mengambilnya lalu memberikannya pada Arga......
...Arga mengambil obat pemberian Clara. Keduanya masih canggung meski kadang kala keduanya mencuri-curi waktu untuk menatap satu sama lain......
...Setelah Arga selesai, Clara pun hendak meninggalkan kamar Arga namun segera tangan Clara di tangan dan di tarik oleh Arga sehingga tubuhnya menempel sempurna di tubuh Arga.....
...Clara tersentak namun ia tak berani beranjak karena takut menyakiti luka Arga. Tangan Arga melingkar di pinggang Clara. Clara merasakan detak jantungnya semakin cepat. Terlebih ketika Arga meletakkan dagunya di pundak Clara......
...Clara bungkam dan tak berani bergerak sedikit pun. Ia pun tak tahu harus mengatakan apa. Yang ia tahu saat ini ia pun menginginkan hal yang sama. Ingin berada dekat dengan Arga, selalu.......
..."Jangan mendiamkan aku seperti ini. Jika kau menolakku, kau bisa bersikap seperti biasanya. Dengan caramu seperti ini semakin membuatku merasa bersalah!" ujar Arga di sisi telinga Clara......
__ADS_1
...Clara meneguk salivanya dengan pelan. Arga merasakan tubuh Clara gemetar saat Ia menarik tangannya dan mengecup lembut punggung tangan mungil tersebut......
..."Ga .. aku ...!" kata-kata Clara terhenti ketika Arga mengecup lehernya lembut......
..."Sshtt!" Pinta Arga pada Clara.....
...Sejenak keduanya tenggelam dalam perasaan mereka sendiri. Arga kembali mencium pundak Clara hingga membuat Clara merasa semakin hanyut dalam perlakuan Arga......
..."Perasaan ini tak pernah aku dapatkan saat aku mencintai Gisella. Kau membuatku gila hanya karena bungkaman bibirmu!" ucap Arga serak......
..."Apa kau sudah melupakan Gisella?" tanya Clara memberanikan dirinya bertanya......
..."Tidak, aku tak akan pernah bisa melupakan dia karena dia sudah menjadi hari-hariku. Tapi jika kau tanya apakah aku masih memiliki perasaan padanya, maka aku pastikan tidak ada lagi. Entah kapan perasaan itu hilang, tapi saat ini perasaanku pada Gisella hanya sebatas teman. Dan aku pun tak ingin berharap lebih lagi. Jika pun dia datang dengan perasaannya yang baru padaku, aku tak akan menerimanya karena aku sudah memiliki perasaan padamu!" jelas Arga......
..."Kau yakin perasaan itu untukku?" tanya Clara memastikan......
..."Ehm!" jawab Arga dengan gumamannya......
...Clara menarik nafasnya singkat lalu menatap Arga dari sudut matanya. Arga pun menatapnya. Cukup lama, hingga Arga meraih tengkut Clara agar menoleh padanya lebih dekat lagi. Clara menahannya dan menundukkan kepalanya lagi tapi Arga kembali menarik tengkuk tersebut dan melayangkan kecupan singkat pada bibir Clara. Clara kian terbungkam....
..."Apa yang kau pikirkan tentangku?" tanya Arga penasaran karena tatapan mata Clara begitu penuh dengan pertanyaan......
..."Istirahatlah ...,. aku akan menjagamu!" ujar Clara menghindar kembali dari Arga. Ia duduk di sofa yang ada di kamar Arga. Arga pun tak ingin memaksa Clara lebih dari ini lagi, ia takut menyakiti Clara jika terus memaksakan kehendaknya....
****
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏