
...Clara membawa Rose ke kamarnya. Ia mengomeli tingkah Kenzi yang seenaknya pada Rose. Namun Rose tak bereaksi apa-apa. Ia hanya diam sambil mendengarkan ocehan-ocehan yang di sematkan Clara pada Kenzi.....
..."Rose apa kau mendengarku?" Tanya Clara setengah berteriak......
..."Iya kak... Aku mendengarmu. Tapi sekarang kita harus keluar. Kau sudah setengah jam mengomel. aku bisa-bisa tuli karena mendengar ocehanmu yang terlalu lama itu!" Keluh Rose sambil menggiring Clara keluar dari kamarnya.......
...Saat mereka kembali ke lantai bawah,yaitu lantai dimana cafe mereka beroperasi. Mereka melihat Kenzi yang berdiri sambil memegang beberapa kertas di tangannya......
...Rose berlari kearahnya dan merebut kembali kertas-kertas itu dari tangan Kenzi......
..."Punya siapa desain ini?" Tanya Kenzi yang melihat Rose terburu-buru membereskannya......
..."Bukan urusanmu. Lain kali jangan pegang barang yang bukan milikmu!" Ujar Rose dengan dingin......
...Kenzi hanya menatapi Rose yang membereskan semua kertas-kertas yang ia pegang tadi. Tak lama seorang datang dengan map besar di tangannya......
..."Bu...Ini berkas yang Anda minta!" Kata Orang itu pada Clara......
..."Apa semuanya sudah lengkap?" Tanya Clara memastikan......
..."Iya Bu.. Semua sesuai dengan Pak Edward intruksikan pada saya!" jawab Seorang wanita yang tak lain merupakan pegawai Kantor Clara.......
..."Baiklah...Kau ikut denganku meeting hari ini. Aku hanya di jelaskan beberapa oleh Edward!" Pinta Clara pada pegawainya......
..."Baiklah Bu!" Jawab pegawai wanita itu sopan pada Clara.....
..."Presdir K... Mari kita meeting. Aku akan menyiapkan tempatnya di atas!" Ujar Clara pada Kenzi yang masih fokus pada Rose......
...Clara menunggu jawaban dari Kenzi, namun Kenzi tak memberikan jawaban apa-apa padanya. Clara pun geram melihatnya......
..."Presdir K...Tuan Kenzi... apakah kita bisa meeting sekarang?" Tanya Clara dengan nada bicara yang tinggi......
..."Oh iya.. Maksudku bisa!" Jawab Kenzi setengah gagap......
...Clara kesal,namun ia juga senang karena menangkap sesuatu di mata Kenzi saat melihat Rose......
__ADS_1
...Clara menuntun Kenzi untuk naik ke lantai atas. Dimana ada sebuah teras yang terbuka. Teras itu tidak besar namun cukup nyaman jika untuk melakukan diskusi......
...Clara duduk disusul pegawai kantor Clara. Sedangkan Kenzi melihat-lihat keadaan sekitar seperti sedang mengamati sesuatu......
..."Pantas dia mengetahui aku di dalam mobil sana. Dari sini terlihat begitu jelas!" Ucap Kenzi dalam hatinya saat melihat ke arah mobilnya......
...Ia pun segera duduk di bangku panjang dan membahas tentang materi meeting hari ini......
...Sedangkan Rose terlihat sibuk di lantai bawah dengan para pelanggan yang tak kunjung datang....
...Cukup lama mereka membahas tentang kerjasama mereka hingga pada akhirnya tinggallah sebuah pemecahan akhir. Yaitu seorang Desainer yang akan merancang perhiasan-perhiasan mereka......
..."Kapan Desainer perusahaan akan ikut serta dalam pembahasan ini?" Tanya Clara di tengah pembahasan mereka pada pegawainya......
..."Ah itu Bu... Kita belum memiliki Desainernya... Desainer terakhir yang bersedia bergabung tiba-tiba membatalkan kontrak dan itu sangat tiba-tiba!" Jawab pegawainya dengan cemas......
..."Apa... Pembatalan kontak yang tiba-tiba? Apa dia tahu aturannya tidak?" Tanya Clara dengan nada marah......
..."Semua denda dia bayar lunas di muka. Menurut Pak Edward dia desainer grafis yang berteman akrab dengan Nona Gisella Wang!" Jelas pegawai itu...
...Clara diam sejenak setelah mendengarnya. Ia tahu bahwa ini adalah akal-akalan Gisella yang ingin mengancamnya agar melepaskan Rose......
...Kenzi tak bereaksi apa-apa. Karena menurutnya hal tersebut bukan urusan dia......
..."Dia bahkan berani mengganggu kerjasama kita. Sepertinya aku terlalu lunak pada dia. Apakah aku harus melakukan sesuatu pada kekasihmu itu Tuan Kenzi?" Tanya Clara dengan nada yang menyindir......
...Kenzi tersenyum kecil mendengarnya......
..."Nona Clara... Dari pada memikirkan hal tersebut mengapa tidak kau pikirkan tentang bagaimana mencari Desainer grafis dalam waktu dekat. Karena bulan depan semuanya harus di luncurkan. Aku kira kau akan membuang-buang waktumu jika kau melakukan sesuatu pada Clara dan mengabaikan hal yang seharusnya lebih dulu kau lakukan!" Jelas Kenzi tajam......
...Clara hanya tertawa. Ia menatap pegawai wanitanya itu......
..."Bawa ini kembali. Meeting kita sudah selesai. Mengenai Desainer grafisnya aku akan membicarakan itu pada Edward nanti!" Kata Clara pada pegawainya.....
...Pegawainya itu pun menurut. Ia membereskan semua berkasnya dan turun ke lantai bawah dan meninggalkan Kenzi dan Clara berdua di teras tersebut......
__ADS_1
...Kenzi hanya tersenyum melihat tingkah angkuh yang di lakukan Clara padanya hari ini. Ia menyalakan rokoknya dan mengendalikan rasa kesalnya saat ini......
..."Mengenai Desainer grafis. Aku sudah menemukannya. Kau tak perlu mengkhawatirkannya. Aku cukup profesional dalam bekerja meski sebenernya aku lebih suka menjadi pemilik cafe dari pada seorang CEO!" Ucap Clara sambil mengambil sebatang rokok milik Kenzi......
..."Siapa desainernya? Kau tahu aku tak ingin bekerjasama dengan orang-orang yang amatir!" Jelas Kenzi......
..."Dia amatiran.. Dia pun tak memiliki gelar untuk hal ini. Tapi dia cukup berbakat dalam hal ini. Aku yakin kau suka dengan orangnya. Apalagi nantinya akan selalu terlibat denganmu setiap harinya. Entah aku memberimu peluang untuk berjuang atau aku membuat lubang kematian untuknya aku tak tahu. Yang pasti aku ingin membawanya bersama denganmu untuk melihat bagaimana reaksi kekasihmu itu!" Jelas Clara percaya diri......
...Kenzi diam sejenak. Ia mengisap dalam-dalam batang rokoknya memikirkan siapa orang yang di maksudkan Clara itu......
..."Apa orang itu adalah Rose?" Tanya Kenzi asal menebak......
...Clara menatap dingin wajah Kenzi lalu kemudian tersenyum.....
..."Iya... Dia Rose.. Rancangan yang kau lihat di bawah semua adalah rancangannya. Bagaimana menurutmu?" Tanya Clara setengah serius dan setengah menggoda Kenzi......
..."Apa kau yakin dia bisa bertahan dengan beban pekerjaan ini? Waktunya hanya satu bulan. Desainer profesional pun tak akan berpikir dua kali untuk mendesain 10 perhiasan dalam waktu satu bulan. Apalagi dia yang hanya menggambar sesuatu yang ingin dia gambar!" Jelas Kenzi meragukan kemampuan Rose......
..."Jika aku mengatakan yakin dan akan bertanggung jawab dengan hal ini apa kau akan mengizinkannya masuk kedalam kerja sama kita ini?" Tanya Clara memastikan......
...Kenzi kembali bungkam. Ia memang menyukai Rose namun mengikutsertakannya dalam urusan pekerjaan itu mungkin tak baik. Tapi ia sendiri pun sudah melihat hasil karya Rose dan itu cukup meyakinkan untuk dia yang hanya menggambar secara otodidak. Kenzi menatap Clara yang tersenyum sinis padanya......
..."Baiklah... Aku akan menganggap ini bonus dari kerjasama kita. Jangan salahkan aku jika nantinya dia tak bisa lepas dari bayang-bayangku. Kau sudah menyerahkannya padaku maka dia benar-benar akan menjadi milikku!" Kata Kenzi menantang Clara dan meraih bungkus rokoknya lalu turun kelantai bawah......
...Clara terdiam. Mungkin hal ini akan membahayakan Rose,namun untuk membuat Rose di lihat banyak orang hanya inilah caranya. Mungkin setelah Rose berhasil dalam hal ini orang-orang tak akan merendahkan serta meremehkan dirinya......
..."Maafkan aku Rose.. Aku hanya ingin orang melihat satu sisi yang lain darimu saat ini. Kau bukan lagi wanita panggilan.. Kau harus memperjuangkan dirimu agar terlepas dari bayang-bayang kelam itu!" Ucap Clara lirih dalam hati......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏