Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Penggerebekan


__ADS_3

...Sore menjelang dan terlihat Rose sedang bolak-balik menatap layar ponselnya. Sedari tadi ia mencoba menghubungi Kenzi namun panggilannya tersambung. Ia terlihat kesal karena Kenzi begitu lama mematikan ponselnya....


..."Apa dia tidak ingin aku ganggu sehingga mematikan ponselnya? Bukankah tadi malam dia sendiri yang mengatakan bahwa aku bisa menghubunginya kapan pun?" Gerutu Rose kesal......


...Rose duduk sambil memeluk lututnya dan menatap keluar jendela kamarnya. Ia merasakan sesuatu kekosongan dalam hatinya, sepi, sedih dan juga rindu akan sosok yang selama ini sering berdebat dengannya. Ketiga perasaan itu membuat Rose semakin erat memeluk lututnya. Cuaca yang mendung dan rintik-rintik hujan menambah kerinduan yang mendalam di hati Rose......


...Rose kembali meraih ponselnya dan menuliskan sebuah pesan pada Kenzi......


..."Kau sedang apa? Aku merindukanmu ...," tulusnya dalam pesan tersebut lalu meletakkannya kembali.....


...Hanya ada laporan terkirim dengan centang satu di bawah pesannya membuat Rose kian murung. Rose kembali meraih ponsel itu dan mengetikkan beberapa kata lagi didalamnya......


..."Ken ..., Kenapa ponselmu tak aktiv? Apa kau sedang sibuk? Apa semuanya baik-baik saja? Kau benar-benar mengabaikanku dan hanya satu kali mengabariku. Satu Minggu hampir berlalu, apa kau tahu aku selalu menunggu kabar darimu. Lihat saja jika kau pulang aku akan menghukummu dan tak akan melepaskanmu sedetik pun dan aku akan terus mengekor di belakangmu ke mana pun kau pergi!" Ancam Rose dalam pesannya lalu ia melemparkan ponselnya ke tempat tidur dan berdiri menuju balkon, Membiarkan hawa dingin menyusup ke dalam tulang-tulangnya sambil terus membayangkan wajah Kenzi.....


..."Aku benar-benar sudah gila padamu Ken. Entah mengapa hari ini aku benar-benar merindukanmu dan tak bisa melepaskanmu dalam ingatanku. Cepatlah pulang Ken, aku berjanji akan memanjakanmu" ucap Rose lirih......


...Sementara itu, Kenzi masih terjaga di dalam kamar pengawas. Ia mendengar setiap kata yang diucapkan dan juga diperintahkan oleh Walikota pada orang-orangnya. Ia tak ingin melewatkan satu pun hal yang bisa membuat dirinya kehilangan informasi tentang walikota......


...Malam pun menjelang. Kenzi dan Arga mengintai dari kejauhan dengan beberapa orang anak buah mereka. Mereka mengikuti wartawan yang datang beriringan ke tempat yang sudah Arga beritahukan....


..."Ken, apa mereka akan bergerak sekarang? Ini terlalu cepat. Walikota belum juga tiba" Kata Arga di tengah-tengah perjalanan......


..."Kita ikuti saja mereka, jika mereka memang benar-benar akan bertindak sekarang kita bisa mengulur waktu sampai Walikota datang ke tempat itu" jawab Kenzi.....


...Tapi ternyata dugaan Arga salah, para polisi dan wartawan itu mengintai dari tempat yang berlawanan dengan mereka. Ke dua tempat itu sama-sama berada di depan gudang walikotahingga mudah bagi mereka untuk mengawasi setiap orang yang keluar masuk dari gudang tersebut....


..."Tempatnya sangat dekat dengan pemukiman dan juga tempat ini biasa dijadikan gudang penyimpanan barang pokok negara hingga tidak menyebabkan kecurigaan dari masyarakat setempat. Guru benar-benar memilih tempat yang tepat" Kata Arga sedikit memuji kepandaian mantan guru bela dirinya itu......

__ADS_1


...Tidak lama kemudian sebuah mobil box datang memasuki tempat tersebut. Terlihat wajah Walikota yang sedang berada didalamnya dengan menggunakan memasuki halaman gudang tersebut....


...Para wartawan dan polisi itu perlahan bergerak, Arga Dan Kenzi menyaksikan sendiri dengan mata kepala mereka apa yang terjadi selanjutnya......


...Suara tembakan terdengar di mana-mana, di tambah lagi dengan suara teriakan orang yang kesakitan akibat terkena timah panas di tubuh mereka. Pergerakan yang begitu cepat hingga membuat walikota hampir tak bisa menyelamatkan dirinya. Tapi nasib beruntung masih berada di pihak walikota, ia berhasil melarikan diri meski mungkin ia pun mengalami luka karena terkena timah panas......


..."Bergerak sekarang" ujar Kenzi saat mengetahui walikota luput dari pandangannya......


...Mobil yang membawa Kenzi dan harga pun bergerak mencari keberadaan walikota. Mereka ingin menangkapnya dan membawa mereka bersama lalu Arga dan rekan-rekannya yang lain akan menyelesaikan tugas mereka terhadap walikota......


..."Sial, kita benar-benar kehilangan walikota" umpat Arga kesal......


..."Dia tak akan pergi jauh, tempat ini cukup sulit di lalui tanpa persiapan apa pun. Di belakang sana hanya hutan belukar dan sungai kecil. Hanya ada 1 kemungkinan jika itu pun diambil oleh Walikota" Ucap Kenzi tiba-tiba......


..."Apa kemungkinan itu?" tanya Arga penasaran......


..."Meminta perlindungan dari masyarakat setempat. Tapi itu sepertinya tidak mungkin di lakukan walikota." kata Kenzi yakin......


..."Cepat kau hubungi orang yang menyelinap di dalam, apakah dia juga tertangkap?" tanya Kenzi tiba-tiba mengingat ada orangnya di dalam......


...Arga pun segera meraih ponselnya dan menghubungi orangnya yang masih berada di dalam gudang. Sementara itu mobil yang membawa Kenzi dan Arga bergegas meninggalkan tempat tersebut dan menuju kembali ke gudang untuk melihat apa yang sedang terjadi di sana......


..."Ken, tidak di angkat. Apa mungkin dia tertangkap?" tanya Arga cemas....


..."Kita akan melihatnya nanti" ujar Kenzi menenangkan Arga.....


...Sesampainya di depan gudang milik pemerintah yang di pakai secara pribadi oleh walikota, Wartawan dan para media lainnya sudah berkumpul dan menyerbu kerumunan polisi yang membawa para anak buah walikota....

__ADS_1


...Arga mengamati satu-satu orang yang dimasukkan polisi ke dalam mobil mereka untuk memastikan anak buahnya. Tapi sampai selesai pun anak buah Arga tak terlihat olehnya. Arga pun menjadi cemas......


..."Jangan cemas, jika dia tertangkap aku akan segera membebaskannya" ujar Kenzi pada Arga dan juga rekannya......


..."Aku tidak akan khawatir Jika dia di tangkap, tapi jika dia juga ikut tertembak dan terluka Aku tidak akan pernah memaafkan diriku karena mengirimnya kemari" ucap Arga menyesal......


..."Tenanglah, kita akan urus dia setelah ini. Saat ini kita harus memastikan ada bukti yang menyangkut walikota Arga bisa menyeretnya ke dalam masalah ini" ujar Kenzi mengingatkan Arga kembali......


...Arga pun mencoba menenangkan dirinya meski hatinya masih terus memikirkan bagaimana keadaan orangnya....


...Semuanya pun telah usai tanpa ada hal yang Arga dan Kenzi tinggi. Terlihat beberapa polisi mengitari gudang tersebut dengan Police Line. Kenzi dan Arga menarik nafas pelan karena apa yang mereka harapkan tak tersampaikan......


..."Apa rencana kita gagal?" tanya seorang pada Kenzi dan Arga......


...Arga dan Kenzi tak menjawab. Mereka menggerutu dalam hati karena kembali tak berhasil menjatuhkan musuhnya......


..."Jangan katakan begitu, jika bukti itu tak ditemukan malam ini, mungkin besok. Lagi pula ini malam hari, walau belum terlalu larut tapi tempat ini cukup gelap untuk mencari sesuatu. Kita tunggu sampai pemerikasaan lokasi besok, jika benar tidak ditemukan maka rencana kita malam ini benar-benar gagal." timpal salah seorang dari mereka......


...Arga dan Kenzi saling menatap dan Kenzi mengisyaratkan agar mereka meninggalkan tempat itu. Arga pun mengerti. Ia menyalakan mobil dan meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang kesal......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2