Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Kemarahan Clara


__ADS_3

Clara dan Rose di sambut baik saat mereka tiba dan langsung di arahkan ke ruang makan..


"Pamanmu akan segera sampai. Dia masih di perjalanan menuju kemari!" Ujar ibu Jerry...


"ah baiklah.. Kami bisa menunggu. Tapi ada apa bibi mengundang kami tiba-tiba,apa kita merayakan kepulangan Jerry?!" Tanya Clara mencari tahu...


"Tidak sayang... Bibi hanya ingin makan dengan kalian berdua! Terutama Rose!" Jelas Ibu Jerry tiba-tiba yang langsung membuat Jerry dan Clara kaget...


"Rose? Kenapa dengannya Bi?" Tanya Clara memastikan...


"Sabar... Tunggu pamanmu datang dulu!" Kata Ibu Jerry mengelak...


Clara dan Jerry saling memandang, sementara Rose berusaha melemparkan senyuman hangat meski ia sudah merasa tak enak saat ini...


"Kalian sudah berkumpul?" Ucap seorang lelaki dengan suara berat yang tak lain adalah Ayah Jerry...


"Paman...!" Sapa Clara dan Rose yang segera berdiri memberi hormat pada Ayah Jerry...


"Sudahlah.. Jangan terlalu sungkan.. Ayo duduk dan makan!" Ajak Ayah Jerry pada keponakannya dan hanya memandang sekilas pada Rose...


Semuanya pun duduk di kursi masing-masing menunggu paman untuk bergabung. Adat di keluarga Jerry ialah... Lelaki lebih di utamakan tanpa pertimbangan lagi. Jadi sebelum kepala keluarga duduk dan mendapatkan nasi,anggota keluarga lainnya belum bisa memegang nasi. Itu terus berlaku pada anak lelakinya dan barulah ke anggota keluarga yang wanita..


Meski sudah hidup di tengah-tengah kota berpuluh-puluhan tahun,adat itu tetap di pegang erat oleh ayah dan ibu Jerry. Itulah mengapa Jerry begitu hidup displin dan ketat. Hanya saja Jerry masih kerap membangkang pada keputusan orang tuanya. Seperti tentang perjodohan atau tentang mewarisi kursi di perusahaan mereka...


"Clara... Bagaimana dengan usahamu?" Tanya ayah Jerry tiba-tiba...


"Sudah lumayan membaik. Beberapa bulan ini sudah banyak pelanggan yang datang ke cafe-ku!" Jawab Clara sopan....

__ADS_1


"Ah baguslah jika begitu. Bibi lihat Jerry setiap pulang selalu menghabiskan waktu dengan kalian. Biasanya dulu hanya berkunjung melihat Clara saja,sekarang kadang sampai menginap!" Celetuk Ibu Jerry setengah bergurau namun membuat Jerry sudah tidak berselera makan...


"Rose... Katakan pada Bibi,apakah Jerry dan kau mulai dekat?" Tanya ibu Jerry tiba-tiba...


"Dekat? Itu tidak seperti yang bibi kira. Kami hanya berteman Bi!" Jawab Rose cepat...


"Ah... Baguslah kalau begitu. Bibi kira kau akan menggoda Jerry hahaha!" Ujar Ibu Jerry dengan iringan tawa yang mengejek...


"Ibu... Apa ini tidak begitu keterlaluan?" Tanya Jerry tajam...


"Ibu tidak bicara serius,ibu hanya sekedar bercanda. Tapi ibu cukup senang karena Rose bisa mengetahui tempatnya dengan baik!" jelas ibu Jerry...


"Bibi... Apa bibi mengundang kami kemari untuk mempermalukan Rose. Bibi sudah keterlaluan!" Kata Clara keras...


"Hentikan! Jaga bicaramu Clara. Kau sedang bicara dengan bibimu,tidak baik bertengkar dengan orang luar hanya kerena membela orang luar yang tak tahu asal-usulnya!" Sela ayah Jerry sambil menatap Clara...


"Rose adalah urusanku. Sama sekali tidak ada urusan dengan kalian. Masalah pernikahanku,bukankah sudah kukatakan berulang kali dengan kalian bahwa aku tidak akan menikah lagi. Jangan mencampuri urusanku terlalu jauh Bi,aku tahu kau adalah kerabatku satu-satunya. Namun kau pun harus tahu,aku bukanlah anak kecil lagi yang bisa kau atur. Dan jangan lupa. Sebagai keluarga yang memegang erat adat dan tradisi kalian pasti tahu posisi bibi tidak cukup kuat untuk masuk ke dalam urusanku. Aku sudah kenyang. Dan maaf.. Mungkin ini terakhir kalinya aku menginjakkan kaki disini. Karena kurasa setiap kali aku kemari,pasti selalu terjadi keributan. Jerry,aku melarangmu berkunjung ke rumahku lagi. Dan jangan pernah lakukan ini lagi!" Kata Clara berapi-api dan langsung menarik tangan Rose keluar dari rumah Jerry...


Jerry menatap Ibu dan ayahnya lalu mengejar Rose dan Clara.. 


"Jerry... Kakakmu itu ingin memutuskan hubungan keluarga dengan kita. Apa kau akan mengejarnya setelah dia melakukan hal ini pada kami ha?" Teriak Ayah Jerry padanya...


"Aku akan mengantar mereka pulang. Jika kalian akan menghukumku,hukumlah saat aku pulang nanti!" Jawab Jerry dengan cepat lalu mengejar Clara dan Rose yang sudah meninggalkan rumahnya...


Clara tak menoleh lagi,ia berjalan dengan cepat sambil terus memegang tangan Rose dan tidak melepaskannya sama sekali. Sementara Jerry terus memanggilnya dari belakang sambil berlari cepat kearahnya...


"Rose... Kak Clara... Tunggu!" Ucap Jerry sambil memegang tangan Clara...

__ADS_1


"Kembalilah Jerry,jangan buat semuanya kian sulit. Bekerjasamalah dengan kami!" Pinta Clara...


"Aku akan bekerjasama dengan kalian. Tapi tidak hari ini. Kali ini kalian harus menurut padaku. Masuklah dan aku akan mengantar kalian pulang!" Ujar Jerry sambil menarik Clara dan Rose ke dalam mobilnya..


Clara dan Rose menurut dan masuk kedalam mobilnya. Tapi kali ini Rose dan Clara duduk di kursi belakang dan Jerry di kursi kemudi...


Jerry mengantar keduanya pulang. Dalam hatinya ia sangat menyesal memaksa Clara untuk datang. Jika saja ia mendengarkan apa yang Clara katakan,tak akan mungkin semuanya menjadi seperti ini...


Jerry memandang Rose sekilas,ia hanya tertunduk sambil menggenggam tangan Clara. Ia tak terlihat bersedih,namun ia terlihat lebih cemas dengan keadaan Clara...


Clara paling tidak suka jika ada yang mengungkitnya tentang pernikahan. Ia tak pernah berniat untuk menikah lagi. Kenangan yang terjadi antara dirinya dan mantan suaminya akan selalu terukir dibenak dan hatinya yang tidak akan mudah untuk digantikan dengan orang yang baru walau menjanjikannya sejuta kebahagiaan....


Keadaan di dalam mobil itu begitu senyap. Hanya terdengar deru mesin yang terdengar di telinga mereka... Rose berusaha menenangkan Clara, sementara Clara hanya memandang keluar jendela tanpa memedulikan Jerry dan Rose lagi. Ia tenggelam dalam pikirannya dengan air mata yang terus menetes di pipinya.. 


Jerry sangat merasa bersalah karena sudah membuat kakak sepupunya itu bersedih. Ulah ibu dan ayahnya ini tak akan ia biarkan lagi. Mereka sudah berbuat hal yang sulit untuk di maafkan lagi. Meski mereka sangat tahu bagaimana perasaan Clara tapi mereka tetap saja menyinggung hal yang paling sensitif bagi Clara. Jerry hanya bisa menggigit bibirnya karena ulah ayah dan ibunya tersebut...


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2