
Arga masuk kembali ke kamar Rose, memastikan keadaan Rose yang bersembunyi dari pria yang mencarinya tadi...
"Nona... Sudah aman sekarang!" Kata Arga pada Rose
Rose pun segera membuka selimut yang menutupi sekujur tubuhnya. Ia berkeringat karena takut dan bercampur gugup. Hingga ia tak bisa mengatur nafasnya dengan benar...
"Apa kau baik-baik saja,Nona?" Tanya Arga memastikan...
Rose hanya menganggukkan kepalanya. Ia kemudian mencoba berbaring dengan benar. Sayangnya, cedera di lututnya membuatnya kembali tak bisa bergerak dengan bebas...
"Biar aku bantu!" Kata Arga mendekat dan membantu Rose berbalik...
"Terimakasih!" Kata Rose saat tubuhnya sudah terbaring dengan benar...
Arga memandang Rose yang masih kesulitan bernafas akibat menahan rasa sakit yang Menderanya...
"Apakah mereka orang yang kalian lihat pada saat menolongku malam itu?" Tanya Rose memastikan...
"Iya.. Dia salah satunya. Aku ingat betul karena dialah orang yang menendang mobilku malam itu!" Jawab Arga meyakinkan...
"Berarti aku masih di incar!" Lanjut Rose pelan...
"Maaf,apa boleh tahu mereka siapamu?" Tanya Arga ragu-ragu...
"Mereka hanya bos tempatku bekerja waktu itu!" Jawab Rose sekenanya...
"Ada apa Bosmu mencarimu sampai berhari-hari. Apakah kau memiliki masalah dengannya?" Tanya Arga lagi...
"Apa menurutmu aku akan berada disini jika kami tak memiliki masalah?" jawab Rose datar...
Arga diam dan membenarkan ucapan Rose. Ia pun kembali ke sofanya dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu...
__ADS_1
Rose membayangkan lagi nasibnya. Saat ini,sekali pun ia berada di tangan orang yang tepat,jika para mucikarinya gencar mencari keberadaannya,ia tetap akan tertangkap. Ia harus segera mencari cara agar bisa keluar dari daerah kekuasaan mereka. Hanya inilah satu-satunya cara agar dirinya bisa selamat. Berada di kota ini tetap akan membuatnya tak bisa bernafas dengan nyaman. Setiap hari ia akan di liputi rasa takut akan bertemu dengan para mucikari itu. Ia pun memandang Arga yang hendak tidur lagi...
"Maaf Bang!" Kata Rose perlahan...
"Ehm!" Jawab Arga dingin...
"Apakah aku boleh tahu kemana Abang Ken pergi besok?" Tanya Rose dengan ragu-ragu...
"Ada apa?" Tanya Arga memastikan...
"Tidak,aku hanya ingin tahu saja!" Jawab Rose mengelak..
"Kau menyukainya? Jangan harap kau bisa mengambil hatinya. Dia orang yang paling anti dengan wanita,terutama wanita yang tak di kenalnya!" Jelas Arga masih dengan mata yang tertutup lengannya...
"Ah..Tidak Bang,kau salah paham. Aku benar-benar hanya ingin tahu saja. Tak ada niat lain!" Jawab Rose membantah pernyataan Arga...
"Kau bisa tanyakan itu padanya nanti saat ia datang kemari. Dia akan kemari nanti malam. Jadi tunggulah dan jangan ganggu aku tidur!" Jawab Arga sinis...
Rose pun tak bicara lagi. Ia hanya bisa menunggu kedatangan Kenzi untuk mengetahui kemana perginya besok pagi. Ia ingin meminta bantuan satu kali lagi untuk membawanya keluar dari kota ini. Meski ia tak yakin keinginan tersebut akan terpenuhi oleh Kenzi...
Setelah berpikir keras tentang bagaimana ia akan menyelamatkan diri,ia pun tertidur dengan sendirinya. Suasana di ruangan itu kembali senyap. Tak ada suara yang terdengar. Di tambah rumah sakit tersebut adalah rumah sakit daerah di pinggiran kota yang jauh dari pemukiman warga,membuat satu langkah pun akan terdengar di setiap ruangan yang ada di sepanjang lorong kamar pasien...
Setelah lama tertidur,Arga bangun dan mendapati hari sudah mulai gelap. Ia melihat jam di tangannya...
"Sudah pukul enam sore!" Kata Arga dalam hatinya...
"Aku belum makan siang tadi. Aku akan keluar sebentar untuk mencari makanan!" Katanya dalam hati...
Ia pun segera keluar untuk mencari makanan. Namun belum jauh ia melangkah,ia teringat dengan keadaan Rose...
"Bagaimana jika pria tadi datang lagi? Ah sial!" Kata Arga berontak sendiri dalam hatinya....
Dengan berat hati,ia kembali ke kamar Rose tanpa apapun yang ia bawa. Ia kembali duduk di sofanya menunggu kedatangan Kenzi. Namun Kenzi tak kunjung datang....
"Sial... Dia belum datang,hari sudah mulai malam dan aku kelaparan disini!" Kata Arga mengomel sendiri...
Tak lama Rose pun terbangun karena mendengar langkah kaki Arga yang terus berjalan di dalam ruangan tersebut hingga membuat Rose terganggu karenanya...
"Ada apa Bang,Mengapa kau gelisah?" Tanya Rose heran...
__ADS_1
"Kenzi belum kemari. Aku lapar tapi Aku tak bisa keluar!" Jawab Arga seadanya...
"Tak bisa keluar? Bukankah pintunya baik-baik saja?!" Tanya Rose memastikan kembali....
"Iya pintunya baik-baik saja,tapi kau tak akan baik-baik saja jika aku tinggalkan kau disini!" Jawab Arga sinis lagi...
Rose pun hanya bisa diam mendengar apa yang di katakan Arga. Ia merasa bersalah karenanya satu orang harus membuang waktu berhari-hari untuk memastikan dirinya tetap aman...
"Maafkan aku Bang,karenaku kalian harus seperti ini!" kata Rose menyesal...
"Jangan menampilkan wajah menyesal. Aku tak akan empati dengan orang yang bertingkah seperti itu!" Kata Arga dengan angkuh...
Rose yang merasa sikap Arga dingin akhirnya mengakhiri percakapan mereka. Rose mengerti sepenuhnya apa yang mereka keluhkan tentangnya, namun mengapa mereka masih menjaganya saat mereka tahu bahwa ia hanyalah beban bagi mereka...
"Apa ini yang disebut malaikat berwujud manusia?" Tanya Rose dalam hatinya...
Rose kembali memandang kearah Arga yang masih gelisah menahan laparnya....
Mungkin karena tak sabar lagi menunggu,Arga kembali berdiri dan menelpon seseorang..
"Kemarilah Pak,aku benar-benar lapar. Dan aku tak berani meninggalkan wanita ini sendirian karena ada orang yang mencarinya tadi siang!" Kata Arga pada orang di seberang teleponnya...
"Jika bisa bawakanlah aku makanan!" Pinta Arga melas...
Rose kian merasa bersalah karena sudah membuat Arga kelaparan karenanya. Ia berharap dalam hati agar Kenzi cepat kemari dan membawakan untuk Arga...
Tak lama pintu terbuka,dengan cepat Arga berdiri. Dan ternyata yang masuk bukanlah Kenzi,melainkan dokter Evan...
"Evan... Kebetulan sekali kau disini! Aku butuh bantuanmu. Dan saat ini hanya kau yang bisa menolongku!" Kata Arga tiba-tiba...
"Tenangkan dirimu? Apa yang bisa kulakukan untukmu,kau membuatku khawatir saja!" Jawab Dokter Evan bingung dengan tingkah Arga...
"Tolong jaga dia sampai aku kembali,Aku akan keluar sebentar untuk mencari makanan. Aku bisa percaya padamu. Jangan buat aku di penggal Kenzi karena ini!" Kata Arga yang langsung keluar ruangan tanpa menunggu jawaban dari Dokter Evan lagi...
Dokter Evan menggaruk kepalanya yang tak gatal setelah melihat tingkah Arga yang kekanak-kanakan seperti itu....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏