Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Gisella ..., kau tak tahu malu!


__ADS_3

...Rose dan Jerry sampai di kantor polisi, Jerry segera mengarahkan Rose keruangan Detektif untuk di mintai keterangan. Rose bersedia meski ia harus menunda sedikit lagi waktunya untuk bertemu Kenzi, Tapi demi kelanjutan perkembangan kasus yang melibatkan Kenzi, ia tentu saja bersedia melakukan hal tersebut......


...Tiga puluh menit Rose berada diruangan tersebut, ia menjawab semua pertanyaan detektif dengan lugas. Sementara, Jerry memeriksa data kasus penculikan tersebut. Waktunya terlalu banyak ia habiskan di lapangan karena harus memastikan kasusnya sendiri juga ingin memastikan keadaan Rose pasca di culik......


...Tak lama Rose pun keluar dari ruangan tersebut, ia tersenyum pada Jerry. Namun Jerry tahu arti senyuman tersebut. Jerry pun segera mengajak Rose keruangan khusus tamu yang ingin mengunjungi tahanan. Hanya saja, kali ini ia tak membiarkan polisi menjaga Rose dan Kenzi. Ia membiarkan Rose dan Kenzi hanya berduaan diruangan itu, meski ia tahu hatinya sakit saat harus membiarkan wanita yang ia cintai berduaan dengan pria lain. Tapi ia harus segera menyudahi perasaannya secepat mungkin. Selain ia tak ingin menjadi penghalang kebahagiaan Rose, ia pun sudah memikirkan bahwa hubungan mereka takkan pernah berhasil....


...Orang tuanya tak pernah menyetujui Rose sebagai menantu mereka, Rose pun sudah memperlihatkan dengan jelas bahwa ia tak memiliki perasaan apapun padanya. Menyadari itu semua, Jerry berusaha untuk merelakan Rose. Ia tak ingin menjadi benalu yang akhirnya akan membuat dirinya sendiri terluka......


..."Ayo!" ajak Jerry dengan cepat pada Rose......


...Rose dengan semangat yang membara merapikan wajah dan rambutnya serta mengatur ekspresi wajahnya sebelum menemui Kenzi......


...Rose mengikuti Jerry melangkah menuju ruangan Kenzi, saat Jerry membuka pintu, Kenzi sudah menunggunya. Rose segera berlari ke Kenzi dan memeluknya bak seorang kekasih yang telah lama berpisah dengan Kenzi dan akhirnya di pertemukan kembali. Sekali lagi, hal ini membuat Jerry sadar untuk segera memupuskan harapan perasaanya pada Rose.....


..."Aku akan menunggumu di luar Rose. Kalian bicaralah" ujar Jerry menatap pada Kenzi yang juga menatapnya sembari membalas pelukan Rose yang tak ingin di lepaskannya......


...Rose terisak dalam pelukan Kenzi. Kenzi hanya bisa membelai rambutnya, membiarkan Rose menangis dalam pelukannya......


...Cukup lama keadaan itu bertahan, setelah suara isak di dadanya berkurang barulah Kenzi melerai pelukannya dan membawa wajah Rose dengan kedua tangannya menghadap kepadanya......


...Kenzi mencium lembut mata Rose yang basah karena air matanya. Ia pun mencoba menahan agar dirinya tak ikut menangis dengan kesedihannya mengingat hampir saja ia membawa Rose pada ambang kematiannya......


..."Tenanglah ..., kau sekarang aman!" ujar Kenzi kembali memeluk Rose karena tak sanggup menatap Rose lebih lama lagi......


..."Apa kau sudah makan?" tanya Rose saat dalam pelukan Kenzi.....


...Kenzi hanya mengangguk kecil. Rose merasakan itu dan mencoba mengurai pelukan mereka......


...Rose menatap Kenzi begitu lama membuat Kenzi mengerutkan kening karenanya.......

__ADS_1


..."Ada apa kau menatapku seperti itu?" tanya Kenzi pada Rose......


..."Terimakasih karena sudah menyelamatkanku." ucap Rose pelan sambil menundukkan kepalanya......


...Kenzi tersenyum kecil mendengarnya, ia mengangkat wajah Rose dengan kedua tangannya. Membelai halus pipi Rose....


..."Apa yang kau katakan, bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan melindungi kalian!" jelas Kenzi mengingatkan janjinya kembali .......


..."Aku tahu, kau tak akan pernah mengingkari janjimu padaku. Hanya saja melihatmu seperti ini membuatku merasa bersalah. Harusnya malam itu kami tak berada di luar rumah, harusnya kami tetap berada di dalam agar para anak buah Walikota William tak bisa menangkap kami dengan mudah" sesal Rose......


..."Sudahlah, jangan bahas itu lagi. Semuanya akan terjadi di mana pun kalian berada. Sekarang, kita bisa hidup bebas tanpa gangguan dari walikota lagi" jawab Kenzi menenangkan Rose......


...Rose mengangguk mengerti. Setelah itu, Kenzi mengajaknya namun hal mengejutkan Rose malah duduk di pangkuannya......


..."Apa kau baik-baik saja?" tanya Rose mencoba memeriksa keadaan Kenzi......


..."Tidak ada" jawab Rose singkat lalu menatap Kenzi dengan lekat.....


...Kenzi seperti menyadari tatapan Rose yang seperti menginginkan sesuatu darinya. Kenzi pun mengecup lembut bibir Rose dan Rose membalasnya dengan hangat......


...Saat mereka sedang asyik saling mencecap. Pintu ruangan terbuka seketika. Rose dan Kenzi segera melepaskan pangutan mereka. Nafas yang tak stabil membuat orang yang berada di ambang pintu itu menyadari apa yang baru saja terjadi......


..."Maaf Rose, dia memaksa masuk.!" ujar Jerry memalingkan pandangannya pada Rose yang masih berada di pangkuan Kenzi......


...Rose beranjak dari pangkuan Kenzi itu, ia duduk di sebelah Kenzi dan menatap pada orang yang baru saja mengacaukan momentnya......


..."Kalian bersenang-senang? apa kalian baru saja melepaskan rindu?" tanya orang itu dengan ketus.....


..."Hentikan Gisell, jangan membuatku kesal dalam keadaan seperti ini!" jawab Kenzi yang tak suka mendengar pertanyaan Gisella.....

__ADS_1


..."Apa kau tahu, keadaanmu saat ini karena wanita ini Ken? Ayolah Ken, sampai kapan kau akan termakan dengan tipu muslihatnya? Tidak cukupkah kau menolongnya saat itu? kenapa kau harus mengorbankan hidupmu karena dia? Rasa kasihanmu itu sudah berlebihan!" jelas Gisella panjang lebar membuat tatapan Rose dan Kenzi semakin tajam padanya......


...Kenzi mendengus kesal, namun ia tak ingin meladeni sikap Gisella saat ini. Ia memilih diam......


..."Ada apa dengan tatapanmu itu? kau tak suka dengan pernyataanku? Apa kau mengira Kenzi benar-benar menyukaimu dan bisa menghabiskan sisa umurnya bersamamu? Ayolah ..., sayang, kau terlalu naif!" ujar Gisella pada Rose yang masih saja menatapnya tajam......


...Rose tetap menatap Gisella dengan tajam tanpa berkedip sedikit pun. Rose beranjak dari tempatnya. Ia melangkah perlahan, mendekat pada Gisella. Tatapan sinis dan tajam menerpa wajah Rose tapi Gisella tak bergeming. Ia tetap berdiri tegak menatap Rose dengan tatapan penuh kebencian......


..."Aku tak pernah melihat ada wanita yang begitu percaya diri seperti dirimu saat ini. Kau bahkan sudah mengetahui dengan jelas jawaban atas pertanyaanmu itu. Apa kau benar-benar ingin mempermalukan dirimu sendiri?" ujar Rose tajam......


...Kenzi ingin melerai keduanya, namun Rose segera menghalanginya dengan merentangkan tangannya pada Kenzi, Kenzi pun membiarkan Rose. Mungkin Rose sudah mencapai batas kesabarannya pada Gisella. Hal itu wajar, kata-kata Gisella tadi memang benar-benar sudah menyakitinya.....


...Begitu pun Gisella, baru saja ia hendak membalas kata-kata Rose, Rose segera menyelanya......


..."Bahkan Moza yang begitu memiliki kekuatan pun tak pernah percaya diri seperti ini. Kau mengatakan bahwa aku sangat mengenaskan hingga membuat Kenzi mengasihani aku dalam waktu yang lama, tapi sepertinya di sini kaulah orang yang layak di kasihani Gisell. Kau wanita yang tak tahu malu yang selalu berusaha berada di antara kami berdua. Sadarlah..., Kenzi tak akan pernah mencintaimu ..., maaf, bukan hanya cinta. Dia bahkan tak akan melirikmu!" Kata Rose tajam membuat Gisella tak bisa mengatakan apa pun lagi......


...Dengan kesal Gisella meninggalkan ruangan tersebut dan membanting pintu dengan keras......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2