
...Arga datang ke sebuah kedai yang biasa dijadikan tempat berkumpulnya para wartawan politik. Arga sengaja datang ke sana untuk mencari orang yang bisa ia kirim ke tempat walikota nanti malam....
...Arga mengamati beberapa orang yang sedang membawa kamera di tangannya. Ia juga mendengarkan percakapan orang-orang tersebut sambil berpura-pura menikmati makanan yang sudah ia pesan. Ada dua orang yang sedang berada tepat di belakangnya terus berbicara mengenai walikota. Mereka bicara dengan antusias mengenai pemberitaan yang akhir-akhir ini memberitakan tentang kejahatan walikota....
..."Kantor sudah menuntutku untuk memberikan berita terbaru mengenai Walikota kita. Aku kesulitan mencarinya karena masalah ini benar-benar ditutup rapat" kata salah seorang dari mereka.....
..."Kau benar,Aku bahkan mengikuti Walikota selama 2 hari ini tapi tak menemukan hasil yang bisa kujadikan berita. Walikota hanya pergi ke kantornya juga ke kantor polisi lalu dia akan berdiam diri begitu lama di dalam rumahnya. Kau sudah di tuntut untuk memberikan berita terbaru,aku bahkan sudah habis waktu jika malam ini aku tidak menemukan apapun mengenai walikota. Aku jadi berfikir apakah berita tentang Walikota ini benar-benar adanya atau sengaja dibuat buat untuk menjatuhkan walikota saja" balas pria yang lainnya......
..."Jika ini hanya di buat-buat maka tidak akan sedetail ini. Orang yang memberikan informasi tentang kejahatan walikota pasti sudah memikirkannya, jika memang ini di buat-buat maka akan ada celah bagi walikota untuk terbebas dari tuduhan ini tapi hingga saat ini walikota masih terus diperiksa dan kasusnya masih terus berlanjut. Data data yang dikirimkan pun benar-benar akurat. Aku sangat yakin jika walikota terlibat dalam hal ini" kata seorang yang pertama kali memulai pembicaraan.....
...Arga mengerti mengeluarkan pena Dan secarik kertas lalu menuliskan sebuah alamat dan tanpa semangat tahuan orang pertama yang bicara tadi, Arga memasukkan kertas tersebut ke dalam sebuah kantong jaket yang tergantung di sisi tempat duduk yang terbuat dari kayu....
...Arga membayar pesanannya lalu keluar meninggalkan kedai tersebut. Ia meraih ponselnya lalu menelepon Kenzi.....
..."Ken, aku sudah dapatkan orang yang akan meliput kejadian nanti malam, hanya saja saat ini aku masih harus memastikan dia benar-benar ke sana dan membawa polisi bersamanya. Setelah ini selesai, maka aku akan kembali. Sementara ini kau pikirkan saja apa yang harus kita lakukan" jelas Arga......
..."Baiklah, hati-hati kau, jangan biarkan seseorang mencurigaimu" pinta Kenzi dari seberang ponselnya...
..."Kau tenang saja, ini bukan kali pertama aku bekerja seperti ini. Meski aku sudah vakum cukup lama namun keahlianku masih tetap sama" jawab Arga membanggakan dirinya......
..."Baguslah kalau begitu" jawab Kenzi......
...Panggilan itu pun berakhir setelah Kenzi memutuskan panggilan.....
...Hampir 30 menit Arga berada di dalam mobilnya sambil menunggu orang yang ia cintai keluar dari kedai yang baru saja ia masuki tadi. Mata Arga tak bergerak dari arah pintu kedai agar tak kehilangan mangsanya. Saat orang yang sedang ia intai berjalan keluar meninggalkan kedai tersebut Arga pun duduk tegak mengangkat bahunya untuk memastikan apa yang akan wartawan tersebut lakukan....
__ADS_1
...Terlihat dari kejauhan wartawan tersebut sedang merogoh saku jaketnya, Arga berharap pesan yang ia titipkan melalui jaket tersebut segera diketahui oleh pemiliknya. Mata Arga dengan tajam menatap gerak-gerik wartawan tersebut. Hingga akhirnya wartawan itu mengeluarkan sebuah kertas yang ia temukan dalam saku jaketnya. Ia tersenyum melihat kertas tersebut lalu dengan semangat Ia berlari kecil ke arah mobilnya....
...Arga segera menyalakan mesin mobilnya saat mengetahui bahwa wartawan itu akan pergi meninggalkan kedai tersebut. Arga mengikutinya dari jarak yang sangat dekat. Ia benar-benar takut kehilangan setiap wartawan itu. Hingga akhirnya senyuman lebar terukir dari bibir Arga saat mengetahui arah mobil dari wartawan tersebut menuju ke kantor polisi....
...Di depan kantor polisi, Arga tidak menunggu lagi di dalam mobilnya. Ia masuk ke halaman kantor polisi untuk memastikan bahwa wartawan yang ia intai itu benar-benar sedang melakukan apa yang sudah ia rencanakan. Melihat wartawan itu keluar dengan tersenyum lebar Arga pun menjadi yakin jika rencananya berhasil......
..."Aku tahu para wartawan akan sangat dekat dengan para polisi. Mereka bak amplop dan perangko yang tidak bisa dipisahkan. Kalian saling membutuhkan dan membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai." batin Arga.....
...Arga pun meninggalkan Kantar polisi tersebut. Ia kembali ke markas untuk menemui Kenzi....
...Saat tiba di markas tanpa menunggu lagi ia segera menemui Kenzi.....
..."Ken ... Aku sudah menemukan wartawan dan polisi itu. Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Arga penasaran......
..."Biarkan saja dulu. Kita akan melihat semuanya nanti malam agar bisa bertindak" jelas Kenzi......
..."Lalu apa? Apa kau berharap bahwa kita juga turut hadir di sana dan menyaksikan secara langsung Bagaimana semua proses itu? Apakah ini tak terlalu bahaya bagi kita?" tanya Kenzi pada Arga......
..."Aku sudah siap dengan bahaya apapun Ken, saat ini aku tidak bisa jika hanya melihat saja Aku benar-benar ingin memastikannya sendiri!" kata Arga terburu-buru......
...Kenzi menatapnya tajam. Tatapan Kenzi itu seketika membuat Arga meluruskan pandangannya menjadi lembut. Urat-urat di wajah Arga yang semula muncul saat dia bicara kini mengendur saat melihat tatapan Kenzi yang begitu tajam padanya.....
..."Kau tahu ambisi yang terlalu besar juga tidak baik, itu akan menghancurkanmu dengan cepat dan akan menggagalkan semua tindakan yang sudah kau lakukan saat ini. Kau sendiri yang melakukannya, apa lagi yang ingin kau pastikan? Apa Kau pikir Walikota bisa semudah itu dihancurkan? Apa kau pikir semua rencana kita akan berjalan lancar tanpa hambatan dan tanpa penyerangan balik dari Walikota? Kau tahu, bisa saja kemunculan Walikota yang tiba-tiba di gudang tersebut adalah sebuah jebakan untuk kita. Dia tahu bahwa aku tidak terganggu dengan urusan perusahaan maka dia berpikir Mungkin aku akan terganggu dengan masalah ini. Arga, kau dan aku sudah begitu lama saling mengenal walikota. Apa kau kira dia akan selemah ini untuk kita jatuhkan? Jika iya, kenapa tidak sejak awal kau melakukannya!" jelas Kenzi yang membuat Arga menjadi berpikir kembali mengenai kata-katanya......
..."Lalu bagaimana dengan nasib orangku di sana? Apakah guru akan membunuhnya?" tanya Arga cemas......
__ADS_1
..."Dia tak akan terbunuh jika ia pintar. Ia tahu bahwa dia sedang menyelinap, Jika ia hati-hati maka dia akan selamat karena bisa jadi walikota memiliki camera pengintai di tempat itu" jawab Kenzi...
...Arga menarik nafasnya pelan. Ia duduk lemas karena memilih orang yang tidak terlalu tangguh ke tempat itu......
..."Ken ... Ilmu bela dirinya adalah yang terbelakang dari semua orangku, aku benar-benar tidak memikirkan hal ini" keluh Arga menyesal......
...Kenzi tersenyum kecil mendengarnya. Ia masih tidak habis pikir sahabatnya yang sudah begitu lama menjadi murid walikota dan juga menjadi teman seperguruannya masih berpikir jika melawan musuh itu harus menggunakan tenaga....
..."Tidak harus kuat, dia hanya perlu menggunakan sedikit otaknya untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Kadang orang yang kuat malah kalah dengan telak oleh kekuatannya sendiri" jawab Kenzi menenangkan Arga......
...Arga yang semula menyandarkan tubuhnya dengan lemas di sandaran kursi tiba-tiba berdiri dan bersemangat lagi......
..."Jika itu tentang otak maka aku tak salah memilih orang. Dia begitu teliti dan hati-hati serta kecerdasannya bisa ku akui diantara berandalan lain yang kuambil dari jalanan" ungkap Arga lega......
..."Baiklah, tunggu saja apa yang akan terjadi nanti malam" ujar Kenzi sambil mengisap rokoknya dalam-dalam......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏