Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Permintaan Rose


__ADS_3

Dokter Evan mendekat pada Rose,berniat untuk memeriksa keadaan Rose. Namun sebelumnya ia sudah di buat kebingungan oleh sikap Arga padanya.. 


"Kenapa dia?" Tanya Dokter Evan pada Rose..


"Dia lapar! namun Tuan Kenzi belum kemari!" Jawab Rose singkat...


"Kenapa harus menunggu Kenzi jika dia ingin makan. Dia bisa keluar sendiri untuk mencari makanan!" Kata Dokter Evan kebingungan sambil terus memeriksa tekanan darah Rose...


Rose diam tak menjawab lagi. Ia merasa sungkan untuk bicara pada Dokter Evan. Sebab ia tak terlalu nyaman bicara dengannya. Meski pun ia adalah dokter yang menanganinya saat ini.. 


"Apa masih begitu sakit?" Tanya Dokter tiba-tiba bisa membuyarkan lamunan Rose...


"Tidak begitu Dok. Tapi tetap merasa sakit saat aku bergerak bahkan hanya sedikit saja!" Jawab Rose...


"Apa kau sudah mencoba untuk duduk?" Tanya Dokter Evan ...


Rose hanya menggelengkan kepalanya...


"Bisa kita belajar untuk duduk saat ini?" Tanya Dokter Evan...


"Tidak... Aku masih merasakan sakit yang amat sangat. Aku sudah mencoba berbalik,dan itu masih terasa sangat sakit dok!" Jawab Rose...


"Ah...Baiklah jika demikian!" Kata Dokter Evan...


Dokter Evan dan Rose pun terdiam sejenak. Mereka sama-sama tak tahu harus membicarakan hal apa. Mereka bukan orang yang saling mengenal. Mereka hanya terhubung oleh cedera yang di alami Rose dan Kenzi sebagai perantara mereka berdua...


"Apa kau sudah makan malam?" Tanya Dokter Evan mencoba mencairkan suasana...


"Belum... Aku sedikit tak berselera!" Jawab Rose..


Dokter Evan dapat melihat hal itu. Makanan yang di berikan rumah sakit tak tersentuh oleh Rose. Masih utuh seperti sebelumnya. Dokter Evan berniat memberikan nasi itu kembali agar Rose mau memakannya. Namun saat ia hendak berdiri,pintu kamar Rose terbuka. Dan muncullah sosok lelaki yang bertubuh tinggi kekar dan berotot... 


"Ken!" Sapa Dokter Evan..


Terlihat begitu banyak bingkisan yang di bawa Kenzi di tangannya. Ia meletakkan semua itu pada meja sofa. Ia melihat di sekelilingnya namun tak ada Arga...


"Dimana Arga?" Tanya Kenzi...


"Dia mencari makanan. Dia sudah sangat kelaparan hingga tak sabar menunggumu lagi!" Jawab Dokter Evan yang mencoba mendekat pada Kenzi...

__ADS_1


Mendengar hal itu,Kenzi langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Arga...


"Aku sudah di ruangan. Kau bisa kembali dan beristirahat sejenak. Nanti malam kau harus kemari karena aku ada meeting pagi-pagi sekali. Aku tak mungkin begadang malam ini!" Kata Andreas pada Arga,lalu segera mematikan ponselnya...


"Baiklah Ken..Karena sudah ada kau,aku pergi. Aku masih harus memeriksa beberapa pasien!" Jelas Dokter Evan...


"Iya... Hati-hati!" Kata Kenzi padanya...


Dokter Evan sedikit bingung dengan kalimat terakhir Kenzi,namun ia membiarkannya dan tak ingin mengambil pusing akan hal tersebut,meski kalimat itu sedikit menggelitik di benaknya...


Dokter Evan pun keluar dan meninggalkan Kenzi dan Rose berdua di ruangan itu. Kenzi mendekat pada Rose dan melihat makanan Rose masih utuh...


"Kau belum makan?" Tanya Kenzi..


"Aku belum lapar Tuan!" Jawab Rose...


"Kenapa kau tak makan? Makanannya tak enak?" Tanya Kenzi memastikan...


"Bukan seperti itu.. Hanya tidak berselera makan saja!" Jawab Rose seadanya...


"Apa karena pria yang mencarimu tadi siang?" Tanya Kenzi tiba-tiba membuat Rose gugup..


"Kau masih sangat ketakutan dengan pria-pria itu!" Lanjut Kenzi lagi...


"Aku tak ingin kembali pada mereka lagi. Lebih baik aku mati dengan cara lain dari pada harus mati di tangan mereka semua!" Jawab Rose perlahan...


"Apakah separah itu kondisinya jika kau bertemu dengan mereka?" Tanya Kenzi memastikan...


"Bahkan bisa lebih dari yang kau pikirkan Tuan!" Jawab Rose meyakinkan...


"Lalu apa ada hal lain jika kau ingin bebas dari mereka?" Tanya Kenzi lagi...


"Bisa... Jika ada yang berani membayar mahal untukku. Namun itu tak akan berhasil,karena mereka tak akan membiarkan hal itu terjadi. Dan jika aku masih disini,maka selamanya mereka akan mengincar keberadaanku!" Jelas Rose....


"Lalu? Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" Tanya Kenzi bersemangat karena Rose mau berbicara terbuka padanya...


Rose ingin bicara pada Kenzi tentang niatnya,namun ia ragu. Takut jika dirinya di kira tak tahu diri. Ia pun mengurungkan niatnya dan akan mencari jalan sendiri untuk terbebas dari para mucikari\-mucikari tersebut.. 


"Katakan jika ada yang ingin kau katakan!" Kata Kenzi yang seperti tahu apa yang sedang Rose pikirkan...

__ADS_1


Rose menggelengkan kepalanya perlahan...


"Kau yakin? Aku hanya akan berkata satu kali. Aku anggap ini kesempatanmu untuk bicara. Saat ini tak ada yang bisa kau lakukan tanpa bantuan orang lain. Jadi pikirkanlah!" Jelas Kenzi...


Rose menggenggam tangannya dengan kuat. Ia ragu untuk memulainya,namun ini adalah kesempatan dirinya. Ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan Kenzi saat ini. Karena hanya Kenzilah yang bisa menolongnya saat ini....


"Tuan... Apa aku boleh ikut denganmu keluar Kota?" Tanya Rose perlahan...


"Keluar Kota? Maksudmu?" Tanya Kenzi memastikannya...


"Kau besok akan keluar kota! Apa aku boleh ikut? Karena jika aku masih disini,sekali pun aku sudah pulih. Keselamatanku masih akan terancam!" Jelas Rose...


"Kenapa kau tak mencoba untuk melapor pada polisi jika keadaanmu sudah sedarurat ini!" Kata Kenzi memberikan solusi...


"Tak ada gunanya Tuan. Sekali pun aku menangis darah pada polisi,polisi tak akan menindaklanjuti laporan yang aku buat!" keluh Rose...


"Kau yakin akan ikut denganku ke pusat kota?" Tanya Kenzi memastikan ...


"Iya Tuan... Hanya keluar dari kota ini saja. Setelah itu aku akan berusaha sendiri!" Jawab Rose dengan semangat....


"Berusaha sendiri dengan apa? Tubuhmu saja masih sakit. Bahkan untuk berbalik saja kau tak bisa. Lalu apa yang bisa kau lakukan dengan ini?" Tanya Kenzi mengingatkan keadaan Rose..


"Asal aku jauh dari mereka,aku tak mengapa. Ulat di bawah batu saja bisa hidup apalagi aku!" Jawab Rose penuh keyakinan...


"Karena itulah cara mereka hidup. Kau ingin menyamakan dirimu seperti ulat? Maka kau tak akan bertahan lama. Itu bukan habitat kau,bukan lingkungan kau!"Kata Kenzi dengan tegas...


"Aku tahu,tapi aku hanya ingin hidup dengan normal sekali pun aku harus hidup dalam kesusahan,itu akan lebih baik dari pada harus hidup dengan mereka yang tak memiliki masa depan dan hanya menjadi pemuas nafsu laki-laki saja!" Kata Rose berlinang air mata....


Kenzi terdiam mendengar kata-kata Rose. Ia tak bisa memberikan saran pada orang yang sangat ingin hidup lebih lama lagi,sekali pun ia tak mempunyai pegangan apapun. Jika ia memberikan saran saat ini,itu sama saja memberikan saran pada orang yang sedang jatuh cinta. Bodohnya setengah mati... 


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2