Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Penghinaan bagi Rose


__ADS_3

Rose di sapa Kenzi dengan begitu ramah membuat semua orang iri kepadanya,termasuk Gisella. Saat minuman datang pun Kenzi memberikannya setelan Red Wine semakin membuat orang\-orang terheran\-heran dengan tingkah Kenzi malam ini....


Rose tak bisa menolak,bukan karena ia tak mampu tapi karena ia tak ingin membuat Kenzi kehilangan muka karena sikap arogannya malam ini. Rose pun meneguk sedikit Wine tersebut sambil memandang pada Clara. Clara mencoba bersikap seperti tak terjadi apa-apa meski ia tahu Rose cukup risih karena ulah Kenzi padanya malam ini...


"Hallo nona... Senang bertemu denganmu aku Gisella!" Kata Gisella yang langsung mengulurkan tangannya pada Rose ..


"Hai... aku Rose!" Jawab Rose singkat..


"Rose? Apakah Rose yang kau bicarakan waktu itu?" Tanya Gisella memastikan pada Kenzi dan Arga dengan senyuman yang sulit di jelaskan...


"Iya...Benar... Dia orangnya!" Jawab Arga dingin...


Rose mengabaikan tingkah laku orang\-orang di sekitar yang menertawakannya saat mendengar namanya. Clara nampak kesal karena hal tersebut...


"Hai... Aku Evelyn. Gaunmu malam ini sangat cantik! Sepertinya itu keluaran terbaru dari majalah ternama!" Ucap salah satu teman Gisella pada Rose...


"Wah benarkah ini Tuan Kenzi?" Tanya Clara yang sudah tak bisa menahan emosinya karena tatapan yang sinis dari para perempuan yang berada di sekitar Kenzi...


"Ya benar!" Jawab Kenzi tanpa ragu...


Rose hanya bisa menundukkan kepalanya karena ulah Clara padanya malam ini...


"Apa kak Clara ingin aku menjadi santapan wanita-wanita itu? Huft!" Keluh Rose dalam hatinya...


"Apa kau yang membelikannya?" Tanya Gisella tiba-tiba...


"Ya!" Jawab Kenzi singkat...

__ADS_1


"Nona Gisella maaf menyela,Tidak hanya itu. Tuan Kenzi juga memberi perhiasan keluaran pertama pada temanku itu! Aku sangat berterimakasih karena malam ini Tuan Kenzi sudah mendandaninya dengan sangat sempurna!" Ujar Clara menunjukkan posisi Rose di sisi Kenzi...


"Wah... Apa Nona Rose yang hampir kehilangan nyawa karena para mucikari itu sedang berusaha menggoda Presdir K Grup. Gisella... Hati-hati dengan posisimu!" Goda seorang teman wanita Gisella....


Rose tersentak kaget karena orang\-orang yang berada disana mengetahui kisah kelam yang sudah lama ia lupakan namun di ungkit kembali oleh sekelompok orang tersebut. Kenzi pun tak bereaksi dengan hal tersebut membuat Rose kian kecewa namun ia hanya bisa menahannya karena ia tak bisa menyangkal hal tersebut...


"Tuan Kenzi... Apakah sebuah ini sebuah lelucon sehingga harus dijadikan bahan perbincangan kalian semua. Beberapa menit lalu aku sempat kagum karena kau begitu memperhatikan Rose namun sekarang aku menjadi jijik dengan ulah kalian karena membicarakan hal yang begitu ingin di lupakan seseorang. Dan kalian bicara dengan nada yang begitu santai!" Kata Clara meninggikan suaranya...


"Kak... Sudahlah!" Ujar Rose pelan mencegah Clara agar tak terpancing emosinya...


"Ternyata kau tahu diri juga... Kau harus sadar bahwa posisimu tak pantas dengan kami disini!" Teriak Evelyn pada Rose dengan suara yang keras...


Kenzi mulai bereaksi dengan menghentakkan gelas begitu keras ke atas meja. Semuanya terdiam. Rose merasa semuanya sudah tak bisa di kendalikan lagi karena Clara yang sudah berdiri dan ingin mencabik\-cabik mulut Evelyn namun di halangi Edward...


Rose perlahan berdiri,Ia menundukkan kepalanya pada Kenzi dengan tenang. Kenzi menoleh kearahnya dengan tatapan tajam...


"Jika aku mengatakan aku tak ada hubungannya dengan mereka semua apakah kau akan tetap tinggal?" Tanya Kenzi yang menahan tangan Rose dengan tatapan dingin...


"Tuan! Maaf... Lebih baik anda perhatikan kekasih anda! saya sudah membuat teman-teman anda tidak nyaman disini. Saya pun sudah melakukan apa yang anda inginkan. Saya harap setelah ini tak ada hutang budi lagi diantara kita. Saya kira apa yang terjadi malam ini adalah harga yang pantas untuk saya bayar kembali pada Tuan Kenzi dan Tuan Arga sekalian!" Kata Rose dengan bibir yang bergetar saat mengatakan semua itu pada Kenzi..


"Aku tak ada punya hubungan dengan Gisella! Kami hanya berteman!" Kata Kenzi mencoba meyakinkan Rose lagi. Namun hal tersebut menjadi tamparan yang keras untuk Gisella. Ia pun mengepalkan tangannya dengan erat...


Rose berbalik dan melepaskan genggaman tangan Kenzi di lengannya. Ia tersenyum menatap Kenzi...


"Ada atau tidaknya itu sama sekali bukan urusan saya Tuan! Saya kemari hanya karena tuntutan terimakasih saya pada Anda. Kedepannya,saya harap anda tak perlu mengenal saya lagi. Jika pun terpaksa bertemu,anggap saya orang asing dan saya pun akan berlaku demikian!" Jelas Rose dan langsung berlari meninggalkan Kenzi yang masih duduk dengan tangan yang terkepal kuat....


Clara yang melihat itu tersenyum puas. Ia pun mendekati Kenzi...

__ADS_1


"Edward... batalkan kerjasama kita dengan K Grup. Beri semua tuntutan ganti ruginya. Saya tidak ingin perusahaan keluarga saya bekerjasama dengan orang-orang yang tak bisa menjaga harga diri seorang wanita. Masa kelam manusia bukan untuk di perbincangkan dengan lantang! Apakah kalian merasa kalian semua suci dengan mengatakan seseorang hina? Bahkan kalian dengan tidak tahu malunya menggandeng tangan seorang pria yang bahkan tak melirik kalian sedikit pun! Untuk apa itu? Hanya harta dan popularitas saja? Apakah itu sama saja dengan wanita murahan?" Teriak Clara menunjuk semua wanita yang tadi menatap Rose dengan sinis...


Clara pun pergi namun di tahan Edward...


"Aku tahu kau marah,tapi jangan campurkan urusan pekerjaan dengan masalah ini. Dengar...Jika kita mengganti ruginya,perusahaan akan bangkrut seketika!" Jelas Edward...


"Edward... Sudah berapa lama kau mengenalku? Aku tak pernah takut kehilangan perusahaan itu,itulah mengapa aku menjadikan perusahaanku menjadi perusahaan mandiri! Kau bisa pergi dari perusahaan setelah jika kau takut dengan hal ini. Aku akan memberimu tunjangan untuk hal itu. Orang bisa tidak menganggap Rose. Tapi bagiku,Rose lebih berharga dari perusahaan itu! Lagi pula aku jijik melihat dua lelaki ini. Pasti menyakitkan bagi Rose yang menyatakan kedua lelaki ini malaikat penolongnya namun sebenarnya memiliki maksud yang lebih kejam dari para Mucikari-mucikari. Mucikari itu hanya akan membunuh Rose namun mereka berkedok kebaikan ingin menyiksa Rose perlahan-lahan!" Jelas Clara dengan sedikit meludah ke arah Kenzi dan Arga lalu bergegas menyusul Rose yang sudah lama keluar meninggalkan dirinya...


Sepeninggal Rose dan Clara keadaan sejenak hening. Gisella mencoba menenangkan Kenzi dengan memegang tangannya namun di tepiskan Kenzi dengan cepat. Kenzi pun menatap tajam pada Arga lalu berdiri sambil membenarkan jasnya...


"Aku ingin kalian semua minta maaf pada Rose dan Clara besok pagi. Jika kalian tidak melakukannya maka aku tidak akan pernah menerima kalian lagi. Sekali pun itu Gisella dan Arga!" Kata Kenzi dengan tegas....


Arga pun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia sangat tahu sifat Kenzi tak suka dengan orang yang mengolok-olok masa lalu seseorang....


Kenzi pergi dengan iringan Arga di belakangnya tanpa bicara. Sementara Gisella dan teman-temannya mengeluh dengan permintaan Kenzi yang menurut mereka sangat tidak masuk akal...


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2