Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Hal tak terduga


__ADS_3

Pagi ini Kenzi bangun lebih dulu. Ia membenarkan posisi tidur Rose lalu meninggalkan berbaring di sofa untuk melanjutkan mimpi indahnya...


Kenzi membersihkan dirinya di kamar mandi, Rose yang mendengar suara gemericik air akhirnya terbangun dan menyadari bahwa ia semalam terlalu banyak minum...


"Dimana dia?" Bisik Rose pelan sambil melihat-lihat kesekelilingnya...


"Apa kau mencariku?" Suara Kenzi tiba-tiba membuat Rose tersentak dan menoleh ke arahnya...


"Kau .. Kau sudah bangun?" Tanya Rose gelagapan dan mencoba untuk berdiri namun ia merasa keadaan sekitarnya berputar...


"Duduklah... Aku akan membuatkanmu air lemon untuk menghilangkan rasa begahmu itu!" Ujar Kenzi yang hanya mengenakan celana tanpa memakai baju. Ia menyandang handuk yang di bawanya dari kamar mandi untuk mengeringkan rambutnya...


Rose duduk di atas sofa dengan memangku kepalanya. Ia benar-benar pusing karena sudah lama ia tak minum sebanyak itu. Tak lama,Kenzi datang dengan membawa segelas air lemon kepadanya...


"Minumlah... Aku mencampurnya dengan madu. Kepalamu akan lebih baik setelah meminum ini...


"Terimakasih!" Jawab Rose sambil menerima air lemon tersebut...


 


Rose meminum sedikit air lemon itu. Tidak terlalu asam karena sudah di tambahkan madu oleh Kenzi. Setelah memberikan air lemon itu, Kenzi pun berlalu meninggalkan Rose menuju dapur...


Rose menoleh dan mencari Kenzi lagi, dan menyadari Kenzi sedang berada di dapur. Rose pun mendekatinya....


 


Kenzi sangat tampan berada di dapur dengan pisau di tangannya. Terlebih pagi ini Kenzi memasak tak mengenakan baju dengan rambut yang masih basah dan begitu lihai memainkan peralatan dapur membuat Rose terpukau..


"Apa matamu takkan bermasalah jika memandangiku seperti ini?" Tanya Kenzi tiba-tiba membuyarkan lamunan Rose...


 


Rose memalingkan wajahnya dengan malu.. 


"Apa kau terbiasa memasak?" Tanya Rose mengalihkan pembicaraan...


"Iya... Aku yatim piatu dan tinggal di panti asuhan. Saat usia 8 tahun aku di adopsi,sayangnya saat aku memasuki sekolah menengah,ibu dan ayah angkatku meninggal dalam kecelakaan. Karena aku di takdirkan tak memiliki orang tua,jadi aku terbiasa mandiri!" Ujar Kenzi...


"Aku hanya bertanya apakah dia memang sudah terbiasa memasak atau tidak. Mengapa dia menceritakan tentang keluarganya?" Kata Rose heran dalam hatinya...


"Rose....!" Tiba-tiba Clara memanggil Rose...


 


Rose pun mendekat kepada Clara...


 


"Kak... sudah bangun?" Tanya Rose seraya mendekatinya...


"Kita dimana?" Tanya Clara...

__ADS_1


"Emm...Kita di apartementnya Kenzi!" Jawab Rose singkat...


"Kenzi? Malaikat penolongmu itu ya?" Teriak Clara yang langsung di hentikan Rose dengan kedua tangan yang menutupi mulut Clara...


"Diam... orangnya ada disini. Jangan buat aku malu!" Bisik Rose pelan...


 


Kenzi yang mendengar itu hanya tersenyum kecil lalu mengambil gelas lemon lainnya yang memang sudah ia siapkan untuk Clara lalu memberikannya pada Clara...


Clara terkejut karena Kenzi yang tiba-tiba mendekat dan memberinya segelas air lemon...


"Terimakasih Tuan!" Ucap Clara serak...


"Apa aku malaikat penolong itu?" Tanya Kenzi melirik pada Rose. Rose hanya mengeluh sedikit namun Clara bereaksi terlalu banyak. Clara yang baru saja meneguk air lemon itu segera menyemburkannya tepat mengenai perut Kenzi yang tak di tutupi apa pun...


 


Rose segera berdiri dan mengelap bagian perut Kenzi dengan terburu-buru...


"Maaf...Maaf .. Kakakku sedikit terkejut!" Ujar Rose seraya terus mengelap perut Kenzi namun Kenzi segera menahan tangannya...


"Hentikan... Kau bisa saja mengenai bagian bawahnya. Itu tak baik untuk kita!" Goda Kenzi lagi...


Rose lagi-lagi menundukkan wajahnya karena malu. Kenzi mengambil alih lap tersebut dan kembali ke dapur untuk memasak sarapan...


"Kau!" Gerutu Rose pada Clara sambil menepuk pundaknya..


"Ada yang datang. Aku akan membuka pintu,kakak bersihkan dulu badanmu. Seluruh tubuhmu bau alkohol!" Keluh Rose yang langsung berlari ke arah pintu..


 


Clara pun menurut. Ia membersihkan dirinya ke kamar mandi. Sementara Rose membuka pintu...


"Tuan!" Kata Rose saat melihat Arga di depan pintu...


"Aku mencari Kenzi!" Kata Arga mengabaikan Rose dan langsung masuk ke dalam...


Rose menutup pintunya lagi. Mengiringi Arga masuk. Saat Arga melihat Kenzi sedang memasak di dapur ia hanya memandang sekilas dan tersenyum kecil...


"Apa kalian menghabiskan malam bersama?" Tanya Arga tiba-tiba...


"Eng... Jangan salah paham Tuan... Kami tak melakukan apa pun! Kami hanya minum bersama!" Jelas Rose menjernihkan masalahnya...


"Minum bersama tapi tidak terjadi apa pun? Apa menurutmu aku bisa mempercayai itu?" Tanya Arga meragukan kata-kata Rose...


"Sebenernya... Ada hal yang terjadi.. Tapi mungkin Rose sudah melupakannya!" Ujar Kenzi tiba-tiba yang seketika membuat wajah Rose berubah...


"Heii!" Teriak Rose pada Kenzi...


Pada saat bersamaan Clara keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar...

__ADS_1


"Kau bawa apa yang kuminta?" Tanya Kenzi pada Arga..


"Ya... Pakaian wanita lengkap dengan pakaian dalamnya!" Jelas Arga tanpa malu-malu...


"Berikan itu pada wanita itu!" Kata Kenzi sembari mengacungkan pisau ke arah Clara...


 


Arga mendekat pada Clara yang kebingungan dengan hadirnya Arga di tengah-tengah mereka...


Saat Arga mendekat Clara untuk memberikan semua pakaian ganti mereka. Rose mendekat pada Kenzi dan menatapnya.. 


"Apa tadi malam benar-benar terjadi sesuatu di antara kita?" Tanya Rose ragu-ragu...


 "Apa kau tak ingat sama sekali?" Tanya Kenzi menatap tajam pada Rose...


"Apa? Beritahu aku!" Desak Rose setengah berbisik...


Kenzi tak menjawab,ia terus melakukan aktivitasnya di atas kompor...


"Berhenti mengerjaiku,seingatku,aku bangun dengan pakaian lengkap. Kau jangan berbohong lagi!" Ancam Rose...


"Kita memang tak melakukan itu.. Kau jangan berpikir terlalu jauh!" Jawab Kenzi pelan...


"Lalu apa?" Desak Rose...


"Kita... Seperti ini!" Kata Kenzi yang langsung mencium Rose tepat di bibirnya...


Rose terbelalak kaget karena kelakuan Kenzi itu. Sementara Kenzi bersikap acuh seperti tak terjadi apa-apa...


"Rose kenapa kau?" Tanya Clara yang keluar kamar mandi dengan pakaian barunya...


"Aku... tidak ada apa-apa! Aku akan mandi!" Ucap Rose salah tingkah dan langsung mengambil pakaian gantinya dan berlari ke kamar mandi...


"Serangan yang kau lakukan itu,tidak hanya membuat Rose kaget.. Tapi juga aku Ken! Apa kau benar-benar tertarik padanya?" Tanya Arga dengan tatapan serius pada Kenzi. Kenzi hanya tersenyum kecil sambil menghidangkan makanan di atas meja..


"Makanlah... Jangan bicara lagi! Kau pasti belum sarapan bukan?" Kata Kenzi pada Arga...


Sementara Rose berdiri di belakang pintu sambil memegang dadanya yang berdegup kencang. Ia merasakan sekujur tubuhnya sangat panas saat mengingat Kenzi yang mencium bibirnya...


Rose pun segera membuka pakaiannya dan membenamkan dirinya dalam aliran air agar tak merasa begitu kepanasan. Namun apa yang Kenzi lakukan padanya tadi tak bisa hilangkan dari pikirannya....


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2