Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Kembali ke apartement


__ADS_3

Rose membantu teman Kenzi memasukkan Clara ke dalam mobil. Ia pun segera menyusul masuk kedalamnya ...


Kenzi menyetir sendiri mobilnya. Ia menatap Rose yang membiarkan Clara bersandar di dadanya...


"Rumah kalian di mana?" Tanya Kenzi...


"Ah... Antar kami ke hotel saja Tuan. Kunci rumah masih dengan supir Kak Clara, pulang pun akan percuma karena kami tak bisa masuk!" Jawab Rose seadanya...


"Tak baik untuk kalian ke hotel dalam keadaan seperti ini. Lebih baik kau menginap di apartement sebelumnya!" Kata Kenzi tiba-tiba yang langsung membuat Rose kaget...


"Ah... Tidak usah Tuan.. Aku bisa menjaga kak Clara!" Elak Rose...


"Sekarang kita sudah sangat akrab ya sehingga panggilan kita sudah berubah?" Singgung Kenzi yang melihat Rose bicara informal padanya...


"eng...!" Rose kebingungan karena ucapannya di perhatikan Kenzi...


"Maafkan saya Tuan!" Jawab Rose polos...


 


Kenzi kembali tersenyum kecil melihat Rose gelagapan seperti saat ini...


 


"Melihat wajahmu yang merasa bersalah itu.. Ada suatu kepuasan tersendiri bagiku!" Kata Kenzi dalam hatinya...


Kenzi pun menyalakan mesin mobilnya dan membawa Rose serta Clara ke apartementnya yang pernah menjadi tempat tinggal pertama Rose di ibukota ini...


Tak begitu lama,mereka pun sampai. Rose kaget karena mereka di bawa ke apartementnya Kenzi...


"Tuan mengapa kemari. Aku..Maksud saya,saya minta di antarkan ke hotel saja!" Jelas Rose ragu-ragu..


"Tinggallah di sini. Kalian akan aman jika kalian di sini!" Ujar Kenzi yang langsung membawa Clara naik ke kamar apartementnya...


Rose tak punya pilihan selain mengikutinya yang sudah lebih dulu membawa Clara masuk...


Suasana senyap saat mereka berada di Lift. Rose tak tahu apa yang harus ia lakukan dan juga apa yang harus ia katakan. Entah kenapa saat berhadapan dengan Kenzi semua yang ada di pikirannya kosong seketika yang membuat dirinya seperti orang bodoh di hadapan Kenzi...


"Ambilkan Cardlock di saku celanaku!" Pinta Kenzi pada Rose...


"Ha??" tanya Rose kebingungan...


"Aku tak bisa menurunkan temanmu ini,dia sudah tertidur. Jadi ambilkan Cardlock itu di sakuku!" Jelas Kenzi.

__ADS_1


Rose ragu-ragu untuk melakukannya. Ia tak pernah bersentuhan dengan lelaki setelah ia pergi dari tempat jahanam itu. Sekarang ia harus bersentuhan dengan lelaki begitu dekat. Ini benar-benar membuat Rose canggung...


"Cepatlah... Temanmu ini sangat berat!" Teriak Kenzi pada Rose yang membuat Rose mau tak mau melakukan apa yang Kenzi pinta...


Rose mendekat dan memasukkan tangannya di saku celana Kenzi. Ia sangat pelan dan terkesan hati-hati melakukannya...


"Tak ada!" Kata Rose mendongak ke wajah Kenzi yang seketika membuat mata mereka bertemu begitu dekat..


Rose langsung mundur satu langkah dari posisi sebelumnya. Dan menundukkan kepalanya.. 


"Cari di sebelahnya!" Perintah Kenzi lagi...


Rose beralih ke sisi lainnya. Ia kembali merogoh saku celana Kenzi. Cukup lama ia mencari dan tak menemukannya...


"Tanganmu kurang ke bawah. Masukkan lebih dalam lagi!" Kata Kenzi tiba-tiba yang langsung membuat Rose kaget mendengarnya dan tanpa sengaja mendorong Kenzi hingga tersungkur kebelakang...


"Hei... Kau ingin mencelakaiku ya?!" Teriak Kenzi pada Rose...


"Maaf Tuan... Saya tak bermaksud demikian. Lebih baik Tuan saja yang mengambilnya sendiri!" Ucap Rose dengan wajah yang ketakutan dan segera mengambil Clara dari gendongan Kenzi..


Bobot tubuh Clara jauh lebih berat dari Rose membuat Rose sedikit kesulitan mengangkat Clara...


"Tuan... Bisakah Anda menurunkan kak Clara. Saya tak bisa menggendongnya!" Ujar Rose gugup...


Kenzi menurunkan Clara dan membuka pintu. Rose pun membawa Clara ke kamar yang dulu pernah ia tempati..


Setelah Clara berbaring di atas tempat tidur, Rose melihat di sekelilingnya....


"Tak ada yang berubah sedikit pun! Semua masih tetap sama!" Kata Rose dalam hati...


"Apa yang kau lihat?" Tanya Kenzi tiba-tiba...


"Ah...Tidak Tuan... Saya ingin mengucapkan terimakasih sekali lagi karena sudah membantu saya dan teman saya malam ini! Besok pagi setelah Kak Clara bangun,kami akan meninggalkan tempat ini!" Jelas Rose dengan kepala tertunduk...


"Kau sangat patuh! Tidak usah bersikap begitu hormat padaku. Kita bukan rekan kerja. Jadi kau bisa bersikap santai padaku. Yang tadi,aku hanya mengerjaimu!" Kata Kenzi sambil meletakkan dua buah gelas anggur yang kosong dan sebotol Wine yang masih tertutup rapat...


"Kau kemari! Temani aku minum! Malam ini karena membantu kalian aku tak bisa minum dengan teman-temanku. Jadi kau harus menggantikannya!" Ucap Kenzi seenaknya....


"Menggantikannya? Bukankah aku tidak meminta dia untuk mengantarkan kami?" Gerutu Rose dalam hatinya...


"Kenapa diam saja? kemari cepat!" Ujar Kenzi setengah berteriak pada Rose...


Rose pun kembali menurut. Ia duduk di sisi Kenzi karena Sofa itu hanya bersusun panjang. Kenzi menuangkan Wine ke dalam gelas dan memberikannya pada Rose. Rose pun menerimanya dan meneguk sedikit isinya... 

__ADS_1


"Kau mau rokok?" Tanya Kenzi tiba-tiba...


"Pria ini... Apa dia sedang mempermainkanku karena dia tahu tentang masa laluku?" Omel Rose dalam hatinya...


"Terimakasih!" Ucap Rose mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Kenzi yang melihat itu hanya tersenyum kecil...


"Kenapa Tuan menatapku seperti itu?" Tanya Rose canggung...


"Kau... Setelah pergi dari sini,apakah kau baik-baik saja?" Tanya Kenzi langsung...


Rose tak menyangka Kenzi bisa mempertanyakan pertanyaan seperti itu padanya.. 


"Iya Tuan... aku baik-baik saja...!" Jawab Rose seadanya...


"Kenapa kau memberikan hadiah itu pada kami tapi kau tak menemui kami?" Tanya Kenzi kemudian...


"Ah itu... Sebenernya aku ingin memberikannya,tapi karena pegawaimu mengatakan kau sedang rapat. Jadi aku tak ingin mengganggu pekerjaanmu!" Jelas Rose...


"Kau bertemu dengannya dimana?" Tanya Kenzi lagi...


"Ada apa dengan Tuan... mengapa dia begitu banyak mengajukan pertanyaan padaku?" Tanya Rose dalam hatinya...


"Kau kenapa diam?" Tanya Kenzi tiba-tiba...


"Ah... aku... Akuuuuu!" Rose pun menceritakan bagaimana tentang pertemuan mereka. Kenzi mendengarnya dengan seksama sambil menikmati Wine di tangannya...


Rose pun menceritakan tentangnya dan Clara dengan tatapan mata yang hangat. Kenzi melihat setiap ekspresi yang Rose curahkan lewat kata-katanya...


Malam itu pun akhirnya berlalu dengan cerita dari keduanya. Rose yang biasanya hanya bisa bercanda pada Clara dan Jerry kini bisa melakukan hal tersebut pada Kenzi meski ia masih ragu-ragu untuk melakukannya. Kenzi pun demikian,ia yang biasanya bersikap dingin dan tak banyak bicara kini menjadi lebih hangat saat bicara pada Rose...


Tanpa sadar keduanya pun tertidur setelah saling berbagi cerita di antara keduanya....


****


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2