
...Clara menanti Rose keluar dari bilik ganti dengan rasa penasaran yang tinggi. Ia ingin sudah melihat bagaimana penampilan Rose setelah di Make Over, sangat cantik hingga membuat Clara sendiri hampir tidak mengenali Rose. Sekarang Clara ingin melihat penampilan Rose sempurna dengan gaun yang sudah diberikan Kenzi padanya.....
...Setelah lama menunggu, akhirnya Rose keluar dan membuat Clara terbungkam dengan pesonanya......
..."Oh Sayangku... Kau begitu cantik malam ini. Aku yakin kau akan menjadi pusat perhatian di peluncuran malam ini!" Ujar Clara bersemangat......
...Rose kaku dengan penampilan barunya. Sedari tadi kakak angkatnya terus mendandaninya dengan berbagai polesan dan menata rambutnya sedemikian rupa,hingga memberikan ia sebuah gaun terusan panjang yang membentuk seluruh tubuhnya.....
..."Kak.. Apa ini tidak berlebihan? Aku hanya desain grafisnya, apakah harus berdandan seperti ini?" Tanya Rose ragu menatap keseluruh tubuhnya......
..."Tidak...Tidak... Ini sangat sempurna. Kau desain grafis dari perhiasan mahal, tentu saja kau harus bernilai mahal agar orang bisa yakin bahwa desain-desainmu itu memang berkelas dan hanya dipakai untuk orang-orang yang berkelas pula!" Ujar Clara memuji Rose......
..."Ya sudahlah.. Terserah apa katamu saja 'Kak.. Lebih baik kita pergi sekarang karena waktunya sudah hampir tiba!" Ujar Rose mengingatkan......
...Clara melihat jam di tangannya. Ia kemudian meraih ponselnya. Belumsempat Ia melakukan sesuatu dengan ponselnya sebuah mobil sudah tiba di halaman depan ruko mereka. Rose pun menoleh pada Clara......
..."Kakak meminta sopir menjemput kita? Ah tidak, itu bukan mobil dari perusahaan!" Kata Rose yang tidak mengenali siapa pemilik mobil itu......
..."Itu Arga.. Dia bilang akan berangkat bersama malam ini!" Jelas Clara sembari meraih tas tangannya dan menarik Rose kearah pintu.....
..."Kenapa kau sangat terlambat?" Tanya Clara saat melihat Arga turun dari mobilnya......
...Arga tak menjawab, ia tertegun saat melihat penampilan Clara yang jauh berbeda dari biasanya. Namun hal itu tak berlangsung lama,ia segera tersadar kemudian menjawab pertanyaan dari Clara......
..."Maaf.. Aku tadi menjemput Gisella dahulu lalu kemari dan terjebak macet!" Jawab Arga seadanya......
...Clara terdiam mendengarnya. Ia menatap Arga dengan tatapan tajam......
..."Yang benar saja... Kau ingin kami satu mobil dengannya? Apa ini tidak salah?" Tanya Clara tak percaya dengan apa yang ia dengar dari Arga......
..."Sudahlah... Waktu kita tak banyak,lebih baik kita pergi sekarang!" kata Arga mengingatkan.....
__ADS_1
...Dengan malas Clara pun masuk ke dalam mobil Arga disusul dengan Rose setelahnya......
...Gisella melihat penampilan Rose yang membuatnya merasa tidak percaya diri. Tapi ia tak ingin menampakan itu di depan Rose dan Clara. Ia bersikap dingin karena ia yakin Kenzi dan Arga tak akan mengabaikan dia.....
..."Jika aku tahu akan satu mobil dengan wanita ini aku lebih memilih pergi dengan taksi." Umpat Clara.....
...Arga hanya diam saja mendengar hal tersebut. Ia menarik nafas panjang karena tidak hanya Clara yang merasa risih,ia sendiri pun risih karena harus menyatukan mereka dalam satu mobil. Namun ia tak bisa mengabaikan Gisella. Gisella adalah wanita yang sudah lama ia sukai. Sementara Clara dan Rose adalah permintaan Kenzi. Tidak ada cara lain saat ini selain menyatukan mereka bertiga dalam satu mobil......
...Perjalanan senyap. Yang terdengar hanyalah deru mesin mobil Arga. Clara menampakkan raut wajah yang tak baik, sementara Rose hanya diam sambil terus menatap keluar jendela......
..."Rose.. Bagaimana keadaanmu?" Tanya Arga memecahkan keheningan di dalam mobil itu......
...Rose menoleh sekilas,lalu tersenyum pada Arga......
..."Aku sudah lebih baik. Terimakasih karena sudah mengunjungiku!" Jawab Rose sopan......
..."Sama-sama.. Apa Kau sudah siap untuk malam ini?" Tanya Arga basa-basi......
..."Jika kau ingin terus menjadi desain grafis kau bisa melakukannya, aku akan mendukungmu!" Kata Clara menyela......
..."Entahlah kak.. Untuk sementara aku tidak berkeinginan untuk menjadi desain grafis. Menggambar adalah hobiku. Biarkan begitu saja!" Ucap Rose pelan......
...Tak lama mereka pun sampai di lokasi peluncuran. Sebuah gedung tinggi nan mewah terbentang di depan mata mereka serta berderet-deret mobil dengan bermacam model terparkir di halaman samping gedung tersebut. Arga memberhentikan mobilnya di depan pintu masuk gedung tersebut. Sementara para penjaga disana membukakan pintu untuk Gisella, Clara dan Rose......
...Baru saja Rose turun,semua mata pengunjung yang baru tiba langsung tertuju padanya. Bahkan secara cepat popularitas Gisella sebagai model terkenal tidak dilihat orang. Gisella kesal hingga ia masuk lebih dulu ke dalam gedung tersebut.....
...Disaat bersamaan, Kenzi dan Moza turun dari sebuah mobil mewah. Rose bersamaan hanya bisa mengepalkan tangannya. Ia cemburu karena Moza menggandeng tangan Kenzi begitu mesra......
...Untuk mencegah kecurigaan Moza muncul, Clara segera menarik tangan Rose untuk masuk kedalam gedung.....
..."Apa kau baik-baik saja?" Tanya Clara yang melihat wajah Rose mendadak murung......
__ADS_1
...Rose mencoba tersenyum. Ia memantapkan langkahnya untuk terus berjalan mengikuti rencana yang sudah dibuat Kenzi......
..."Aku baik-baik saja kak,jangan khawatir. Jika tidak kuat aku akan mengajakmu pulang!" Jawab Rose meyakinkan Clara......
...Clara tahu Rose hanya berpura-pura,namun ia pun tak bisa berbuat apapun saat ini selain menguatkan Rose saja. Tak lama,Arga menyusul mereka dan mempertanyakan keberadaan Gisella......
..."Dimana Gisel?" Tanya Arga cepat......
..."Mana kutahu!" Jawab Clara ketus......
..."Kalian turun bersama,mana mungkin kau tak melihatnya!" Kata Arga setengah berteriak pada Clara......
..."Aku tidak suka padanya jadi untuk apa aku mau merepotkan mataku untuk melihat dia!" kata Clara kesal lalu mengajak Rose masuk ke dalam lift......
...Arga tak mempunyai cara lain. Ia hanya bisa mengikuti Rose dan Clara saat ini. Masalah Gisella akan ia urus setelah memastikan Rose dan Clara masuk kedalam Aula gedung......
...Rose melihat penampilannya dari pantulan dinding lift. Ia melihat wajahnya yang sudah di poles bedak dan make up. Ia sendiri mengagumi keindahan wajah serta tubuhnya......
..."Apa yang kupikirkan.. Sekali pun aku cantik dan menawan. Aku tetap tak bisa mengalahkan Moza. Dia mempunyai dukungan penuh dari ayahnya. Orang-orang akan lebih melihat dia sebagai anak walikota!" Gumam Rose lirih dalam hatinya......
...Pintu lift pun terbuka,Rose dan Clara beranjak keluar dengan diiringi Arga dari belakang. Clara menggandeng tangan Rose penuh percaya diri, sementara Arga terus memantau keadaan sekitar Aula......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏