Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Peperangan sebenarnya


__ADS_3

...Arga dan Kenzi bersiap untuk menyerang walikota yang diyakini dialah dalang dari penculikan Clara dan Rose. Baru saja mereka memasuki mobil ponsel Arga berdering. Arga menatap bingung karena menerima panggilan dari nomor yang tidak di ketahui di waktu yang selarut ini......


...Arga menyambut panggilan itu dengan mode kemudi karena memang ia sedang memegang kemudi stir......


..."Halo" kata Arga datar......


..."Halo mantan muridku, apa kabar? Apa kau merindukan suaraku?" tanya orang di seberang ponsel yang suaranya begitu familiar di telinga Kenzi dan Arga juga beberapa orang-orangnya......


...Arga dan Kenzi saling menatap, tak tahu harus bicara apa meski mereka sendiri sudah menyangka bahwa semua ini adalah ulah walikota, tapi tetap saja mendengar suaranya membuat mereka terkejut......


..."Sepertinya kalian sedikit terkejut dengan suaraku. Apa aku menelpon kalian di waktu yang tidak tepat?" tanya walikota membuyarkan pandangan Arga dan Kenzi.....


..."Jangan banyak bicara, Di mana wanita-wanita itu?" tanya Kenzi dengan cepat.....


..."Ken ..., anak ayah sayang... Jangan terburu-buru menanyakan ini. Wanita itu ..., ah maaf ..., maksud ayah calon menantuku itu baik-baik saja. Ayah tak mungkin mencelakai calon mantu ayah yang cantik ini" ujar Walikota membuat Kenzi geram.......


...Kenzi mengepalkan tangan dengan kuat. Iya benar, Walikota adalah ayahnya. Lelaki yang mengambilnya dari jalanan dan mengangkat dirinya menjadi anak hingga kemudian Kenzi sadar bahwa ia hanya dijadikan pion untuk kepentingan walikota saja.......


..."Diamlah ..., kau membuatku muak ..., Jika kau berani menyentuhnya sedikit pun aku akan mematahkan tanganmu" ujar Kenzi emosi......


..."Oh ..., aku sangat takut mendengarnya.. Kau membuatku merinding Ken. Tapi kau jangan lupa bahwa wanitamu berada di tanganku" ujar walikota menekankan kata-katanya......


...Kenzi menarik nafas kasar. Ia mencoba menenangkan dirinya demi kebaikan Rose....


..."Katakan apa yang kau mau?" tanya Kenzi cepat......


...Lama tak mendengar jawaban dari walikota. Kenzi sudah tak sabar lagi untuk mendengarnya......


..."Datanglah ke markas lama kita. Kita perlu membahasnya sambil melihat wanita-wanita ini. Kalian mungkin sudah sangat merindukannya ..., bukan begitu Kenzi dan Arga?" Kata Walikota mengaitkan Arga dalam kata-katanya......

__ADS_1


..."Jika kau berani menyakiti mereka, maka aku tak akan menimbang keputusan Kenzi lagi. Aku pasti akan membunuhmu" teriak Arga menyela......


"Ah ..., kau sangat menyukai wanita ini ternyata. Entah sejak kapan kau melupakan Gisella yang menjadi pujaan hatimu bertahun-tahun ini, ternyata kedua wanita ini mampu membuat kalian gusar. Seharusnya aku menyingkirkan mereka dari awal agar tidak membuat kalian berani membenciku" ....,,


..."Williaaaam" teriak Kenzi dan Arga bersamaan menyebutkan nama walikota dengan keras......


...Bersamaan dengan itu terdengar suara Rose dan Clara yang merintih kesakitan......


..."Kami akan ke sana sekarang. Jika kau berani menyakitimu Mereka lagi maka aku akan menyebarkan bukti bahwa kau berada di gudang penyimpanan malam ini" kata Arga mengancam walikota......


..."Maka kau harus mengambil jasad wanita mau besok pagi di sini" jawab walikota tak kalah mengancam......


...Kenzi sudah tak bicara lagi, terlebih saat ia mendengar teriakan Rose yang merintih. Kenzi mengambil ponsel Arga lalu membuangnya ke sembarang tempat......


..."Kalian, aku hanya meminta permintaan terakhir kalinya pada kalian. Terlepas dari semua dendam kalian pada walikota, Aku harap kalian bisa memikirkan tentang keselamatan Rose dan Clara. Mereka sangat penting bagiku. Aku akan memastikan kehidupan kalian dan keluarga kalian setelah ini baik kita pulang tinggal nama atau membawa kemenangan" ucap Kenzi lemah......


...Semua orang di dalam mobil itu terdiam. Mereka mengerti apa keinginan Kenzi. Malam ini adalah malam peperangan yang sebenarnya. Tak ada ketakutan atau pun raut gentar di antara ke lima orang itu. Sebelum mereka masuk dan bergabung dengan Kenzi dan Arga, mereka sudah menyadari bahwa hari ini akan tiba meski nyawa mereka sendiri yang menjadi taruhannya. Perbuatan walikota terlalu keji untuk di lupakan begitu saja. Sangat membekas hingga tak ada penolakan sedikit pun saat mereka tahu nyawa mereka yang terancam......


...Kenzi menatap malas tempat itu, itu mengingatkan dia bagaimana walikota dulu memanfaatkan dirinya dengan label kasih sayang. Begitu pun dengan Arga. Ia malah jijik dengan tempat itu, di mana guru yang sangat dihormatinya juga merupakan orang yang selama ini ia cari. Dengan uluran tangan yang walikota berikan padanya membuat Arga mempercayainya tanpa keraguan. Arga mengepalkan tangannya dengan kuat saat mengingat hari di mana ia mengetahui semuanya, bahwa walikota adalah pembunuh dari ke dua orang tuanya......


...Kenzi lebih dulu melangkahkan kakinya masuk ke dalam bangunan yang dijadikan tempat latihan bela diri dari orang-orangnya walikota. Beruntung bahwa satu Minggu yang lalu tempat itu di kosongkan karena termasuk dalam penyelidikan aparat hukum mengenai bisnis ilegalnya dengan mafia. Tempat itu di yakini adalah sarang dari para mafia yang bersembunyi. Tidak hanya di kosongkan, bahkan beberapa orang kepercayaan walikota pun ikut di tahan guna di mintai keterangan.....


...Kenzi dan Arga di sambut beberapa orang yang memang sudah menunggu kedatangan mereka. Orang-orang itu menuntun jalan Kenzi untuk mempertemukannya dengan orang yang selama ini Kenzi sendiri hindari......


...Kenzi dan Arga beserta lima orang lainnya memasuki ruangan yang mereka sudah ketahui itu adalah ruangan khusus walikota ketika ia sedang berkunjung. Kenzi melangkahkan kakinya perlahan, menyiapkan mentalnya untuk melihat keadaan Rose saat ini. Ia tahu, Rose tak akan mungkin diperlakukan dengan baik seperti permintaannya. Meski mereka tidak akan membunuh Rose, tapi setidaknya Rose pasti menerima sedikit penganiayaan dari orang-orang walikota atau mungkin walikota itu sendiri yang bergerak menyiksa Rose......


...Tak di sangka, Di sana juga terdapat Moza yang sedang menarik rambut Rose dengan kuat sehingga membuat wajah Rose mendongak ke atas......


...Kenzi mengarahkan tatapan tajam pada Moza yang tersenyum puas melihat ketidakberdayaan Rose di tangannya......

__ADS_1


..."Lepaskan dia Moza, kau tidak berhak ikut dalam urusan ini jika kau tak ingin video dan photomu yang sedang mengisap barang haram itu menyebar di internet" Ancam Kenzi dengan keras......


...Di sebelah Rose, terdapat Clara yang menjadi pijakan untuk sepatu Moza. Arga mencoba menahan emosinya saat melihat wajah Clara sudah mengeluarkan darah di sudut bibirnya dan mendapatkan lebam di pelipis matanya......


..."Ken, jika kau melakukan itu maka kau harus siap melihat wanita ini mati mengenaskan di tanganku!" Ucap Moza dengan tenang sambil mengarahkan sebuah pistol ke kepala Rose.. Kenzi dengan cepat berteriak dan mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya......


"Mozaaaa"


Dooor.....


...Sebuah tembakan melesat dan mengeluarkan suara yang cukup keras beriringan dengan suara Moza yang merintih kesakitan karena tangannya yang tertembak......


...Walikota berdiri saat melihat tangan anaknya terluka karena tembakan dari Kenzi.....


..."Apa kau gila Ken?" teriak Walikota pada Kenzi......


..."Aku sudah mengatakan pada kau bahwa aku tak main-main dengan permintaanku. Tapi sepertinya kalian memang menginginkan adanya pertumpahan darah di sini" Cetus Kenzi tajam........


...Walikota tak menyangka Kenzi begitu brutal saat ini. Ia melihat mata Kenzi yang tajam tetap mengarah pada Rose yang terpaku ketakutan karena darah menetes di depan matanya. Begitu pun dengan Clara. Badannya gemetar saat ia menyadari bahwa ia berada dalam posisi yang tak menguntungkan matanya......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2