Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Kesadaran Jerry


__ADS_3

...Rose keluar kamar mandi setelah selesai membersihkan tubuhnya. Ia menghampiri Clara dan Arga yang masih di UGD....


..."Kak, ini bajumu. Bersihkan tubuhmu dulu, aku akan menjaga Arga sementara kau di kamar mandi" ujar Rose sambil menyodorkan paper bag pada Clara......


...Clara mengambil paper bag tersebut lalu masuk ke kamar mandi yang tak jauh dari UGD......


..."Kenapa kau belum di bawa ke ruang pemulihan?" tanya Rose heran......


..."Belum ada yang mengurus karena waliku tak ada!" jawab Arga seadanya......


..."Tapi kau 'kan sedang dalam pengawasan polisi. Bukankah hakmu untuk mendapatkan tempat yang layak bagi para saksi?" tanya Rose bingung......


..."Kau tak akan mengerti. Jangan bicarakan ini, bagaimana keadaan Kenzi saat ini?" tanya Arga mengalihkan pembicaraan......


...Rose menampakkan wajah bersalah lagi saat mengingat nama Kenzi di sebutkan. Ia menarik nafas pelan lalu duduk di kursi yang semula menjadi tempat Clara menjaga Arga......


..."Aku belum tahu, dari tempat pelatihan tadi malam aku langsung di bawa ke rumah sakit dan dia ke kantor polisi. Jerry mengatakan akan membawaku menemuinya pagi ini. Aku sedang menunggunya" jelas Rose pelan......


..."jangan khawatir, Kenzi pasti baik-baik saja. Lagi pula para polisi itu bisa bersaksi meringankan hukuman Kenzi jika memang Kenzi di jerat dengan pasal. Dan juga, sebenarnya tak ada yang memberatkan Kenzi. Dia menembakkan pistolnya pun karena berusaha melindungi aku dan kita semua. Jadi jangan terlalu di pikirkan" kata Arga menenangkan Rose...


...Tak lama Clara pun keluar dari kamar mandi beriringan dengan datangnya Jerry dari arah luar. Rose segera berdiri karena melihat kedatangan Jerry.....


..."Bagaimana apa kita bisa pergi?" tanya Rose cepat......


..."Sebentar, aku perlu bicara dengan saksi dua." ujar Jerry menatap pada Arga......


..."Saksi dua? Maksudmu Arga?" tanya Rose memastikan......


...Jerry menganggukkan kepalanya sambil berkata......


..."Iya, Kenzi, Arga dan teman-temannya saat ini statusnya masih menjadi saksi. Kami butuh keterangan Arga jika dia sudah siap memberikan keterangan" jelas Jerry......


..."Dia belum bisa memberikan keterangan, dia tak akan konsen di sini. Lebih baik kau pindahkan saja dia terlebih dahulu ke ruang perawatan." ujar Rose pada Jerry......


...Jerry menatap Rose dengan malas. Lalu ia beralih pada Clara......

__ADS_1


..."Kak, urus pemindahannya. Aku lupa mengatakan ini, maafkan aku" ujar Jerry pada Arga......


...Arga hanya tersenyum kecil pada Jerry......


..."Arga, aku pergi dulu ya. Apa ada pesan untuk Kenzi?" tanya Rose memastikan......


..."Katakan padanya aku merindukannya" jawab Arga setengah bercanda......


...Rose pun tertawa mendengarnya. Lalu ia berlalu dengan Jerry untuk menemui Kenzi di kantor polisi......


...Dalam perjalanan, Rose dan Jerry hanya berdiam diri. Rose memang tak berniat untuk bicara sementara Jerry tak tahu harus bicara apa. Perjalanan itu pun terasa sangat melelahkan bagi keduanya karena terjebak dalam situasi yang mereka tak mengerti sendiri......


..."Jerry, apa hari ini Kenzi akan di bebaskan?" tanya Rose memecahkan keheningan......


..."Kenzi lagi, Kenzi lagi. Apa tak ada orang lain di pikiranmu selain Kenzi, Rose? Apakah aku benar-benar tak menarik sedikit pun untuk kau bahas?" batin Jerry merontah......


..."Dia bisa pulang. Tapi selanjutnya dia akan sering di minta datang untuk menyelesaikan beberapa hal saja. Mengenai kesaksiannya. Kau pun akan di mintai keterangan. Jadi sebelum bertemu Kenzi, kau harus memberikan keterangan terlebih dahulu" jelas Jerry......


..."Baiklah kalau begitu" jawab Rose mengerti......


..."Rose" ujar Jerry tiba-tiba......


..."Ya.. Ada apa Jerry?" tanya Rose cepat......


...Jerry kembali hening. Ia masih menimang apakah hal ini harus ia katakan ataukan harus ia pendam......


..."Jerry ..., ada apa?" tanya Rose lagi......


...Jerry pun memberanikan dirinya. Ia menatap Rose sambil tersenyum kecil padanya .......


..."Itu, maaf jika aku lancang menanyakan ini. Aku tidak bermaksud mengurusi masalah pribadimu. Tapi, aku ingin menanyakan satu hal padamu" Kata Jerry menghela nafas untuk pertanyaannya. Sebenarnya bukan karena pertanyaan yang akan ia ajukan hingga membuatnya serba salah seperti ini, tapi karena jawabannya nanti yang ia yakini akan berpengaruh besar akan kedekatannya pada Rose......


..."Katakanlah! Jika itu bisa kujawab, maka akan kujawab. Tapi jika itu tak bisa, Maka maaf, aku rasa kau harus memendam rasa keingintahuanmu itu padaku" jawab Rose sedikit membuat Jerry tenang......


..."Ah iya, kau bisa menjawab atau mengabaikannya" sela Jerry salah tingkah dengan pertanyaan sendiri......

__ADS_1


..."Itu, apa kau menyukai Kenzi?" Tanya Jerry yang entah kenapa otak dan mulutnya tak seimbang seperti ini......


..."Ha ...,?" tanya Rose heran dengan pertanyaan itu......


..."Astaga, kenapa kata itu yang keluar. Harusnya aku menanyakan bagaimana aku di matanya!" batin Jerry mengeluh......


..."Kurasa kau sudah tahu jawabannya jika itu yang ingin kau tanyakan. Bukankah semuanya sudah jelas?" Jelas Rose......


...Jerry mengatur nafasnya. Ia menyerah, ia tak begitu berani menanyai mengenai dirinya di mata Rose....


..."Maksudku, apa kau benar-benar mencintainya? Yang benar-benar mencintai seseorang bahkan tak ingin lepas darinya barang sebentar saja?!" tanya Jerry memperjelas pertanyaan......


...Rose menarik nafas panjang.....


..."Aku mungkin mungkin ragu sebelumnya. Tapi makin ke sini, aku makin tak bisa mengontrol perasaanku pada Kenzi. Aku menyukai setiap hal yang ia buat padaku. Aku mencintai cara dia mencintaiku dan mengerti sekaligus menghargai aku. Entahlah nanti, tapi yang pasti saat ini aku selalu ingin bersama dengannya. Dia membuatku candu hanya dengan melihat senyumnya" ucap Rose dengan mata berbinar-binar. Ia membayangkannya bagaimana manisnya Kenzi saat ia tersenyum dan mencampakkan gigi ratanya......


...Jerry merasakan sakit dalam hatinya. Namun hal itu sekaligus menyadarkan dia bahwa kesempatan untuk dirinya benar-benar sudah sirna. Mungkin inilah bagi dia untuk menyerah pada perasaannya sendiri. Ke depannya ia dan Rose hanya sebagai teman dan takkan pernah lebih......


..."Baguslah jika kau merasa seperti itu, aku turut senang mendengarnya. semoga kalian bahagia terutama kau Rose. Sudah saatnya bagimu mendapatkan kebahagiaanmu. Kuharap Kenzi benar-benar bisa mewujudkan itu padamu......


..."Aku pun mengharapkan hal yang sama. Kau juga harus seperti itu. Temukan cinta dan kebahagiaanmu secepatnya" kata Rose seakan membuat Jerry mengerti dengan ucapannya.......


...Jerry hanya menganggukkan kepalanya samar. Meski ia menerima hubungan Rose dan Kenzi, bukan berarti ia akan mudah untuk melupakan Rose dalam hatinya. Bagaimana pun Rose sudah memiliki tempatnya sendiri dalam hatinya, melupakannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Tapi setidaknya saat ini ia tahu bagaimana menempatkan posisi Rose.......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2