
Rose dalam perjalanan ke kantor perusahaan,ia bahagia kerena akhirnya ia bisa membelikan sesuatu untuk Arga dan Kenzi meski itu tak seberapa jika harus di bandingkan dengan pertolongan yang sudah mereka berikan...
Kantor Kenzi yang tak jauh dari pusat kota, tak membutuhkan waktu lama untuk sampai kesana. Taksi yang ia pesan sudah masuk ke dalam halaman depan kantor Kenzi. Rose pun segera turun setelah membayar argo taksinya..
Rose masuk perlahan ke dalam gedung tersebut. Gedung itu sangat luas dan tinggi. Di halaman loby ada sebuah huruf "K" yang dibuat dengan ukuran besar....
"K...?? Apa artinya itu Kenzi?" Pikir Rose...
Rose melewati inisial tersebut,ia mempercepat langkah kakinya ke meja Resepsionis...
"Selamat siang Nona! Ada yang bisa saya bantu?" Tanya pegawai tersebut...
"Ah iya... Bisakah anda membantu saya memberikan ini pada Tuan Arga dan Tuan Kenzi!" Pinta Rose langsung...
"Oh iya... Tentu saja. Bisakah saya tahu ini dari siapa?" tanya Pegawai itu lagi...
"Saya ingin memberikan saja. Katakan ini sebagai ucapan terimakasih atas kebaikannya. Hanya itu saja!" Jelas Rose...
"Baiklah jika begitu. Amanah anda akan saya sampaikan nanti saat Presdir dan Asisten pribadinya turun!" Jawab Pegawai itu...
"Baiklah kalau begitu saya permisi!" Kata Rose pada pelayan itu...
Rose pun langsung meninggalkan kantor Kenzi dan kembali ke ruko Clara..
Tak lama dari kepergian Rose,Arga turun untuk makan siang. Pegawai resepsionis menghentikannya untuk memberikan titipan hadiah dari Rose...
"Maaf Pak,Ada titipan untuk anda!" Kata pegawai itu pada Arga...
"Aku? Dari siapa?" Tanya Arga penasaran...
"Iya.. Dari seorang wanita. Dia tak menyebutkan namanya. Dia hanya memberikan ini lalu pergi,katanya ini sebagai ucapan terimakasih atas pertolonganmu!" Jelas pegawai itu..
"Wanita? Apakah cantik?" Tebak Arga setengah bergurau...
"Cukup cantik dan masih muda. Oh iya hampir saja saya lupa,hadiahnya tak hanya untuk pak Arga saja,ada juga untuk Presdir!" Tambah pegawai itu lagi...
"Untuk Kenzi? Dari wanita yang sama?" Tanya Arga kian heran..
"Iya Pak! Baiklah kalau begitu karena pak Arga sudah menerima hadiahnya saya permisi untuk makan siang!" Ujar pegawai itu...
Arga hanya diam,ia hanya kebingungan memikirkan siapa yang akan mengirimi ia dan Kenzi hadiah secara bersamaan....
"Apakah Gisella? Ah tidak,jika Gisella dia hanya akan memberi pada Kenzi saja,tidak mungkin untukku juga!" Kata Arga menolak pernyataannya sendiri...
"Ah entahlah ..!" Tambah Arga lagi...
Arga pun membawa hadiah itu di tangannya tanpa melihat lagi. Ia tak ingin di pusingkan dengan hal yang tak berguna. Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana mengisi perutnya dengan penuh agar dia bisa bekerja lebih konsentrasi lagi..
__ADS_1
Arga memasuki mobilnya dan melempar hadiah itu ke kursi belakang. Ia pergi mengendarai mobil dan mengabaikan hadiah yang Rose berikan padanya...
Kembali pada Rose
"Kak... aku kembali!" Kata Rose pada Clara...
"Hallo Rose,apa kau bersenang-senang?" Tanya Clara menggoda Rose...
"Tentu saja kak.. Aku berhasil memberikan hadiah pada Tuan Kenzi dan Arga. Aku senang sekali!" Jawab Rose bersemangat...
"Lalu apa kata mereka berdua?" Tanya Clara penasaran...
Rose terdiam sejenak. Ia meletakkan tas yang ia sandang...
"Aku tak bertemu dengan mereka. Aku menitipkan hadiah itu pada resepsionisnya!" Jelas Rose...
"Kenapa seperti itu. Untuk mengucapkan terimakasih kau harus melakukannya dengan benar!" Tegas Clara...
"Sejujurnya aku ingin kak,tapi aku tak ingin ada kesalahpahaman yang tanpa sadar kubuat untuk mereka. Lagi pula mereka mungkin sudah tak mengingatku lagi!" Jawab Rose pelan...
"Ya sudahlah... Itu keputusanmu!" Jawab Clara singkat...
Rose pun hanya diam saja...
"kau sudah makan?" Lanjut Clara...
"Ya sudah makan sana lalu bantu aku di depan!" pinta Clara...
"Baiklah kak!" Jawab Rose...
Rose pun pergi meninggalkan Clara sendirian...
Sore menjelang...
Kenzi berniat pulang. Ia keluar ruangannya untuk menemui Arga yang sedang menggoda pegawai wanita yang hendak pulang....
"Arga ayo!" Kata Kenzi pada Arga...
"Ken... Kau tak bisa melihatku sedikit senang ya!" Gerutu Arga..
Kenzi tak menanggapinya. Ia berjalan lurus menuju mobilnya saja, sementara Arga masih mencoba menggoda wanita-wanita itu...
"Arga....!" Panggil Kenzi sekali lagi..
"Iya...iya! Nona-nona manis aku pulang dulu! Nanti kita bahas lagi ya... Aku tunggu kalian menghubungiku!" Ratu Arga pada rekan kerja wanitanya. Wanita-wanita itu hanya tersenyum saja,mereka sudah tahu betul watak Arga yang suka menggoda wanita di kantor..
__ADS_1
Arga menyusul Kenzi yang sudah lebih dulu masuk ke mobil. Saat hendak duduk ia menyingkirkan papar bag yang ada di kursinya. Namun saat ia hendak memindahkannya,Ia melihat kotak yang dibungkus pita berwarna merah. Tak lama Arga pun masuk lagi...
"Ga... ini punyamu?" tanya Kenzi sambil mengangkat paper bag tersebut...
"Iya... dan juga punyamu!" Jawab Arga seadanya...
"Punyaku?" Tanya Kenzi heran....
"ya!" Jawab Arga sambil menghidupkan mesin mobilnya...
"Dari siapa?" tanya Kenzi sambil mengeluarkan kotak-kotak tersebut dari dalam paper bag...
"Seorang wanita. Katanya sebagai ucapan terimakasih karena kita sudah menolongnya!" Jelas Arga yang membelokkan mobilnya untuk keluar dari parkiran...
"Terimakasih?" Kenzi kian kebingungan...
"Apa Gisella yang mengirimnya?" Tambah Kenzi...
"Apa kau pikir Gisella akan memberi aku sebuah hadiah juga?" Tanya Arga meminta Kenzi memikirkannya lagi...
"Kau benar!" Jawab Kenzi sambil membuka pita yang menghiasi kotak persegi panjang tersebut...
Kenzi membukanya dengan perlahan,ia khawatir itu adalah jebakan dari musuhnya. Kenzi mengintip dari celah kotak. Ia melakukannya untuk berjaga diri. Saat ini banyak sekali yang mengincarnya. Musuhnya kian bertambah setiap tahunnya meski kini perusahaan sedikit goyah karena kabar yang menerpanya...
Saat Kenzi melihat ada sebuah kain di dalamnya ia pun membukanya secara langsung...
"Dasi berwarna hitam! Dia cukup tahu warna kesukaanku!" Kata Kenzi saat selesai membuka kota tersebut...
"Apa ada pesan di dalamnya?" Tanya Arga kemudian..
"Kau belum membukanya?" Tanya Kenzi memastikan..
"Aku tak sempat,perutku sudah memanggilku untuk meminta jatahnya!" Jawab Arga sekenanya...
Kenzi mencari-cari sesuatu hal yang bisa menjadi petunjuk dari pengirimnya. Tapi sayang tak ada yang bisa memberitahunya siapa pengirim dasi itu. Ia pun meletakkannya lagi ke dalam paper bag lalu memindahkan paper bag tersebut ke kursi belakang....
"Apa kita akan keluar malam ini?" Tanya Arga memastikan...
"Iya... Aku harus bertemu Direktur Charles untuk memastikan keberlangsungan proyek tahun kemarin. Aku harus menyelesaikan hal ini. Pak Charles terlalu bermain-main denganku!" Gerutu Kenzi...
"Baiklah... Berarti kita pulang dan kembali berpesta malam ini!" Ujar Arga bersemangat....
Arga pun mengemudikan mobilnya lebih cepat dan membawa Kenzi dengan cepat kerumah mereka...
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏