
...Rose berlari keluar ruangan megah itu. Ia berlari sambil mengepalkan tangan dengan erat. Betapa ia kecewa dengan apa yang dilakukan Kenzi dan Arga padanya. Ia tak menyangka bahwa orang yang begitu ia hormati akan menjadikan kisah hidupnya sebagai lelucon dengan teman-temannya......
......Tak lama Rose berhenti di sebuah bangku yang terletak di depan gedung mewah itu. Ia mengatur nafasnya yang tersengal karena terlalu sudah terlalu jauh berlari. Tanpa sadar ia meneteskan air mata. Ia pun tersenyum kala air mata itu menyentuh sudut bibirnya. Dan ia pun menyekanya.........
...Rose melihat sekaan air matanya yang tertinggal di jemarinya. Senyuman sinis menghampiri bibirnya......
..."Ini adalah air mataku yang pertama di kota ini! Aku tak menyangka bahwa aku masih bisa mengeluarkan air mata ini!" Gumam Rose saat memandangi jemarinya.......
..."Rose!" Sapa Clara dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlari menyusul Rose......
...Rose tersenyum padanya......
..."Ada apa Kak?" Tanya Rose berpura-pura tegar......
..."Kau seharusnya tak meninggalkan aku disana! Aku khawatir padamu!" Ujar Clara sambil menatap Rose dengan tajam......
..."Apa yang kau khawatirkan kak! aku baik-baik saja!" Jawab Rose berbohong dan langsung menundukkan kepalanya......
..."Jangan berbohong padaku! apa menurutmu waktu perkenalan kita yang singkat ini tak bisa membuatku mengerti bagaimana keadaanmu sekarang?" Jelas Clara......
..."Kakak terlalu berlebihan menanggapinya! aku baik-baik saja!" Ucap Rose menenangkan Clara.......
...Keduanya pun terdiam sejenak,menikmati semilirnya angin yang menerpa wajah mereka berdua. Rose menengadahkan wajahnya keatas langit dan matanya pun berkaca-kaca......
..."Ibu... Aku merindukanmu!" Ucap Rose lirih...
__ADS_1
...Clara yang mendengar itu menggenggam erat tangan Rose untuk menguatkannya saat ini. Ia tahu bagaimana perasaan Rose,karena ia pun sering mengalaminya. Hanya saja tak ada yang berani menghinanya seperti apa yang di alami Rose dalam ruangan megah itu. Saat bersedih adalah saat dimana kita mengingat orang yang paling berarti dalam hidup kita. Dan bagi Rose,Ibunya sangatlah penting......
...Clara mendengar sedikit kisah hidup Rose dan ibunya. Ia tahu perjalanan yang penuh bebatuan yang di jalani Rose juga ibunya itu. Saat ini, Seandainya ibu Rose masih ada,mungkin Rose akan berlari kepelukannya dan menangis di sana. Namun keadaannya berbeda,orang yang paling penting dalam hidupnya itu kini tak berada disampingnya. Tangis Rose pun pecah......
...Clara tak kuasa melihatnya. Ia pun memeluk Rose dengan sangat erat. Membiarkan Rose menangis dalam pelukannya. Mungkin pelukan itu tak sehangat pelukan ibunya,tapi setidaknya ini bisa menjadi perantara kata-kata yang tak mampu di ucapkan dalam keadaan saat ini. Clara ingin mengatakan bahwa Rose tak sendiri,Ada dirinya yang kini akan menjadi tumpuan rasa keluh kesah yang dirasakan Rose.......
...Dari dalam gedung,dua orang pria nampak memperhatikan Rose dan Clara. Kedua pria itu tak lain Kenzi dan Arga yang mengintai dari balik pintu......
..."Apa kau menyesal karena sudah menceritakan kisah hidupnya pada Gisella?" Tanya Kenzi memastikan......
..."Ken...Aku minta maaf,aku tak bermaksud menjelekkan Rose. Aku pun tak menyangka jika Gisella dan teman-temannya akan bertindak di luar batas seperti ini!" Jelas Arga...
..."Kau terlalu menganggap Gisella wanita yang sempurna hanya karena kau mencintainya! Kau menceritakan sebuah kisah yang seharusnya tak kau ceritakan pada siapa pun! Kau meninggalkan kisah kita yang juga bukan manusia yang baik dan suci!" Ucap Kenzi sambil mengepalkan tangan karena menyaksikan kepedihan Rose yang tak bisa ia obati......
..."Maafkan aku Ken!" Ujar Arga menyesal......
..."Apa kau mencintai Rose?" Tanya Arga tiba-tiba dan seketika menghentikan langkah kaki Kenzi......
...Kenzi berbalik dan menatap Arga lebih tajam lagi.....
..."Ini bukan tentang aku mencintainya atau tidak! Tapi tentang bagaimana kita bisa menghargai masa lalu seseorang Arga! Tidak mudah bagi kita untuk mendapatkan posisi yang membuat kita menjadi manusia yang di pandang manusia lainnya! Kau tahu itu lebih baik dari siapa pun! Begitu juga dengan Rose!" Teriak Kenzi dengan keras hingga memancing Clara menoleh ke arahnya. Sayangnya keberadaan Kenzi dan Arga tertutupi oleh mobil yang sudah menunggu mereka hingga Clara tak bisa melihat kedua pria itu berdebat......
..."Aku tak ingin berdebat lebih lama lagi denganmu! Lakukan apa yang kuminta padamu tadi. Jika kau tak bisa melakukannya karena merasa hal ini tak pantas untuk Gisella, lakukan ini demi perusahaan! Jika kontrak kita batal,maka kita akan mengalami kerugian yang sangat besar!" Jelas Kenzi tegas......
...Kali ini Arga pun tak bisa menolak permintaan Kenzi. Meski ini akan menjadi perdebatan baginya dan Gisella nanti,tapi ia tak ingin perusahaan mengalami kerugian karena masalah internal orang luar......
__ADS_1
...Kenzi dan Arga pun masuk ke dalam mobil meninggalkan tempat itu. Sementara Rose dan Clara masih duduk di bangku depan gedung sambil berpelukan. Tak lama setelah Rose merasa tenang,Ia pun melepaskan pelukan Clara dan mengusap wajahnya lalu tersenyum menatap Clara......
..."Terimakasih kak!" Ucap Rose dengan senyuman di balas senyuman hangat dari Clara sambil memegang kedua tangan Rose.....
..."Tenang saja,Aku akan memberi pelajaran itu pada mereka besok! aku tak akan biarkan mereka menghinamu untuk kedua kalinya!" Ucap Clara penuh keyakinan .....
..."hentikanlah kak,tak ada gunanya berdebat dengan orang yang tak mengerti tentang kita!" Jawab Rose pelan......
..."Aku tak akan diam kali ini,Aku tak bisa tenang sebelum memberi pelajaran pada wanita-wanita itu!" Jelas Clara dengan mata yang membara......
..."Hentikan... Jangan dipikirkan lagi. Lagi pula apa yang mereka katakan itu benar! aku bisa berbuat apa! Sudahlah jangan di bahas lagi,Ayo pulang!" Ajak Rose mencoba mengelak dari pembicaraan yang membuat dadanya sesak......
...Clara pun tak bicara lagi. Ia berdiri dan menggandeng tangan Rose seperti seorang kekasih yang sedang menggandengkan tangan pada pasangannya. Ia membawa Rose keluar halaman gedung untuk mencari taksi dan pulang ke rumahnya......
...Meski rasa di hati Rose tak bisa di jelaskan,tapi setidaknya ia masih bisa mencari pelarian pikiran dengan adanya Clara di sampingnya. Ini sedikit lebih baik dari pada ia terus menangis memikirkan hinaan yang ia terima malam ini.......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏