
Rose telah usai membersihkan dirinya. Ia mendekat pada Clara...
"Ada apa? Mengapa kau mandi sangat lama?" Tanya Clara heran...
"Tidak apa-apa!" Jawab Rose singkat..
Clara dan Rose pun terdiam sesaat. Tak lama Arga mendekat pada mereka dan memberikan dua piring nasi goreng yang di buat Kenzi pagi ini....
"Makanlah... Kenzi melayani kalian dengan sangat baik!" Ujar Arga setengah menyindir...
"Terimakasih!" Jawab Rose dan Clara bersamaan...
Selang beberapa menit Kenzi pun mendekat dan bergabung untuk sarapan bersama. Rose tak berani menatapnya,ia tak tahu harus bersikap bagaimana setelah Kenzi menciumnya tadi...
"Rose... Apa kepalamu masih sakit?" Tanya Clara tiba-tiba...
"Eng...Tidak kak! Aku baik-baik saja!" Jawab Rose seadanya...
"Lalu kenapa tak memakan sarapanmu? Kau tak suka?" Ujar Clara lagi...
"Ah..Tidak... Aku suka..Aku suka!" Jawab Rose gelagapan...
Arga melihat ekspresi Rose yang begitu canggung. Lain halnya dengan Kenzi yang tersenyum kecil melihat Rose salah tingkah karenanya..
"Kau tak mengenalkan kami pada temanmu?" Ucap Kenzi tiba-tiba...
Rose kembali menatap Kenzi namun segera melepaskan pandangannya saat mata mereka beradu...
"Maaf! aku lupa! Kenalkan.. Dia teman sekaligus kakakku disini. Clara,Kak mereka yang menolongku waktu itu!" Kata Rose saling mengenalkan ketiganya...
"Hallo... Salam kenal,Aku Clara. Sekarang aku walinya Rose disini! Dan terimakasih karena sudah menolongnya waktu itu!" Ujar Clara mengenalkan dirinya pada Kenzi juga Arga...
"Aku Kenzi! Dan ini temanku... Arga!" Balas Kenzi pada Clara....
"Kau CEO di perusahaan CDN grup bukan?" Tanya Arga tiba-tiba pada Clara...
"Kau tahu aku?" Tanya Clara penasaran...
"Iya... Perusahaan kalian yang mengajukan kerjasama pada kami bukan lalu! tapi kau tak hadir di rapat karena hal pribadi!" Jelas Arga...
"Ah...Begitukah? Maaf! Saat itu ada hal yang memang harus kuurus!" Jawab Clara sinis...
__ADS_1
"Senang sekali bisa bekerjasama dengan perusahaan anda. Kelak kedepannya,sempatkan sesekali untuk mengetahui perkembangan dari kerjasama kita!" Ucap Kenzi menyela...
"Maaf Tuan... Jangan terlalu berharap demikian. Aku hanya menjabat sebagai CEO,tapi semua hal mengenai perusahaan sudah aku serahkan pada orang kepercayaanku! Kedepannya,aku mungkin tidak akan hadir di rapat-rapat seperti itu!" Ujar Clara menekankan...
"Apa kau bilang? Bagaimana bisa kau hanya menerima hasil namun tak ingin berkontribusi didalamnya. Kau hanya ingin menang nama saja?" Oceh Arga sinis pada Clara..
"Terimakasih atas penilaiannya Tuan!" Jawab Clara singkat...
Rose yang melihat Clara di nilai dengan tidak benar oleh Arga ikut menyela. Ia tak ingin Clara di hina oleh orang yang baru di kenalnya. Jika bukan karena Arga dan Kenzi adalah orang yang pernah menolongnya,Clara sudah pasti membentaknya seperti yang sebelum-sebelumnya..
"Maaf menyela Tuan! Kak Clara tak punya pilihan dengan perusahaan itu. Dia harus berada di posisi yang tidak dia inginkan. Itu adalah perusahaan keluarganya,dan kak Clara adalah anak tunggal. Orang tua kak Clara sudah meninggal jadi mau tidak mau ia harus mengambil tanggung jawab tersebut! dan juga....!" Saat Rose hendak melanjutkan kata-katanya,Clara menahannya. Rose pun berhenti bicara seketika...
Arga dan Kenzi melihatnya. Mereka saling memandang lalu mencoba mencairkan suasana yang mulai kaku itu...
"Kalian tinggal dimana?" Tanya Kenzi basa-basi...
"Kami tinggal di pinggiran kota dan membuka sebuah cafe bernama First Love Cafe!" Jawab Rose pelan....
"Rose... Sudah siang! Apa kau sudah selesai sarapan? jika sudah ayo pulang!" Kata Clara tiba-tiba...
"Ah iya.. Aku sudah selesai!" Jawab Rose yang langsung berdiri...
"Tuan! terimakasih sekali lagi karena sudah membantu kami! saya akan membalas ini tepat pada waktunya! Kami permisi!" Ujar Clara yang langsung bersikap formal pada Arga dan Kenzi...
Rose tahu Arga sudah menyinggung Clara. Ia pun tak berani bicara pada Clara. Ia hanya diam dan mengikuti apa yang Clara lakukan ..
"Kedepannya...Jangan sampai berhutang budi lagi pada mereka!" Ucap Clara tiba-tiba...
Rose hanya diam tak menjawab.
Tiba-tiba ponsel Rose berbunyi. Ada sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal. Rose membukanya...
"Maafkan Arga! Arga tak terbiasa dengan orang yang tak bertanggung jawab. Tapi percayalah dia orang yang sangat ramah. Terutama pada seorang wanita!" Bunyi pesan itu membuat Rose terkejut. Orang yang mengirimnya sudah di ketahui,namun Rose ingin memastikan sekali lagi....
"Ini... Kenzi?" Balas Rose pada pesannya...
"Ya ini aku!" Balas Kenzi lagi...
"Dari mana dia bisa mengetahui nomor ponselku?" Pikir Rose dalam hatinya..
Saat Rose sedang melamun datang lagi satu pesan dari Kenzi...
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak berpikir. Aku yang mencuri nomor ponselmu saat kau masih tidur tadi pagi! Aku ingin kau mengucapkan terimakasih dengan benar padaku!" Tulis Kenzi lagi...
"Cara yang benar? seperti apa?" Tanya Rose penasaran...
"Tunggu saja! kau akan tahu dan kau harus membayarnya! Aku mempertaruhkan nyawa dan nama saat menolongmu! Jadi aku harap kau bisa mempertimbangkannya!" Jelas Kenzi pada pesannya...
"Baiklah! Aku akan membayarnya dengan cara yang kau mau!" Jawab Rose meyakinkan Kenzi...
Rose pun segera menutup ponselnya. Ia tak tahu apa yang diinginkan Kenzi padanya sebagai tanda ucapan terimakasihnya. Ia hanya bisa menunggu waktu yang di tetapkan Kenzi. Meski ia tahu ini pasti bukan suatu hal yang mudah,tapi ia harus melakukannya sebagai ucapan terimakasih atas pertolongan Kenzi dan Arga pada malam itu....
Rose memeluk lengan Clara. Clara hanya tersenyum melihat tingkah manja Rose padanya. Kehadiran Rose mengisi sedikit keinginan dalam hidupnya selama ini. Bagaimana dia ingin mempunyai seorang saudara perempuan dan juga bagaimana rasanya berbagi rasa sesama perempuan. Rose bisa mengertinya lebih dari yang ia inginkan. Terlebih Rose pun menyayangi dirinya sama halnya seperti Jerry menyayanginya....
"Apa kau senang bertemu dengan mereka?" Tanya Clara penasaran...
"Entahlah... Aku berhutang nyawa pada mereka. Aku harus membayarnya dengan cara yang benar kak!" Jawab Rose tidak sadar...
"Maksudnya apa Rose?" Tanya Clara bingung...
"Kenzi memintaku membayar ucapan terimakasih itu dengan benar! Dia ingin aku mempertimbangkan permintaannya itu dan aku sudah mengatakan YA. Hanya tinggal menunggu waktunya saja!" Jelas Rose...
"Jika ini terlalu berat jangan lakukan! Kita bisa membayarnya dengan cara yang lain!" Kata Clara menenangkan Rose...
Rose hanya menganggukkan kepalanya yang tersandar di lengan Clara...
"Apakah permintaanmu akan memberatkan ku Ken? Lalu apa maksud kecupan tadi?" Pikir Rose lagi...
Hati Rose tak tenang memikirkan hal apa yang akan Kenzi minta darinya. Namun ia tak berani memaksa Kenzi,ia takut jika permintaan itu tak sanggup ia penuhi...
"Tenanglah... Jangan khawatir! Ada aku!" Kata Clara menenangkan Rose...
"Terimakasih kak!" Ucap Rose yang semakin erat memeluk lengan Clara. Clara senang dengan tingkah Rose yang seperti ini,ini berarti makna dirinya dalam hati Rose sangatlah besar....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏