Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Mencari tahu


__ADS_3

Pagi ini Kenzi sudah bersiap untuk berangkat ke kantornya. Arga tak bisa mengantar Kenzi karena harus mengurus pekerjaan lagi. Kenzi pun menyetir mobilnya sendiri...


Melihat matahari yang mulai meninggi. Kenzi pun mengemudikan mobilnya ke kantor dengan kecepatan penuh...


Sesampainya di kantor, Kenzi menghentikan mobilnya di depan pintu masuk,dan melemparkan kunci mobil kearah penjaga untuk memarkirkan mobilnya keparkiran...


Sesaat semuanya biasa saja bagi Kenzi, pegawai menyapanya itu sudah biasa baginya. Namun saat ia melihat pegawai resepsionis ia teringat akan hadiah yang ia terima kemarin siang. Kenzi penasaran siapa yang memberikan hadiah tersebut. Baginya mendapatkan hadiah dari seorang wanita itu sudah biasa,tapi ia selalu tahu siapa pengirimnya. Namun kali ini tak ada yang bisa ia ketahui dari pengirim tersebut. Itulah ia menghampiri pegawai resepsionis itu untuk mengetahui siapa wanita itu . Saat Kenzi mendekat padanya, resepsionis itu langsung menundukkan kepala.. 


"Pagi Presdir!" Sapa pegawai resepsionis itu...


"Pagi... ikut saya keruangan!" Kata Kenzi pada pegawainya itu...


Pegawai itu hanya bisa membelalakkan matanya,ia setengah terkejut dan setengah tak percaya mengapa ia harus di panggil ke kantor Presdir. Namun tak ada yang bisa mengelak. Ia hanya bawahan rendah tak mungkin ia menolak perintah seorang Presdir di perusahaan itu...


Pegawai resepsionis itu mengiringi Kenzi tepat di belakangnya. Ia tak berani bertanya meski badannya sudah mulai gemetar memikirkan kesalahan apa yang sudah ia lakukan belakangan ini...


Sepanjang ia memikirkan hal tersebut,ia tak menemukan celah kesalahan apa pun yang pernah ia buat....


"Lalu kenapa Presdir ingin memanggilku?" Tanya Pegawai resepsionis itu dalam hatinya dengan wajah yang begitu kebingungan...


Kenzi yang melihat hal tersebut menegurnya.. 


"Jangan takut. Saya hanya perlu bantuanmu sebentar!" Kata Kenzi tiba-tiba membuat hati pegawai resepsionis itu lega...


Ruangan Kenzi yang berada di lantai paling atas yaitu lantai 66. Ruangan yang ada dirinya dan Arga. Hanya beberapa orang yang bisa naik ke lantai tersebut karena ia tak mengizinkan siapa pun yang tak berkepentingan naik kelantai itu...


Sebenarnya lantai itu dulu ia jadikan tempat tinggalnya saat baru pertama kali membuka perusahaan. Ia tak mampu membeli rumah karena semua uangnya ia keluarkan untuk gedung itu. Gedung itu adalah gedung yang selalu ia impi-impikan saat ia belum menjadi siapa-siapa dahulu. Berada di gedung pencakar langit yang sangat tinggi serta memiliki banyak pegawai yang menundukkan kepala padanya,itu adalah keinginannya sejak lama. Itulah ia tak pernah menerima kekalahan. Apa yang ia inginkan harus terwujud bagaimana pun caranya...


TINGGG!!!


Lift pun terbuka. Kenzi keluar dan menuju ruangannya...


Saat masuk keruangannya Kenzi duduk di kursinya sementara pegawai resepsionis itu berada di depan mejanya.. 


"Saat kemari kau menerima hadiah dari seorang wanita,apa dia pernah menitipkan hadiah untuk kami sebelumnya?" Tanya Kenzi langsung...

__ADS_1


Pegawai itu berpikir sejenak. Ia takut salah. Ia kembali mengingat\-ingat siapa saja yang pernah memberikan hadiah pada Kenzi dan Arga.. 


"Tidak Presdir! Saya rasa wanita itu pertama kalinya kemari!" Jawab pegawai resepsionis itu...


"Bagaimana ciri-cirinya?" Tanya Kenzi lagi...


"Dia masih muda,mungkin umurnya di bawahku. Dia cantik dengan rambut panjang yang tergerai serta kulitnya putih bersih. Dia benar-benar cantik Presdir!" kata Pegawai itu meyakinkan Kenzi sekali lagi...


"Begitukah... Baiklah kau boleh pergi!" Kata Kenzi pada pegawai itu...


Pegawai resepsionis itu keluar ruangan dengan cepat. Kenzi kembali memikirkan siapa pengirim hadiah tersebut.. 


"Mungkinkah itu hadiah yang dikirim oleh kolegaku?" Tanya Kenzi pada dirinya sendiri...


"Ah tidak... Jika memang benar,setidaknya aku sudah menerima pemberitahuan dari mereka. Dan juga wanita itu pasti memberitahu siapa yang mengirimnya!" kata Kenzi menjawab sendiri pertanyaannya...


Kenzi hampir gila dengan pengirim hadiah dasi padanya. Ini kali pertamanya ia mendapat sebuah hadiah dari seorang wanita tanpa nama. Ia pun penasaran....


Kenzi meraih telpon kantornya...


Kenzi menunggu beberapa saat,tak lama ia mendapat kabar dari orang yang ia tunggu...


"Rekaman kemarin sudah saya kirimkan ke email-mu Presdir!" Kata orang itu..


Lagi-lagi Kenzi langsung menutup sambungan teleponnya. Ia segera membuka pesan email-nya. Ada beberapa video di sana. Kenzi mengamatinya dengan sangat baik. Tiba saat ia melihat seorang wanita mendekat pada meja resepsionis dengan paper bag yang sama dengan yang ia terima. Kenzi memperbesar ukuran layarnya...


"Dia....!" Kata Kenzi sejenak berpikir....


"Siapa dia? Tapi mengapa aku merasa pernah mengenal dia!" Ujar Kenzi lagi...


"Ga.. Bantu aku mencari seorang wanita. Aku penasaran dengannya!" Kata Kenzi yang langsung menelpon Arga...


Kenzi mengirimkan photo Rose pada Kenzi... Ia sangat tertarik pada hal ini hingga menyita perhatiannya. Ia merasa kenal dengan wanita yang ada di rekaman video CCTV itu namun ia tak tahu dia mana....


"Iya... Aku ingat!" Ucap Kenzi tiba-tiba...

__ADS_1


"Dia adalah gadis apartementku waktu itu. Ternyata dia hidup dengan baik!" Lanjut Kenzi tersenyum bahagia...


Tak lama ponselnya berdering....


"Ken... Ini adalah gadis yang kau tolong saat di desa. Ada apa kau mencarinya?" Tanya Arga penasaran...


"Dia adalah gadis yang mengirimi kita dasi kemari!" Jelas Kenzi...


"Ah itulah kenapa ia menitipkan pesan berterimakasih pada kita berdua?" Terka Arga...


"Cari dimana dia sekarang. Aku ingin bertemu dengannya!" Kata Kenzi tiba-tiba...


"Untuk apa kau bertemu dengannya? Bukankah kau paling malas jika harus berurusan dengan wanita? ingat dia wanita panggilan!" Kata Arga mengingatkan Kenzi lagi....


"Aku tahu,aku hanya ingin bertemu saja,apa itu tak boleh?" Tanya Kenzi pada Arga....


"Baiklah... Aku akan meminta orang mencari tahu keberadaan wanita itu! Siapa namanya?" Tanya Arga mencoba mengingat kembali...


"Entah!" Jawab Kenzi singkat lalu menutup sambungan ponselnya...


Arga penasaran dengan apa yang akan Kenzi lakukan pada Rose. Selama ini Kenzi tak berniat mencari tahu tentang seorang wanita. Bahkan Gisella sekali pun tak pernah ia selidiki. Namun pada Rose! Arga hanya takut jika Kenzi terjebak dengan Rose. Dan melupakan segalanya karena kehadiran Rose dalam hidupnya... 


Sementara itu Kenzi bersemangat ingin bertemu dengan Rose....


"Kau tak berniat apa pun padaku,itulah mengapa kau tak memberitahu kaulah pengirimnya. Tapi kau tahu cara berterimakasih dengan baik. Aku bahagia karena kau hidup dengan baik setelah kepergian mu dari apartementku. Semoga kita segera bertemu lagi!" Kata Kenzi pada dirinya sendiri. Dengan Sebuah senyuman kecil terukir di bibirnya....


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"

__ADS_1


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2