Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Berdebat


__ADS_3

...Saat Rose dan Clara sedang sibuk memanggang daging, Kenzi datang menghampiri mereka....


..."Wah ..., Sudah hampir selesai. Aku siapkan minumnya untuk kalian" kata Kenzi mengambil gelas dan botol anggur lalu menyusunnya di atas sebuah meja yang tidak terlalu tinggi. Meja itu biasa ia gunakan untuk makan dengan cara lesehan.....


..."Hanya kita bertiga, Arga tak akan datang jadi tidak usah terlalu banyak memanggang dagingnya" ujar Kenzi pada Clara dan Rose....


..."Biarkan saja, ajak juga pengawal yang ada di rumah. Biar lebih ramai" jawab Rose......


..."Baiklah, aku panggil mereka dulu" balas Kenzi yang segera bergegas untuk memanggil para pengawalnya....


...Baru saja Kenzi berbalik, Tiba-tiba Arga datang dan menghampiri Clara dengan cepat....


...Rose dan Kenzi heran dengan tingkah Arga yang tiba-tiba itu.....


..."Ayo bicara!" kata Arga pada Clara......


..."Bicara apa?" tanya Clara bingung.....


..."Jangan seperti anak kecil. Ayo bicara dan katakan semua keluhanmu padaku" kata Arga lagi.....


..."Aku tak ada keluhan apapun padamu, jangan rusak malam ini dengan ulah konyolmu."jawab Clara memperingatkan Arga......


..."Jika kau tak ada keluhan lalu mengapa kau marah-marah di telepon?" tanya Arga memastikan......


..."Aku tidak marah-marah, aku hanya sedikit kesal karena kau tidak mau menjawab panggilanku. Apakah begitu sulit menjawab panggilanku atau membalas pesanku?" tanya Clara tajam......


...Rose dan Kenzi saling menatap. Mereka bingung sendiri dengan keadaan Arga dan Clara. Mereka bertanya-tanya apa yang sudah terjadi hingga keduanya berdebat seperti ini....


..."Tidak begitu, Aku bukan tidak mau menjawab atau pun membalas pesanmu. Hanya saja tadi Aku sedang bersama dengan Gisella. Aku tidak terlalu memperhatikan ponselku dan juga tidak mendengar panggilan darimu" ujar Arga membela diri......


..."Kau tidak memperhatikan ponselmu? Kau tidak mendengar panggilan dariku Tapi kau bisa mendengar panggilan dari Kenzi. Apa itu beda. Aku tahu kau sedang bersama pujaan hatimu, tapi setidaknya Bisakah kau mempertimbangkan orang yang sedang menghubungimu. Aku menghubungimu lebih dari 10 kali dan satu pun tidak ada yang kau jawab. Kau tahu, aku sangat mencemaskanmu karena aku berfikir kau sedang dalam bahaya setelah menerima pesananku tadi. Tapi ternyata aku begitu bodoh mengkhawatirkanmu saat kau sedang bersenang-senang dengan pujaan hatimu" teriak Clara pada Arga.....


...Keduanya terdiam. Begitu pula dengan Rose dan Kenzi. Mereka masih bingung dan tak tahu harus berbuat apa untuk masuk dalam pembicaraan mereka. Mereka berdua tidak tahu menahu masalah apa yang sedang terjadi pada Clara dan Arga.....


..."Kau salah paham, Gisella ..., Gisella tadi ....,"...

__ADS_1


..."Gisella ...., Gisella ...., Gisella terus yang kau katakan. Jika kau sedang bersama dia lalu untuk apa kau kemari? temani saja dia!" Kata Clara menyela kata-kata Arga dengan nada bicara yang semakin tinggi hingga membuat Rose dan Kenzi mendekat pada keduanya......


..."Hei.. Apa yang terjadi? Mengapa kalian berdebat seperti ini?" tanya Kenzi penasaran......


...Arga dan Clara sama-sama bungkam. Tak ada yang mau menjawab pertanyaan dari Kenzi. Kenzi dan Rose pun saling menatap.....


..."Kak, tenanglah ... jangan marah-marah. Katakan padaku apa yang terjadi?" tanya Rose mencoba menenangkan Clara......


..."Aku tidak marah-marah Rose, aku hanya sedikit kesal saja" jawab Clara sambil melirik sekilas pada Arga kemudian berlalu dan mengambil nampan daging panggang yang sudah masak....


...Arga hanya terdiam. Ia tak tahu mengapa harus menjelaskannya pada Clara. Ia pun tak tahu kenapa harus marah saat menerima panggilan dari Clara yang memaki-maki dirinya karena tidak menjawab satu pun panggilan darinya....


..."Bawa kemari Rose kompornya." Kata Clara tiba-tiba hingga membuyarkan lamunan mereka......


...Rose dan Kenzi melakukan apa yang Clara minta disusul Kenzi yang juga mendekat dan duduk di sisi Rose....


...Melihat Arga yang masih berdiri mematungkan dirinya, Kenzi pun memanggilnya dan mengajaknya bergabung bersama mereka bertiga. Dengan malas Arga pun mendekat pada Kenzi. Ia menggambil beberapa daging panggang dengan sumpitnya. Sementara Clara sudah asyik dengan daging dan minumannya......


...Arga dan Clara tampak sibuk dengan sumpit masing-masing. Tanpa bicara, dan hanya sibuk dengan urusan mereka. Rose dan Kenzi sama-sama canggung dengan keadaan saat ini. Mereka tidak pernah melihat keadaan secanggung ini hingga sulit untuk membuat mereka bicara....


...Saat Clara sibuk membolak-balikkan daging yang sedang ia panggang, Tiba-tiba Arga merebutnya hingga membuat Clara menatapnya tajam......


..."Hanya satu potong! apa kau harus sepelit ini padaku?" tanya Arga tak kalah tajamnya.....


...Kenzi sudah mulai geram dengan kondisi seperti. Ia pun berdiri......


..."Hentikan, kalian membuat mood-ku jelek saja. Jika kalian masih ingin berdebat maka berdebatlah, tapi aku tidak ingin melihatnya dan mendengarnya. Ayo Rose" kata Kenzi kesal lalu menarik Rose pergi bersama dengannya......


...Tinggallah Arga dan Clara di meja itu. Keduanya saling memandang lalu Arga melemparkan sumpit yang ia pegang ke atas meja....


..."Kau, katakan apa yang ingin kau katakan?" tanya Arga sekali lagi.....


..."Sudah aku katakan tidak ada yang kukatakan lagi padamu. Kau jangan salah paham,aku tidak masalah jika kau bersama Gisella atau wanita lainnya. Aku hanya marah karena kau begitu sulit dihubungi padahal kau bisa mengabari Kenzi" Jelas Clara dengan suara yang mulai lembut.....


..."Aku sudah mengatakannya, aku tidak mendengar panggilanmu. Lalu kenapa kau masih kesal padaku?" tanya Arga heran......

__ADS_1


..."Aku kesal dan suasana hatiku sedang tidak baik lalu kau memintaku untuk bersikap biasa saja? Ayolah Arga, aku bukan orang yang bisa dengan cepat berubah suasana hatinya!" Clara membela dirinya.......


..."Baiklah, aku minta maaf padamu. Lain kali aku akan dengan cepat menjawab panggilan saat kau menghubungiku. Tadi aku sengaja memakai mode silent karena aku sedang bersama Gisella. Dia terus menangis saat Kenzi menyatakan hubungannya dengan Rose di depan umum" jelas Arga......


..."Tak perlu, itu terakhir kalinya aku menghubungimu. Kedepannya Aku tidak akan pernah menghubungimu lagi. Lagi pula nomor teleponmu sudah aku masukkan dalam daftar hitam" tukas Clara santai......


...Arga kaget mendengarnya. Ia mengambil ponselnya dan memastikan bahwa apa yang dikatakan Clara tidaklah benar. Namun saat ia mencoba untuk menghubungi Clara, Panggilannya benar-benar tidak tersambung. Arga pun menatap Clara dengan tajam.....


..."Apa maksudmu ini? Jika kau tidak marah lalu kenapa kau memblokir nomor teleponku?" tanya Arga memastikan......


..."Arga, ini bukan kali pertama kau mengabaikanku. Aku sudah sering kau perlakukan seperti ini saat aku benar-benar perlu denganmu. Apa kau fikir aku akan menghubungimu hanya karena sesuatu yang tidak penting? Arga, kita tidak akrab, keakraban kita hanya terjadi karena kita adalah teman Rose dan Kenzi. Aku sudah cukup tahu dirimu, kedepannya aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi karenamu. Sudahlah, aku akan pulang. Dan maaf jika aku bersikap tidak sopan padamu" ujar Clara dengan mata yang berapi-api....


...Clara bangkit dari tempatnya lalu meninggalkan Arga yang masih butuh penjelasan darinya.....


...Rose dan Kenzi yang sedang menguping pembicaraan mereka akhirnya keluar dan menghentikan Clara......


..."Kak, kau mau kemana? ini sudah malam" kata Rose sambil menahan lengan Clara......


..."Aku pulang, kalian bersenang-senanglah. Aku bahagia untuk kalian dan aku minta maaf karena sudah merusak pesta kalian" Ucap Clara sambil memeluk Rose dengan hangat......


..."Kak, jangan katakan itu. Menginaplah di sini malam ini. Kita akan pulang besok" ujar Rose masih mencoba menahan Clara .....


..."Benar Clara, lagi pula kau tidak membawa mobil. Mobilku dan lainnya sudah di bawa pengawal berjaga. Rumahku sangat jauh dari jalan raya, tapi jika kau memang memaksa ingin pulang aku bisa meminta Arga Untuk mengantarmu pulang" kata Kenzi yang mulai menyadari ada sesuatu yang tidak benar diantara Arga dan Clara......


...Clara akhirnya mengalah, Ia mengurungkan niatnya untuk pulang dan menginap di rumah Kenzi....


...Kenzi dan Rose tersenyum puas karena rencana mereka berhasil untuk tetap menahan Clara....


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2