Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Apalah arti PERAWAN?


__ADS_3

...Sepeninggalan Gisella, Rose masih berdiri tegak, mematung menyadari kata-katanya yang baru saja ia lontarkan pada Gisella. Ia tak tahu dari mana datangnya keberanian itu, tapi menyadari apa yang ia lakukan adalah benar ia pun kembali pada Kenzi. Kenzi menatapnya lekat, Rose nampak bingung dengan tatapan Kenzi yang seperti ini. Sebelumnya Kenzi tak pernah menatapnya begitu lekat seperti saat ini......


..."Apa dia marah karena aku berkata kasar pada Gisella?" batin Rose mencoba menjawab tatapan Kenzi......


...Kenzi meniup wajah Rose dan membuyarkan lamunannya. Terukir senyuman tipis di bibir Kenzi saat Rose menatapnya......


..."Ada apa kau menatapku dan tersenyum seperti itu? Kau marah padaku karena aku bicara kasar pada Gisella?" tanya Rose memastikan.....


..."Tidak, hanya saja aku tak tahu mengapa kau sepercaya diri itu mengatakan pada Gisell bahwa aku tak akan pernah mencintainya?!" jelas Kenzi.....


...Rose berbalik menatap Kenzi tajam, ia mencoba mencerna kata-kata Kenzi. Dengan ragu ia pun membuka mulutnya......


..."Apa itu berarti kau bisa mencintainya?" tanya Rose menuntut penjelasan dari kata yang baru saja Kenzi ucapkan......


..."Entahlah!" jawab Kenzi enteng sengaja menggoda Rose......


..."Awas saja jika kau berani jatuh cinta pada wanita lain. Aku tak akan pernah mengampuniku Ken!" Ancam Rose tegas dengan jari telunjuk yang berada tepat di depan wajah Kenzi......


...Kenzi menurunkan jari tersebut sambil membawa Rose kembali kepangkuannya......


..."Apa yang akan kau lakukan jika mendapati aku melirik wanita lain?" tanya Kenzi menantang......


...Rose mengatupkan bibirnya dengan rapat. Ia tak tahu apa yang akan ia lakukan jika itu benar-benar terjadi. Membayangkannya saja sudah membuat dadanya panas......


..."Entahlah" jawab Rose sekenanya......


...Kenzi berusaha mengurai kalimat itu dari wajah Rose. Rose memainkan jarinya di dada bidang Kenzi. Ia menunduk karena sedih dengan kata-kata Kenzi yang sudah mematahkan hanya secara tidak langsung......


...Kenzi menarik dagu Rose dan kembali ******* bibirnya. Kali ini ia sedikit kasar karena terlalu gemas dengan ekspresi Rose yang masuk dalam permainan kata-katanya......


...Rose bingung mengartikan kecupan Kenzi saat ini. Namun ia tak membiarkannya berlalu lagi. Rose membalas kecupan Kenzi tersebut hingga Rose merasakan ada sesuatu yang mengganjal diantara paha Kenzi. Itu sangat terasa oleh Rose karena ia benar-benar duduk di pangkuan Kenzi tanpa menahannya sedikit pun......


...Saat Kenzi beralih ke leher jenjangnya Rose menghentikannya......


..."Ken ..., ini kantor polisi!" ujar Rose mengingatkan Kenzi......


...Kenzi tersenyum kecil melihat wajah Rose yang memerah karena malu dengan ucapannya sendiri......

__ADS_1


..."Apa kau kira aku senekat itu? Aku tak akan melakukannya di sini baik di mana pun sebelum aku menikahimu!" jelas Kenzi yakin.....


..."Apa bedanya saat ini dan nanti, lagi pula itu hanya waktu saja. Kau tak akan merasakan yang spesial nantinya karena kau sudah ...," Kata-kata Rose tertahan. Ia menundukkan wajahnya menyadari ke kurangan dalam dirinya itu......


...Kenzi mengerti apa yang di maksudkan Rose. Ia tak bermaksud mengungkit hal tersebut. Ia hanya ingin memiliki moment tersebut pada saat yang tepat meski ia bukanlah yang pertama bagi Rose......


..."Aku memang tak mengambil keperawananmu, tapi setidaknya aku tak ingin melewatkan moment pertama kali itu denganmu. Lagi pula tak ada yang perlu di sesali, kau tak perawan aku pun tak perjaka, jadi kita impas. Apalah arti PERAWAN jika kita tak bisa menikmati apa yang sudah diberikan pasangan kita." jelas Kenzi mencoba membangun kepercayaan diri Rose lagi......


..."Tetap saja ..., hal seperti ini kan selalu di dambakan setiap pria pada istrinya. Terlebih di masyarakat kita hal ini masih tabu!" Ujar Rose mengeluh......


..."Persetan dengan tanggapan orang-orang tentang itu. Aku hanya ingin mengambil hakku pada saatnya nanti. Awas saja jika kau berani menggodaku, aku tak mengampunimu saat itu" Ancam Kenzi tiba-tiba......


...Rose tersenyum kecil mendengar hal itu. Setidaknya Kenzi adalah 1 dari 10 pria yang masih bisa menerima keadaan wanita yang seadanya. Lagi pula itu semua bukan kemauan Rose meski mungkin ia kadang menikmati permainan dari para pria yang menidurinya dulu. Hal yang wajar jika itu terjadi padanya saat pria-pria itu memberikan permainan yang menghanyutkannya. Dia bukan manekin yang hanya menerima perlakuan tuannya tanpa reaksi apa pun......


..."Sudahlah, jangan membahas hal ini. Sekarang katakan padaku, bagaimana keadaan Arga?" tanya Kenzi mengalihkan pembicaraan......


..."Arga cukup terluka parah. Dia mendapat luka tembakan di tangan dan juga luka tusukan di paha. Tapi yang paling parah adalah luka tusukan itu karena itu sudah mengenai tulangnya. Kemungkinan Arga akan lama pulih. Tapi ada hal baik lainnya!" ucap Rose semangat sambil menatap pada Kenzi......


...Kenzi mencoba memikirkan sesuatu yang masih bisa dikatakan baik dalam keadaan yang seperti ini......


..."Apa?" tanya Kenzi cepat karena terlalu penasaran......


...Kenzi tak terkejut dengan hal itu karena ia sudah menyadarinya saat Clara menginap dirumahnya saat itu......


..."Baguslah jika begitu." jawab Kenzi seadanya.....


..."Hanya seperti itu? Apa kau tak senang dengan kedekatan mereka?" tanya Rose memastikan......


..."Bukan tak senang, hanya saja aku sedikit ragu pada Arga. Arga sudah lama menyukai Gisella dan sudah banyak pula wanita yang mendekatinya tapi tak pernah bisa menyingkirkan Gisella dalam hatinya. Aku senang jika akhirnya Arga bisa membalas apa yang Clara rasakan. Hanya saja aku tak ingin memberimu harapan tentang kelanjutan dari perasaan Clara. Arga sulit menyingkirkan Gisella, dia sudah mencobanya sendiri, semakin dia mencoba maka semakin dia terluka. Itu sudah terjadi beberapa tahun ini!" jelas Kenzi...


...Rose tak percaya jika Arga bisa memiliki cinta yang begitu dalam pada Gisella. Jika di lihat dari segi perbandingan, Clara jauh lebih unggul dari Clara. Clara cantik, menarik, berpendidikan, ia juga memiliki masa depan yang jauh lebih mempuni dari Gisella. Tapi jika sudah menyangkut hati, Rose tak bisa bicara lagi. Ia ingat kata Clara padnya waktu itu......


..."Jika soal hati tak bisa main-main. Perlu pakai rasa!" ucap Clara saat itu......


...Rose menghembuskan nafasnya pelan. Ia tak bisa membayangkan jika nanti cinta Clara benar-benar tak terbalas, akankah Clara patah hati seperti dia kehilangan mendiang suaminya dahulu......


...Saat Rose masih memikirkan tentang hubungan Clara dan Arga, tiba-tiba pintu di ketuk seseorang. Rose beralih dari pangkuan Kenzi.....

__ADS_1


..."Masuk!" jawab Kenzi singkat......


..."Rose, waktu kunjungan habis. Dan Ken, kau bisa keluar hari ini!" ujar Jerry membuat Rose bersorak kegirangan......


..."Kenzi di bebaskan?" tanya Rose tak percaya......


..."Kenapa ..., Kau mau dia tetap di sini? Baiklah jikai mau dia di sini, aku akan menarik kembali laporannya" kataJerry mencoba menggoda Rose......


..."Jangan!" teriak Rose dengan keras......


...Kenzi dan Jerry tertawa bersamaan......


..."Jerry, kau tampan ..., kau baik, ayo bawa kami keluar!" pinta Rose sambil merayu Jerry......


..."apa kau sedang menyuapku?" goda Jerry lagi......


..."Jerry!" Teriak Rose dengan keras......


...Jerry pun segera tertawa lalu mengajak Rose dan Kenzi meninggalkan ruangan itu untuk menyelesaikan formalitas lainnya dengan Kenzi......


..."Ini mobilku, bawa dia istirahat hari ini. Dia belum istirahat dan makan apa pun. Kau harus membelikannya makanan yang banyak dan aku peringatkan kau jangan berpikir untuk mengambil kesempatan berduaan dengannya. Ingat, dia butuh istirahat!" kata Jerry menekankan kalimat terakhirnya......


...Kenzi tersenyum pada Jerry. Tentu saja kalimat itu bukanlah kalimat ancaman yang sebenernya melainkan pernyataan bahwa Jerry sudah benar-benar melepaskan Rose pada Kenzi......


..."Baiklah dan juga terima kasih untuk tumpangan mobilmu ini. Aku janji akan membalasnya di lain waktu!" ujar Kenzi.....


..."Tak perlu, cukup kau jaga My Rose ini dengan baik. Jangan menyakitinya apa lagi membuatnya menangis. Kau akan melihat kemarahan kakaknya nanti!" Ancam Jerry pada Kenzi......


...Ancaman itu Kenzi anggap sebagai amanat yang besar dari seorang kakak yang menitipkan adiknya. Kenzi pamit setelah menyelesaikan semua formalitasnya di kantor itu. Kemudian ia membawa Rose kembali pulang......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2