
...Di rumah sakit, Clara masih setia menemani Arga. Ia merawat dan menjaganya serta memenuhi semua kebutuhannya. Tiba-tiba Clara melihat Arga yang seperti gelisah di atas tempat tidurnya. Clara pun mendekat padanya......
..."Ada apa? Apa ada yang kau butuhkan?" tanya Clara...
...Arga tak menjawab, ia hanya diam seperti ragu-ragu untuk mengatakannya......
..."Ada apa? Katakan saja!" ujar Clara lagi......
...Arga masih menatap Clara dalam. Dengan berat hati ia mengatakan keinginannya pada Clara......
..."Aku ingin buang air kecil!" jawab Arga spontan membuat Clara malu sendiri mendengarnya......
..."Sial ..., aku benar-benar menjadi orang cacat sekarang!" umpat Arga kesal sambil terus memukul-mukul tempat tidurnya......
..."Hei ..., jangan seperti ini, jika tidak jahitan lukamu akan terbuka kembali!" ujar Clara mengingatkan Arga sambil menahan tangannya......
...Arga hanya mengabaikan peringatan Clara, ia merasa bersalah karena sudah membawanya dan juga menahannya di ruangan itu. Dia kurang tidur dan beristirahat karena terus menjaganya di sini, di ruangan kecil yang sudah membuatnya kian dekat dengan Clara......
..."Sebentar, aku akan panggilkan perawat dulu!" ujar Clara yang hendak mencari perawat. Baru saja Clara membuka pintu, Rose dan Kenzi sudah datang untuk melihat keadaan Arga......
..."Kak, kau mau kemana?" tanya Rose pada Clara......
..."Mau panggil perawat!" jawab Clara seadanya......
..."Ada apa dengan Arga?" tanya Kenzi cepat sambil mendekat pada Arga......
..."Aku ingin buang air kecil!" jawab Arga menyela......
...Kenzi hanya tertawa mendengarnya. Ia pun lebih mendekat pada Arga....
..."Biarku bantu!" kata Kenzi tiba-tiba......
..."Bagaimana caramu membantuku?" tanya Arga penasaran......
..."Kau mau kubantu dengan cara apa?" tanya Kenzi mengguraui Arga......
..."Hentikan omong kosongmu. Cepatlah bantu jika kau memang ingin membantuku. Aku sudah tak tahan lagi!" jelas Arga yang memang sudah tak tahan lagi......
__ADS_1
...Rose dan Clara hanya tertawa mendengar percakapan kedua sahabat itu......
..."Ini aku bawakan kau dan Arga makanan kak. Kau bisa beristirahat sekarang. Aku dan Kenzi akan menjaganya di sini!" ujar Rose...
...Clara ingin beristirahat dengan tenang saat ini. Bagaimana pun, meski Arga tak banyak menyusahkannya, ia tetap lelah karena kurang tidur di tambah tubuhnya yang masih sakit akibat pukulan-pukulan yang ia terima pada malam itu. Tapi mengingat janjinya dan tanggung jawabnya pada Arga, ia ragu untuk melakukannya.....
..."Kak, kenapa?" tanya Rose membuyarkan lamunan Clara.....
..."Tidak apa-apa, biar aku saja yang menjaganya. Kalian berisitirahatlah. Kenzi juga akan disibukkan dengan perusahaan dan kantor polisi. Aku bisa beristirahat di sini. Lagi pula kalian perlu waktu untuk berdua sekarang!" kata Clara berbohong......
..."Kami atau kalian?" tanya Rose menggoda Clara......
..."Jangan bicara omong kosong! Kami tidak seperti yang kau pikirkan!" Bantah Clara cepat .....
..."Lalu seperti apa?" tanya Rose terus menggoda Clara......
..."Hentikan Rose!" kata Clara sedikit meninggikan suaranya.. ...
...Pada saat bersamaan, Kenzi sudah selesai membantu Arga ke kamar mandi.....
..."Ada apa?" tanya Kenzi ketika mendengar suara Clara yang meninggi......
..."Kenapa kau tidak mau? bukankah kau belum beristirahat setelah malam itu. Jangan khawatirkan Arga, aku akan menjaganya di sini. Kau pulanglah bersama Rose!" jelas Kenzi sambil membantu Arga naik ke tempat tidurnya lagi......
...Clara masih diam, dia seperti meminta persetujuan dari Arga namun Arga tak menyadarinya......
..."Kak ...,!" kata Rose memanggil Clara yang sedang melamun......
..."Apa Rose!" jawab Clara kesal karena Arga tak mengatakan apa-apa......
..."Kakak tetap tak mau pulang! Kak Clara benar-benar ingin bersama Arga? Ya sudah kalau begitu kami tak akan mengganggu kalian!" ujar Rose yang kesal karena Clara tak mengerti dengan kekhawatirannya......
..."Bukan seperti itu. Tapi ...,!" Clara tak bisa menyelesaikan kalimatnya. Ia takut Rose dan Kenzi semakin berpikir yang aneh-aneh tentangnya dan Arga.....
..."Tapi apa?" tanya Kenzi penasaran.....
..."Aku tak bisa pergi, Arga menahanku!" ujar Clara yang spontan membuat mata tertuju pada Arga......
__ADS_1
...Arga membiarkan tatapan penuh tanya itu menerpa wajahnya. Ia masih terlalu lemah setelah mati-matian bangkit dari tempat tidur dengan tangan dan kaki yang terluka......
..."Kenapa dia menahanmu?" tanya Kenzi lebih penasaran lagi......
..."Dia bilang aku harus bertanggung jawab padanya. Dia menyelamatkan aku dan Rose dan mendapatkan luka yang cukup serius. Sebagai gantinya aku akan merawatnya!" jelas Clara seadanya karena malas untuk berbohong lagi......
..."Benar begitu Ga?" tanya Kenzi pada Arga......
...Arga menatap Clara sekilas lalu mengalihkan lagi pandangannya......
..."Bukan seperti itu, aku mengatakannya tadi karena ada Gisell di sini. Aku hanya ingin membuat Gisell pergi. Jadi aku mengatakan itu pada Clara!" jawab Arga......
..."Kau memanfaatkan aku?" tanya Clara tak percaya......
...Arga hanya menatapnya. Clara pun tak menunggu jawaban dari Arga lagi karena ia sudah mempunyai jawabannya sendiri. Betapa bodohnya dia hari ini, merawat dan memastikan Arga agar tetap baik-baik saja ternyata Arga hanya memanfaatkannya untuk membuat Gisella pergi darinya......
...Clara keluar kamar dan membanting pintu dengan keras. Ia tak bisa terima karena Arga mempermainkan rasa bersalahnya.....
...Kenzi dan Rose saling menatap. Tapi Arga menjambak rambutnya sendiri karena kesal melihat kepergian Clara......
..."Ada apa sebenarnya? Kenapa kau ingin membuat Gisell pergi?" tanya Kenzi tak percaya.....
...Apa pun yang terjadi, selama ini Arga selalu mendahulukan Gisella dalam setiap hal. Kini Arga sendiri yang menginginkan Gisella pergi setelah semua pengorbanannya selama ini......
..."Aku hanya lelah. Lelah menanti Gisella untuk melihatku. Aku lelah karena selalu di nomor duakan oleh Gisell sementara aku selalu memprioritaskan dia dalam setiap hal. Aku tak bisa membiarkan aku menjadi lebih bodoh lagi dengan hal ini. Meski aku selalu meyakinkan hatiku sendiri bahwa Gisella akan menyambut cintaku, kali ini aku tak bisa menerima pengabaiannya di saat keadaanku seperti ini. Ken, aku tidak cemburu denganmu karena aku tahu yang Gisell cintai memang kau. Hanya saja, aku ingin Gisella sekali saja memikirkan aku atau mungkin memberiku harapan palsu. Selama ini dia datang padaku selalu setelah dia gagal mendekat padamu, aku selalu membiarkan diriku menjadi pendengarnya. Tapi bisakah dia sedikit memikirkan aku? Jika tidak bisa sebagai seorang pria, pikirkan aku sebagai sahabatnya. Tapi dia sama sekali tidak melakukan itu. Tidak sedikit pun!" kata Arga lirih mengingat semua perlakukan Gisella padanya selama ini......
...Kenzi dan Rose hanya diam. Ia mengerti bagaimana perasaan Gisella padanya. Cinta Arga begitu dalam hingga dia mengorbankan semuanya demi Gisella. Tapi apa yang Arga dapatkan bahkan tidak satu pun posisi yang Arga terima darinya. Kenzi hanya menepuk pundak sahabatnya itu. Mungkin memang sudah saatnya Arga keluar dari buaian cinta yang tak terbalas itu......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏