
Pagi menjelang. Rose masih terbaring di tempat tidurnya. Sementara Bi Min sudah datang dengan Kenzi di apartement...
Kenzi masih menunggu Rose meski ia melihat Rose masih terbalut dengan selimut di atas tempat tidurnya...
30 menit pun berlalu,Rose belum ada tanda-tanda bangun dari tempat tidurnya. Bi Min sudah permisi untuk membeli kebutuhan yang lainnya. Dengan terpaksa Kenzi mendekat ke tempat tidur Rose. Ia melihat wanita itu dengan wajah yang bersih tanpa apa pun tertidur pulas di atas bantalnya...
Kenzi mengetuk-ngetuk pintu beberapa kali,namun Rose belum juga terjaga...
"Dia tidur apa sudah mati!" Gerutu Kenzi...
Kenzi menarik-narik selimut Rose,Rose menepiskan tangannya. Kenzi kian kesal. Ia memanggil Rose dengan nada tinggi. Rose membuka matanya dan terkejut melihat Kenzi ada di dekatnya...
"Tuan!" Kata Rose dengan raut wajah yang kaget dan langsung berdiri menundukkan kepalanya pada Kenzi...
"Sepertinya kamu sangat mengantuk hingga bangun kesiangan dan tidak menyadari kedatanganku!" Sindir Kenzi...
"Maaf Tuan,semalam saya ketiduran dirumah Tuan. Akibatnya saya tak mengantuk lagi hingga fajar tiba dan baru tidur beberapa jam ini!" Jawab Rose mencoba menjelaskan keadaannya pada Kenzi...
"Bersihkan wajahmu dan temui aku di meja makan!" Perintah Kenzi...
"Baik Tuan!"
Rose segera mengambil baju gantinya dan berlari masuk ke kamar mandi dengan terburu-buru. Ia membersihkan diri dan merapikan rambutnya. Setelah di rasa cukup,ia keluar dan langsung menemui Kenzi di meja makan...
Kenzi duduk dengan tenang sambil membaca koran dengan sarapan yang sudah tersedia di atas meja makan. Rose mendekat perlahan dan menundukkan kepalanya...
"Duduklah.. Makan sarapanmu!" Kata Kenzi...
Rose langsung menurut,ia duduk di seberang Kenzi dan menyantap sarapannya. Ia bahkan tak melihat Kenzi lagi saat sudah fokus dengan makanannya. Kenzi yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum karena Rose yang begitu lahap menyantap sarapannya....
Setelah selesai Rose membersihkan meja makan dan mencuci piring lalu kembali melihat Kenzi,namun kali ini Kenzi sudah berada di ruang tamu. Rose pun segera menyusul...
Dengan kepala tertunduk ia mendekat pada Kenzi. Ia berdiri di sisi Kenzi. Kenzi yang melihat Rose hanya berdiri mempersilahkannya untuk duduk...
"Duduklah!" Kata Kenzi...
__ADS_1
Rose duduk di lantai dengan kaki yang tertopang...
"Kenapa di lantai,Duduklah di kursi!" Jelas Kenzi...
Rose pun dengan canggung duduk di kursi. Ia masih menundukkan kepala dan tak menatap Kenzi. Menunggu Kenzi untuk bicara...
"Kau... Setelah ini kau akan kemana?" Tanya Kenzi...
"Saya belum tahu Tuan, Untuk sementara Saya akan mencari pekerjaan yang juga mengizinkan saya untuk tinggal di tempatnya!" Jawab Rose seadanya...
"Kau yakin kau akan baik-baik saja dengan seperti itu? kau tak berniat untuk kembali ke desa?" Tanya Kenzi serius...
Rose hanya diam. Dalam hatinya ia tak mungkin untuk kembali ke desa dan membiarkan dirinya menjadi santapan Mucikari-mucikari biadap itu...
"Aku mengerti kau takut pada orang-orang yang sedang mencarimu. Tapi maksudku,bukankah kau lebih baik kembali ke desa dan bertemu dengan keluargamu. Setidaknya kau tak akan terlantar jika ada keluarga yang berada di sisimu!" Jelas Kenzi...
"Emmm.. Saya tak mempunyai keluarga lagi Tuan! Ibu saya meninggal saat saya masih 16 tahun. Saya hanya mempunyai satu paman yang merupakan adik dari ibu saya,tapi dia tak begitu baik pada saya!" Jelas Rose...
Kenzi diam sejenak. Ia tak tahu jika hidupnya akan sepelik itu...
"Aku tak tahu ayahku dimana. Aku tak pernah bertemu dia dari kecil. Ibuku mengatakan bahwa ayahku meninggal saat aku masih berusia dua tahun!" Jawab Rose seadanya...
Kenzi menarik nafas lagi. Entah kenapa ia merasa pilu pada nasib Rose. Hal yang semula tak pernah ia rasakan pada siapa pun. Rasa empati yang tak pernah ia berikan pada siapa pun kini ia merasakan hal tersebut pada Rose. Orang-orang selalu mengatakan ia kejam dan dingin pada orang disekitarnya tapi pada Rose ia merasakan hal lain...
"Aku tak tahu harus mengatakan hal apa lagi. Aku juga bingung harus membantumu dengan apa. Kau tak memiliki kualifikasi pendidikan yang memadai untuk kupekerjakan di perusahaanku. Sedangkan cleaning service saja sudah lulusan menengah pertama. Aku....!"
Rose langsung menyela...
"Tuan jangan sungkan. Tuan dan rekan Tuan sudah banyak membantu saya. Dirawat dan diberikan tempat tinggal serta di selamatkan dari para preman-preman itu sudah lebih dari membantu saya. Saya berhutang nyawa pada Tuan. Saya hanya ingin berterimakasih dan kelak jika Tuhan masih mengizinkan saya bertemu Tuan dengan kehidupan yang lebih baik,izinkan saya membalas semua yang sudah Tuan lakukan pada saya!" Kata Rose dengan kepala tertunduk...
"Baiklah... Aku akan menunggu saat itu. Dan sebentar...." kata Kenzi sambil membuka dompetnya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang pecahan besar dan menyodorkan pada Rose...
Rose mengangkat kepalanya dan menatap Kenzi...
__ADS_1
"Apa ini Tuan?" Tanya Rose kebingungan...
"Ambillah... Ini akan berguna setelah kau keluar dari sini. Tolong jangan tolak. Aku saat ini menjadi walimu aku tak ingin terjadi hal yang tak diinginkan padamu diluar sana saat aku masih menjadi walimu. Jadi ambil ini pergunakan sebaik mungkin!" Jelas Rose...
Rose ragu namun Kenzi memaksa. Ia mengambil uang tersebut dan memasukkannya di dalam kantong tas besar tempat pakaian Rose...
"Terimakasih Tuan! Terimakasih!" Kata Rose berkali-kali mengucapakan terimakasih...
"Jangan sungkan.. Semoga kau baik-baik saja di luar sana!" Kata Kenzi pada Rose...
Rose mengambil tasnya dan permisi pada Kenzi. Ia meninggalkan apartemen tersebut. Kenzi memperhatikan dari lantai atas. Terlihat Rose berjalan keluar gedung dengan membawa tas hitamnya. Entah perasaan apa yang saat itu Kenzi rasakan saat melihat Rose meninggalkannya,namun tak mungkin menahannya saat ini. Ia terlalu banyak masalah dan tak ingin menambah masalah lainnya lagi. Berurusan dengan para preman mau pun mucikari bukanlah suatu hal yang sulit atau pun membuatnya takut,hanya saja ia tak ingin menambah pekerjaan yang sia-sia hanya karena ingin melindungi gadis yang tak dikenalnya...
Tak lama ponsel Kenzi berdering itu panggilan dari Arga...
"Ada apa?" tanya Kenzi cepat...
"Kau dimana,Meeting sebentar lagi akan dimulai dan kau belum ada disini?!" Tanya Arga...
"Lima belas menit lagi aku sampai, tunggulah. Aku akan segera kesana!" Jawab Kenzi pada Arga lalu menutup panggilan teleponya...
Kenzi pun segera turun kelantai bawah dan meninggalkan apartementnya. Ia mengendarai mobil menuju perusahannya. Saat melintasi halte,ia melihat Rose sedang menunggu bus disana,ia ingin memberikan tumpangan namun ia mengurungkan niatnya dan terus melaju menuju kantor perusahannya...
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏
__ADS_1