Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Aku ingin bebas!


__ADS_3

...Gisella tersenyum puas atas kepuasannya mengalahkan Clara setelah tadi Rose mengalahkannya dengan telak di hadapan Kenzi....


...Clara mencoba melihat ke arah Arga yang masih terus menatapinya. Ia berusaha mengabaikan Arga dan bergegas meninggalkan Arga dengan Gisella di ruangan itu......


...Ketika Clara hendak memegang handle pintu dan yakin untuk meninggalkan Arga, Arga menghentikannya dengan kata-katanya......


..."Aku terluka karenamu, apa begini caramu membalas kebaikan yang sudah aku lakukan untukmu?" kata Arga mencoba mencegah kepergian Clara ....


...Entah mengapa ia tak rela jika Clara pergi meninggalkannya dengan cara seperti ini. Melihat punggung Clara yang hampir saja lenyap dari tatapannya, Arga merasakan sesuatu yang perih dalam hatinya.....


...Clara berbalik tak percaya mendengar hal tersebut dari Arga. Ia tahu bahwa Arga memang menyelamatkannya, tapi bukankah dia dan Rose di culik karena dendam walikota pada Arga dan Kenzi? dan kini Arga menyalahkannya atas apa yang sudah menimpa dirinya......


...Melihat tatapan tajam dari Clara, Arga pun memalingkan wajahnya dari tatapan itu......


..."Apa yang harus kulakukan untuk menebus semuanya?" tanya Clara dingin......


..."Tetap berada di dekatku selama aku masih dalam tahap pengobatan!" jawab Arga santai memanfaatkan ketidakberdayaan Clara......


..."Arga, jika kau butuh orang yang harus merawatmu cari saja perawat yang handal dalam hal ini. Kau tak perlu khawatir, aku akan mencarikannya untukmu. Membiarkan wanita ini terus berada di dekatmu itu akan membuatmu makin susah!" kata Gisella menyela pembicaraan Arga dan Clara......


...Arga berbalik menatap tajam pada Gisella. Tatapan yang tak pernah Arga berikan padanya selama ini. Selama ini Arga selalu menatapnya dengan penuh cinta dan kelembutan tapi kini tatapannya seperti hendak menelan seseorang bulat-bulat......


..."Jangan mengurusi hidupku Gisell, jika kau tak memiliki pekerjaan, lebih baik kau pulang. Aku ingin istirahat! lagi pula kau tak mungkin bisa merawatku, kau takut darah dan kau juga selalu memikirkan Kenzi." ucap Arga ketus......

__ADS_1


...Gisella tak percaya mendengar apa yang baru saja Arga ucapkan padanya. Arga memang sering memarahinya tapi ia tak pernah menyelipkan kata-kata kasar dalam kalimatnya. Tapi kali ini, bukan hanya kata kasar yang Arga berikan padanya melainkan juga menyakiti sisi hatinya....


..."Arga, apa kau sadar apa yang kau katakan padaku ini? Kau memintaku pergi dan membiarkan wanita ini menjagamu? Apa kau yakin bahwa dia benar-benar bisa merawat dan menjagamu?" tanya Gisella mencoba meyakinkan posisinya saat ini di dalam hidup Arga......


...Clara yang melihat itu hanya bisa menarik nafas panjang. Ia duduk kembali di sofa dan menonton perdebatan kedua manusia itu......


..."Dia sudah menjagaku semalaman. Bisa atau tidaknya dia itu bukan urusanmu. Pulanglah saja, aku sedang tak ingin melihatmu!" jelas Arga dingin......


...Bagai tersambar petir di siang hari, Arga mengeluarkan kata-kata yang lagi-lagi membuat Gisella tak percaya Arga bisa mengatakannya. Selama ini ia begitu percaya diri bahwa Arga tak akan berpaling darinya karena ia tahu Arga akan selamanya mencintai dia. Itu terbukti dengan usaha Arga yang selalu membantunya di hadapan Kenzi meski itu berarti menyakiti dirinya sendiri tapi Arga lakukan itu demi kebahagiaan Gisella......


...Arga memalingkan wajahnya pada Gisella. Ia benar-benar tak ingin melihat Gisella saat ini. Ia sakit hati karena dalam keadaan seperti ini Gisella tetap saja memperhatikan Kenzi dari pada dirinya sendiri. Meski ia sadar yang di cintai Gisella adalah Kenzi, tapi tetap saja Arga tak bisa menerima perlakuan Gisella yang terus-terusan mengabaikannya......


..."Hentikan perdebatanmu, kau belum makan. Makanlah dulu!" kata Clara menyela sambil mengambil piring di tangan Gisella. Gisella tak tahu apa yang terjadi dengannya hari ini, begitu banyak orang yang tak menginginkan keberadaanya, tidak Kenzi tidak juga Arga. Kedua pria yang selama ini selalu berada di sisinya perlahan menjauh. Gisella pun menangis di hadapan Arga dan Clara......


...Clara menatapnya bingung. Tapi ia tahu bahwa Arga memang sudah menyakitinya. Arga yang melihat Gisella menangis karenanya menjadi tak tega tapi rasa terabaikan yang ia terima dari Gisella telah membuat hatinya berubah. Ia tak ingin terus mengalah hingga akhirnya membuat Gisella besar kepala......


...Gisella tetap diam. Dia tak menjawab pertanyaan Arga dan masih terisak dalam tangisnya......


..."Jika kau ingin menangis, maka jangan di sini. Kau bisa mencari tempat lain yang bisa menampung semua air matamu itu!" lanjut Arga lagi membuat Clara segera menyuapinya dengan satu sendok penuh makanan ke dalam mulutnya......


..."Kau terlalu kasar. Apa kau tak puas dengan dia yang menangis? kau ingin lebih lagi? Kau terlalu kejam pada wanita yang sudah lama dekat denganmu!" kata Clara sembari menyuapkan satu sendok penuh makanan lagi pada Arga......


...Arga menerima semua suapan itu meski mulutnya sudah sangat penuh hingga kesulitan membuatnya mengunyah. Melihat hal itu Clara pun tersenyum tipis......

__ADS_1


..."Kau layak menerimanya!" ujar Clara pada Arga......


...Clara membiarkan Arga mengunyah semua makanan yang ada di mulutnya dan melihat sekilas pada Gisella yang sudah mulai menenangkan dirinya......


...Baru saja isakan Gisella terhenti, Arga kembali bicara. Tapi kali ini bukan pada Gisella melainkan pada Clara......


..."Karena kami sudah lama mengenal, seharusnya dia tahu siapa yang lebih membutuhkan dia saat ini. Perbuatannya kali ini membuatku tak bisa menerimanya lagi, mungkin lebih baik jika kami semakin menjauh!" ujar Arga yang langsung di dengar oleh Gisella.....


...Gisella mendekat pada Arga dan menatapnya penuh tanda tanya......


..."Apa yang kau maksud ini Kenzi? Arga, kau tahu aku menyukai Kenzi dan sekarang dia di penjara karena menolong wanita-wanita tak tahu malu ini. kau mempertanyakan keberadaanku? bukankah kau juga sahabat Kenzi? mengapa kau bisa mengatakan ini pada orang yang mengkhawatirkan sahabatmu?" tanya Gisella tak percaya......


..."Karena kau tahu aku menyukaimu dan Kenzi tidak menyukaimu! Kau tahu bahwa Kenzi tak pernah melihatmu jika bukan karena aku yang memintanya mengabaikan setiap tingkah laku halusinasimu itu. Tapi kau sepertinya terjebak sendiri dengan halusinasimu itu hingga membuatmu besar kepala. Gisella, sudah cukup bagiku bertahan dalam keadaan ini, dan sekarang, aku ingin bebas darimu, aku berhak bahagia tanpa harapan palsu darimu itu. Mungkin selama ini aku terlalu naif karena mengira kau akan membuka hatimu suatu saat nanti. Melihatmu yang mengabaikan keadaanku membuatku tahu bahwa aku memang tak pernah ada di hatimu. jadi, jangan buang waktumu lagi. Pergilah, aku tak akan menghalangi semua jalanmu!" kata Arga tanpa keraguan lagi.....


...Ia menarik Clara ke hadapannya dan mengisyaratkan agar Clara terus menyuapinya. Clara yang merasa canggung karena berada diantara Arga dan Gisella dengan terpaksa menyuapinya Arga dan mengabaikan keberadaan Gisella di dekatnya......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2