Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Pulih


__ADS_3

Ting...Tong...Ting....Tong...


Suara bel apartemen berbunyi,Bi Min bergegas membukakan pintu...


Tak lama ia kembali dengan seorang dokter dan dua orang perawat. Bi Min menunjukkan keberadaan Rose...


"Selamat pagi Nona.. Saya Dokter Michel yang di utus oleh Presdir Ken untuk menangani anda. Ini adalah dua perawat saya yang akan menemani anda selama masa pengobatan!" Kata dokter wanita yang begitu cantik dan Sexy. Wajah dokter tersebut sebenernya tak cocok menjadi dokter,ia lebih cocok sebagai Artis papan atas. Begitu mulus dan cantiknya wajah dokter itu hingga membuat Rose terpana melihatnya...


"Nona .. Saya akan melihat luka anda! Bisakah anda berbaring miring?" Tanya Dokter itu...


Rose pun mencoba melakukan apa yang dokter itu minta. Ia berusaha menggerakkan tubuhnya memiring. Meski itu sulit namun akhirnya ia berhasil melakukannya...


 


Dokter tersebut langsung melihat luka Rose,ia mengganti perannya dan mencoba mengajak Rose untuk duduk...


"Ini mungkin akan sakit. Namun semakin anda gerakkan ini akan semakin melenturkan otot-otot yang kaku!" jelas dokter itu...


 


Rose hanya diam menyimak setiap kata yang di ucapkan dokter tersebut....


"Ini obat pengurang rasa sakit. Saat Anda meminum ini cobalah untuk membuat gerakan di tubuh anda. Seperti berbalik,atau bergerak sedikit demi sedikit. Jika anda kuat,anda boleh mengangkat tangan anda!" Ujar dokter itu...


Rose masih tetap terdiam...


"Saya akan kembali besok pagi. Sisanya ada perawat saya yang akan dilakukannya. Permisi!" Kata sang dokter menarik diri...


"Terimakasih dok!" Kata Rose tersenyum hangat...


 


Dokter Michel membalas senyuman hangat itu lalu pergi meninggalkan apartemen Kenzi...


Tak lama Bi Min mendekat...


"Nona... aku sudah mengerjakan semuanya. Kini aku akan kembali. Makan siang sudah ada di atas meja,makan malam ada di lemari pendingin Anda hanya perlu memanaskannya saja!" Jelas Bi Min...


Rose menganggukkan kepalanya. Lalu meminum obat yang di berikan dokter Michel padanya....

__ADS_1


Tak lama Bi Min pun segera meninggalkan apartemen tersebut..


Kini tinggallah Rose dengan dua orang perawat yang di siagakan khusus untuk merawat Rose.. 


Hari berganti hari. Rose kian membaik,ia tak hanya bisa duduk,ia bahkan bisa berjalan dan menggerakkan tangan yang sebelumnya sangat sulit untuk dia lakukan. Tiba Minggu ketiga ia tinggal dan di rawat oleh Kenzi. Ia merasa sudah benar-benar pulih. Ia pun ingin menemui Kenzi dan berterimakasih padanya tapi ia tak tahu harus kemana mencari Kenzi,lagi pula ia baru menginjakkan kaki di kota ini. Ia pun tak memiliki uang sama sekali. Akhirnya ia menemui Bi Min...


"Bi Min... Apakah kau tahu di mana Tuan Kenzi sekarang?" Tanya Rose ragu-ragu...


"Tuan Kenzi saat ini sedang bekerja. Ia akan kembali nanti malam,itu pun jika ia tak keluar kota. Banyak yang harus ia selesaikan. Setiap harinya ia selalu disibukkan dengan pekerjaannya!" Kata Bi Min.. Entah Bi Min sedang menjelaskan keadaan Kenzi atau sedang mengeluh tentang keadaan Kenzi setiap harinya...


"Bi... Aku rasa aku sudah baik-baik saja. Aku ingin menemuinya dan berterimakasih padanya. Hanya saja aku bingung harus menemuinya dimana?" Jelas Rose...


Bi Min menatap Rose sejenak.. 


"Wanita ini tidak mungkin punya hubungan khusus dengan Tuan. Dia tak seperti seorang yang berpengaruh. Tapi ia terlihat begitu polos dan tak ada niat untuk memanfaatkan Tuan Kenzi!" Kata Bi Min dalam hatinya...


"Nona... Kau bisa ikut denganku kerumah kalau hanya ingin berterimakasih saja!" Kata Bi Min...


Rose seketika senang. Ia pun bersiap\-siap untuk pergi kerumah. Ia memasukkan baju\-baju yang sudah di belikan Kenzi untuknya. Ia tak tahu apakah baju-baju itu pantas ia kenakan nantinya. Semua baju itu keluaran dari Merk ternama,tapi Rose rasa ia perlu membawanya,setidaknya untuk ia berganti nanti.. 


"Heii kenapa kau membawa tas?" Tanya Bi Min...


Bi Min pun mengabaikannya. Ia segera mengajak Rose turun kelantai bawah.. 


Dengan menggunakan taksi mereka tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di kediaman Kenzi. Rose di persilahkan masuk dan masuk keruang tamu. Sambil menunggu Kenzi pulang,Bi Min menyediakan teh dan kue untuknya. Sayangnya hingga hari berubah menjadi gelap pun Kenzi tak kunjung datang. Rose sampai tertidur di sofa karena kelelahan menunggunya..


Tak lama,terdengar suara mobil masuk kedalam garasi. Bi Min beranjak membangunkan Rose. Rose pun segera berdiri dan merapikan bajunya dan wajahnya...


"Besok kau lanjutkan saja kesana,aku akan mengurus yang disini. Jika ada hal lainnya kabari aku secepatnya!" Kata Kenzi pada Arga...


"Tuan... Maaf!" Kata Bi Min pada Kenzi...


Kenzi menoleh pada Rose dan Bi Min. Rose membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Kenzi.. 


"Dia...???" Kata Kenzi setengah berpikir...


"Tuan.. Dia wanita yang ada di apartemen!" Jawab Bi Min...


"Ah iya aku ingat... Ada apa kemari?" Tanya Kenzi mendekat pada Rose...

__ADS_1


Ia memandanginya Rose yang banyak berubah dari sebelum ia menemukannya. Tubuhnya lebih bersih dan berisi. Wajahnya lebih segar dengan bibir merah tanpa lipstik.. 


"Tuan.. Maaf saya mengagetkan anda. Saya sudah pulih dan saya ingin mengucapkan banyak terimakasih karena sudah merawat saya selama disini. Serta saya ingin pamit!" Jelas Rose...


Kenzi menatapi Rose yang masih berdiri dengan tas besar di tepi kursi.. 


"Kau ingin kemana setelah ini?" Tanya Kenzi tiba-tiba...


Lama Rose menjawab hingga ia membuka mulutnya dengan kepala yang masih tertunduk.. 


"Saya akan mencari kontrakan yang bisa saya tempati lalu mencari pekerjaan untuk menopang saya selama disini!" jelas Rose seadanya...


"Kontrakan? Apa kau punya uang?" Tanya Kenzi lagi...


Rose kembali terdiam. Kali ini ia tak bisa menjawab. Benar-benar bungkam dengan pertanyaan satu ini...


"Istirahatlah di apartemen malam ini. Besok pagi aku akan menemuimu. Arga antar dia ke apartemen!" Perintah Kenzi pada Arga...


Kenzi pun berlalu, sementara Arga mengambil tas Rose dan mengajak Rose untuk kembali ke apartemen Kenzi.. 


Selama perjalanan Rose tak bisa mengerti dengan apa yang ada di pikiran Kenzi. Mengapa ia belum di perbolehkan untuk meninggalkan tempatnya. Dan untuk apa Kenzi ingin menemuinya besok pagi...


"Nona... Kau tahu jalan ke apartemen bukan? Aku akan mengantarmu sampai sini saja karena aku harus kembali untuk mengerjakan hal lainnya!" jelas Arga...


"Maaf Tuan... Saya lupa!" Jawab Rose tersenyum konyol,sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal...


Arga pun mengutus supirnya untuk mengantar Rose ke apartemen. Lalu Sang supir kemudian kembali lagi untuk mengantar Arga ke rumah Kenzi...


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2