Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Pengakuan


__ADS_3

...Rose dan Kenzi kembali ke rumah, Clara tetap menjaga Arga dengan telaten. Dia menjaga Arga meski dalam keadaan kesal.....


...Tiba pukul 9 malam, perawat dan dokter datang untuk mengecek keadaan Arga. Clara antusias untuk melihat dokter mengganti perban juga memeriksa Arga. Setelah selesai dokter hanya melemparkan senyum pada Clara dan berlalu pergi......


...Setelah dokter pergi, Clara kembali ke tempat duduknya. Arga memandanginya dengan salah tingkah. Arga mencari cara untuk bicara dan meminta maaf pada Clara. Arga membuka lakban putih yang melekat di perbannya dan bereaksi seperti kesulitan untuk memasangnya kembali......


...Clara yang melihat hal itu akhirnya mendekat dan duduk di sisi Arga. Seringaian kecil terukir di bibir Arga. Terlebih melihat wajah Clara yang begitu serius merekatkan kembali lakban tersebut. Arga merasa ini saatnya untuk dia bicara. Ia pun sengaja memegang tangan Clara. Clara terdiam sesaat karena punggung tangannya di pegang oleh Arga. Ia menatap Arga dan tatapan mereka bertemu....


..."Maaf!" ujar Arga singkat yang berhasil membuat Clara melebarkan matanya. Arga menunggu jawaban dari Clara namun Clara hanya diam saja.....


..."Aku bukan bermaksud memanfaatkanmu, tapi aku berniat membuat Gisella sadar saja. Tetap saja dengan begitu aku sudah melibatkanmu. Aku maaf untuk itu. Dan juga aku sangat berterimakasih padamu, jika tak ada kau mungkin saat ini aku masih terjebak dengan Gisella!" lanjut Arga lagi......


..."Maksudnya?" tanya Clara dengan dahi yang mengerenyit......


..."Aku benar-benar ingin lepas dari perasaanku pada Gisella. Mungkin ini terlalu terlambat, tapi setidaknya aku sadar pada waktu yang tepat. Terimakasih ya!" tambah Arga yang tersenyum lebar pada Clara......


..."Terimakasih untuk apa?" tanya Clara heran......


..."Untuk membantuku lepas dari bayang-bayang Gisella!" jawab Arga cepat......


..."Aku tidak merasa melakukan apa pun. Aku ..., aku ...,!" Clara gugup karena Arga tiba-tiba berada tepat di hadapannya dan jarak mereka sangat dekat......


...Arga menatap Clara dengan lembut seperti sedang menatap kekasihnya dan Clara pun membalas tatapan itu sehingga keduanya tanpa sadar mendekat dan menyatukan bibir mereka....


...Sejenak keduanya tenggelam dalam tautan bibir yang begitu hangat. Arga memegang lembut tengkuk Clara dan Clara memegang lengan Arga yang menyentuh tengkuknya. Keduanya terpejam dan hanya menikmati tautan bibir mereka. Bergerak liar dengan lidahnya, bertukar air liur di dalamnya. Hingga akhirnya mereka melepaskan tautan tersebut dengan lembut dalam keadaan mata yang terpejam.....


...Clara membuka matanya perlahan dan mendapati Arga sedang menatapinya sambil tersenyum kecil. Wajah Clara seketika memerah karena malu dan langsung berbalik membelakangi Arga. Arga tertawa kecil melihat reaksi Clara yang malu itu. Ia segera mendekatkan kepalanya di samping telinga Clara......

__ADS_1


..."Katakan padaku, sejak kapan kau menyukaiku?" tanya Arga yang kembali membuat Clara malu......


..."Siapa yang suka padamu. Jangan kau kira karena kita sudah berciuman maka aku menyukaimu!" jawab Clara dengan cepat membantah tuduhan Arga......


...Arga yang mendengar itu berencana kembali menggoda Clara. Ia sangat menyukai ekspresi malu-malu yang di tunjukkan Clara padanya......


..."Benarkah?" tanya Arga sambil memeluk Clara dari belakang dengan sebelah tangannya.......


...Clara mendadak bisu. Dia tak bisa bereaksi saat tangan Arga melekat pada tubuhnya. Jarak mereka saat dekat hingga Clara sendiri bisa mencium aroma tubuh Arga. Melihat Clara yang hanya diam, Arga pun mengecup lembut pundak Clara .....


..."Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku merasa kau membawa suasana baru yang tak aku dapatkan dengan Gisella. Kau lebih mengerti aku dan keinginan kita sama. Clara, ayo mencobanya!" ujar Arga bicara lembut di sambil telinga Clara......


..."Mencoba apa?" tanya Clara bingung dengan kata-kata Arga......


..."Menjalin hubungan!" jawab Arga singkat......


...Clara kaget dan membalikkan badannya dengan cepat sambil menatap Arga dengan tajam......


...Arga memegang tangan Clara. Ia tersenyum hangat pada Clara dan mendadak jantung Clara berdetak lebih cepat dari sebelumnya....


..."Entah harus di katakan apa ini. Aku merasa nyaman saat bersama denganmu. Aku kesal karena kau lebih memilih pulang ketimbang membicarakannya denganku tadi. Juga aku merasa bersalah saat kau hanya diam dan mengabaikanku seperti tadi. Aku tersiksa melihatmu seperti itu. Aku ingin kita memiliki hubungan resmi agar kita tak secanggung ini lagi. Aku tahu aku belum terlalu yakin dengan perasaanku, tapi satu yang pasti, aku terluka saat melihatmu terluka!" jelas Arga .....


...Clara terdiam mendengarkan kata demi kata yang di lontarkan Arga padanya. Ia tak bisa mengerti mengapa saat berhadapan dengan Arga dia malah seperti orang bodoh. Lamunan Clara terbuyar saat Arga mengusap anak rambut yang ada di pipinya......


..."Bagaimana? apa kau bersedia?" Tanya Arga lagi......


..."Tapi aku ...,!" Clara ragu karena status dia sebagai seorang janda......

__ADS_1


..."Kau kenapa?" tanya Arga penasaran......


..."Ga, aku janda. Aku sudah pernah menikah. Kita berbeda, lebih baik kau urungkan saja niatmu itu!" jelas Clara tak percaya diri......


..."Aku tak masalah dengan statusmu. Yang aku mau adalah kau. Bersediakah kau membuatku jatuh cinta selamanya padamu?" tanya Arga semakin membuat Clara bingung......


..."Jangan bahas ini lagi, tidurlah ... Kau harus beristirahat!" kata Clara mengalihkan pembicaraan mereka......


..."Aku akan tidur setelah mendapat jawaban darimu!" jawab Arga tegas......


...Clara di buat bingung oleh Arga. Sebenarnya ia pun belum sepenuhnya mencintai Arga. Apa yang Arga utarakan padanya tadi sama seperti yang ia rasakan saat ini. Namun ia tak ingin menjalin hubungan dengan keadaan yang belum pasti. Terlebih di hatinya masih ada mendiang suaminya dan di hati Arga masih ada Gisella......


..."Clara!" panggil Arga tiba-tiba......


..."Iya .., ada apa?" tanya Clara pura-pura tidak mengerti......


..."Bagaimana?" tanya Arga mengulangi kalimat sebelumnya......


..."Ga..., lebih baik kita berteman saja. Kau masih menyukai Gisella. Aku pun demikian. Tidak akan berhasil bagi kita untuk menjalaninya. Lebih baik seperti ini!" Jelas Clara dan langsung berdiri menjauh dari Arga......


...Arga diam sejenak. Namun ia tak kecewa dengan keputusan Clara. Bagaimana pun ia sendiri mengakui bahwa ia masih menyukai Gisella. Sulit baginya membuang bayangan Gisella dalam benaknya. Dengan hal seperti ini, wanita mana yang bersedia mencintainya saat masih ada wanita lain di hatinya.......


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2