
...Walikota menatap Kenzi dengan tajam. Orang yang ia didik hingga setangguh ini kini melayangkan pukulan padanya. Melihat tatapan tajam itu, Kenzi hanya tersenyum tipis padanya......
...Kenzi mundur beberapa langkah mengizinkan Arga untuk menyelesaikan dendamnya......
...Arga memasang ancang-ancang untuk menyerang mantan gurunya tersebut. Begitu pula dengan Walikota. Ia memastikan gerakkan Arga tak mengenai dirinya. Hingga pergulatan itu pun terjadi. Arga dan Walikota saling balas dan menangkis serangan. Sedangkan Kenzi sedang berusaha membangunkan Clara agar bisa keluar dari sana.....
...Saat Kenzi sedang berusaha membangunkan Clara tiba-tiba suara sirene polisi menghentikan aksi orang-orang di dalam ruangan sempit itu......
..."Kau melapor polisi Ken?" tanya Walikota panik......
..."Apa kau takut?" tanya Arga menantang......
..."Kalian gila! Dengan kalian berada di sini maka kalian pun akan terlibat dalam hal ini. Aku bisa mengatakan bahwa kalian yang menyerang aku." Ujar walikota tertawa licik......
..."Lihat saja nanti, siapa yang akan mendekam di penjara." ucap Kenzi menantang......
...Baru saja walikota hendak menjawab Kenzi, namun kata-katanya terhenti saat mendengar aba-aba dari polisi dari luar......
..."Menyerahlah..., Letakkan senjata kalian dan bebaskan sanderanya, tempat ini sudah kami kepung" Ujar seorang polisi yang tak lain adalah Jerry mengatakannya berulang kali......
...Tak lama Clara terbangun setelah merasakan guyuran air yang disiramkan Kenzi padanya. Dengan masih bingung Clara mencoba mengingat lagi apa yang terjadi. Setelah ingat ia pun berteriak......
...Arga berlari kearahnya dan memeluknya. Berusaha untuk menenangkannya......
..."Tenanglah, kau aman. Jerry ada di luar" ucap Arga lembut......
__ADS_1
...Saat Kenzi dan Arga tengah sibuk memastikan keadaan Rose dan Clara. Tiba-tiba walikota meraih pistol yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri lalu mengarahkan pistol tersebut pada Kenzi. Rose berteriak melihat tangan walikota yang memegang pistol menjurus ke arah Kenzi. Pada saat bersamaan suara tembakan terdengar. Kenzi memeluk Rose untuk melindunginya. Dan peluru itu mengenai bagian pundak Kenzi. Kenzi tersentak dalam pelukan Rose. Sementara Walikota tertawa puas......
..."Kau ..." teriak Arga dengan mata yang berapi-api. Ia berdiri mendekat pada walikota yang masih memegang pistolnya......
..."Kau mau mati?" tanya Walikota yang melihat Arga tak gentar melihat pistol yang sudah mengarah di depan wajahnya......
..."Tembak aku ..., aku ingin melihat kau melakukan itu. Jangan menatapku dengan tanda tanya seperti itu. Jika tidak pistol itu akan beralih tangan" Kata Arga menantang dan terus melangkah mendekat pada walikota......
...Walikota menarik pelatuknya, pada saat bersamaan Arga menarik dan mengambil pistol tersebut di tangan Walikota. Kenzi, Rose dan Clara serta beberapa orang berteriak menyebut nama Arga sambil menutup wajah mereka. Mereka tak sanggup melihat tembakan itu melayang pada Arga. Namun saat mereka membuka tangan mereka, mereka melihat Arga masih berdiri dengan tegak dan yang tersungkur malah walikota dengan luka tembak di perutnya......
...Arga berdiri dengan pistol yang sudah mengarah pada Walikota. Ia menatapnya tanpa berkedip. Matanya memancarkan dendam yang sangat besar yang sudah lama ia pendam dan hari ini ia akan membalaskan semua dendam tentang kematian orang tuanya 20 tahun lalu......
..."Kau ingat dulu kau mengarahkan senjatamu pada ayah dan ibuku seperti ini. Mereka sudah mengiba dan meminta ampun padamu agar melepaskan mereka tapi kau malah menghujani mereka dengan tembakkan yang bertubi-tubi. Kau membiarkan anak berusia 8 tahun melihat kematian ibu dan ayahnya di depan matanya sendiri. Bahkan kau tak berhenti sampai di situ. Kau membakar orang tuaku yang sudah tak bergerak itu di depanku. Aku sangat menyesal melupakan itu semua dalam waktu yang lama hingga kau bisa mengambil kesempatan untuk membesarkanku dan bermain tipu daya yang beralaskan kasih sayang. Kau keji, kau bahkan tak layak di sebut manusia, William. Hari ini aku akan melenyapkanmu. Mengirimmu bersama dengan abu orang tuaku agar kau bisa meminta maaf pada mereka." ucap Arga yang tak bisa menahan emosinya......
...Ia hendak menarik pelatuknya namun dengan segera Clara bersimpuh di kaki Arga meminta Arga untuk tidak menghilangkan nyawa walikota......
..."Jangan ikut campur Cla, aku tidak akan melepaskannya lagi kali ini" ujar Arga yakin.....
...Clara beranjak dan mencoba berdiri, ia memeluk Arga mencoba menenangkannya......
..."Polisi sudah di luar, jangan biarkan tanganmu kotor oleh darahnya. Dia harus hidup untuk merasakan sakit yang selama ini kau rasakan. Lepaskan dia, Jika kau membunuhnya hari ini apa bedanya kau dengan dia." Kata Clara dengan suaranya yang lemah berusaha menghentikan Arga dan memeluknya dengan erat......
...Pada saat bersamaan Polisi datang mencoba masuk ke dalam ruangan mereka namun terhalang oleh pintu besi yang cukup besar yang di dengan kaca anti peluru. Mereka tak bisa membuka pintu itu karena pintu tersebut terkunci dengan sistem sidik jari. Mereka tak bisa masuk dan juga tak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan kejadian dari luar ruangan....
...Walikota sudah merencanakan semua ini dengan matang. Dia sudah memastikan tidak ada yang bisa keluar selain dirinya....
__ADS_1
...Walikota pun tertawa dengan lepas. Menyaksikan ketidak berdayaan semua orang dalam ruangan itu.....
...Sementara itu, Arga menurunkan senjatanya. Ia melemparkannya tepat di hadapan Kenzi. Kenzi segera mengambil senjata itu karena sebenarnya ia pun tak setuju jika Arga membunuh Walikota. Arga berbalik dan membalas pelukan Clara....
...Tapi tak di sangka, walikota malah meraih sesuatu dari dalam bajunya lalu melayangkan itu pada Arga. Arga tersentak hingga membuat Clara kaget karena perlahan tubuh Arga menjadi tak stabil. Clara pun berteriak saat mengetahui sebuah pisau sedang menancap di paha Arga dan dengan brutalnya Walikota mencabut pisau tersebut hingga membuat Arga berteriak dengan keras......
...Kenzi yang melihat itu tak bisa berpikir jernih lagi, ia mengarahkan pistol lalu menembak walikota hingga tak berdaya bersimbah darah. Rose berteriak dengan keras begitu juga dengan Clara. Bersamaan dengan itu Arga pun melemah karena merasakan nyeri yang amat sangat di paha belakangnya. Ia terjatuh meski Clara mencoba untuk menahan beban tubuhnya......
...Kenzi berteriak dengan sangat keras melihat darah di mana-mana dan juga Rose yang membenamkan wajahnya dengan kedua tangannya. Kenzi berdiri dan menatap parah anak buah walikota yang sudah tertahan oleh orang-orangnya....
..."jangan biarkan mereka bertindak lagi. Aku sudah tak ingin ada darah yang keluar di sini" ujarnya lemah....
...Orang-orangnya pun segera mengambil tindakkan pada anak buah walikota dengan mengikat tangan mereka menggunakan jaket yang mereka pakai.....
...Kenzi berbalik menuju Walikota. Ia mengangkat tubuh tak berdaya itu ke arah pintu untuk membuka pintu tersebut. Polisi pun masuk dan menahan semua orang yang ada di sana termasuk Kenzi dan Arga.....
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
__ADS_1
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏