
...Rose sama tak bertenaganya dengan Kenzi saat ini. Ia melihat wajah Kenzi yang begitu kacau di hadapannya. Hal yang tak pernah Kenzi tampakkan sebelumnya. Disini Rose baru menyadari bahwa Kenzi benar-benar mencintainya. Demi dirinya ia rela tertekan begitu dalam seperti ini......
...Kenzi duduk tertunduk dengan tangan yang menopang kepalanya. Ia tak tahu langkah apa yang akan di ambil Rose setelah mengetahui tentang Moza. Ia menyembunyikannya karena ingin Rose tetap berada di sisinya. Tapi setelah Rose mengetahui hal ini, harapan Kenzi sirna. Keselamatan Rose dan Clara terancam. Hanya wanita bodoh yang akan tetap berada disisinya dan terus mendukungnya......
...Rose memegang pundak Kenzi, mencoba untuk menenangkannya. Kenzi menatap pada Rose dengan wajah yang memerah menahan diri agar tak lepas kendali saat Rose memilih pergi darinya......
...Selama ini,ia tak pernah merasakan begitu menyayangi seorang wanita,hingga Rose hadir dan mengubah semuanya. Entah apa yang membuat Kenzi bisa begitu mencintai Kenzi sedalam ini. Ia pun sendiri tak menyadarinya. Perasaan itu mengalir begitu saja,meski singkat rasa tak ingin kehilangan itu kuat dirasakannya pada Rose......
..."Apa pilihanmu sekarang?" Tanya Kenzi menatap serius pada Rose......
...Rose bingung dengan pertanyaan Kenzi. Ia menatap Kenzi yang matanya mulai merah serta keringat yang sudah membasahi di sebagian tubuh Kenzi.......
..."Apa yang akan kau pilih setelah kau tahu keselamatanmu dan kakakmu terancam. Rose,dengarkan aku...Aku tidak bermain-main saat ini.. Moza bukanlah wanita yang bisa kau remehkan. Di tambah dukungan ayahnya akan membuat jalan kita semakin sulit... Aku ingin memastikannya padamu,Apakah kau akan tetap berada disisiku?" Kata Kenzi menjelaskan......
...Rose segera memegang pipi Kenzi dengan lembut.......
..."Apa yang kau katakan.. Tentu saja aku akan....!" Rose tak melanjutkan kata-katanya saat mengingat kembali penjelasan Kenzi tentang keselamatannya. Meski ia begitu ingin berada di sisinya namun ia tak bisa mengorbankan Clara demi perasaannya......
..."Apa? Kau akan apa?" Tanya Kenzi penasaran......
...Rose menarik tangannya dari pipi Kenzi. Ia mengurungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan dari Kenzi. Ia bungkam,diam dan tak berani menatap Kenzi. Kenzi mengetahui arti kebungkaman Rose,ia pun hanya tersenyum dan meraih tangan Rose. Ia menggenggam tangan tersebut dengan kedua tangannya. Mengepalnya dan menyandarkannya di kepalanya dengan wajah yang tertunduk....
...Terdengar suara yang terisak dari Kenzi saat menggenggam tangan Rose. Genggaman tangan itu pun semakin lama semakin kuat di rasakan Rose. Rose mengusap air matanya yang sudah jatuh tak terbendung lagi saat melihat Kenzi begitu hancur dan tak berdaya di hadapannya......
__ADS_1
...Rose ikut menyandarkan kepalanya di antara kedua tangan mereka. Suasana pun kian haru saat Rose mengucapkan kata maaf pada Kenzi berkali-kali......
..."Maaf...Maaf Ken..Maafkan aku!" Kata Rose terisak......
...Mendengar hal tersebut Kenzi tak kuasa,Ia menarik Rose kedalam pelukannya. Air mata yang sudah sedari tadi tumpah ia sapihkan di belakang Rose. Sambil mengatur nafasnya ia mencoba menenangkan Rose yang merasa pilu......
..."Tidak apa... Jangan minta maaf! akulah yang salah karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Pilihanmu sudah sangat tepat, aku tak masalah... Aku baik-baik saja dan kau pun harus berjanji kau harus lebih baik menjalani hidup kedepannya. Tak masalah bagiku saat kau tidak berada di sisiku,melihatmu bahagia aku sudah senang. Jangan menangis lagi!" Ucap Kenzi menahan diri agar tak membuat Rose merasa bersalah......
...Mendengar kata-kata Kenzi,tangis Rose kian pecah. Ia memukul-mukul dada Kenzi dengan kuat dan Kenzi hanya membiarkannya sebagai pelampiasan Rose akan cintanya yang tersakiti......
..."Hiduplah dengan baik saat ini... seperti yang kau minta dulu,kita menjadi orang yang tak mengenal lagi. Peluncuran nanti,kita tak akan bertemu untuk waktu yang tidak bisa kutentukan. Jika memang Tuhan menginginkan kita bersatu maka waktu akan menjawab semuanya!" Ujar Kenzi menarik Rose ke hadapannya dan mengusap air matanya......
...Rose masih tak bisa bicara,dadanya sesak saat mengetahui hubungan yang ia harapkan kandas begitu saja. Ia menyesal mengetahui semuanya hari ini. Bagaimana bisa ia melupakan Kenzi saat berjauhan saja ia tak mampu melakukannya......
..."Pulanglah... Istirahat.. Dan lanjutkan hidupmu. Jika kau butuh sesuatu dalam waktu dekat ini,kau bisa menghubungi Arga!" Ucap Kenzi lirih......
..."Rose....Aku mencintaimu!" Ucap Kenzi dengan bibir bergetar dan berbalik tak sanggup melepaskan Rose. Rose yang mendengar itu semakin hancur,ia menoleh pada Kenzi yang membelakanginya. Rose berbalik dan memeluk Kenzi dari belakang. Kenzi tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia berbalik lalu mencium Rose dengan kasar namun Rose tak menolaknya. Ia menikmati ciuman yang mungkin akan menjadi ciuman terakhir bagi mereka.....
...Rose dan Kenzi saling bertautan dalam tangis mereka. Mereka sama-sama tak ingin saling melepaskan hingga akhirnya Rose melepaskan tas yang sedang ia sandang lalu meraih kancing baju Kenzi lalu membukanya satu persatu......
...Kenzi menahannya namun Rose memaksa hingga Kenzi pun tak bisa menahan keinginan Rose lagi....
...Mereka berjalan dengan bibir saling bertautan hingga menabrak sisi meja yang ada di kamar itu. Setelah lama berjalan tanpa melihat keadaan sekitar mereka akhirnya terjatuh di atas kasur. Dengan nafas tersengal Kenzi melepaskan tautan bibirnya dan menatap Rose dengan sungguh-sungguh......
__ADS_1
..."Ini bukan cara yang tepat Rose!" Ujar Kenzi dengan nada pelan......
...Nafas Kenzi bisa di rasakan oleh Rose. Ia pun tak ingin melakukannya,tapi ia ingin memberi kenangan untuk mereka kedepannya......
..."Aku ingin melukis kenangan untuk kita!" Jawab Rose pelan sambil memegang pipi Kenzi......
...Rose beranjak dari tempat tidur dan menarik Rose untuk berdiri. Kenzi memang menginginkannya,namun ia tak ingin membuat kesalahan yang lebih fatal dengan melakukannya saat ini. Sekarang bukanlah saat baginya untuk memadu cinta. Ada hal yang lebih besar menantinya di depan mata setelah ia menyatakan perang pada ayah Moza yang merupakan mantan gurunya......
..."Pulanglah!" Kata Kenzi sambil tersenyum pada Rose......
...Rose tak tahu mengartikan senyuman Kenzi itu namun ia tahu bahwa keinginannya di tolak oleh Kenzi. Rose pun mencium lembut pipi Kenzi sebelum akhirnya meninggalkan Kenzi di kamar hotel dengan baju yang sudah berantakan......
...Kenzi hanya bisa duduk terkulai di tepi tempat tidur. Ia menarik nafas dalam-dalam menguatkan hatinya dan menyadarkan dirinya saat ini bahwa ia sudah kehilangan Rose. Ini memang bukan cara yang terbaik untuk keduanya tapi ini juga membuat keduanya semakin leluasa untuk bergerak......
..."Kau harus bernafas lega Rose.. Jangan biarkan pilihanmu membuat kita semakin sesak!" Batin Kenzi melemah di iringi kepalan tangannya yang menguat......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏