Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Penyesalan Clara


__ADS_3

...Dalam waktu yang lama Clara diam tak bergeming dari tempatnya. Ia memusatkan semua pikirannya tentang pembicaraan ia dan Rose akhir-akhir ini. Ia merasa pembicaraan mereka akhir-akhir ini semuanya masih dalam batas wajar, iatak menyarankan langkah apapun untuk Rose ambil setelah mengetahui latar belakang Kenzi. Dengan muka bingung ia menatap Arga......


..."Aku tidak ingat pernah mengatakan apa pada Rose hingga membuatnya mengambil keputusan seperti ini. Aku sungguh menyesal jika hal ini semua terjadi karenaku!" Ucap Clara lirih......


...Arga tak ingin berdebat lagi dengan Clara, tapi ia juga tak ingin empati dengan kesedihan Clara saat ini. Melihat teman yang di kasihi tersakiti keduanya tahu dengan jelas perasaan masing-masing. Arga pun tak ingin membuat masalah yang baru lagi dengan perdebatan mereka yang tak akan menyelesaikan masalah......


..."Kenzi juga tak bicara banyak padaku, diahanya mengatakan bahwa Rose memintanya untuk berjanji agar melindungi kalian berdua. Menurutku,Rose tidak mengkhawatirkan dirinya melainkan dirimu. Dia tak ingin melihat kau sedih karena identitas Kenzi yang akhirnya akan melibatkan dia!" Kata Arga pelan......


...Clara pun tak memungkiri hal tersebut,iya memang pernah mengatakan pada Rose agar menjaga dirinya baik-baik karena ia tak ingin kehilangan Rose. Tapi,ia pun tak menyangka jika kata-kata itu yang akan membawa Rose kepada keputusan yang menyakitkan itu......


...Dalam keheningan,Arga menatap wajah hampa Clara. Ia ingin memberikan waktu bagi Clara untuk menenangkan dirinya tapi dilain sisi pekerjaannya sudah menunggu dan harus segera diselesaikan. Ia tak ingin membuat Kenzie merasa kesal, akhirnya ia mengakhiri percakapan mereka hari ini......


..."Jika tak ada lagi hal yang ingin kau tanyaka,aku akan pergi bekerja. Kenzi sudah menungguku!" Ujar Arga menjelaskan......


..."Apa kau tak keberatan untuk mengantarku pulang!" Pinta Clara tiba-tiba......


...Arga tak menjawab,ia hanya menyalakan mesin mobilnya dan mengantarkan Clara pulang dengan segera.....


...Selama perjalanan, Clara lebih banyak diam. Ia hanya bereaksi sesekali dan terus menatap keluar jendela mobil. Ia merasa bersalah pada Rose. Kata-kata yang awalnya hanyalah sebuah peringatan agar lebih berhati-hati lagi kini menjadi bumerang bagi dirinya maupun Rose. Tanpa sadar air matanya mengalir membanjiri pipinya dan tak lama kemudian Ia pun terisak hingga tersedu-sedu......


...Arga yang melihat itu menjadi tidak tega. Ia pun segera menghentikan mobilnya dan menepikannya. Ia membiarkan Clara menangis beberapa saat. Tidak mungkin membiarkan dia pulang dalam keadaan seperti ini. Ini kian membuat Rose merasa bersalah......


...Setelah cukup lama membiarkan Clara menangis, Arga pun mencoba menenangkannya. Ia memegang pundak Clara perlahan......


..."Jangan menangis... Menangis tak akan menyelesaikan masalah. Jika Rose sudah memilih jalan ini maka kau harus mendukungnya dan menguatkannya. Ini bisa membuat Rose lebih ringan dalam menjalani hari kedepannya!" Kata Arga pelan......


...Clara menunduk, ia menutup wajahnya yang putih dengan kedua tangannya. Lalu kembali menangis terisak. Arga yang tak tega melihatnya begitu terpuruk, menarik Clara ke dalam pelukannya......


...Clara menumpahkan segala kesedihannya di dalam pelukan Arga. Ia mencurahkan seluruh air matanya di dada bidang milik orang kepercayaan Kenzi tersebut. Arga membiarkan dadanya basah oleh air mata Clara, Arga pun menepuk-nepuk pundak Clara sambil membelai lembut rambut Clara......


..."Berhentilah... Sekarang lebih baik kau rapikan dirimu dan segera pulang lalu kuatkanlah Rose agar tidak terlalu bersedih. Semua sudah terjadi,mungkin ini tak sepenuhnya buruk bagi Rose dan Kenzi. Dengan menjauhnya Rose,Kenzi bisa menjalankan rencananya dengan tenang tanpa mengkhawatirkan keselamatan Rose lagi. Aku yakin setelah semua masalah ini selesai, Kenzi pasti akan membawa Rose kembali. Kita hanya perlu mendukung semua rencananya agar berjalan dengan lancar dan sama-sama menguatkan mereka berdua. Yang Rose punya hanyalah kau,Clara.. Begitu pula dengan Kenzi. Saat ini pekerjaan kita kian berat. Kau harus lebih tegar dari pada Rose agar bisa terus membuatnya bahagia. Dan aku akan terus mendukung Kenzi dengan semua langkah yang ia buat. Bersabarlah dan percayalah dengan apa yang sedang kami lakukan!" Ungkap Arga meminta pada Clara......


...Perlahan Clara menarik tubuhnya dari pelukan Arga. Ia mengusap air matanya dan merapikan rambut serta bajunya. Ia meraih tasnya untuk mengambil bedak dan mengoleskan ke wajahnya. Ia menampilkan wajah secerah. Lalu dengan tegas ia meminta Arga mengantarkannya pulang......


...Arga pun memenuhi permintaan Clara tersebut. Dengan cepat ia menyalakan kembali mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu....


..."Jika Rose melakukan ini demi aku,maka aku pun akan memastikan dia tak akan kehilangan Kenzi!" Ucap Clara di tengah-tengah perjalanan mereka.....

__ADS_1


...Clara berdecak kagum dengan perubahan sikap Clara yang tiba-tiba. Meski wajahnya sudah menampakan ketegaran namun saat mengingat kembali keputusan yang diambil Rose suaranya tetap saja bergetar......


..."Jangan lakukan hal apapun saat ini, biarkan kami yang bertindak. Tugasmu sekarang hanyalah menemani Rose agar tak terlalu sedih!" Jelas Arga......


..."Itu pasti. Katakan saja apa yang bisa aku bantu untuk kalian dalam menghadapi walikota dan anaknya si rubah licik itu!" Ujar Clara meyakinkan......


..."Tenanglah... Jangan terlalu emosi.. Kita tetap sembunyikan ini dari Rose. Jika sikapmu begitu emosional seperti ini akan memancing kecurigaan Rose. Saat ini kami bisa melakukannya sendiri, jika kelak kami membutuhkanmu Aku akan segera menghubungimu!" Jelas Arga......


..."Aku menunggunya! Untuk kedepannya, tolong jangan rahasiakan apa pun dariku. Aku perlu melakukan persiapan untuk menghadapi hal yang terduga!" Pinta Clara......


..."Ah iya.. Aku ingat satu hal. Untuk peluncuran besok, Aku sarankan kalian berdua berhati-hati. Ini hanya perkiraanku saja. Selama Moza tidak mengetahui hubungan Kenzie dan Rose yang sebenarnya,maka kalian aman-aman saja. Namun jika hal itu terjadi sebaliknya, maka kau harus harus ekstra dalam mengawasi Rose. Jangan biarkan dia sendirian!" Ungkap Arga mengutarakan pemikirannya......


..."Iya.. Aku akan berhati-hati besok!" Jawab Clara singkat......


...Mobil Arga pun berhasil membawa ke Laras selamat hingga ke depan rukonya. Arga melihat kesekeliling ruko dari dalam mobilnya. Keadaan yang sepi membuat Arga penasaran dengan keadaan Rose......


..."Dimana Rose?" tanya Arga saat Clara hendak turun dari mobilnya......


..."Dia masih di kamarnya. Mungkin juga belum sarapan. Apa kau ingin menemuinya?" Tanya Clara menawarkan......


..."Apakah tidak masalah jika aku menemuinya?" Tanya Arga ragu......


..."turunlah.. Kau bisa mengatakan sesuatu yang menyenangkan hatinya!" Ucap Clara asal......


...Tanpa menunggu lagi Arga segera turun dari mobilnya untuk menemui Rose......


...Clara membawa Arga naik kelantai atas di mana kamar Rose berada. Saat melihat kamar Rose masih tertutup rapat, Clara pun menatap Arga sejenak......


...Arga mendekat ke muka pintu dan mengetuknya.....


..."Rose... Ini aku... Arga!" Ujar Arga menyapa Rose......


...Lama tak terdengar jawaban dari dalam kamar hingga akhirnya ada sesuatu yang jatuh dan membuat Arga dan Clara merasa cemas. Dengan cepat Arga membuka pintu yang memang tidak terkunci dan mendapati bahwa Rose sudah terjatuh di sisi tempat tidurnya......


...Clara berteriak histeris melihat keadaan Rose.....


..."Kau kenapa?" Tanya Clara cemas.....

__ADS_1


...Di bantu dengan Arga,Clara kembali menaikkan Rose keatas tempat tidurnya......


..."Aku Tidak apa-apa Kak. Hanya sedikit pusing saja!" Jawab Rose dengan suara berat dan pelan......


..."Tidak apa-apa bagaimana... Kau demam.. Badanmu sangat panas! Arga... Bantu aku membawanya ke rumah sakit!" Ujar Clara meminta Arga untuk menggendong Rose. Namun Rose segera menolak dan memilih berbaring di atas tempat tidurnya.....


..."Aku tak apa kak.. Hanya demam saja. Minum obat juga akan membaik!" Kata Rose menenangkan Clara......


..."Tapi Rose...!" Clara tetap memaksa. Namun saat melihat Arga menahannya,Clara tak melanjutkan kalimatnya......


..."Aku akan mengompresmu agar panasnya menurun!" Kata Clara dengan sigap berlari mengambilkan alat kompres untuk Rose......


...Rose tersenyum kecil melihat keberadaan Arga dilamarnya......


..."Apa dia baik-baik saja?" tanya Rose penasaran dengan keadaan Kenzi......


...Arga menganggukkan kepalanya. Berbohong untuk mengurangi rasa khawatir Rose......


..."Syukurlah... Aku bahagia mendengarnya!" Ucap Rose lirih......


...Bulir bening kristal mengalir di sela matanya. Rose segera mengusapnya tak ingin Arga mengetahuinya......


..."Kau harus bahagia pula Rose.. Jangan biarkan pilihanmu sia-sia!" Jelas Arga mengingatkan.......


...Rose tersenyum kecut mendengarnya. Bagaimana mungkin ia bisa bahagia setelah kehilangan harapannya. Rasa cinta yang begitu ia dambakan pupus begitu saja hanya dengan satu kata PUTUS......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2