Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
menyatu


__ADS_3

...Rose dan Kenzi sudah kembali sebelum malam tiba. Kini tinggallah Arga dan Clara berdua saja. Clara sedang sibuk membenahi apartement Arga yang menurutnya sangat berantakan. Sementara Arga memperhatikan semua gerak Clara yang kadang di selingi dengan ocehan kecil dari mulutnya. Seperti saat ini, Clara mengomeli Arga karena begitu banyak sampah yang terselip di tempat-tempat tersembunyi hingga membuat Clara naik darah melihatnya. Namun Arga hanya terkekeh kecil mendengarnya......


..."Apa kau tak punya kotak sampah sehingga kau menyelipkan semua sampah ini? Ah tidak, bukan tak punya, kau hanya malas untuk membuangnya!" oceh Clara dengan begitu keras......


...Dan lagi, Arga hanya terkekeh kecil di balik punggung Clara....


..."Apa yang kau tertawakan?!" tanya Clara kesal karena ocehannya selalu di tertawakan Arga......


...Arga menggeleng pelan dan menahan tawa di balik telapak tangannya......


...Clara kembali mengomel dan henti-hentinya hingga membuat teliga Arga tak bisa lagi menerima omelannya. Arga menarik tubuh Clara yang baru saja berdiri dari membungkuk setelah membersihkan bawah tempat tidurnya......


..."Apa yang Kau----" Suara Clara tercekat di tenggorokan saat merasakan bibir Arga menyentuh kulit lehernya......


..."Sshtt! Kau tidak lelah mengoceh terus? telingaku sudah bengal mendengarnya. Jangan marah-marah, Sayang. Ekspresimu membuatku ingin menerkammu saat ini!" kata Arga di balik lehernya......


..."K-kau ..., kau sangat jorok!" jawab Clara sekenanya......


..."Iya, aku tahu. Maka dari itu aku butuh seseorang istri sepertimu. Yang bisa membersihkan rumahku juga menyenangkan aku saat melihatmu dengan ekspresi marah ini!" ujar Arga sambil mencubit ujung hidung Clara......


..."Lepaskan aku, aku harus membersihkan sisanya!" kata Clara mengelak karena semakin Arga bicara membuatnya semakin bergetar merasakan bibir Arga menyentuh kulit lehernya......


..."Aku akan lepaskan dengan satu syarat!" kata Arga tiba-tiba......


...Clara menoleh pada Arga dengan tatapan tajam. Belum sempat Clara bertanya, Arga sudah menarik tengkuk Clara dan ******* halus bibir Clara....


...Seperti biasa, Clara tidak menolak meski ia sepenuhnya berusaha menghindari Arga. Sentuhan Arga membuainya hingga ia tak berdaya menolaknya....


...Keduanya ******* dan saling mencecap sambil memejamkan mata. Tangan Arga meremas kuat tengkuk Clara hingga membuat Clara menggelinjang. Sementara tangan Clara mencengkeram erat lengan Arga......


...Ciuman itu begitu panas dan menuntut lebih. Tapi Clara segera sadar karena kondisi Arga yang tak memungkinkan saat ini. Ia pun melepaskan pangutannya dari bibir Arga dengan nafas yang tersengal-sengal......


...Arga menatapnya dalam. Begitu pun Clara. Keduanya tersenyum bersamaan dan saat itu juga Clara merasakan perasaan lega dalam hatinya. Seperti terbebas dari beban berat yang selama ini ia tahan. Senyuman itu mengartikan hal yang selama ini Arga inginkan dari Clara. Ia pun mengecup kening Clara dengan lembut di iringi pejaman mata dari Clara lalu keduanya berpelukan saling mencurahkan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata......


...Di tempat lain, Rose baru selesai mandi dan mengeringkan rambutnya sambil mendekat pada Kenzi yang masih fokus dengan layar laptopnya......

__ADS_1


..."Apa ada masalah?" tanya Rose pada suaminya itu......


..."Tidak, hanya mengecek beberapa email yang masuk saja!" jawab Kenzi tanpa mengalihkan pandangannya......


...Rose pun membiarkan Kenzi sibuk dengan pekerjaannya. Ia kembali mengeringkan rambut dengan sebuah alat. Aroma wangi dari rambut Rose yang beterbangan membuat mata Kenzi teralihkan. Ia menatap Rose yang sedikit tertunduk sambil terus mengeringkan rambutnya. Kenzi tersenyum dan mengecup pundak Rose sambil memeluknya dari belakang......


...Rose menggelinjang kegelian karena ulah Kenzi. Melihat respon Rose, Kenzi pun menyingkirkan laptop yang ada di pangkuannya. Ia menjilati tiap jengkal tubuh Rose yang terekspos karena Rose menggunakan baju tidur tanpa lengan......


..."Ken ...," gumam Rose memanggil nama suaminya......


..."Ada apa?" tanya Kenzi sambil terus melakukan aktivitasnya......


..."Ehm ...., Sshh ....!" erang Rose saat Kenzi menghisap lehernya dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.......


...Tubuh Rose bergetar hebat menerima setiap sentuhan lembut dari Kenzi. Tangannya terasa ngilu hingga ia meremas sprei begitu kuat. Rose berbalik dan menatap wajah Kenzi yang sudah merah menahan hawa panas dalam dirinya. Nafasnya memburu menginginkan hal yang lebih dari ini....


...Kenzi membenamkan bibirnya di bibir Rose. Mengukur setiap inci dalam mulut Rose dengan lidahnya. Mengisap kuat lidah Rose dan bertukar air liur di sana. Sejenak ia lepaskan, memberikan Rose ruang untuk bernafas lalu membenamkannya lagi dalam-dalam......


...Tangannya pun tak tinggal diam. Ia meraba setiap lekuk tubuh Rose hingga membuat Rose mengerang hebat karena sentuhan tangan Kenzi yang bergerak liar di atas tubuhnya. Tidak sampai di situ, tangan itu lolos tanpa perlawan ke dalam baju Rose. Bergerak naik ke atas gunung kembar Rose dan melepaskan pengamanan dia sana....


...Rose kembali menggelinjang. Meremas rambut Kenzi dengan erat dan kepalanya terdongak......


...Kenzi menghentikan aktivitasnya, mengambil kesempatan untuk melucuti benang yang sedang menempel di tubuh Rose hingga tubuh mungil itu polos tanpa tertutup apa pun lagi......


...Rose menutupi gunung kembarnya dengan tangan. Ia malu memperlihatkan tubuh polosnya di hadapan Kenzi meski itu sedikit terlambat karena Kenzi berhasil melihat semuanya.....


...Kenzi membuka bajunya. Menampakkan dada bidang dengan perut rata yang di penuhi tato. Rose menelan air ludahnya, menikmati pemandangan yang tak pernah ia lihat dari tubuh Kenzi selama ini......


...Kenzi menarik tangan Rose dan membawanya ke dada bidangnya. Membiarkan Rose menyentuh bagian tubuh depannya itu......


...Nafas Rose kembali memburu saat tangannya di arahkan Kenzi menuju bawah perutnya.......


..."Bukakan untukku!" pinta Kenzi pada Rose......


...Dengan ragu Rose membukanya. Tapi belum sempat itu terjadi, Rose sudah beranjak dan menarik Kenzi untuk mencumbuinya lagi......

__ADS_1


...Hawa panas menyelimuti kamar itu. Cahaya remang semakin membuat keduanya terbuai dalam hasrat masing-masing. Rose merasakan ada yang membelai pangkal pahanya. Ia tersentak tatkala Kenzi menyatukan kepemilikan keduanya. Desahan ringan hingga menjadi erangan kenikmatan tak bisa di tahan Rose lagi ketika tubuhnya di guncang hebat oleh Kenzi....


...Ritme yang tak beraturan, nafas yang memburu, serta keringat yang semakin lama semakin banyak menyirami kegiatan panas yang sedang mereka lakukan saat ini. Kecupan kecil hingga remasan-remasan tangan Rose di kepala dan punggung Kenzi membuat keduanya semakin hanyut dalam permainan mereka......


...Begitu lembutnya Kenzi memperlakukan Rose sehingga membuat Rose tak bisa berhenti bergumam menyebutkan namanya. Kenzi pun demikian, setiap suara yang di keluarkan Rose membuatnya kian semangat mengguncang tubuh Rose......


..."Ahhhh ...., Ken ..., A-aku ...., ehmmmm!" Rose tak bisa menyelesaikan kata-katanya lagi ketika ia merasakan tubuhnya bergetar hebat menyempurnakan pelepasannya. Kenzi yang merasakan miliknya hampir mencapai puncak segera mempercepat gerakkannya dan menghentakkannya dengan kuat di iringi erangan kenikmatan dari mulutnya......


...Tubuh Kenzi terkulai lemas di atas tubuh Rose dengan nafas yang terengah-engah. Ia menciumi leher Rose dan Rose memeluknya dengan sangat erat. Membiarkan nafas mereka stabil......


...Tak lama, Kenzi menarik tubuhnya dan mengangkat Rose bersamaan ke kamar mandi. Lalu mereka meneruskan aktivitas tersebut hingga pagi menjelang......


...Kenzi menepati dua janjinya. Yaitu mengambil haknya setelah pernikahan mereka serta membuat Rose tak bisa berjalan sempurna keesokan harinya......


...Malam panas itu berlalu dengan indah, seindah pelepasan mereka setelah penantian panjang mereka......


...Kenzi memeluk Rose dengan erat, membiarkan wanitanya itu terlelap berbantalkan lengannya......


...Ia tak menyangka kehidupannya akan berakhir begitu indah dengan seorang wanita sebagai istrinya dalam ikatan pernikahan. Ikatan yang selama ini ia pikir hanyalah formalitas semata demi menutupi nafsu buas atau kepentingan pribadi lainnya. Ternyata bisa tidur dengan orang yang kita cintai, merencanakan masa depan yang indah bersamanya, membangun keluarga atas dasar cinta dan kasih sayang sungguhlah nikmat......


...Sementara Rose, ia yang selama ini menyalahkan takdirnya yang selalu membawanya kepada penderitaan tak bertepi menyadari satu hal. Semua perjalanan adalah proses. Entah itu baik dan buruk, suka dan duka, bahagia dan sekali pun menderita adalah proses perjalanan hidup untuk membangun karakter diri agar lebih kuat lagi. Ia sepenuhnya sadar, bahwa ia dan Kenzi memiliki banyak perbedaan. Banyak hal yang sering berbenturan, bahkan cara berpikir yang tak sejalan. Tapi menikah bukanlah menyatukan dua perbedaan menjadi satu, melainkan bagaimana perbedaan itu tetap berjalan berdampingan dengan tujuan yang sama......


***TAMAT***


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2