
...Jerry melangkah mendekat pada Rose dan memeluknya sambil menutupi tubuh Rose dengan jaket......
..."Jerry panggil ambulans sekarang" teriak Clara panik......
..."Ambulans segera datang kak. Tenanglah." ujar Jerry masih memeluk Rose.......
..."Darahnya terus mengalir, kita harus menghentikannya" teriak Clara lagi......
...Mendengar itu Kenzi pun segera mendekat dan melepaskan jaketnya. Merasa jaket tersebut tak dapat membantu Kenzi pun segera melepaskan baju kemeja yang ia pakai untuk menghentikan pendarahan di paha Arga......
...Arga merintih kesakitan. Kenzi terus melakukannya hingga selesai. Selama itu terjadi, Clara terus menangisi Arga dan memeluknya.....
...Seorang polisi masuk dengan beberapa petugas medis. Mereka mengangkat Arga dan jasad walikota. Sementara Jerry berusaha membawa Rose keluar. Rose menatap Kenzi yang menatapnya dengan tatapan hampa......
..."Ken ..." panggil Rose pelan......
...Kenzi tak bereaksi. Ia hanya menatap Rose dengan tatapan yang tak bisa di mengerti Rose......
..."Tahan semua orang di sini. Bawa mereka ke kantor" ujar Jerry memberikan perintah......
...Rose menatap kaku tangan Kenzi yang juga ikut di borgol. Ia menatap Jerry dengan tatapan mengiba. Meminta agar Kenzi di bebaskan......
..."Jerry, Kenzi dan anak buahnya tak bersalah. Mereka menyelamatkan kami. Jangan bawa dia" Kata Rose memelas......
..."Kau bisa memberikan keterangannya di kantor Rose. Saat ini biarkan kami bertindak sesuai prosedur. Jika dia memang tak bersalah, maka dia akan di bebaskan. Bagaimana pun dia menghilangkan satu nyawa" jelas Jerry...
...Rose terdiam menatap Kenzi dengan mata yang berurai......
...Kenzi yang hendak melewati Rose menghentikan langkahnya. Ia menatap Rose lalu tersenyum......
..."Ken" ucap Rose lirih......
...Tangis Rose pun pecah di pundak Kenzi. Kenzi ingin memeluknya namun tak bisa karena tangannya yang sudah terborgol.....
__ADS_1
..."jangan menangis, aku baik-baik saja. Kau harus ke rumah sakit setelah ini. Temani Clara dan tolong rawat Arga untukku" Ujar Kenzi pelan dan mengecup lembut kening Rose......
...Rose masih terisak. Ia tak mampu bicara lagi. Air matanya sudah mewakili bagaimana kacaunya hatinya saat ini......
..."Bawa dia" kata Jerry memberi perintah lagi......
...Rose berusaha mengikuti Kenzi. Namun di tahan oleh Jerry.....
..."Rose ..., tenangkan dirimu. Kita ke rumah sakit sekarang" kata Jerry membawa Rose ke dalam mobilnya......
...Selama perjalanan Rose hanya menangis dan terus mempertanyakan keadaan Kenzi setelah ia di bawa ke kantor polisi nanti. Ia menanyakan itu berulang-ulang kali hingga membuat Jerry kesal mendengarnya......
..."Rose, bisakah kau tenang? Dia hanya dimintai keterangan saat ini. Jika memang dia tak bersalah maka dia akan di bebaskan" jelas Jerry mencoba menenangkan Rose dalam tangisnya......
..."Dia jelas tak bersalah Jerry, dia datang hanya untuk menyelamatkan kami. Dia tak terlibat sama sekali dengan penculikan kami" ujar Rose membela Kenzi......
..."aku tahu, dia juga mengatakan hal itu padaku. Dialah yang meminta aku datang membantunya" ungkap Jerry yang mulai merendahkan nada bicaranya......
..."Jika kau tahu kenapa kau tak membebaskannya? Kau seharusnya membiarkan dia bebas dan jika memang ingin meminta keterangan bukankah besok pagi bisa di laksanakan." kata Rose Keukeh tak mau menyerah......
...Rose diam melihat kemarahan Jerry. Jerry menatap Rose dengan tajam......
..."Apa kau tak bisa mencemaskan dirimu sendiri? kenapa selalu mencemaskan orang lain. Lihatlah dirimu, kau terluka. Bekas biru ini harus di periksa terlebih dahulu. Kita akan ke rumah sakit!" kata Jerry menjelaskan......
..."Tapi aku tak ingin ke rumah sakit. Aku tak apa-apa, aku baik-baik saja. Jerry aku mohon bawa aku pada Kenzi, aku benar-benar mengkhawatirkannya" ujar Rose mengiba pada Jerry......
..."Dia akan bebas besok jika malam ini dia sudah selesai dimintai keterangan. Saat ini kita terlebih dulu ke rumah sakit, aku ingin memastikan keadaanmu dulu" jawab Jerry yang sudah malas berdebat dengan Rose soal Kenzi......
..."Baiklah aku akan ke rumah sakit. Tapi setelah itu aku akan menemui Kenzi" jelas Rose......
..."Kau tak boleh keluar dari rumah sakit sebelum kondisimu benar-benar pulih. Jika kau tetap keras kepala ingin melakukannya, maka aku akan menyuruh bawahanku untuk menahan Kenzi lebih lama lagi" kata Jerry mengancam Rose......
...Rose menatap Jerry tak percaya. Ia kaget mendengar jawaban yang Jerry berikan padanya.....
__ADS_1
..."Jerry, kau jahat. Kenapa kau menggunakan otoritasmu hanya untuk memaksaku. Kenapa Jerry? kau tidak seperti biasanya. Kaulah yang membuat aku percaya bahwa masih ada aparat keamanan yang jujur tapi kini kau membuatku mempertanyakan lagi. Kau bukan Jerry yang aku kenal" kata Rose tajam pada Jerry......
...Jerry tak menjawab, ia hanya diam namun dalam hatinya ia membatin......
..."Kau menanyakan kenapa aku seperti ini Rose? Kau lah penyebabnya. Kau mengkhawatirkan pria lain saat kau bersamaku. Semula aku membiarkanmu dekat dengannya karena aku mengira hubungan kalian tak akan berhasil. Tapi sekarang kau begitu mengkhawatirkannya dan membuat aku menyesal membiarkan ruang bagi kalian untuk dekat seperti ini" batin Jerry......
...Tak lama mereka pun sampai di rumah sakit. Rose keluar tanpa menunggu Jerry pergi bersamanya. Ia masuk ke ruang UGD dan melihat Arga sedang ditangani dengan Clara di sampingnya......
..."kak" sapa pada Clara......
...Clara menatap Rose sendu, matanya sembab karena tak henti-hentinya menangis. Rose menghampirinya dan memeluknya dengan erat.....
..."Bagaimana Arga kak?" tanya Rose memastikan......
..."Dia sedang di bius. Lukanya sangat dalam dan Arga kehilangan banyak darah" ujar Clara dan tangisnya pun kembali pecah......
..."Bagaimana keadaan kakak?" tanya Rose sambil mengurai pelukannya dan memeriksa keadaan Clara......
..."Aku tak apa, hanya luka ringan dan dokter sudah memeriksanya. Kau periksa saja dulu dirimu, kau juga di pukuli" ujar Clara mengingat kejadian mereka saat mereka menjadi sanderaan di ruangan pelatihan walikota......
...Rose menurut, ia membaringkan dirinya di atas tempat tidur pasien. Seorang dokter memeriksanya lalu tak lama mereka membawa Rose ke ruangan X-Ray. Mereka ingin memastikan bahwa tak ada luka dalam pada Rose......
...Semua berjalan lancar dan hasil pun sudah keluar, Rose baik-baik saja. Ia hanya mengalami luka ringan dan memar saja. Ini akan pulih setelah beberapa hari.......
...Rose melangkah di tengah lorong rumah sakit yang sepi karena memang saat ini masih dini hari. Satu jam berlalu setelah mereka terbebas dari ruangan yang menyisakan bayangan menakutkan bagi Rose. Darah di mana-mana, suara tembakan yang menggelegar masih terngiang-ngiang di telinga Rose. Bagaimana darah yang jatuh tepat di depan mukanya dan menempel di tubuhnya membuat Rose mual. Rose duduk di salah satu kursi yang berada di ruang tunggu. Ia membayangkan bagaimana nasibnya dan kakak angkatnya jika Kenzi dan Arga tidak menolongnya. Mengingat hal itu Rose pun kembali menangis. Menangisi keadaan Kenzi saat ini yang berjauhan dengannya. Tanpa sadar Rose terlelap di kursi itu dengan air mata yang masih membasahi pipinya......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏