Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Lamaran


__ADS_3

...Setelah kepergian Gisella, Clara menatap Arga dalam-dalam. Arga mengetahui banyak hal yang ingin Clara tanyakan padanya, tapi karena Clara tak mengucapkannya Arga pun tak menjawabnya......


...Sementara itu, di rumah Kenzi. Rose masih tertidur pulas bahkan setelah Kenzi selesai dengan pengacaranya. Kenzi sengaja meminta pengacara untuk menyelesaikan semuanya secara cepat agar tak ada lagi yang bisa mengganggunya dan Rose......


...Kenzi mendekati Rose yang berbaring sambil memeluk bantal gulingnya. Kenzi tersenyum melihat ekspresi Rose yang lebih cantik menurutnya saat tidur. Kenzi pun menyusul tidur di sisi Rose sambil memeluknya dari belakang......


...Hari mulai sore ketika Rose mulai membuka matanya. Ia merasakan ada yang menimpah bagian pinggangnya dan saat melihat ke arah pinggangnya sebuah tangan yang sedang melingkar di sana. Awalnya Rose kaget namun setelah mengetahui itu tangan Kenzi Rose pun membiarkannya......


...Rose berbalik untuk menatap Kenzi, Ia melihat wajah Kenzi yang terlelap di hadapannya. Sangat jelas, semua lekuk di wajah Kenzi berhasil membuat Rose terpukau untuk beberapa saat......


..."Tidak kusangka aku memiliki kekasih yang begitu tampan!" gumam Rose sambil tersenyum menatap Kenzi yang masih terlelap......


...Rose menyibakkan rambut halus Kenzi dan kembali tersenyum. Lalu ia menarik lagi tangannya agar tak mengganggu Kenzi yang masih terlelap....


...Baru saja ia ingin menarik tangannya, Kenzi menangkap tangan itu dan menariknya hingga membuat tubuh Rose begitu menempel pada Kenzi......


..."Ken!" ujar Rose kaget......


..."Kenapa kau hanya menatapinya tanpa merasakannya?" tanya Kenzi sedikit menggoda......


..."Kau ini ...,!" keluh Rose yang hendak menarik tubuhnya namun segera di tahan Kenzi......


..."Apa yang kau pikirkan saat menatapku begitu?" tanya Kenzi lagi......


..."Tidak ada .., tunggu dulu ..., sejak kapan kau bangun?" tanya Rose penasaran......


..."Sejak kau berbalik dan menatapku!" jawab Kenzi santai......


..."Lalu kenapa kau tidak membuka matamu?" tanya Rose malu karena tingkahnya tadi di ketahui Kenzi......


..."Karena aku ingin tahu perlakuanmu saat aku sedang tertidur!" jelas Kenzi enteng......


...Rose mencibirkan bibirnya karena Kenzi yang berhasil menjebaknya....


...Keadaan sangat hening, hanya terdengar deru nafas dari keduanya. Rose mencoba melerai perasaan canggung yang saat ini ia rasakan. Tapi lagi-lagi Kenzi tak mengizinkannya......


..."Rose, ayo menikah!" kata Kenzi tiba-tiba......

__ADS_1


...Rose menatapnya lekat. Ia tahu bahwa Kenzi memang ingin menikahinya tapi tak pernah tahu jika ia akan di lamar secepat ini......


...Belum sempat Rose bicara, Kenzi sudah beranjak dan mengambil sesuatu dari dalam nakas. Rose pun ikut beranjak duduk dan menyandar di kepala ranjang......


...Kenzi membuka sebuah kotak kecil di depannya. Saat melihat isi kotak tersebut Rose pun terkaget dan menutup mulutnya yang ternganga......


...Sepasang cincin yang sangat manis dengan desain yang sangat ia kenali. Desain itu dia sendiri yang membuatnya. Desain yang sangat simple namun memiliki arti yang begitu besar menurutnya itu......


..."Apa kau mau menikah denganku? Menghabiskan sisi usiamu denganku? menjadi ibu dari anak-anakku?" tanya Kenzi berulang-ulang dengan makna yang sama. Bersama di sisa usia mereka, menata masa depan bersama......


..."Ken!" ucap Rose haru. Matanya berkaca-kaca, ia tak bisa mengungkapkan apa yang saat ini ia rasakan dan juga apa yang ada di hadapannya saat ini membuatnya tak bisa bicara meski ia begitu ingin mengucapkannya......


..."Jangan menangis! aku melamarmu bukan menindasmu!" ujar Kenzi sambil menarik tengkuk Rose lalu membenamkan bibirnya di mata Rose yang basah......


..."Ken ..., ak... aku ...,!" Rose tak bisa menuntaskan kata-katanya. Ia memilih untuk memeluk Kenzi saat itu dan menangis haru dalam dekapan Kenzi......


...Kenzi mengerti apa yang ia rasakan. Kenzi membelai punggungnya halus sambil mencium puncak kepala Rose......


...Setelah Rose tenang Kenzi kembali menuntaskan apa yang menurutnya belum tuntas itu......


..."Kau curang!" kata Rose tiba-tiba......


...Kenzi menatap Rose tak mengerti......


..."Apa aku salah mengartikan tangisannya? bukankah dia tadi menangis karena terlalu bahagia? atau karena tak bisa menjawab pertanyaanku karena sebenarnya dia ingin menolak ku!" batin Kenzi bertanya-tanya......


..."Apa yang curang?" tanya Kenzi memastikan......


..."Seharusnya kau melamarku dengan sedikit romantis seperti yang ada dalam film-film. Berlutut atau membangunkan sebuah moment yang romantis dengan suasana yang juga romantis. Tidak seperti ini, kau melamarku di atas tempat tidur dan itu pun aku baru bangun!" gerutu Rose kesal......


...Kenzi menarik nafas panjang......


..."Oh Tuhan, mengapa kau ciptakan makhluk wanita dengan karakter berubah-ubah seperti ini. Apa susahnya bagimu menjawab pertanyaanku Rose? Jika kau mau, kau hanya perlu mengiyakan saja. Bagaimana pun kondisi dan keadaanya hasilnya tetap sama bukan? Aku melamarmu. Itu yang terpenting!" jelas Rose sedikit kesal karena Rose belum menjawab pertanyaan....


..."Aku tak akan menerimamu selain dengan cara yang resmi!" ujar Rose sambil berpaling dari Kenzi......


...Kenzi kembali menarik nafasnya yang sedikit terhambat. Ia menutup kembali kotak kecil yang ada di tangannya sambil menggerutu pelan......

__ADS_1


..."Begini saja sudah membuatmu menangis, jika aku melamarnya seperti yang orang-orang lakukan kurasa dia akan pingsan!" gerutu Kenzi......


..."Ken ..., aku dengar lho!" ujar Rose......


..."Ya sudahlah jika kau tak mau menjadi istriku!" ucap Kenzi menyerah......


...Rose segera berbalik dan menatap Kenzi. Ia melihat Kenzi sedang memasukkan kembali kotak tersebut ke dalam nakas. Rose seperti tak rela Kenzi melakukan itu. Ketika nakas tersebut hampir Kenzi tutup, Rose segera menariknya......


..."Kau tak mau memasangkannya di jariku!" ujar Rose membuat Kenzi tak mengerti......


..."Bukannya tadi kau mengatakan bahwa kau ingin lamaran yang romantis?" tanya Kenzi heran......


..."Iya ..., itu benar... Tapi aku mau kau tetap memasangkan cincin itu hari ini. Kau bisa mengganti suasananya lain kali!" ujar Rose sekenanya......


..."Bilang saja kau mau! mengapa sulit sekali!" jawab Kenzi......


...Rose pun tersenyum menatap Kenzi. Kenzi membalasnya dan memasangkan cincin tersebut di jari manis Rose. Rose memandangi cincin itu setelah terpasang di jarinya. Cincin yang indah dari orang yang sangat istimewa......


...Rose menatap Kenzi demikian pula Kenzi. Mereka saling menatap dan terdiam. Kenzi menyentuh bibir bawah Rose dengan ibu jarinya......


...Rose merasakan sentuhan itu sambil menatap Kenzi yang juga menatapnya seperti sedang menuntut sesuatu dari Rose......


...Kenzi menarik wajah Rose mendekat padanya, lalu ******* bibir Rose dengan sangat lembut namun terasa sangat bergairah......


...Rose membalasnya dengan hal yang sama, Ia melingkarkan tangannya di leher Kenzi membiarkan Kenzi dengan semua keinginannya saat ini. Kenzi tak pernah melupakan janjinya, ia tahu saat ini masih belum tepat. Ia pun mengakhiri pangutan mereka setelah di rasa ia makin berhasrat pada Rose. Rose pun mengerti, dengan malu-malu ia menyembunyikan wajahnya yang merah di dalam pelukan Kenzi.......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏

__ADS_1


__ADS_2