
...Arga berlari keluar Gedung untuk mengambil mobilnya. Sementara Kenzi masih menuntun Clara dan Rose untuk mengikutinya......
..."Kak.. Kau bawa mobil?" Tanya Rose pada Clara......
..."Tidak... Aku kemari dengan taksi!" Jawab Clara berbohong......
...Rose tak menjawab lagi. Ia hanya tersenyum ringan pada Clara......
...Saat mereka tiba di lobi gedung saat bersamaan juga mobil Arga sudah berada di depan gedung. Kenzi melangkahkan kakinya lebih cepat lagi. Arga turun dan membukakan pintu mobil bagian depan untuk Kenzi namun dengan cepat Clara masuk kedalam mobil tanpa meminta persetujuan Arga lagi......
..."Terimakasih!" Kata Clara yang berpikir itu memang di bukakan untuk dirinya......
...Sementara itu Kenzi pun membukakan pintu mobil untuk Rose namun Rose menyebrang dan mengabaikannya......
...Rose masuk ke dalam mobil namun sebelum ia masuk sebuah kotak terletak di atas kursi bagian belakang. Rose mengambil kotak itu karena ia sangat familiar dengan kotak itu. Ia memangkunya sebelum akhirnya ia membuka kota tersebut......
..."Ah ini... Aku belum sempat menyimpannya...!" Kata Kenzi salah tingkah saat melihat kotak hadiah yang pernah Rose berikan padanya dan Arga masih terletak di mobil......
..."Tidak perlu Presdir... Biar saya saja yang menyimpannya... Lagi pula ini barang murah tak cocok dengan kalian!" Jawab Rose menyindir......
..."Tidak begitu... aku....!" Kata-kata Kenzi terhenti seketika saat Rose membuka kaca jendela mobil dan melemparkannya keluar......
..."Sial.... Arga berhenti!" Teriak Kenzi dengan keras lalu keluar mobil dan mengambil kembali kotak itu.......
..."Rose...Apa ini tak berlebihan?" Tanya Clara yang melihat Kenzi begitu menghargai hadiah dari Rose......
..."Jika dia memang menghargainya,dia tak akan meletakkannya di dalam mobil. Jika sekarang dia menghargainya itu hanyalah bagian dari rencananya saja!" Jawab Rose santai.......
...Kenzi masuk ke mobil dan menatap Rose dengan tajam. Arga kembali mengemudikan mobil dan suasana menjadi hening seketika......
...Rose tak memandang ke arah Kenzi,ia benar-benar mengabaikannya. Sementara Kenzi mengepalkan tangannya karena ulah yang dilakukan Rose padanya......
..."Ga...Bawa ke Hotel kita saja!" Kata Kenzi menyarankan tempat makan siangnya......
..."Bukankah itu terlalu jauh Ken.. Kita hanya makan siang?!" Tanya Arga kebingungan.......
"Tidak apa jika memang Tuan Kenzi ingin kesana!" Kata Clara menyela...
...Arga pun hanya bisa menurut. Ia mengemudikan mobilnya lebih cepat lagi. Ia melihat raut wajah Kenzi yang menahan marah tapi hal sebaliknya di tampilkan Rose. Ia santai dan tak menunjukkan rasa bersalah sedikit pun......
__ADS_1
...Tak lama mereka pun sampai di Hotel K Grup. Rose langsung keluar dan menuju ke gedung. Kenzi menyusulnya dan mengikutinya dari belakang. Sementara Arga dan Clara masih di dalam mobil untuk mencari tempat parkir......
...Rose yang tak tahu dimana letak itu mendekat pada salah seorang penjaga keamanan di sana. Namun saat melihat Kenzi di belakangnya mereka langsung menyapa Kenzi namun di abaikan oleh Kenzi......
..."Ikuti aku!" Kata Kenzi sambil menarik tangan Rose......
...Kenzi menekan tombol Lift dan Lift pun segera terbuka. Ia menarik keras Rose ke dalamnya dan melemparkannya ke dinding Lift.....
..."Apakah harus sejauh ini Rose? Apa kau tak mengerti Bagaimana aku terhadapmu?" Tanya Kenzi menekan Rose ke dinding Lift......
..."Apa yang kau katakan...?" teriak Rose berontak......
...Melihat Rose yang berpura-pura tak mengerti dan terus berontak membuat Kenzi kian bersemangat. Ia menekan Rose lebih keras lagi dan menciumnya. Rose tersentak kaget namun segera mendorong Kenzi dengan keras.......
.... Plakkkkkk....
...Rose menampar Kenzi dengan keras. Kenzi menatapnya tapi Rose menghindari tatapannya dan berniat melarikan diri keluar dari lift. Tapi ia kalah cepat. Kenzi sudah menangkapnya lebih dulu dan memeluknya dari belakang......
..."Maaf...Aku tak bermaksud begitu? Aku hanya kesal karena kau membuang kotak dasi itu!" Kata Kenzi melemah......
...Rose tahu bahwa ia tak ingin lebih lama lagi bersama Kenzi. Namun saat Kenzi memeluknya seperti ini ia tak bisa untuk menolaknya. Ia bisa merasakan ketulusan Kenzi saat mengatakan maaf padanya.......
..."Lepaskan aku!" Ucap Rose pelan......
..."Jangan membicarakan omong kosong denganku. Kau memiliki kekasih dan tunangan. Kau anggap aku ini apa? Caramu seperti ini membuat orang-orang berpikir bahwa aku adalah simpananmu!" Ujar Rose dengan kemarahan yang tak tahu apa artinya itu.......
..."Katakan kau mencintaiku... Aku lepaskan semua hal dan membuatmu satu-satunya wanitaku!" Jawab Kenzi meyakinkan Rose......
..."Kau gila!" Teriak Rose.......
Ting....
...Pintu Lift pun terbuka dan Kenzi perlahan merenggangkan dekapan tangannya di tubuh Rose......
...Setelah Kenzi melepaskannya,Rose dengan cepat berlari keluar dan menuju lorong yang sangat sepi......
..."Rose... Dengarkan aku!" teriak Kenzi dari belakang......
...Rose tak ingin mendengarkan. Ia terus berjalan dan menjauh dari Kenzi. Namun Kenzi terus mengejarnya.......
__ADS_1
..."Rose...!" Ucap Kenzi pelan sambil menahan lengan Rose......
..."Bawa aku pada Kak Clara...Dia pasti mencarimu saat ini!" Pinta Rose pada Kenzi......
..."Bisakah kita mencobanya?" Tanya Kenzi mengabaikan permintaan Rose......
..."Bawa aku Kenzi!" Rengek Rose yang tak bisa menahan tangisnya lagi.......
..."Oke.. Oke aku akan membawamu... Jangan menangis!" Pinta Kenzi yang tak tega melihat mata Rose yang sudah berkaca-kaca......
...Kenzi menarik Rose ke dalam pelukannya. Tanpa di sangka jantung Rose berdetak lebih kencang dari sebelumnya saat Kenzi memeluknya dengan erat......
...Rose tenggelam dalam pelukan itu membiarkan Kenzi menjadi tameng air matanya yang sudah jatuh......
...Kenzi merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Ia menelpon Arga......
..."Kalian sudah pesan tempat?" Tanya Kenzi menelpon sambil memeluk Rose......
..."Sebentar lagi kami akan kesana. Kalian pesan saja makanannya!" Perintah Kenzi......
...Kenzi pun menutup panggilannya dan kembali membelai rambut Rose. Entah mengapa kali ini Rose enggan melepaskan pelukannya. Meski Kenzi sudah merenggangkan tangannya ia tetap berada di pelukan Kenzi dalam waktu yang cukup lama......
...Kejadian ini membuat Rose di pandangi oleh sebagian besar pegawai Kenzi yang sedang bertugas. Namun saat mereka tahu itu adalah Kenzi mereka tak berani memandangnya begitu lama. Kenzi pun mengabaikan orang-orang yang lewat di sebelahnya. Ia masih tetap memeluk Rose yang kini sudah tak mengeluarkan suara yang tertahan......
..."Apa kita bisa pergi? Keadaan sudah sepi dan Arga juga kakakmu sudah menunggu kita!" Ucap Kenzi lembut......
...Perlahan Rose melepaskan pelukannya. Ia menarik wajahnya dari dada Kenzi dan secepat kilat berbalik arah menuju Lift dengan muka yang memerah......
...Kenzi hanya tersenyum melihat reaksi Rose yang malu-malu itu. Ia pun menyusul Rose tanpa menggodanya namun hanya tersenyum di belakang tubuh Rose sambil membelai rambut Rose dengan lembut......
...Rose membiarkan hal tersebut. Ia tak bisa melawannya saat ini karena perasaannya yang sedang tak menentu. Namun ia tahu,ia tak bisa terjebak begitu lama dengan Kenzi.......
***
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
__ADS_1
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏