
...Saat tiba di rumah, Clara langsung menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia tak henti-hentinya mengumpati Arga yang hanya memanfaatkan dia....
..."Tapi kenapa aku harus marah? Lagi pula aku tak ada apa-apa dengannya. Tidak ..., tidak ..., meski kami tidak memiliki hubungan apa pun, setidaknya Arga tak boleh memanfaatkanku. Aku mengira dia benar-benar ingin kutemani!." gumam Clara pada dirinya sendiri......
...Sementara itu di rumah sakit, Arga merasa bersalah karena Clara pulang dalam keadaan hati yang tak baik. Ia ingin menyusulnya tapi apalah daya kini dia tak bisa beranjak dari tempat tidurnya....
...Arga meraih ponselnya dan membuka percakapannya dengan Clara yang sebagian banyak adalah kemarahan Clara padanya. Umpatan-umpatan kasar yang Clara lontarkan padanya lewat percakapan tersebut berhasil membuat Arga tersenyum sendiri. Kenzi yang melihat itu akhirnya mencoba mengintip aktivitas sahabatnya yang begitu fokus dengan layar gawainya itu. Saat mengetahui nama Clara terpampang lebar di layar atas, Kenzi pun segera menggoda Arga......
..."Kau merindukannya? Kenapa tidak di telepon saja?" tanya Kenzi menggoda sekaligus ingin memancing reaksi Arga......
..."Siapa?" tanya Arga dan Rose bersamaan.....
..."Kakakmu, sayang!" jawab Kenzi pada Rose namun mengabaikan Arga yang sudah merasakan panas ketika nama Clara di sebutkan......
..."Arga merindukan Kak Clara?" tanya Rose mencoba meyakinkan pendengarannya......
..."Iya .., jika tidak tak mungkin dia mengamati percakapan mereka berdua. Wah, kakakmu itu ternyata berhasil membuat sang Playboy kita terpesona!" goda Kenzi lagi......
..."Tidak begitu, aku hanya merasa tak enak karena membawanya dalam masalahku dan Gisella. Aku ingin meminta maaf padanya, hanya saja aku tak tahu bagaimana cara melakukannya!" papar Arga......
..."Benarkah?" tanya Kenzi tak percaya....
...Kata maaf adalah kata yang sakral bagi Arga. Dia hanya mengatakannya pada orang-orang tertentu dan pada kesalahan yang ia rasa dia sudah keterlaluan....
..."Iya, Ken ...," jawab Arga cepat......
..."Baiklah, aku akan membantumu mencari solusinya!" kata Kenzi dengan yakin sambil merogoh saku celananya dan membawa benda persegi panjang itu ke arah telinganya......
..."Hallo, Cla ... Bisa bantu aku jaga Arga? Rose merasa tidak enak badan, aku ingin membawanya pulang!" ujar Kenzi yang langsung mendapat tatapan tak percaya dari Rose dan Arga......
...Saat Arga mencoba menyela, Kenzi sudah menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Arga pun menahan kata-katanya......
..."Baiklah, kau bisa mandi terlebih dahulu. Saat ini Rose pun sedang tertidur. Aku akan menunggui Arga selama kau berkemas. Terima kasih dan juga maaf karena sudah merepotkanmu!" Akting Kenzi dengan suara memelas......
..."Ah tidak, Rose baik-baik saja, hanya dia masih lemah karena semua bekas lukanya!" jawab Kenzi berbohong menimpali kata-kata yang Clara tanyakan dari seberang ponsel......
..."Baiklah kalau begitu!" ucap Kenzi terakhir kali sebelum akhirnya ia memutuskan sambungan telepon itu......
...Rose dan Arga menuntut penjelasan dari Kenzi setelah percakapan tersebut selesai. Tatapan yang begitu tajam membuat Kenzi salah tingkah dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu......
..."Aku hanya membantumu, sobat. Setelah ini kau bisa memanfaatkan keberadaan Clara saat menjagamu. Ini demi dirimu aku sampai berbohong!" teriak Kenzi mencari pembelaan......
..."Dan juga karena kau dia menyumpahi badanku yang sehat ini. Atau mungkin dia memang ingin aku meregang nyawa di atas Brankar agar dia bisa mencari wanita lainnya!" kata Rose menyela tajam.....
__ADS_1
...Seketika Kenzi tersenyum kecut mendengar penuturan dari orang yang ia cintai itu. Ia mendekat pada Rose dan membujuknya agar tak marah dengan sikapnya tadi......
..."Aku melakukannya demi kebaikan Arga dan Clara sayang. Aku hanya ingin melihat teman-teman kita bahagia!" kata Kenzi mengelak......
..."Baiklah ..., baiklah ..., kali ini aku akan memaafkannya tapi jika terulang lagi, aku tak akan pernah memaafkanmu!" kata Rose mengancam dengan suara yang meninggi......
..."Iya ..., iya ..., aku janji ini tak akan terulang lagi!" jawab Kenzi salah tingkah......
...Tingkah Kenzi tersebut mengundang gelak tawa dari Rose dan Arga secara bersamaan. Mereka tak tahu jika Kenzi begitu ketakutan dengan tatapan Rose yang di buat-buat tersebut......
..."Ternyata ..., seorang Kenzi bisa takut juga! Kau menjadi anak yang penurut belakangan ini Ken, terutama pada Rose!" Sindir Arga dengan diiringi kekehan diakhir kalimatnya......
..."Hentikan omong kosongmu itu ..., ada hal yang penting ingin aku katakan pada kalian berdua!" ujar Kenzi mulai serius. Arga dan Rose pun menatapnya dengan serius......
..."Apa? Katakan saja!" Kata Arga dengan cepat......
..."Nanti saja, saat ada Clara di sini!" ujar Kenzi......
..."Kenapa harus ada Clara Ken?" tanya Rose heran......
..."Nanti kau akan tau. Tunggu saja sampai Clara tiba!" jelas Kenzi yang tak menjawab pertanyaan Rose......
...Mereka bercengkrama dan saling bercanda. Meski tubuh Arga terluka, dia masih tetap lantang bicara dan menggoda Kenzi atau pun Rose. Sontak saja kedua orang yang memang tak bisa bercanda itu menjadi bulan-bulanan Arga yang memang lebih sering membual omong kosong yang tak masuk akal bahkan di luar nalar......
..."Apa itu?" tanya Rose penasaran....
..."Makan malam kita!" jawab Clara seadanya......
...Wajah Arga seketika berubah setelah melihat kedatangan Clara. Ia bahkan tak berani menatap mata Clara yang masih mengabaikannya......
..."Sayang ..., ini untukmu!" ujar Clara lembut pada Rose......
...Rose menerima kotak nasi yang diberikan Clara padanya......
..."Ken ...., ini untuk kau dan Arga!" kata Clara yang memberikan dua kotak langsung pada Kenzi......
...Kenzi sedikit mengernyitkan dahinya. Namun ia tak mengatakan apa-apa ia hanya menatap Clara dengan wajah datarnya......
...Kenzi beranjak dari tempatnya dan memberikan kota tersebut pada Arga. Ia mengisyaratkan agar Arga sedikit berinisiatif pada Clara namun Arga hanya menggeleng......
..."Rose, temani aku makan di sini. Aku tak bisa makan berjauhan seperti ini!" pinta Kenzi.....
...Rose pun mendekat dan duduk di sisi Kenzi......
__ADS_1
..."Ken ..., katamu ada hal yang ingin kau katakan saat kak Clara datang. Apa itu?" tanya Rose yang masih penasaran dengan hal serius yang dikatakan Kenzi padanya dan Arga tadi......
..."Jangan bicara saat makan. Lagi pula di sini seperti gurun Es, sangat dingin dan canggung. Mereka berdua saling berdiam diri dan tak menanggap kehadiran kita di sini. Lebih baik aku urungkan niatku dan setelah ini kita langsung pulang saja!" kata Kenzi berakting lagi......
..."Ken ..., hentikanlah... apa kau tak lelah berpura-pura seperti ini?" Keluh Arga yang mulai kesal dengan tingkah Kenzi......
..."Masalahku dan Arga tak ada urusannya denganmu Ken. Lagi pula kami tak memiliki masalah sebenarnya. Jadi kau bisa mengatakannya hal apa itu?" jelas Clara......
..."Baiklah ..., aku akan langsung saja!" ujar Kenzi di sela-sela kunyahannya......
...Arga dan Rose serta Clara nampak antusias mendengarkannya......
..."Aku akan menikahi Rose dalam waktu dekat ini. Tapi sebelum itu Arga harus keluar rumah sakit dulu. Setelah Arga keluar kami akan menikah!" jelas Kenzi tiba-tiba......
..."Secepat ini?" tanya Clara tak percaya .....
..."Iya, kurasa ini waktu yang tepat. Lusa aku akan mendaftarkan pernikahan kami. Resepsinya akan di adakan setelah Arga keluar!" Tambah Kenzi yang seketika membuat Rose tersedak......
..."Kau tak mengatakan apa-apa tadi. Kenapa begitu tiba-tiba?" tanya Rose yang ikut tak percaya......
..."Bukannya tadi aku sudah melamarmu? itu artinya aku sudah mendapatkan izinmu!" Kata Kenzi sambil menunjuk ke arah jemari Rose......
..."Iya aku tahu, tapi aku tak tahu jika itu akan secepat ini!" ujar Rose yang tiba-tiba lemah karena keputusan Kenzi......
..."Lebih cepat lebih baik Rose. Kenzi bisa menelanmu bulat-bulat jika menunggumu terlalu lama!" sela Arga......
..."Baiklah, tapi aku ingin pernikahan Rose itu dirancang dengan keinginan Rose!" kata Clara ikut menyela......
..."Itu tenang saja! Aku serahkan semuanya padamu. Sebab kau lebih tau apa maunya Rose. Aku hanya menginginkan dia secara sah!" jelas Kenzi dengan mulut penuh......
...Makan malam itu berlalu dengan pembicara Kenzi yang begitu ingin menikahi Rose secepatnya. Ada perasaan bahagia juga gugup menyelimuti hati Rose. Ia tak menyangka dalam hitungan hari ia akan menjadi seorang istri....
...***...
Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!
Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...
Baca juga novelku yang lainnya..
"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"
Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏
__ADS_1