Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir

Haruskah Aku Mengalah Pada Takdir
Rencana Kenzi


__ADS_3

...Pagi ini, Arga sudah berada diruangan yang terdapat di markas mereka. Ia sudah mengintai kediaman walikota dari kejauhan. Ia juga telah melakukan apa yang diminta Kenzi padanya....


...Pagi ini, Media heboh memberitakan Walikota mereka yang yang terlibat dengan sindikat narkoba. Media online, media cetak hingga media massa dipenuhi oleh pemberitaan walikota. Kenzi dan Arga tersenyum puas melihatnya, terlebih pagi ini Arga mendengar sedikit kericuhan di kediaman walikota. Walikota marah dan mengamuk agar berita tersebut segera dihentikan namun tidak bisa karena sudah terlanjur beredar luas....


...Kenzi segera menemui Arga untuk mengetahui perkembangannya. Mereka tersenyum bersama melihat ketakutan yang mereka dengar dari nada bicara walikota....


...Saat Kenzi dan Arga masih tenang mendengar percakapan Walikota yang sedang memarahi bawahannya. Tiba-tiba Kenzi dan Arga mendadak serius saat walikota menyebut nama Kenzi dengan ancaman yang mematikan......


..."Kenzi.... Aku akan melenyapkanmu!!" teriak Walikota dengan beringas disertai suara benda yang berjatuhan ke lantai....


...Kenzi dan Arga saling menatap, tak lama kemudian mereka pun tertawa serentak......


..."Dia bisa menebak itu kau Ken, tapi dia belum melakukan apa pun padamu hingga saat ini. Apa kau pikir sekarang dia akan mulai menyerangmu?" tanya Arga pada Kenzi......


..."Kita lihat saja tapi aku rasa itu memang tidak akan lama lagi" jawab Kenzi menyakinkan instingnya......


...Benar saja, tak lama dari itu ponsel Kenzi pun berdering mengisyaratkan sebuah panggilan masuk ke ponselnya. Panggilan tersebut tak lain adalah dari Walikota. Kenzi menatap sekilas lalu menahannya beberapa waktu sebelum akhirnya menyambut panggilan tersebut......


..."Ada apa?" tanya Kenzi ketus......


..."Apa yang kau mau?" tanya Walikota dengan cepat......


..."Apa maksudmu? Aku sedang sibuk saat ini. Jangan buang waktuku dengan tuduhan-tuduhan yang tak beralasan seperti ini" jawab Kenzi bersandiwara......


..."Kenziiii ...., jangan memancing batas kesabaranku jika kau tidak ingin melihat kemarahanku. Katakan Apa yang kau inginkan agar tidak menggangguku dengan bisnis-bisnisku?" Kata Walikota dengan berteriak......


..."Hahaha..., ternyata kau mengakui itu adalah bisnimu. Sebenernya tak ada yang kuinginkan. Aku hanya ingin hidup bebas tanpa bayang-bayangmu lagi. Pergilah sejauh mungkin dariku dan anggap kita tak pernah bertemu" ujar Kenzi dengan santai......


..."Jangan konyol ... Apa kau lupa bawa akulah yang memungutmu dari tempat sampah. Aku merawatmu seperti anakku sendiri dan ini balasanmu padaku?" teriak Walikota lagi......

__ADS_1


..."Jangan bicara tentang nurani, kau lebih tahu bahwa kau sudah menyiapkan nuraniku sejak lama. Kau membuatku seperti ini, seharusnya kau pun tahu bahwa aku tak akan diam padamu. Kembalikan Moza keluar negeri dan jangan ganggu hidupku lagi" Ujar Kenzi......


..."Apa hanya karena Moza kau melakukan hal ini? Baiklah aku akan mengirim dia keluar negeri, tapi sebelum itu bantu aku membersihkan namaku" pinta walikota dengan nada bicara yang mulai merendah......


...Kenzi mendelik kaget mendengarnya. Dugaannya benar jika walikota terlibat sindikat narkoba. Dengan sekali gertakan ia bahkan memenuhi keinginan Kenzi. Sebelumnya, ancaman seperti apa pun tak akan mempengaruhinya. Kali ini Kenzi tersenyum karena sudah menemukan kelemahan pusingnya tersebut....


..."Sebenarnya aku tidak ada masalah jika masalah jika Moza tetap disini, hanya saja aku sedikit risih dengan kelakuan anakmu itu. Dia terlalu menginginkanku hingga tak bisa memberiku sedikit nafas. Jadi, kau mengirimnya atau tidak itu semua tidak akan merubah keputusan ku untuk melawanmu. Kau tahu, keinginan terbesarku adalah mengalahkanmu dengan tanganku dan membuatmu menyadari bahwa aku tidak pernah salah memilih jalanku" ucap Kenzi datar dan dengan cepat mematikan sambungan teleponnya......


...Pada saat bersamaan, terdengar pula suara hentakan dari penyadap suara yang sedang didengarkan Kenzi dan Arga. Walikota sedang meneriakinya dengan suara yang tinggi dan umpatan-umpatan kata yang begitu kasar. Tapi Kenzi bukannya takut dia malah tersenyum dan menanti ketakutan mantan gurunya tersebut....


..."Siapkan mobil dan beritahu Markas untuk tidak beroperasi dalam minggu ini. Tunggu aba-aba dariku sebelum melakukan semua tindakan yang menyangkut barang-barang kita" kata Walikota memberi perintah kepada salah seorang yang berada di dekatnya....


...Kenzi dan Arga segera mengamati denah lokasi yang sedang ada di layar ponselnya yang terhubung langsung dengan mobil yang sering digunakan oleh kota dan juga para anak buahnya....


..."Apa kita akan menyerang sekarang Kenzi?" tanya Arga memastikan......


..."Tidak, kita tidak bisa menyerang mereka tanpa persiapan. Saat ini, biarkan mereka membawa kita pada tempatnya, setelah itu kirim orang untuk melihat tempatnya. Kemudian kita bisa menyusun rencana untuk menyerang mereka." jelas Kenzi......


..."Ken, ini menuju luar kota. Apa mungkin markas mereka bukan di sini tapi keluar kota. Itulah mengapa kita sulit mencari informasi tentang hal ini" Tukas Arga....


..."Aku tidak heran lagi, sebelumnya aku memang sudah memikirkan hal ini tapi aku tidak pernah tahu di mana keberadaan tempat itu sesungguhnya. Kita akan lakukan hal baik hari ini untuk mereka" kata Kenzi tiba-tiba dengan tatapan liciknya....


..."Apa?" tanya Arga penasaran......


..."Kirim orang menghentikan anak buahnya ini dan gantikan dengan orang-orang kita, Ini akan membuat kita lebih mudah memasukkan Walikota ke perangkat yang sudah kita buatkan. " jelas Kenzi sambil tersenyum tipis pada Arga.....


...Arga tak menjawab lagi, ia segera meraih ponselnya dan menghubungi salah satu anak buahnya Untuk menghentikan orang suruhan Walikota tersebut.....


..."Kau sangat licik Ken, aku bahkan tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya" ujar Arga pada Kenzi....

__ADS_1


...Kenzi hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari sahabatnya itu....


...Kenzi berdiri dari tempatnya dan mengajak Arga untuk sarapan sebentar sambil menunggu kabar dari anak buah mereka....


..."Apa Rose tahu kau sedang melakukan ini?" tanya Arga di tengah-tengah santapan mereka....


..."Tidak, aku hanya mengatakan bahwa aku sedang ada urusan di luar kota" jawab Kenzi seadanya......


..."Apa tidak sebaiknya kau beritahu saja. Bukankah dia sudah cukup mengetahui siapa dirimu yang sebenernya?" kata Arga menyarankan......


..."Tidak, aku tidak ingin dia cemas saat ini. Lagi pula aku sudah mengirimkan orang untuk menjaga Rose dan Clara dari kejauhan. Sepertinya ini bisa kita tahan selama satu Minggu ini jika semua rencana kita berjalan lancar" jelas Kenzi sambil terus mengunyah sarapannya......


..."Aku pesimis kita akan menyelesaikan semuanya dalam waktu sesingkat ini. Mustahil jika guru tidak melakukan perlawanan apa pun terhadap kita" Kata Arga menolak yakin......


..."Tentu saja dia akan melawan kita. Itulah mengapa waktu sesingkat ini kita jadikan senjata untuk terus menyerangnya. Tenang saja, selama Moza belum bertindak, maka semuanya masih bisa kita kendalikan. Yang terpenting saat ini adalah mengalahkan walikota terlebih dahulu" ungkap Kenzi......


..."Baiklah, kita harus lebih siap dengan kondisi yang ada. Senjata yang kau minta berserta amunisinya hari ini akan sampai. Kita akan mengeceknya siang ini. Lalu, rompi anti peluru dan baju khususnya semuanya mungkin akan siap besok. Orang-orang kita pun sudah siap dengan posisi mereka. Dan uang mereka semuanya sudah aku sebar meski mereka sendiri tak ingin menerimanya." jelas Arga pada Kenzi......


..."Bagus, itu artinya kecil kemungkinan kita untuk dikhianati. Pastikan saja keluarga mereka aman saat mereka bersama dengan kita. Itu jauh lebih penting dari uang yang sudah mereka terima" Balas Kenzi mengingatkan......


...Arga pun mengerti. Ia sudah melakukan semua hal yang di minta Kenzi padanya. Satu pun tak ada yang terlewat. Anak buahnya sudah mencar di setiap titik. Kemungkinan menang memang besar, hanya saja jika walikota memiliki persiapan yang lebih matang dari mereka, kemungkinan berbalik akan mereka rasakan. Bagaimana pun, dunia mafia memang sang walikotalah pemegangnya. Jaringannya pun tak diragukan lagi. Kekuatan walikota dan Kenzi hanya berbeda sedikit. Mereka berdiri dengan kekuatan yang sama namun berbeda jalannya. itulah mengapa Kenzi dengan cepat bisa menyaingi walikota atas dukungan orang-orang yang sudah dikhianati oleh walikota......


***


Terimakasih karena sudah membaca ceritaku!


Jangan Lupa... like,Coment dan Vote ya...


Baca juga novelku yang lainnya..

__ADS_1


"PERNIKAHAN KONTRAK & Cinta Terlarang aku dan sepupuku!"


Dan masukkan ke Favorit juga ya,agar kalian tahu perkembangan cerita selanjutnya🙏


__ADS_2