Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)
11. Pasrah


__ADS_3

...Happy Reading...


Hujan yang deras kini mengguyur kota dimana sang Ratu dilahirkan, dengan segala umpatan kesalnya dia menambah laju kecepatan mobilnya, entah kenapa hari ini dia bisa bangun kesiangan, padahal ada jadwal kuliah pagi hari ini.


Bunyi alarm dan suara ketukan pintu tidak mampu membangunkan tidurnya sang Ratu yang sudah seperti orang mati, bahkan rentetan pesan dan panggilan dari Melody pun tidak digubrisnya, hingga akhirnya dia harus berangkat terlambat.


" Astaga... kenapa pake acara macet segala? bisa telat gue nanti, mana jamnya pak dosen killer lagi, argh... habis dah gua!"


Bahkan Ratu merias wajahnya didalam mobil disela-sela kemacetan yang berlangsung.


" Mau telat tetap harus terlihat glowing dong, nanti followers aku bisa berkurang ya kan!"


Hingga akhirnya setengah jam dia harus melewatkan jam mata kuliah pagi hari ini.


" Masuk nggak ya? ntar masuk kena hukum, kalau nggak datang juga kena hukum, gimana dong? aish... masuk ajalah, cuma setengah jam ini, lagian kan macet tambah hujan lebat lagi, pak Panji pasti bisa maklum ya kan."


Dengan tekad yang tidak terlalu kuat dan semangat yang setengah-setengah, Ratu berjalan perlahan dan mulai mengetuk pintu ruangan kelas paginya.


Tok.. tok.. tok...


" Masuk!"


Saat terdengar suara menggema sampai diluar ruangan, Ratu segera membuka pintu itu dengan kedua lengannya yang tiba-tiba langsung meremang dengan sendirinya.


" Ratu Andara! sudah pukul berapa ini!"


Suara yang lantang dengan tatapan yang tajam menusuk seperti burung elang langsung menyambut kedatangan Ratu, bahkan semua rekan-rekannya sudah menatap iba kearah dirinya.


" Maaf pak, tadi jalanan macet parah, mungkin karena hujannya lebat banget ya kan pak?" Ratu hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa berani melihat tatapan sang dosen.


" Kamu pikir hujan hanya turun ditempatmu saja!"


" Hah? bukan begitu pak, tapi tadi beneran hujan lebat loh pak."


" Trus kenapa teman kamu bisa hadir semua seperti biasa? apa masalahnya?"


Mampus gue!


" Maaf pak."


" Sekarang mana tugas kamu?"


Mati gue? emang ada tugas ya? aduh... kenapa gue bisa lupa?


" Emm... iya pak, saya cek dulu."


Ratu langsung melirik kearah Melody yang sudah memberikan kode OK yang berarti dia sudah membuatkan copyan tugas untuk Ratu dan menyimpannya didalam sebuah flashdisk.


" Siniin laptop kamu!" Panji langsung menjentikkan jarinya.


" Sa.. saya sudah buat kok pak, tapi izinkan saya duduk dulu sebentar, biar saya siapkan dulu!"


" No! cepat bawa kemari, kalau kamu duduk duluan, pasti sudah lain ceritanya!"

__ADS_1


Argh... dasar dosen sableng sinto gendeng, kenapa dia tahu aja kebiasaan gue, gimana ini?


" Tapi pak, emm.. sebenarnya flashdisk saya tertinggal dimeja sana, ssst... melody, tolong bawakan kemari flashdiskku." Ratu langsung membuat sandiwara baru.


" Melody! duduk diam kamu disana! dan tetap kerjakan kuis dari bapak!" Panji langsung saja bisa menebak akal bulus dari sang ratu huru hara ini dan Melody juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika sudah begini adanya.


Duar!


Tamatlah riwayat gue hari ini!


Akhirnya Ratu hanya bisa menunduk dengan pasrah akan hukuman yang diberikan kepadanya.


" Ratu, sekarang kamu berdiri diluar ruangan, sampai jam saya selesai!"


Yessss... cuma berdiri doang nggak masalah ya kan? itung-itung berjemur cari vitamin D, emang males banget ngikutin jam dia, dua jam aja rasanya seperti setahun, haha..


" Siap pak!" Jawab Ratu dengan semangat, jarang-jarang hukumannya cuma berdiri, biasanya juga disuruh bersihkan kamar mandi, kalau tidak lari lapangan kampus.


Hampir dua jam Ratu berdiri diluar kelas, namun bukan tampang kesal yang dia dapatkan, karena disana banyak cowok-cowok yang menemaninya berdiri, bahkan beberapa dari mereka membawakan makanan dan minuman sebagai cemilan Ratu, hingga akhirnya jam pak Panji berakhir sudah.


" Ratu, ikut keruangan bapak sekarang juga!"


" Maaak... kenapa harus ikut keruangan bapak? apa belum cukup hukumannya pak?" Ratu langsung mengumpatnya dengan suara lemah.


" Hukuman apa yang kamu maksud, kamu bahkan terlihat menikmatinya bukan? wuidih... amboi... bahkan ada fasilitas cemilan juga ya kan?" Panji melirik satu kantong kresek yang berisikan makanan dan minuman yang dibelikan oleh fans-fans beratnya tadi.


" Pak tapi kan?"


" Cepat masuk ke ruangan saya, sebelum kesabaran saya habis Ratu Andara!"


Akhirnya Ratu melangkahkan kakinya dengan malas, mengikuti dosen yang paling dia benci dengan segala sumpah serapah didalam hatinya.


" Hei Ratu... ngapain kamu masuk kesini?" Arga yang melihat Ratu berjalan dibelakang Panji langsung mendekat.


" Pak Arga, help me please?"


" Buat ulah apa lagi kamu?" Tanya Arga setelah menghela nafas berulang kali jika sudah melihat mahasiswanya yang satu ini.


" Aku cuma telat sebentar doang karena hujan pak, tapi kenapa aku sampai harus masuk kedalam ruangannya? pak tolongin aku dong, nanti aku diapa-apain lagi sama pak Panji."


" Jangan ngarang kamu, itu kan memang kesalahan kamu, pasti kamu juga lupa membuat tugas kan?"


" Tapi kan pak, biasanya cuma dihukum bersihkan kamar mandi, kalau tidak lari lapangan, ini tadi udah disuruh berdiri diluar kelas, masih aja disuruh ikut kedalam ruangannya, jangan-jangan beliau mau menganiaya aku pak, gimana ini?"


" Jangan ngomong sembarangan kamu, tidak mungkin dosen seperti itu!"


" Ssstt... apa bapak lupa, kalau kemarin pak Panji dan kakak saya bermasalah? jangan-jangan dia kesal dengan kak Gendhis dan melampiaskan semuanya kepadaku lagi pak? aaaa.... saya beneran takut pak, temani saya dong?" Ratu langsung merengek kepada Arga yang terlihat sedikit berpikir.


" Iya juga ya!" Arga kembali mengingat ending yang mengharukan diantara mereka tadi malam.


" RATU CEPAT MASUK KEDALAM RUANGANKU!" Teriak Panji kembali.


" Tuh kan pak, gimana ini pak Arga?"

__ADS_1


" Tapi kamu juga salah sih tadi?"


" RATU APA TELINGA KAMU SUDAH RUSAK!"


" I.. iya pak." Akhirnya Ratu menurut saja, daripada dia semakin malu disana karena banyak dosen yang melihatnya.


" Eherm... bro, ada apa ini?" Arga langsung ikut masuk kedalam, penasaran juga dia akhirnya.


" Ini bukan urusanmu, keluar sana, tutup pintunya!" Wajah Panji datar seperti biasanya.


" Sssst... jangan bawa-bawa masalah pribadi didalam kampus bro, bisa kena pasal kamu nanti!"


" Kamu ngomong apa sih! cepat keluar sana, emang kamu nggak ada kerjaan apa!"


" Okey, tapi pesan gue, jangan main kekerasan ya, jangan pakai tangan dan rendahkan suaramu itu, mengerti!"


" Kenapa kamu jadi mengaturku!"


" Ckk... aku keluar sekarang, pokoknya kendalikan emosimu!"


" Nggak jelas banget kamu ini!"


" Pak... jangan pergi?" Ratu bahkan sudah seperti anak tiri yang teraniaya disana, wajahnya sudah pucat pasi sekarang.


" Ratu... jangan khawatir kamu pasti baik-baik saja, kalau misalnya nanti ada apa-apa, kamu hubungin bapak, nanti saya standby diluar okey!"


" Okey deh pak, terima kasih banyak."


" Hmm.. lain kali jangan diulangi!" Arga langsung keluar dari ruangan sahabatnya itu.


" Pak?"


" Apalagi Ratu, nanti pak Panji semakin marah?" Arga kembali menolehkan kepalanya.


" Saranghae." Ucap Ratu sambil membuat tanda fingerheart dengan jempol dan jari telunjuknya.


" Hissh... kamu ini!"


Dan seperti biasa, Arga hanya bisa tersenyum miring sambil menggelengkan kepalanya, saat melihat tingkah Ratu yang seperti itu.


" RATU, SINI KAMU!"


Degh!


Ya Tuhan, aku pasrahkan hidup dan matiku hanya kepadaMu..


Ratu seolah seperti orang yang mendapatkan hukuman pidana, kalau sudah berurusan dengan dosen paling killer di kampusnya itu, padahal dia tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya.


Jika kamu mampu, lakukanlah!


Jika kamu merasa lelah, istirahatlah!


Tidak perlu merasa spesial, karena kamu bukan Nasi Goreng 😋

__ADS_1


YOK... JEMPOL MANA JEMPOL BESTIE, TUNJUKKAN JEMPOL KALIAN😊


JANGAN LUPA PENCET TOMBOL 💙 FAVORIT😚


__ADS_2