Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)
96. Sudah Rilis


__ADS_3

Selamat pagi bestie-bestieku tersegalanya, hari ini novel terbaru Author sudah rilis ya..


Selamat membaca, bagi pembaca setiaku yang sudah memberikan dukungan like, hadiah dan Vote, kalian adalah segalanya bagi author.


Jangan lupa tekan tombol SUBSCRIBE ya, Happy Reading semua😘




Hanny memilih memejamkan kedua matanya, namun selang beberapa detik lagi, pria yang sedang mengge rayangi tubuhnya itu kembali berubah seperti wajah Jeremy kemlagi.



Bahkan seolah wangi tubuh pria itu sama persis, sehingga wajah tampan nan menyebalkan itu kembali membayang-bayangi pikiran Hanny dan membuatnya kembali emosi.



"Haissshh!"



Hanny sontak mendorong pria itu sekuat tenaganya dan membuat pria itu bahkan jatuh terjengkang di bawah ranjang.



"Hei... what's wrong with you my Hanny?"



Pria itu terkejut sekaligus terheran sendiri saat ha sratnya yang sudah hampir memuncak tiba-tiba terputus begitu saja.



"Aaa... siaaaalll."



Teriak Hanny yang langsung beranjak berdiri dan meraih tas miliknya diatas meja.



"Hanny? kamu kenapa beb? apa sentvhanku terlalu keras? apa kamu tidak menyukainya, katakan sayang... biar aku bisa memperbaikinya?"

__ADS_1



Pria itu langsung bertanya-tanya, kesalahan apa yang dia perbuat hingga wanita cantik bayarannya itu terlihat marah, dia langsung mencoba mendekat ke arah Hanny yang sudah tidak memperdulikan keberadaan dirinya di ruangan mewah itu.



Braakk!



Hanny melempar satu gepok uang berwarna merah kewajah pria itu, yang sontak langsung melotot karena terkejut dan merasa terhina, seharusnya dia yang memberikan bayaran kepada Hanny, namun kenapa malah jadi sebaliknya.



"Hei? apa maksudmu? kamu mau menghinaku?" Pria itu langsung berkacak pinggang dengan amarah yang langsung memuncak dikepalanya, dia merasa tidak terima diperlakukan seperti itu.



"Aku wanita high quality, so... jika aku tidak dapat memvaskan nafsvmu, aku yang akan membayar ganti rugi itu untukmu, langsung dengan uang CASH!" Ucap Hanny dengan sombong dan hanya meliriknya sekilas.



"Aku tidak butuh uangmu, aku hanya mau tubuhmu!" Teriak pria itu semakin emosi dibuatnya.




"Hei... Hanny, kamu mau kemana? jangan pergi beb? hei...!"



Dia ingin mengejar Hanny keluar, namun dia sadar bahwa tidak ada sehelai benangpun yang saat ini melekat ditubuh kekarnya.



"Aku sudah tidak berselera lagi denganmu, moodku sudah hilang, BYE!"



Ucap Hanny yang langsung beranjak pergi keluar ruangan, tanpa mau menoleh kearah pria yang mematung dibelakangnya itu sama sekali.


__ADS_1


Uang yang Hanny berikan, seharga bayaran untuk dirinya, Hanny bahkan tidak merasa menyesal, dia memang tidak terlalu memusingkan tentang uang dan harta kekayaan, karena rejekinya selalu mengalir deras di rekening tabungannya.



Dia berkelana di lembah kedustaan itu sebenarnya bukan semata-mata karena uang, dia hanya merasa kesepian saja dan kurang mendapatkan curahan rasa kasih sayang, karena tidak ada teman ataupun saudara yang dekat dengan dirinya.



"Arrgh shiitt... ada apa denganku! Kenapa tiba-tiba mood bercintaku hilang saat aku mengingat wajah pria itu?"



Dia sudah seperti orang yang hilang kewarasan diri setelah berlalu dari tempat itu.



"Apa ini yang dinamakan Karma? Haisssh... pria itu benar-benar membuatku kesal!"



Biasanya dia tidak pernah terbayang-bayang oleh pria manapun, walau mereka mampu membuatnya mengerang saat mendapatkan kenikmatan yang tidak tergambarkan sekalipun.



Namun kali ini wajah Jeremy benar-benar seperti momok yang merendahkan harga dirinya yang biasanya dia jual dengan harga mahal.



"Siapa namanya? Aissh yaa... JEREMY! Jangan panggil aku Hanny jika tidak bisa membuatmu mende sah saat malam tiba!"



Rentetan umpatan dia keluarkan sepanjang lorong loby hotel, bahkan dia tidak memperdulikan puluhan mata yang memandang heran ke arahnya, rambutnya masih terlihat acak-acakkan itu dia biarkan tergerai begitu saja, karena belum sempat dia rapikan tadi.



Sepatu high hells yang dia pakai tadi pun berada ditangan kirinya, dia tidak sempat memakainya karena terburu-buru, rasa muaknya tiba-tiba menguasai dirinya, sehingga dia ingin segera pergi meninggalkan kamar VVIP Class itu berserta pria yang ada didalamnya.



Lanjut di novel "Taubatnya Sang Pendosa" ya😍


__ADS_1


![](contribute/fiction/5361482/markdown/11629019/1668481268735.jpg)


__ADS_2