
...Happy Reading...
Setelah kata Sah terucap dari Panji yang berhasil menjadi saksi malam itu, Arga dan Melody akhirnya kini sah menjadi pasangan suami istri, walau masih di mata Agama.
" Cuy.. jadi sekarang gue harus ngucapin selamat atau bela sungkawa ini?" Celoteh Ratu yang sedang menemani Melody duduk di pojokan ruangan.
Setelah urusan dengan warga selesai, empat sekawan itu kembali ke kontrakan Melody, untuk sekedar menata hati dan pikiran yang kacau gara-gara genting bocor.
" Diam loe!" Umpat Melody yang langsung memilih berpindah duduk di lantai yang dingin, karena suasana hatinya sedang panas.
" Apa kata, kalau malam ini kita mende sah bareng cuy, pasti seru kan?" Ledek Ratu yang membuat Melody sontak melotot kearahnya, sama sekali tidak terfikirkan hal itu akan terjadi secepat ini dihidupnya, karena masih banyak harapan dan impian yang ingin dia gapai sebelum Melody menikah pada awalnya.
Tapi kalau menurut Ratu, tidak ada yang perlu di khawatirkan olehnya, karena sahabatnya menikah dengan orang yang tepat, hanya saja waktu dan situasinya saja yang salah.
Jadi Ratu terlihat santai saja, bahkan dia merasa gembira, karena kedepannya mereka akan jadi tetanggaan sampai tua.
Plak!
Melody langsung memukul lengan Ratu yang sedari tadi terus saja menggodanya tanpa henti.
" Pak Arga, istrimu memukulku!" Teriak Ratu sambil menoleh kearah dua pria itu yang masih mengobrol entah dengan tema apa.
" Mel... Jangan nakal, Ratu sedang hamil." ucap Arga dengan suara lembut seperti biasanya kalau dia sedang menegur mahasiswa di kampusnya, karena dia adalah dosen paling sabar, itu mengapa dia menjadi salah satu dosen terfavorit karena tidak pernah marah-marah.
" Bahaha.."
Sedangkan Panji dengan santainya malah tertawa saat mendengarnya, karena sedari tadi kedua matanya terus mengawasi istrinya dan pukulan dari sahabat itu, sama sekali tidak akan menyakiti istrinya, dia tahu betul istrinya itu memang jahilnya seperti apa, jadi ketika ada moment seperti ini sudah pasti dia akan membully sahabatnya itu habis-habisan.
" Jangan-jangan kamu memang sengaja ya nyuruh pak Arga basah-basahan, biar kamu ditangkap warga dan cepet nikah dengan dosen favorit di kampus? Nggak mau kalah saing sama mahasiswa lainnya kan loe?" Celoteh Ratu kembali yang membuat Melody terus naik darah karenanya.
" Apaan sih? Orang gentingnya beneran bocor kok?" Melody langsung saja membantahnya.
" Trus kata warga tadi ada yang bilang kamu meluk pak Arga kan waktu tidur? Trik elu emang jitu coy, gue salut ama elu dah pokoknya!" Bahkan Ratu menaikkan kedua jempolnya didepan wajah Melody.
" Pak Panji, istri bapak menfitnah aku ini!"
Gantian Melody yang ikut mengadu dan berhasil membuat dua pria itu kembali menoleh kearah mereka.
" Mungkin firasat istriku itu emang ada benarnya loh, karena kalian berdua kan pernah ngintipin kita sedang enak-enakan di kolam renang tadi pagi, jadi pasti kalian berdua tadi kepengen ya?" Dan saat ada moment yang pas, Panji langsung meledek mereka.
Entah mengapa Panji seolah kompak dengan istrinya dan ikut membully pengantin yang masih anget-angetnya ini.
" Jadi kalian berdua kompak membully kami gara-gara itu?" Melody langsung berkacak pinggang karenanya.
" Ayang... Gimana kalau malam ini kita tidur bareng mereka? Enak aja dia aja yang melihat adegan kita kan? Kita juga harus melihat gaya mereka dong, atau kalian berdua mau menjiplak gaya kami ya?"
Bukan Ratu namanya kalau punya rasa malu didepan sahabatnya ini. Karena dia rasa sudah tidak perlu lagi ada kata jaim didepan keduanya, karena mereka semua sudah tahu kartunya.
" Boleh juga, asal kamu happy mas ngikut aja!" Jawab Panji sambil mengedipkan satu matanya kearah Ratu.
" Apaan sih kalian berdua ini, Melody cepat kemasi barangmu sebagian aja tapi ya, nanti kelamaan kalau semuanya, kamu tidur di rumah kita malam ini." Ucap Arga yang langsung membela istrinya yang seolah terpojokkan.
" Ciee... yang sudah jadi KITA? Kebetulan Hugo tadi tidur sama Eyang dirumah, woah... pasti akan ada tragedi jebol gawang ini gara-gara genting bocor, aduh.. duh... akan ada tragedi bocor kasur juga malam ini sepertinya, hihi!" Ratu semakin heboh saja meledek Melody dan bahkan berhasil membuat wajahnya merah merona.
" Ratu... sudahlah, kasian Melody, apa kamu mau adegan mantap-mantap kalian tadi aku umumkan didepan keluargamu?" Arga tidak tega melihat Melody yang akhirnya diam saja karena menahan rasa kesal.
__ADS_1
" Silahkan saja pak, mereka pasti sudah maklum, orang perut aku udah bunting begini, itu bermakna memang terjadi saat kami sudah sah, tapi... Kalau aku kasih foto bapak yang pake sarung trus tidur bareng sama Melody, kira-kira apa komentar Eyang ya?" Ratu bahkan menunjukkan foto mereka dari ponselnya.
" Hah? Kamu punya fotonya?" Arga dan Melody langsung melotot saat melihat layar ponsel Ratu yang menyala.
" Dih... Jangan panggil aku Ratu kalau tidak bisa mengurus netizen kalian yang julid itu, harusnya kalian berterima kasih dengan aku, bahkan aku sudah mengancam dia balik tadi."
Ratu yang memang dulu sebelum menikah setiap hari datang kerumah Melody untuk mengantar jemputnya, pasti hafal dengan lingkungan dan orang-orang disekitarnya.
" Heh... Kamu ancam apa ibu itu?" Melody langsung penasaran jadinya.
" Video anaknya lagi cip*kan sama orang-orang yang nganterin dia pulang, haha!"
Ratu memang beberapa kali melihat anak ibu julid itu berbuat hal nyeleneh saat dia fikir tidak ada orang disekelilingnya, padahal Ratu sedang ada didalam mobil menunggu Melody, akhirnya dia dengan isengnya sering menvideokannya.
" Wah... Harusnya kamu kirim sedari awal, jadi aku bisa mengancamnya balik tadi sebelum ini semua terjadi" Melody langsung terlihat menyayangkan hal itu.
" Sstttth... Kalau aku kirim dari awal, kamu nggak bakalan jadi nikah sama pak Arga, Duren Mateng itu loh, Sayang kalau dilewatkan begitu saja say, di kampus aja udah banyak yang Pre Order sama dia, jadi kamu harus bersyukur bisa dapet dia duluan kan!" Ratu langsung berbisik di telinga Melody.
" Pre Order? Kamu kira dia barang Online apa?" Melody langsung menyentil telinga Ratu dengan gemas.
" Yaelah... Apapun itu, yang penting Hugo beneran punya mama kan?"
Ratu sebenarnya bahagia karena selama ini Arga selalu dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga suaminya, berarti kedepannya Melody pun akan menjadi keluarganya dan tidak akan terpisah jauh bahkan sampai tua nanti.
" Ckk... Pulang kalian sana! Ibu hamil mana boleh bergadang malam-malam, ntar anakmu ngikut kebiasaan kayak kelelawar mau kamu!" Melody kembali membalas ledekan mereka.
" Hush... Kalau ngomong itu ya!" Ratu langsung memarahinya.
" Eh... Beneran, coba aja sono kalau berani, biar kelak kalau anakmu lahir, malam-malammu akan terganggu dengan tangisan anakmu!"
" Nggak jadi ngintipin mereka kita yank?" Ucap Panji sambil tersenyum miring.
" Malas lah, gaya mereka juga pasti biasa-biasa aja, nggak akan ada sensasinya, apalagi model polosan kek begitu, bye!"
Ratu langsung melambaikan tangannya setelah mengumpat sahabat sejatinya itu, dan disusul oleh Panji yang sekarang jadi sering tertawa karena ulah jahil istrinya yang memang susah untuk di kondisikan.
" Melody, kita ke rumah sekarang yuk, takut kalau Hugo terbangun trus nyariin aku."
Setelah sepasang huru-hara itu pulang, Arga langsung berjalan mendekat kearah istri kecilnya untuk membantu mengemasi barang-barang yang harus dia bawa.
" Maafkan aku pak."
Tiba-tiba suara Melody berubah menjadi parau disaat suasana malam itu hening sesaat.
" Tidak apa-apa, tidak ada yang salah, mungkin sudah jalan kita harus seperti ini kan?" Arga hanya tersenyum tipis menanggapinya.
" Tapi kan istri bapak belum lama meninggal, aku jadi nggak enak hati nanti sama keluarga bapak dan juga sama semuanya, kayak kita nggak menghargai almarhum istri bapak kan."
Melody kembali menundukkan kepalanya, kedua matanya pun sudah memanas, belum lagi dia harus memikirkan bagaimana caranya nanti dia harus menjelaskan kepada kedua orang tuanya.
Mereka sudah pasti syok dengan kejadian ini, karena Melody adalah harapan satu-satunya di keluarganya, namun bahkan belum wisuda saja dia sudah menikah, apalagi dengan keadaan yang tidak baik seperti ini.
" Bapak pun begitu, tapi nggak ada pilihan lain untuk kita kan, karena warga sudah tersulut emosi semua, jadi mau menolak pun tidak bisa." Arga pun sama, banyak hal yang harus dia pikirkan setelah ini.
" Seharusnya bapak tadi nggak usah...."
__ADS_1
" Sudahlah Mel, menyesal pun tak ada gunanya sekarang, lebih baik kita tata kehidupan kita ke depannya, okey?" Arga langsung memotong pembicaraan istrinya yang wajahnya sudah terlihat ingin menangis.
" Tapi perjalananku masih sangat panjang pak, bahkan aku belum wisuda, padahal janjiku dengan keluargaku itu, aku akan menjadi wanita yang sukses agar bisa membanggakan mereka, tapi kenyataannya apa? Aku malah seperti anak yang melempar kotoran ke wajah orang tuaku." Dia sudah menahannya sejak tadi, tapi air mata itu lolos juga.
" Tenang saja, kita kan masih nikah siri, belum tercatat juga di kantor urusan agama, jadi setidaknya status kamu masih lajang, kamu tetap bisa berkarya, bisa belajar seperti biasanya, bapak tidak akan mengganggumu tentang hal itu, kamu lakukan rutinitas kamu seperti biasa saja, tidak akan ada yang berubah." Arga mencoba menenangkan istrinya, walau dia pun tidak tahu jalan ke depannya seperti apa.
Yang pasti dia tidak akan membiarkan Melody terpuruk karena keadaan ini, dia mahasiwa berprestasi di kampus, jadi sebisa mungkin Arga akan mendukungnya untuk menggapai segala cita-citanya.
" Tapi aku nggak enak sama bapak, atau aku tetap tinggal disini saja pak, takut merepotkan bapak nanti!"
" Kalau kamu tetap tinggal disini, warga pasti akan curiga lagi dan akan menimbulkan omongan-omongan yang tidak baik lagi."
" Tapi pak?"
" Sudahlah... jangan terlalu di pusingkan untuk hal-hal kedepannya nanti, kita jalani dulu aja semuanya, karena kita tidak bisa melawan takdir Tuhan, jika memang Dia sudah menakdirkan kita berjodoh, pasti Dia akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita berdua, okey."
" Hiks.. Hiks... Maaf kan aku pak, ini semua salah ku." Melody akhirnya tidak tahan lagi untuk tidak menangis tersedu-sedu.
" Siap tidak siap, mau tidak mau, kita harus bisa menerima segala ketentuan dan garis tangan dari Tuhan, lagian Bapak juga salah, karena tanpa sadar naik diatas kasur kamu, maafkan bapak juga ya?"
Arga yang tidak pernah tega melihat seorang wanita menangis langsung menarik Melody ke dalam pelukannya, bahkan tanpa sadar dia mengecvp rambut Melody sambil mengusap pipi mulus Melody yang sudah dibanjiri air mata.
" Tetap saja aku yang salah pak, hiks.. hiks..!"
" Stop Mengeluh dan Menyalahkan keadaan, karena mengeluh adalah tindakan orang yang tidak pernah bersyukur, buktikan pada mereka semua, bahwa kita mampu melewati ujian ini sebagai proses pendewasaan kamu juga, mengerti?"
" Hmmm."
Melody mencoba menahan tangisannya, dengan terus menggigit bibiirnya agar tidak mengeluarkan suara, tapi itu justru membuat Arga gemas dan ingin kembali mencicipinya setelah tadi pagi dia merasakannya.
Cup
Tanpa sadar bibiir Arga sudah mendarat saja di bibiir mungil Melody.
" Ciiieeeeeeeeeeeeeeeee!"
" Hayoloe, kayaknya ada yang lagi pemanasan nih yank, mau lanjut apa pulang nih kita?"
Tiba-tiba pasangan huru hara ini kembali muncul di ambang pintu, yang sebenarnya tadi sengaja tidak mereka tutup rapat-rapat pintu rumah itu dari luar.
" PANJUUUUUUUUUUUULLLLL!"
Teriak Arga yang langsung terkejut bukan kepalang, begitu juga dengan Melody yang langsung gelagapan mengusap bibiirnya yang sudah basah.
" Ahahaha... Pulang yank! Udah lihat kan sifat aslinya dosen favorit kalian itu, sebenarnya dia bisa kayak singa kalau lagi kagok, haha!"
Panji dan Ratu memang sengaja menunggu sejenak di luar rumah dan mengintip apa yang akan terjadi jikalau mereka sudah pergi.
Dan ternyata ada hasilnya juga, mereka jadi bisa melihat adegan pemanasan itu, tidak sia-sia Panji menjadi kursi istrinya yang memang tidak bisa duduk di lantai.
Dimana kita dilahirkan adalah takdir, bagaimana kita tumbuh adalah proses, seperti apa kita dihari tua adalah keputusan.
Takdir yang dituliskan Tuhan merupakan hal terbaik dalam hidup kita, walau terkadang yang terbaik itu tak selalu indah.
Berhentilah menyalah-nyalahkan Tuhan dan takdir. Mungkin ikhtiar, amal, dan doa kita yang masih jauh dari sempurna.
__ADS_1
Tapi kalau dapet Durian mateng, seharusnya kamu sujud syukur loh Melody😁