Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)
18. Sad Vibes


__ADS_3

...Happy Reading...


Saat orang masih berkecimpung dengan kesibukan masing-masing di kampus itu, kedua pria tampan ini masih saja ngobrol santai didalam ruangan.


" Apa aku langsung lamar aja dia sekarang ya?"


Tiba-tiba Panji menegakkan tubuhnya, rasa ingin memiliki dari dirinya tiba-tiba muncul seketika.


" Buset srepet tet.. tet.. tet! bawalah pulang dulu dia ke rumah Njul, kenalkan dengan eyang dan orang tua kamu, biar mereka bisa ikut menilai, biasanya feeling orang tua itu selalu tepat."


Arga langsung menatap jengah sahabatnya yang selalu terbelakang dalam hal menangani seorang wanita dihidupnya.


" Kalau nanti mereka bilang nggak suka gimana? padahal aku sangat menyukai Gendhis!"


" Yaelah Panjul, kamu ini nggak ngerti-ngerti sih, bukanya jodoh itu sudah ada yang mengatur?"


" Iya, tapi buktinya hubunganku selalu kandas ditengah jalan Ga!"


" Masak gitu aja kamu sudah nyerah?"


" Ya gimana dong, padahal aku tidak pernah menuntut terlalu banyak dari seorang wanita saat dia bersamaku, dengan Gendhis pun seperti itu, apalagi perihal karier dan materi, sebab aku benar-benar paham, dunia dan tanggung jawab bukan tertumpu padanya, bahkan kalau dia pengganguran pun aku tidak masalah, aku bisa mencukupi semua kebutuhan keluargaku nantinya." Jawab Panji dengan yakin.


" Sabar Njul."


" Hmm... aku selalu mau menjadi tempatnya untuk pulang, merebahkan lelahnya dengan tenang, menjadi tempatnya bercerita dan sandaran ternyaman dihidupnya, itu saja."


" Woah... Sad Vibes banget kamu Njul!" Arga bahkan menopang wajahnya dengan kedua tangannya.


" Argh... terkadang aku juga lelah dengan semua pradugaku selama ini!"


Panji menengadahkan wajahnya keatas dan memijit pundaknya yang terasa nyeri.


" Njul... terkadang Alloh memang sengaja menyembunyikan Matahari, lalu Dia mendatangkan hujan dan juga petir dan kita hanya bisa bertanya-tanya, kemana perginya matahari itu? Rupa-rupanya, Alloh hendak menghadirkan kepada kita sosok Pelangi yang indah."


Kata-kata bijak langsung mengalir dari mulut Arga jika sudah terhanyut dalam topik yang sendu seperti ini.


" Aku pun selalu berharap begitu Ga!"

__ADS_1


" Jadi, apapun itu tetaplah bersyukur, jangan terlalu banyak mengeluh, karena Alloh pasti menempatkan semuanya sudah pada tempat dan kemampuannya, akan selalu ada hikmah disetiap ujian yang Alloh hadirkan dalam hidup kita." Arga langsung menepuk bahu sahabatnya itu.


" Hmm.."


" Jangan lupa, tangkap dia di Sepertiga Malam, kalau dia jodohmu pasti akan didekatkan dan kalau tidak pasti Alloh menggantikan dengan yang lebih baik lagi."


" Nah... gini kan adem, tumben pikiranmu lurus kayak gini!"


" Hehe... gue itu cuma kasian sama elu, tiap kali kita reuni SMA, elu masih aja sendiri, padahal yang lain sudah pada bawa anak, minimal bawa istrilah ya kan, nah elu... masih melenggang aja jalan sendirian."


" Dasar bokir, baru dipuji sedikit aja, menghinanya banyak banget!"


" Hahahaha!"


" Kalau begitu entar malam elu main kerumah gue ya?"


" Ngapain?"


" Aku mau ngajak Gendhis kerumah."


" Makan gratislah, biasanya elu kan suka begitu!"


" Kalau bawa Hugo dengan bundanya boleh nggak?"


" Nggak sekalian elu bawa pak Rt, Rw sama Lurah sekalian?"


" Haha.. kalau boleh sih, mereka ada jadwal ronda hari ini."


" Jangan bawa mereka, entar dikira tetangga aku ditangkepin lagi sama Gendhis, ntar diarak pula aku keliling komplek, bisa viral nanti aku."


" Bukannya bagus, kalian bisa nikah gratis? tanpa pusing-pusing memikirkan ribetnya persiapan pernikahan kan?"


" Dih... kamu pikir aku orang Tipis, yang nggak mampu membuat acara pernikahan layaknya negri dongeng?"


" Ya.. ya.. ya.. tuan muda Panji Abisatya yang terhormat, jangan tinggi-tinggi terbangnya, nanti kesambar petir baru tahu rasa!"


" Tapi kalau dia nglembur kerja lagi gimana?"

__ADS_1


" Yaelah... belum apa-apa sudah kendor duluan kamu ini!"


" Ya gimana, aku kalau merencanakan sesuatu dengan dia selalu saja ada halangan yang melintang, ada operasi dadakan lah, apalah, selalu saja gagal, puyeng banget tahu nggak!"


" Kalau begitu pulang kerja aja langsung suruh mampir, nggak usah bilang-bilang sama dia, bereskan?"


" Masih dengan seragam putihnya itu?"


" Ya iyalah, nggak usah mandi juga kalau cinta tetep wangi kan? lagian biar eyang seneng kalau dapat cucu menantu seorang dokter, sekali-kali elu bahagiain tuh eyang, jangan dibuat darah tinggi aja bisanya!"


" Eyang yang selalu mulai duluan!"


" Ckkk... kamu ini, selalu saja begitu! terserahlah gimana kamu mau ngaturnya, yang penting aku dan istriku datang sudah ada makanan enak aja diatas meja, okey!"


" Dasar Bokir!"


" Aku cabut dulu, sebentar lagi kelasku dimulai, opsh... lupa lagi, kalau kamu kan belum pernah cabut sambil mende sah? haduh... gue khawatir kalau si Marjuki elu itu karatan dibawah sana, ckckck... kasian banget gue sama si dokter itu nantinya?"


Bugh!


" Ahahaha... sabun mana sabun coy!"


Panji lansung melempar buku tebal yang ada dihadapannya, sedangkan Arga langsung berlari ngacir keluar dari ruangan sahabat yang selalu bisa diajak gila dan tertawa bersama itu.


Ya Tuhan...


Aku hanya sedang mencoba untuk terus berjalan mengikuti alurMu, sembari merapal do'a dengan setitik harapan yang tidak aku biarkan padam..


Perihal bagaimana akhirnya; akan bahagia atau masih tetap dengan luka, aku biarkan itu menjadi rahasia sebaik-baik Pemilik Rencana..


Panji memejamkan kedua matanya dan berdoa didalam hati, dia memilih pasrah dengan keadaan, terlalu sakit untuk mengenang masa lalu, namun dia juga tidak ingin patah arang hanya karena berulang kali gagal dalam hubungan asmaranya.


Jika dinilai baik bersyukur, jika dinilai tidak baik pun tak mengapa, semua yang hadir dalam hidup kita memiliki peranannya masing-masing.


Ada yang memberikam kebahagiaan, ada juga yang memberikan kepedihan dan itu hal yang wajar didalam hidup ini.


DAN JANGAN LUPA JEMPOL MANA JEMPOL BESTIEKUH🥰

__ADS_1


__ADS_2