Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)
7. Ada Udang dibalik Bakwan


__ADS_3

...Happy Reading...


Yang namanya arah perasaan hati memang tidak ada yang bisa menebak kemana ia akan berlabuh, berkenalan lama juga belum tentu menjamin rasa suka itu muncul seketika, begitupun sebaliknya.


Dan mungkin itu terjadi pada sosok Gendhis Andara, yang hampir semalaman tidak bisa tidur karena membayangkan wajah Panji yang terus saja mengusik dirinya.


" Dek, hari ini kakak antar ke Kampus ya? sekalian jemput Melody dulu kan?" Dengan semangat yang membara Gendhis membawa kunci mobil miliknya dan mendatangi kamar adeknya.


" Woah... wangi apa ini, kayak taburan kembang kuburan deh?" Ratu mengendus-endus bau parfum kakaknya yang terasa sangat menyengat sekali.


" Enak saja, parfum mahal nih!"


Dalam setiap harinya, tiada hari tanpa menyaksikan mereka berdua bergaduh tentang hal apapun itu, selalu ada aja sesuatu dan tingkah yang bertolak belakang diantara kakak beradik ini.


" Justru parfum mahal itu cukup semprot sedikit aja, wanginya sudah tahan lama kak, ini pasti kakak habisin setengah botol ya?" Dan Ratu selalu saja pandai mencari alasan.


" Dih... suka-suka kakak dong, sudahlah.. let's go kita berangkat!"


Tekadnya sudah bulat sedari tadi malam untuk menemui Panji hari ini, apapun caranya.


" Heh tumben, kakak sempet nganterin aku ke kampus? ada angin apa ini? haduh... jangan-jangan udah mau Kiamat ini, mana dosaku masih banyak lagi, ampun dah Gusti?" Disaat kakaknya sudah exited, dia malah sempat-sempatnya duduk sambil mengusap dadaanya perlahan.


" Sembarangan aja kalau ngomong, kakak boleh masuk siang nanti, jadi bisa santai dipagi hari, sekalian ada sesuatu yang mau kakak beli didekat kampus kamu!" Gendhis langsung mencari alasan agar niat hatinya tidak ketahuan oleh adeknya.


" Tetep aja ada yang nggak beres ini, atau jangan-jangan kakak mau..."


Feeling Ratu mengatakan ada sesuatu yang terjadi saat kakaknya itu tidak seperti kodrat biasanya.


" Berisik lah, ayo kita berangkat, jangan males kuliah, mulai sekarang kakak mau memastikan kalau kamu berangkat ke kampus setiap hari, nggak boleh bolos lagi, mengerti kamu!"


" Emang siapa yang bolos, aku tuh kalau nggak pergi ke kampus sering ikut kegiatan diluar, semacam bakti sosial gitu loh, haduh astaga... aku merasa terdzolimi kalau begini?" Ratu langsung mengeluarkan ajian tipu muslihatnya.


" Kalau ngomong itu yang bener, jangan bohong, nambah banyak nanti dosamu, dosen kamu sendiri yang bilang, nilai kamu banyak yang merah, suka bolos, nggak pernah ngerjain tugas, mau jadi apa kamu nanti? masak keluarga semua jadi dokter anak bontotnya nggak jadi apa-apa?"


Aku pernah mentraktir kang parkir, kang ngamen, dan kang yang lainnya bakso, cilok, somay, mie ayam dan masih banyak lagi, itu termasuk bakti sosial ya kan, sama-sama membantu, hehe... anggap aja benar ya kan?


" Loh... nasip orang itu nggak ada yang tahu loh kak, jangan memandang orang hanya dari sebelah mata?"


" Tapi kalau kamu malas belajar, sudah bisa dipastikan kalau kamu jadi anak Oon, mengerti kamu!"


" Tapi kak?" Ratu masih ingin sekali melanjutkan perdebatan paginya.


" Masuk mobil cepetan, nanti telat atau mau aku aduin ke ayah tentang kelakuan kamu yang pemalas ini, biar di blokir semua kartu Atm kamu, mau hah!"


" Dih... dikit-dikit ngancem kakak ini, nggak asyik banget dah jadi orang, aku kutuk kakak jadi batu!"


" Dasar bocah, yang ada juga kakak yang bisa ngutuk kamu jadi ondel-ondel!"


" Nyok kita nonton ondel-ondel.. nyok!"


" Buruan Ratu!"


" Haish... sabarlah Nyai!"


Dengan wajah yang ditekuk, akhirnya Ratu masuk kedalam mobil kakaknya menuju rumah melody untuk menjemputnya terlebih dahulu.

__ADS_1


" Pagi kak Gendhis, tumben nganterin Ratu? mobilnya Ratu rusak ya?" Melody yang sudah standby menunggu jemputan didepan rumahnya langsung terkejut ketika kakak sahabatnya yang menjadi sopir dadakan untuk sang adek itu.


" Bukan mobilnya Mel, tapi orangnya!" Ratu langsung saja nerocos jika sudah bertemu dengan bestie nya.


" Hah, maksudnya?" Melody langsung loading seketika.


" Mel... kamu masih menjadi siswa berprestasi kan di kampus?" Gendhis langsung mengalihkan arah pembicaraan mereka sambil bergerak menuju kampus.


" Alhamdulilah masih kak." Jawab Melody dengan senyum mengembang.


" Trus kenapa kamu nggak mau ngajarin Ratu, katanya nilainya sering merah? sebaik-baiknya orang itu adalah yang bisa berguna bagi yang lainnya, setidaknya teman kamu yang satu ini."


" Emm... maaf kak, bukan aku nggak mau ngajarin, adek kakak yang tidak mau menerima."


" Ssstt... elu temen gue apa musuh gue sih!" Ratu langsung melotot kearah kursi belakang.


" It's real bestie."


Melody hanya bisa menaikkan kedua bahunya, bukan hanya Gendhis yang bilang seperti itu, bahkan rata-rata hampir semua dosen mengatakan itu kepada Melody, karena mereka berdua memang tidak terpisahkan.


" Ckkk... awas kamu nanti ya!"


" Ratu... kamu ini benar-benar ya! apa susahnya belajar, nanti kamu menyesal menyia-nyiakan waktu mudamu, bahkan pepatah saja mengajarkan kita 'Raihkah ilmu walau sampai ke negri Cina'."


" Stop, nanti aku pertimbangkan kak, nggak usah berisik, sakit telingaku pagi-pagi dengerin ceramah kakak."


" Ratu!"


" Ssstt... udah kita turun disini saja!"


" Kayak nggak ada kerjaan aja kakak ini!"


" Masuk!"


Dan akhirnya, Gendhis benar-benar mengkawal Ratu dan melody sampai masuk kedalam ruangan mereka.


" Udah sampai kak, sana pulang, malu tahu kalau dilihat orang, nanti mereka pikir aku anak manja." Ratu langsung memelototi kakaknya yang malah terlihat clingak-clinguk melihat sekitar.


Mana sih tu dosen? apa dia nggak ada jadwal ngajar pagi ya hari ini? masak gue tungguin disini? padahal pengen banget lihat wajah juteknya itu, ngangenin banget deh, hmm...


Gendhis tidak memperhatikan adeknya, dia terlihat kecewa karena keinginannya tidak terkabulkan pagi ini.


" Woi kak... pulang sana, kakak mau nyari siapa sih!"


" Tunggu dek, nanti kamu kabur lagi sebelum pelajaran dimulai!"


" Apaan sih, aku nggak ada niatan kabur pagi ini, cepetan kakak pulang!"


Ratu langsung mendorong paksa tubuh kakaknya agar keluar dari kelasnya.


" Jangan dorong-dorong Ratu, nanti kakak jatuh!" Gendhis bahkan sampai kehilangan keseimbangannya.


" Ada apa ini?"


Degh!

__ADS_1


Ini dia yang aku cari, hehe..


" Eh... mas Panji." Gendhis lansung membenahi rambutnya dan menyapa Panji dengan suara paling merdu yang dia bisa.


Mas? kakak gue panggil dosen killer ini dengan sebutan mas? sejak kapan mereka jadi akrab begini? kayaknya baru sekali ketemu?


Ratu langsung memicingkan kedua matanya dan mulai menyimak obrolan mereka.


" Ngapain kamu kesini?" Tanya Panji dengan tatapan menyelidik, sebenarnya dia senang melihatnya, namun dia tidak tahu harus mengungkapkan seperti apa.


" Hehe... ini mas, cuma mau memastikan kalau Ratu masuk kelas, tidak bolos lagi."


" Owh.."


Astaga, dia cuma bilang owh saja?


" Emm... mas ngajar kelas Ratu pagi ini ya?"


" Hmm.."


" Mohon bimbingannya ya mas, dan kalau dia bolos lagi tolong beritahu saya."


Ini dia kesempatan meminta nomornya tanpa harus menjatuhkan harga diriku.


" Gimana caranya memberitahunya?" Tanya Panjin dengan maksud terselubung.


" Owh.. ini nomor saya mas, tolong disave ya? ini kan sudah mau ujian semester, aku takut nilainya semakin memburuk, bisa-bisa nanti dia jadi mahasiwa abadi di kampus ini ya kan?"


" Baiklah."


" Ow... ternyata ini sebabnya." Ratu langsung tersenyum miring saat menjadi penonton diantara mereka.


" Apaan sih Ratu!"


" Ternyata ada udang dibalik bakwan."


" Ratu, cepat masuk kelas! sebentar lagi pelajaran akan dimulai!" Panji langsung mengeluarkan titahnya.


" Hmm... iyalah tuh!"


" Ratu, nggak boleh begitu kalau ngomong sama dosen!"


" Heleh... Nggak usah sok manis deh, biasanya juga kakak kayak mak lampir, nggak cukup apa punya muka satu aja, masih mau nambah lagi gitu!"


" Ratuuuuuuuuuuuuuuuu!"


" Hahahaha."


Ratu langsung lari masuk kedalam ruangan kelas paginya kembali dan meninggalkan kakaknya yang mengumpat habis dirinya.


Jangan simpan seseorang dalam hati, karena hati itu bolak balik sifatnya.


Tapi simpanlah seseoang dalam Do'a, karena Do'a itu tercatat di langit selamanya.


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA DITUNGGU YA BESTIE..

__ADS_1


SEPERTI BIASA, JEMPOLMU SEMANGATKU👍🏻


__ADS_2