Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)
94. Akhir Kisah Si Jodi


__ADS_3

...Happy Reading...


Sebuah pernikahan tidak akan menjamin kalian bersama selamanya, karena itu hanya diatas kertas, dibutuhkan cinta, rasa hormat, kepercayaan, pengertian, persahabatan dan keyakinan dalam hubungan kalian, untuk menjadikannya bertahan lama.


Itulah nasihat yang diberikan dari sang Eyang Romlah, kepada semua cucunya, disaat mereka semua sedang berkumpul di ruang make up, dimana Arga dan Melody sedang di rias didalamnya.


"Eyang... kenapa Eyang dulu tidak mau menikah lagi?" Bukan Ratu namanya kalau tidak membuat suasana heboh disana.


"Iya... padahal kan katanya Eyang dulu primadona, jangan-jangan bohong lagi Eyang?" Panji yang sedari tadi masih setia memijit pinggang istrinya yang perutnya kini sudah mulai membesar itu pun ikut berkomentar.


"Eyang bukannya nggak ada yang naksir? Eyang cuma nggak tega aja sama almarhum kakek kamu dulu." Jawab Eyang yang sudah takut duluan dibilang nggak laku, walaupun umurnya sudah senja, namun dia masih nyentrik dan tetep bisa nyambung walau ngobrol dengan para kaula muda.


"Aku pun sebenarnya juga nggak tega Eyang, cuma karena duluan digrebek sama tetangga, ehh... malah jadi asyik." Arga langsung mengeluarkan komentarnya, karena dia pun pernah menjadi JODI, karena jomblo ditinggal Mati.


Pletak!


"Jadi asyik gundulmu itu!" Eyang langsung memukul kepala Arga menggunakan kipasnya ajaibnya.


"Hehe... gimana nggak asyik, katanya dia dapet perawan dua kali Eyang! aku dulu dapat sekali aja maksa!" Broto pun tidak mau ketinggalan untuk berkomentar, dia kalau topik pembicaraannya seperti ini langsung nyambung denan sendirinya.


"Jadi kamu dulu maksa Gendhis ya?" Panji yang benar-benar tidak tahu kisah awalnya, langsung bertanya-tanya dan ingin tahu sebabnya.


"Apaan sih mas, kamu masih penasaran sama kak Gendhis? kamu udah bikin aku nggak seksi lagi loh ini, gara-gara kamu nggak pake sarung, perutku jadi membuncit begini, itu pun masih mikirin mantan lagi." Ratu yang semenjak hamil jadi sensitif langsung menjelingkan matanya ke arah Panji sang suami.


"Hehe... Enggak kok yank, cuma nanya doang, nggak ada maksud apa-apa, sekarang hati mas cuma ada kamu seorang, bahkan mungkin sebelum mas kenal sama kakakmu, karena tanpa sadar sedari dulu Takdir yang sering mempertemukan kita, bahkan kita pernah civman saat itu kan!" Panji langsung duduk berjongkok dan memeluk perut istrinya yang sudah membuncit seperti bola dengan gemas, seolah bangga dan ingin pamer, 'ini loh hasil karyaku'.


"Iya juga ya, bahkan nggak cuma sekali kita tanpa sengaja berciuman." Ratu pun tersenyum saat flash back kejadian masa lalu mereka.


"Oooo... Jadi dulu kalian selingkuh ya? ketahuan kalian sekarang ya?" Gendhis bahkan baru mengetahuinya saat ini.


"Pffthhh... Kasihan sekali kamu yank, coba dulu kamu nerima aku, enggak bakalan aku berpaling darimu!" Broto langsung terlihat tersenyum meremehkan istrinya sendiri.


"Kamu juga dulu ceweknya banyak!"


"Tapi itu kan hanya untuk selingan saja, yang aku tanamin kecebong juga cuma kamu doang!" Jawab Broto dengan santainya.


"Apaan sih mas, kamu ini bukannya belain istrinya didepan mereka!"


"Dih... emang enak diselingkuhin sama adeknya sendiri?" Broto yang sekarang sudah mendapatkan tahta tertinggi dihati Gendhis seolah merasa tidak takut saat meledeknya.


"Maaf ya kak, jangan marahin suami aku, siapa suruh dulu cincin tunangan aku yang nyari, baju pengantin pun aku juga yang nyobain, ya udah... Janan salahin takdir kalau dulu calon suami kakak akhirnya sama aku juga." Ratu pun tidak mau disalahkan begitu saja.


"It's okey, buat adek kakak yang paling bandel ini apa sih yang enggak, setidaknya ada yang gantiin kakak marahin kamu kan? lagian aku juga sudah mendapatkan ganti yang lebih baik lagi." Gendhis langsung mengusap kepala adeknya, dia pun sudah bisa legowo dan menerima takdir hidupnya yang dulu begitu sulit dan rumit, namun akhirnya dia pun bisa merasakan apa yang dinamakan bahagia.


"Jadi kakak mau bilang suami aku dulu jahat begitu?" Ratu tiba-tiba langsung tidak terima.


"Emang kenyataannya kok suami kakak lebih baik daripada suami kamu, ya kan sayang?" Gendhis langsung memeluk pinggang Broto yang sudah tersenyum dengan lebarnya karena dipuji sang istri yang dulu setengah mati membencinya, kini berbalik menjadi setengah mati mencintainya.

__ADS_1


Cup


"Love you, istriku!" Broto bahkan langsung mengecup kening Gendhis, sebagai tanda terima kasih karena sudah mau menerima dirinya dengan segala kesalahan dan keburukannya di masa yang lalu.


"Enak aja, suami aku yang terbaik dong, ya kan mas?" Ratu langsung mengalungkan kedua tangannya di leher Panji, merasa tidak terima jika suaminya di nilai buruk oleh kakaknya, karena menurutnya Panji yang dulu beda dengan Panji yang sekarang.


Walaupun dulu mereka VS tapi sekarang sudah jadi CS, bahkan suaminya selalu memanjakan dan menuruti semua permintaannya.


"Iya dong sayang, kamu mau dikecup yang bagian mana?" Panji langsung menangkupkan kedua tangannya dengan gemas di pipi gembul istrinya.


"Semuanya!" Jawab Ratu yang membuat semua orang menghujatnya.


"Siap sayangku."


Dengan senang hati Panji langsung menghujani kecupan dari kening, pipi, bibir dan terakhir di perut buncit istri tercinta.


"Kamu mau nggak sayang?" Arga sebagai sang mempelai pria tidak mau kalah beromantis-romantisan dengan istri bocilnya.


"Hah?"


Sedari tadi Melody hanya menjadi pihak pendengar saja, karena sang perias masih sibuk menebalkan make up miliknya, karena hari ini dia akan menjadi ratu sehari.


Pernikahan mereka dibuat sangat meriah, bahkan mungkin menjadi pernikahan termegah di kampungnya, karena keluarga Panji dan keluarga Ratu lah yang menjadi endorse utama saat itu.


Walaupun ini pernikahan Arga yang kedua, namun dia dan istrinya merasa sangat bahagia karena dikelilingi orang-orang baik disekitarnya.


"Mau dicium juga nggak? Nanti kamu iri mereka semua dicium dan kamu enggak kebagian?" Arga bahkan langsung menggeser kursinya ke arah istrinya.


"Yaelah... kamu ini lebih sayang sama suamimu atau lebih sayang sama make up kamu ini!" Arga langsung mencubit pinggang istrinya dengan gemas.


"Nanti fotonya jelek, setelah kita selesai acara nanti, aku lebih sayang sama bapak deh!"


"Bahahaha!"


Akhirnya mereka semua menertawakan Arga yang kesal karena Melody langsung menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh mbak perias disana.


"Jodoh itu unik, sering kali yang di kejar-kejar menjauh dan yang tak sengaja di kejar malah mendekat." Eyang kembali mengeluarkan petuah bijak untuk cucu-cucu kesayangannya.


"Betul itu Eyang, sama uniknya kayak Eyang!" Panji langsung mengacungi jempol ke arah Eyang kesayangannya.


"Bahkan terkadang yang seakan sudah pasti, menjadi ragu, yang awalnya diragukan malah menjadi pasti."


"Setuju banget Eyang!" Ratu pun merasakan akan hal itu.


"Yang selalu kita impikan, bahkan bisa jadi tak berujung sebuah pernikahan, dan yang tak pernah dipikirkan malah bersanding di pelaminan."


"Aku banget itu Eyang!" Gendhis langsung semangat menanggapinya, walau akhirnya harus rela mendapatkan pelototan mata dari Broto yang merasa tersinggung karenanya.

__ADS_1


"Maka, jodoh itu bukan masalah seberapa lama kalian mengenalnya, tapi seberapa yakin kamu pada-Nya. Seberapa ikhlas saat kamu gagal mendapatkan seseorang yang kamu harapkan tapi gagal kamu dapatkan, lalu digantikan dengan yang terbaik menurut versi-Nya."


"Eyang kita memang keren euy!"


Arga langsung mengancungkan dua jempol ke arah wanita yang sudah dia anggap menjadi orang tuanya sejak dulu.


"Jadi Eyang cuma berpesan kepada kalian semua cucu-cucu Eyang yang semua, menikah itu bukan hanya melulu soal cinta saja, menikah itu tentang kesiapan, kalian harus siap menderita, siap bahagia, siap terluka, siap merana siap kecewa, siap berjuang bersama, dan siap untuk menerima kekurangan pasangan masing-masing."


"Iya Eyang."


Ketiga pasangan somplak itu pun terlihat menganguk patuh dan mendengarkan semua pesan dan petuah Eyang hari ini sebagai modal dalam menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga masing-masing.


"Permisi apa kalian sudah siap, acaranya sudah akan segera dimulai." Salah satu pengisi acara dalam pernikahan Arga dan Melody.


"Okey cucu-cucuku tercinta semuanya, itu saja pesan dari Eyang, semoga keluarga kalian bertiga selalu bahagia, berkah barokah semuanya."


"Amin ya robal'alamin."


Ketiga pasangan itu langsung kompak mengamini doa dari sesepuh yang ucapannya sering kali menjadi kenyataan untuk mereka bertiga.


"Woi... gimana kalau malam ini kita mende sah bareng, biar jadi moment yang paling tidak terlupakan seumur hidup!" Ratu yang ngotot ingin menggandeng Melody untuk keluar dan menaiki kursi pelaminan mulai mengeluarkan ide gilanya.


"Wah gilak kamu ya dek! kalau ngasih ide itu loh, kok cemerlang sekali, setuju banget gue dah!" Gendhis yang sudah mulai terkontaminasi dengan adeknya pun menyetujuinya.


"Gimana Mel? kamu setuju nggak?" Ratu kembali berbisik saat mereka sedang mengantarkan Melody berjalan menuju kursi pelaminan, sedangkan Arga sudah menunggu disana, ditemani kedua pria tampan disisi kanan dan kirinya, karena mereka juga ingin menyambut istri mereka masing-masing.


"Kalian berdua ini ya, kakak adek nggak ada yang bener! emm... tapi, ya setuju dong, masak enggak, share lokasi aja, langsung atur posisi!"


Ternyata setelah tahu rasanya otak Melody pun sudah sama-sama terkontaminasi oleh dua wanita yang mengapit dirinya.


"Bahaha... by the way, gue bangga punya sahabat dan kakak kayak kalian ini, walau di awal pernikahan kita memang tidak ada yang menyenangkan, namun semoga pernikahan kita bisa bahagia dan kekal abadi sampai maut memisahkan kita, amin."


" Setuju, HOOOORRRRR!"


Ketiga wanita itu bahkan mengepalkan tangan kanan mereka masing-masing ke udara, dengan mantap dan kompak.


Bahkan semua tamu undangan sampai terkejut melihat ketiga wanita yang wajahnya memang cantik-catik bak bidadari. Itupun suami mereka masing-masing yang bilang.


Karena memang tidak ada manusia atau pasangan yang sempurna dalam hidup ini, itu kenapa Allah sengaja menciptakan kita untuk berpasang-pasangan agar saling melengkapi satu sama lain.


Pernikahan yang hebat itu bukanlah ketika pasangan sempurna berkumpul bersama, melainkan ketika pasangan yang tidak sempurna belajar untuk menikmati perbedaan mereka.


Layaknya sepasang sepatu, walau dia mahal dan bermerk sekalipun, jika hanya tinggal satu saja tidak akan berguna.


Dan pernikahan yang sukses itu membutuhkan jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama, semua itu tidak terjadi karena cinta yang kamu miliki di awal, tapi seberapa baik dirimu untuk terus membangun cinta itu sampai Akhir.


...~END~...

__ADS_1


Buat kalian bestie-bestieku tersegalanya, terima kasih sudah setia mengikuti novel Author yang berjudul Hasrat Jodi(jomblo ditinggal mati) ini, pokoknya semoga kita semua sehat selalu, dimudahkan rejeki dan segalanya, Amin.


Big Huge buat kalian semua, loph you sekebon deh😘


__ADS_2