HIGH SCHOOL RELATION-SHIT!

HIGH SCHOOL RELATION-SHIT!
Arsya Alexander 66


__ADS_3

Siang ini sepulang sekolah, ada janji yang harus ku tepati. Yaitu nyamperin Vita. Sebelumnya, aku harus mastiin penampilan dulu lah, minimal rapi.


Aku menuju toilet dan mendapati cowok yang ditaksir Ari juga baru masuk ke dalam.


"Iya. Kamu juga, ya."


Aku mencuci tangan. Diam-diam menguping pembicaraannya via telepon.


Juna melirikku dari cermin. Aku ga tau kenapa aku malah pura-pura bersihin tangan dengan niat menguping. Aku sadar ini ga penting. Tapi mau tau juga, soalnya menyangkut Ari.


"Jangan keluar malam. Nanti aku telepon lagi. Oke?"


Ucapnya dengan lembut. Entah ke siapa. Dia terus tersenyum sambil merapikan rambut dengan sebelah tangan.


Hadeh, kenapa jadi nguping gini gue. Kayak ga punya kerjaan.


Setelah merapikan diri, aku melangkah keluar.


"Iya. Love you too."


Hah. Kasihan si Ari. Cowok itu ada cewenya. Ckckc. Nasib pemuja rahasia.


Setelahnya, aku berlari kecil menemui Vita yang mungkin udah nunggu lama. Dan benar saja. Dia duduk sendiri di tepi lapangan basket.


"Hei." Sapaku dengan sedikit gugup.


Dia tersenyum, merapikan duduknya.


"Lama nunggu, ya?"


Vita menggeleng sambil tersenyum. "Enggak, kok."


Aku duduk di dekatnya. Lalu kami pun saling diam. Rasanya kaku, canggung, padahal di telepon dan chat kami tampak akrab. Beda hal kalo udah ketemu langsung.


"Emm.. mau jalan-jalan?" Tawarku.


Kebetulan aku bawa mobil. Ya.. nggak kebetulan, sih. Aku sengaja bawa mobil karena janjian ketemu sama Vita. Walau harus kena omel bunda dulu soalnya aku belum punya SIM. Hehe.


"Boleh."


Aku dan Vita akhirnya keluar dari sekolah menuju tempat yang lebih nyaman buat cerita sambil kita makan siang bareng.


Ini namanya PDKT? Jujur aku baru ngerasain ini. Karena aku belum pernah pacaran sekalipun.


...🍭...


Aku membuka jendela, melirik ke kamar Ari. Dia lagi fokus di meja belajarnya. Kayaknya bener-bener fokus sampe suara jendela yang kugeser pun ga buat dia noleh.


Ya sudah. Biarin aja dia belajar. Aku pun menghidupkan komputer dan memainkan game.


Tak lama, ponsel berdering. Rupanya dari Vita. Aku memasang headset, lalu mengobrol dengannya sambil memfokuskan mata pada layar di depanku.


Lama aku mengobrol, menghabiskan waktu dengan cerita banyak hal dengan Vita, sampai aku terdiam sesaat mendengar suara jeritan.


"Bentar, bentar." Aku melepas headset dan benar, Ari tengah menjerit. Akupun lari ke jendela.


"ARRRIIII!! KENAPAAA?!"


Kulihat Ari terduduk di lantai. Dia kenapa? Apa yang terjadi?


Hampir aja aku lompat ke jendelanya, sampai kulihat dia bangkit dengan wajah penuh senyuman.


Loh?


Dia bertopang dagu di bingkai jendela.


"Malam ini... indah banget, ya." Ucapnya dengan penuh penghayatan.


Aku menatap keatas langit yang dihiasi sambaran kilat. Indah, apanya? Ari kesurupan apa, yak?

__ADS_1


"Lo gila, ya?"


Dia malah mengangguk dengan senyuman yang masih sama.


Duk..duk..dukk.. "Arii. Kamu kenapaa?" Suara kak Adit ikut terdengar dibalik pintu kamarnya.


Bukannya ngejawab malah senyam-senyum tuh anak.


"Ngga apa-apa, kak. Dia cuma gilaa!" Aku teriak menjawab. Sebab melihat kondisinya yang aneh, nampaknya Ari ga akan mau ngomong.


"Hei, Ri. Lo nggak kesambet, kan?" Tanyaku penasaran. Tapi aku beneran khawatir. Takut dia gila.


Ari menggeleng lambat. Senyuman itu kasih ada. Bukannya cakep malah terlihat mengerikan.


"Lo itu kebanyakan ngehalu. Makanya jadi gitu." Kesal liat tu anak ngga ngejawab pertanyaanku, akupun menggeser jendela dan menutup tirai.


Aku memasang kembali headset. Ternyata Vita masih menunggu.


"Hai. Sorry lama."


'Ngga apapa. Itu tadi siapa?'


"Kedengaran, ya?" Iya juga sih, aku teriak. Pasti Vita denger. "Temen."


Berhubung Ari ga mau kesebar kalo dia dan aku punya hubungan, aku pun merahasiakan ini dari Vita. Yah, lambat laun juga bakalan tau.


Hah. Jadi kepikiran Ari.


'halo.'


"Oh, iya. Sorry. Bilang apa tadi?"


...🍭...


"Hai, Sya."


Vita melambaikan tangan, kemudian berjalan cepat menemui ku yang baru ingin memasuki kelas.


"Tidur lo nyenyak?" Tanyaku basa-basi.


"Nyenyak, dong. Hehe." Jawabnya dengan nada yang cukup menarik di telinga. Yah, wajar sih, banyak yang naksir. Emang dia cakep, walau terlalu berterus terang kalau menurutku.


"Em.. tadi malam gue lupa banget mau bilang ini ke lo." Ucapnya.


"Oh, ya? Apa?"


"Sore ini ada pertandingan futsal loh. Gimana kalo kita nonton bareng." Ajak Vita dengan mata melebar, menunggu jawabanku.


Futsal, ya. Udah denger sih, dari Danu kemarin. Yang main si Juna, kan? Males banget.


"Sebenarnya gue pengen banget nonton. Lo mau kan, nemenin gue?" Vita memegang tanganku, memohon dengan mata yang berkedip-kedip.


Yah, mana bisa ditolak kalo kaya gini.


"Oke."


"Yeayy. Gue tunggu, ya." Vita melambaikan tangan dan pergi. Di saat itu, aku ngeliat Ari dan Juna di seberang lapangan.


Aku ga salah liat, kan?


Juna? Ari?


Ada apa dia deketin Ari?


Pandanganku sampai ga lepas dari ekspresi wajah Ari yang keliatan banget senengnya.


Aku ga bisa ikutan senang karena Juna sepertinya bukan laki-laki yang baik. Apalagi di toilet kemaren aku dengar dia telfonan dengan pacarnya. Kalau dia serius deketin Ari, berarti hanya main-main.


Aku menghela napas. Gimana cara kasih tau ke Ari, kalau cowok itu ga baik.

__ADS_1


Huff. Ternyata feeling aku soal Juna bener. Ngeliat mukanya aja udah bisa diprediksi.


Ari bodoh banget. Sukak kok sama cowo yang begitu. Ckckck. Terserah deh. Dikasih tau juga pasti ga mempan.


~


Ngga bisa! Aku harus ngomong ke Ari soal Juna. Aku khawatir mereka makin dekat dan aku semakin sulit buat ngasih tau Ari soal Juna.


Aku mau mengajaknya pulang bareng. Kayaknya banyak waktu makan siang bareng Ari sebelum sorenya pergi bareng Vita.


Aku chat Ari dan dia pun mau. Oke, aku otw.


"Arsya!"


Aku berhenti melangkah dan mendapati Vita mendekat.


"Sore nanti jadi, kan?" Tanyanya dengan semangat.


"Jadi, dong." Jawabku dengan semangat pula. Padahal sebenarnya aku agak malas. Apa nggak bagusan main aja. Ya, kan.


"Hmm. Kalo gitu, sekalian anterin gue, bisa nggak?"


"Hah?"


"Ayo dong, Sya. Soalnya supir gue ngga jemput. Katanya mobil di bengkel."


"Gue ada janji." Kataku pada Vita, lalu menunjukkan ponsel. "Sore aja gue jemput, gimana?"


Vita menarik ponselku lalu cemberut. "Tapi gue pengennya kita makan siang, Sya. Bisa, ya? Gue mau ngabisin waktu bareng lo. Ntar lo istirahat di rumah gue aja. Oke?"


Belum aku menjawab, Vita menarik lenganku dan membawaku pergi.


"Tapi, Vit-"


"No tapi tapi. Hp lo gue sita dulu. Hehe."


Haduh. Kenapa jadi gini, sih.



Dan siang itu aku melewatkan janji dengan Ari. Aku tau aku bakalan dimarahin abis-abisan. Apalagi ternyata Hp-ku lowbat.


Aku membawa dua botol air mineral, lalu duduk disebelah Vita. Membukakan minuman untuknya yang sempat berkode ria kehausan minta dibeliin air mineral.


Kira-kira Ari marah nggak, ya. Dia kan, kalo ngamuk agak ngeri. Apalagi aku bilangnya OTW. ck. Bisa mati aku.


"Jangan ngelamun, Sya. Ntar nabrak, lho."


Vita menyenggol tanganku, nyadarin aku dari lamunan.


Saat ini kami duduk berdua di bangku supporter. Sudah banyak yang datang, terlebih ini pertandingan dua sekolah yang selalu saling bersenggolan.


Aku menimbang-nimbang ponsel yang dalam keadaan mati. Aku khawatir Ari masih nunggu di sana. Kadang-kadang kan, dia suka aneh.


PRITT!!


Peluit tanda pertandingan akan segera dimulai pun terdengar. Aku langsung mengarahkan pandangan ke depan. Dan saat itu juga mataku fokus pada perempuan yang sangat aku kenali wajahnya tengah memegang spanduk besar dengan tulisan nyeleneh dari sekolah lawan.


HAH. YANG BENER AJA LO, ARI! NGAPAIN DISANA WOI.


Aku beneran pengen teriak dan bawa anak itu kesini. Tapi nggak mungkin juga, kan!


Aku terus menatap ke arahnya. Berharap dia menatap balik supaya aku bisa kasih tau kalau dia salah tempat duduk.


Hah. Emang sejak kapan sih lo pergi sendirian, Ri? Lo gak pernah pergi sendiri. Sekalinya pergi malah kaya gini.


PRIT!! PRIT! PRIT!


Dan tiba-tiba terjadi kegaduhan besar disana, sampai kulihat Ari terjongkok akibat dorongan dari supporter lawan. Sore itu, pertandingan pun berakhir ricuh.

__ADS_1


TBC


Vote nya jangan lupa guysss🤗🤗🤗


__ADS_2