
" Hey, tunggu ! kamu belum makan ya?" tanya Lingga.
Amanda menganggukkan kepalanya. Lingga mengambil uang dari saku celananya, dan memberikan pada Amanda.
" Ambillah, kamu bisa beli makanan !" ucap Lingga sambil memberikan uang itu.
" Ga usah, Pak . makasih !" Amanda pun pergi meninggalkannya. Lingga mengejar wanita itu.
" Ga usah malu, pasti kamu membutuhkannya, hidup di kota itu ga mudah, jangan pernah menolak pemberian orang !"
" Maaf Pak, terimakasih !"
Amanda pun langsung pergi.
" Dasar orang kampung !" umpat Lingga.
Malam semakin larut, Amanda pun memberanikan dirinya mencari emperan toko lagi. Di emperan toko yang sepi, Amanda pun merebahkan dirinya. Tak berapa lama datanglah dua orang pria, mereka adalah preman setempat.
" Hai...!" sapa kedua preman itu.
Amanda pun terbangun.
" Kalian siapa?" tanya Amanda
" Kamu ga perlu tahu kita ini siapa. Kenapa tidur disini?" tanya seorang preman itu. Kedua preman itu semakin mendekati Amanda.
" Jangan ganggu saya, saya mohon !"
" Hahaha, kami ga akan menganggu mu, kalau kamu mau menemani kami malam ini. Kamu bisa tidur bersama kami di istana megah kami, hahaha ...!"
" Jangan ganggu saya, atau saya akan teriak !"
" Coba aja cantik ! coba aja teriak, ga akan ada yang mendengarkannya. "
Begitulah terus, kedua preman itu terus saja menggoda Amanda. Mereka ingin melucuti pakaian Amanda. Amanda mencoba kabur, kedua preman itu pun mengejarnya.
" Tolonggggggg...tolonggggg....!" teriak Amanda.
Tapi sayangnya tempat tersebut sangat sepi, tidak ada orang yang berlalu lalang.
Kedua preman itu terus mengejarnya. Amanda pun tidak dapat berlari lagi. Ia sudah lelah. Ia pun terjatuh.
" Apa saya bilang, jangan coba lari dari kami berdua. Malam ini, temanilah kami tidur !" ucap salah satu preman itu.
Amanda pun menangis.
" Jangan sakiti saya, saya mohon !"
Malam itu Lingga melewati jalan dimana Amanda di ganggu oleh preman - preman itu.
Dari kejauhan, ia melihat kalau Amanda sedang di ganggu.
" Itukan wanita yang tadi terjatuh? Aman...da...Amanda..ya namanya Amanda. "
__ADS_1
Lingga pun langsung menepikan mobilnya, dan berlari..tanpa menunggu lama, pukulan demi pukulan ia berikan.
"Pakkkkkk...pukkkkkkk..pakkkkkkk...pukkkkk...."
" Ampun bang....Ampun bang...maaf...maaf...!" ucap kedua preman itu.
Lingga terus memukuli kedua preman itu hingga babak belur. Akhirnya kedua preman itu pun pergi dengan tubuh yang sudah kesakitan.
Amanda sangat ketakutan, ia terus menangis.
" Mereka uda pergi, ga usah takut lagi !" ucap Lingga.
" Makasih ya, Pak !"
" Lain kali hati - hati lah, kamu tinggal dimana? trus kamu mau kemana ?"
Amanda menggelengkan kepalanya.
" Saya ga punya tempat tinggal, saya juga ga tahu mau kemana !" ucap Amanda menahan tangisnya.
" Kenapa nekat datang ke kota kalau tujuan kamu aja ga tahu !"
Amanda kembali menangis. Lingga melihat kalau Amanda sangat ketakutan.
" Dekat sini ada kos - kos'an, kali aja kamu bisa tinggal disana !"
Amanda hanya diam. Lingga tahu pasti Amanda tidak mempunyai cukup uang.
Amanda hanya menganggukan kepalanya. Ia mengikuti Lingga dari belakang.
Lingga terlebih dulu naik ke mobilnya. Ia kira Amanda akan masuk. Lingga melihat kalau Amanda masih saja berdiri dan menangis.
" Hey, masuk !"
" Saya duduk dimana Pak?"
" Saya bukan Bapak kamu ! di depan lah , emang saya supir kamu?"
Mendengar ucapan pria sombong itu, Amanda semakin bersedih. Begitu sombongnya pria itu. Tapi demi keselamatannya, Amanda pun menurutinya.
Amanda duduk di depan. Dengan sangat hati - hatinya ia menutup pintu mobil itu. Tas lusuhnya diletakkan dibawa kakinya. Lingga melihat kalau tas itu sangat kotor sekali.
" Tas kamu pangku aja, ntar mobil saya kotor !" ucap Lingga sedikit kesal.
Amanda tahu kalau pria yang ada disampingnya ini terlalu sombong. Ia tetap sabar menghadapi nya. Ia mengambil tas itu dan memangkunya.
Diperjalanan, mereka berdua hanya diam. Lingga mengantarkan Amanda ke tempat kos yang ia maksudkan tadi. Mereka pun tiba di tempat itu.
" Turunlah !" titah Lingga
Amanda pun segera turun. Begitu juga Lingga ikut turun, lalu ia mengambil tissue basah dari dalam mobil dan membersihkan kursi mobil yang di duduki Amanda.
Melihat itu Amanda sangat sedih sekali. Ia tahu kalau sudah dua hari ia belum mandi.
__ADS_1
" Maaf Pak, kalau kursinya kotor karena saya !" ucap Amanda.
Lingga hanya diam dan ia mengantarkan Amanda ke dalam kosan itu. Setelah berbincang pada yang empunya kosan, Lingga pun membayarkan uang kosan itu.
" Sekarang kamu tinggal disini, mungkin ini bisa membantu kamu untuk lebih nyaman dan tidak di ganggu preman itu lagi !"
" Makasih banyak ya Pak, saya janji saya akan mengganti uang Bapak. Saya janji Pak !"
Lingga hanya diam. Lalu ia pun pergi. Ibu kos itu pun menyuruh Amanda untuk segera masuk. Setelah menerima kunci kamar kosan itu, Amanda langsung beberes.
Di dalam kosan itu, terdapat kasur kecil, lemari kecil dan meja yang tidak begitu besar. Amanda sangat bersyukur, dapat tempat tinggal yang nyaman dan bersih.
Pintu kamar kosan itu diketuk seseorang dan ternyata itu adalah Lingga.
" Ini makan lah, jam segini uda susah cari makanan diluar !''
" Makasih banyak ya , Pak !" Amanda menerima bungkusan dari Lingga. Lingga pun segera pergi.
Perut semakin kelaparan, Amanda pun membuka bungkusan itu. Ada nasi bungkus, minuman mineral dan beberapa makanan lainnya.
Amanda bersyukur sekali, masih bisa makan malam ini. Walaupun pria kasar itu sombong tapi ia masih perduli pada nya. Amanda tidak akan pernah lupa kebaikan yang telah dilakukan Lingga. Walaupun ia pernah dihina.
****
Pagi hari, Amanda langsung bangun dan segera mandi. Selesai sarapan roti, ia langsung pergi mencari pekerjaan. Pagi itu Amanda sangat semangat sekali.
Ia yakin, pasti ia akan mendapatkan pekerjaan. Amanda terus berjalan, menanyakan ke toko satu ke toko lainnya , apakah ada lowongan pekerjaan.
Belum juga ada yang menerimanya. Ia pun mencoba pergi ke restauran - restauran, menanyakan apakah ada lowongan untuk dia. Hasilnya belum juga.
Amanda pun pergi ke kantor - kantor , disana ia juga menanyakan pekerjaan untuknya. Karena sampai sekarang ia tidak tahu apa itu sekretaris, dengan pe - de nya ia selalu menanyakan pekerjaan itu.
Dan tibalah ia di sebuah perusahaan besar. Ia menanyakan apakah ada lowongan pekerjaan untuknya. Ternyata ada sebagai Office Girl.
Awalnya , Amanda menanyakan masalah sekretaris itu apa, tapi HRD itu mengatakan tidak bisa, karena Amanda hanya tamatan SMP saja.
" Posisi yang pas buat kamu itu adalah Office Girl, Manda ! dan kalau untuk posisi sekretaris itu minimal harus Diploma dan kamu hanya tamatan SMP aja, maaf ya Manda !"
" Ia mbak, ndak apa - apa, selama ini saya ndak tahu apa itu sekretaris mbak, ya saya pikir pekerjaannya biasa aja, maaf sekali lagi ya mbak !"
" Jadi gimana, kamu mau ga jadi OG?"
" Maulah mbak, yang penting saya kerja !"
" Baiklah, mulai sekarang kamu bisa kerja !"
" Serius mbak ?"
" Ia serius !"
" Makasih banyak ya, mbak !"
Akhirnya Amanda pun dapat pekerjaan. Betapa senang hati nya. Ia berjanji kalau sudah menerima gaji, ia akan segera melunasi hutang - hutangnya pada Pak Bagas dan pemuda sombong yang menolongnya itu, karena Amanda adalah anak yang tahu berbalas budi.
__ADS_1