I Need Your Love

I Need Your Love
Bab 90 " Amanda Mendapatkan Hadiah "


__ADS_3

Kabar kelahiran anak Nadine terdengar sampai ke telinga Amanda dan Lingga. Amanda semakin tidak percaya diri, kenapa sampai sekarang ia belum juga hamil.


Amanda selalu bertanya, apakah karena ia belum bisa memaafkan kedua orang tua nya atau dulu ia pernah hamil di luar nikah ?


Rasa cemburu pasti ada, Lingga tahu masalah yang di hadapi istrinya itu. Lingga semakin menguatkan Amanda. Ia tak mau melihat Amanda larut dalam kesedihan.


Siang itu, Amanda sibuk mengurus bapak mertuanya. Amanda selalu cekatan merawat bapak mertuanya itu. Tak ada rasa malu lagi pada dirinya, karena harus membantu bapak mertuanya itu untuk buang air kecil atau pun buang air besar. Semua ia lakukan dengan sabar, tekun dan ikhlas.


Selesai makan, Amanda langsung memberikan obat. Hari demi hari, bapak mertuanya semakin mulai tampak pulih. Banyak yang terjadi dalam perubahan kesehatan bapak mertuanya itu.


Seperti biasa, jika ada pesan yang akan di sampaikan kepada Amanda, pak Chandra akan menulisnya di secarik kertas.


" Nak, papa mau memberikan sesuatu buat kamu. Semoga kamu senang menerimanya." tulis pak Chandra dalam pesan di secarik kertas itu.


Pesan tersebut...


Papa punya tanah, di daerah selatan. Tanah tersebut sangat luas dan sangat terjangkau. Papa ingin memberikannya untuk kamu. Papa pernah bernazar, jika suatu saat papa sakit, ada menantu papa yang baik hati mau merawat papa, papa akan memberikannya untuk menantu papa tersebut.


Dan, nazar papa itu di dengarkan Tuhan. Saat ini papa sakit, dan kamu adalah menantu terbaik papa yang mau merawat papa dengan ikhlas dan tulus.


Papa sudah menyuruh notaris papa, untuk mengurus tanah tersebut, agar tanah tersebut jadi hak atas nama kamu.


Nak, semoga kamu mau menerimanya. Dan papa berharap, kamu dapat membangun di atas tanah itu, apa pun yang kamu inginkan.


Kamu bisa membuka usaha, atau apapun itu.


Semoga kamu mau menerimanya, dan hanya ini hadiah yang dapat papa berikan untuk kamu. Papa berharap, kamu terus menjadi menantu papa dan mama yang paling baik.


Amanda, terimakasih ya nak, karena kamu sudah mau memberikan waktu mu untuk merawat papa. Doakan papa cepat sembuh, agar papa bisa melihat anak - anak papa bahagia.


Satu permintaan papa, cintai Lingga dan teruslah menjadi istri terbaik untuknya.


Papa mertua mu


Selesai menulis, pak Chandra memberikannya pada Amanda. Pria paruh baya itu pun menangis. Amanda menerima pesan tersebut.


Ia membacanya. Terkejut, pasti. Karena ia merasa tidak pantas untuk menerimanya.

__ADS_1


Amanda pun menangis. Ia menggeleng - gelengkan kepalanya. Sepertinya ia tidak menyetujuinya.


Amanda membalas pesan tersebut.


" Pak, dengan diterimanya Amanda di rumah ini aja, Manda sudah sangat bersyukur pak. Kalau bukan karena pertolongan bapak, mungkin Manda ga bisa ada ditengah - tengah keluarga bapak. Manda ga layak dan ga pantas pak, menerima hadiah dari bapak. Manda ini hanya manusia biasa, Manda melakukan tugas Manda merawat bapak itu, ya karena itu memang kewajiban saya pak. Saya melakukan ini semua dengan ikhlas. Tidak ada meminta imbalan sedikit pun, pak.


Pak, Manda ga bisa menerimanya. Manda ga pantas , pak. Maaf ya pak !"


Amanda memberikan balasan pesan tersebut. Pak Chandra kembali membacanya. Ya, begitulah mereka, bapak mertua dan menantu itu saling berbalas - balasan pesan di secarik kertas.


Dan pada akhirnya, Amanda harus menerimanya. Dan ia ingin memberitahukan ini pada suaminya , ibu mertuanya dan Lita, adik iparnya.


Amanda menangis. Ia tak menyangka akan mendapatkan kejutan dari bapak mertuanya itu. Bapak mertua yang paling mengerti akan hatinya, yang telah banyak menolong dirinya. Lingga, pria sombong, angkuh, dingin bisa luluh karena kesabaran Amanda.


Malam itu, Amanda sudah tak sabar ingin memberitahukan pada suaminya. Melihat bapak mertuanya sudah tertidur pulas, Amanda pun langsung keluar. Dengan setianya , ia menunggu suaminya itu.


Tak berapa lama, Lingga pulang.


" Malam, mas !" sapa Amanda dan ia langsung menyambut suaminya itu.


" Uda mas, tadi selesai saya kasih minum obat, bapak langsung tidur. "


" Kamu kenapa? kok senyum - senyum gitu ? hhmmm..ada kabar baik kah ?"


Amanda memberikan secarik kertas , yang dituliskan bapak mertuanya itu. Lingga membaca semua isi surat itu.


" Manda , kamu yakin ?"


Amanda hanya menganggukan kepalanya. Lingga tersenyum.


" Saya pernah sih dengar masalah tanah ini, papa juga pernah bilang, tanah itu akan papa berikan untuk menantunya kelak, jika menantunya itu baik dan mau merawat nya kalau papa sakit. Hahaha, jadi janji papa itu , papa tepati. Dan kamu, satu - satunya menantunya yang mendapatkan hadiah itu. Hhmm..kalau begitu ?"


" Kalau begitu apa, mas ?"


" Malam ini kita bercinta dong !"


" Bercinta ?"

__ADS_1


" Ia, emang kenapa ? "


" Kan uda semalam, mas ?"


" Hhmm...kamu lupa, saya ini siapa kamu ? mau pagi, siang, malam saya minta, kamu harus mau dong, kan kamu istri saya ?"


" Hahaha, ia massss. Tapi mas mandi dulu ya , habis itu makan malam."


" Mandiin dong, hehehe..!"


Wajah Amanda mendadak berubah menjadi beringas.


" Hahaha, ga usah gitu bu wajahnya, biasa aja !"


" Hehehe, maaf ya mas. Uda buruan sana mandi !"


" Sayang, kita makan di atas aja ya , soalnya malam ini mas mau lembur. Oh ya, sekalian buatin kopi, kopinya manis kayak kamu, hahaha...!"


Amanda hanya bisa tersenyum manis melihat tingkah suaminya itu.


****


Lita sangat bahagia sekali melihat sikap mamanya itu , kini mama Nania telah berubah menjadi lebih baik lagi.


Wanita cantik yang tidak muda lagi itu, kini harus mengambil alih untuk mengurus semua perusahaan mereka yang ada di Amerika.


Dengan semangat dan penuh juang, mama Nania ingin melihat semua perusahaannya berkembang sangat baik. Dan benar saja, ketika di kelola nya, perusahaan - perusahaan itu semakin hari semakin maju. Semua para karyawan pun semakin sejahtera.


Mama Nania sadar, dulu ia sempat mengurus satu perusahaan tapi sayang nya perusahaan itu tidak berkembang pesat, semua itu dikarenakan sikap nya kepada bawahannya yang kurang baik.


Dan kini, ia menyadari kalau berbuat sombong dan angkuh, tidak ada gunanya. Apalagi membuat orang lain menderita. Rejeki dan kebahagiaan pun menjauh.


Mama Nania mengingat semua perlakuannya kepada Amanda. Ia menangis karena telah menyakiti hati anak itu.


Setahun suaminya menderita stroke, Amanda lah yang harus merawatnya. Terpaksa ia harus melihat menantunya itu mengurus sang suami. Bukan karena tidak mau, tapi karena pekerjaan lah yang harus membuat mama Nania harus sedikit meluangkan waktunya untuk suaminya itu.


Kini, mama Nania, telah mendengarkan kabar baik, kalau suaminya Chandra Prabu Ningrat telah mulai pulih dari sakitnya. Dan masalah tanah yang suaminya berikan untuk Amanda, mama Nania sangat setuju kalau Amanda berhak mendapatkan hadiah itu. Dan mama Nania bersedia akan membantu pembangunan yang akan dilakukan di atas tanah itu.

__ADS_1


__ADS_2